Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby¹⁷
Serafina sedikit mempercepat makannya, namun tiba tiba saja seorang pelayan menumpahkan segelas air ke tubuhnya hingga membuat Serafina sontak berdiri dari tempat duduknya. "m-maafkan saya Nyonya, s-saya tersandung barusan" ucap pelayan itu pura-pura khawatir.
"tidak apa apa, yang terpenting kamu baik-baik saja" Serafina tersenyum kemudian membersihkan air yang sedikit menggenang di pakaian nya. "aku akan pergi ke kamarku untuk mengganti baju" ucap Serafina meninggalkan ruang makan.
setelah melihat kepergiannya, beberapa pelayan yang ada disana terkikik puas. "jangan harap dia akan hidup tenang di rumah ini" ucap salah satu dari mereka. "kau benar, karena dia berani merebut Alexander dari kita, maka dia harus merasakan akibatnya"
Serafina mengunci pintu kamar dan melangkah mendekati lemari. Ternyata disana sudah banyak pakaian wanita yang terlihat lebih sopan dan tertutup. hanya beberapa saja yang terbuka namun tidak berbahan tipis.
tadi saat di mension kakek William, Alexander meminta pelayan untuk membelikan Serafina pakaian wanita yang terlihat lebih nyaman dilihat dan saat dikenakan.
Serafina memandangi deretan pakaian itu cukup lama. Jemarinya menyentuh kain-kain halus dengan potongan elegan tersebut dan Semuanya sepertinya sudah dipilih dengan standar tertentu. Serafina menarik napas panjang, ia tahu pernikahan ini bukanlah pernikahan biasa dan Alexander adalah pria yang diperebutkan oleh para wanita. Bukan hanya karena wajah dan wibawanya, tetapi juga karena kekuasaan dan nama besarnya.
"Rasanya aku seperti menciptakan masalah sendiri, padahal bukan aku yang menginginkan pernikahan ini, kalau boleh aku ingin pergi dari negara ini dan memulai hidup baru"
Ponsel Serafina berdering, ia mendapatkan telepon dari manager nya. Ia sedikit panik sebab ia lupa jika ia masih bekerja disebuah hotel. "kenapa aku bisa lupa...lagian apakah tuan Alex masih mengizinkan aku bekerja?" Serafina menggaruk kepalanya yang tak gatal. "aku harus mengatakan apa pada manajerku, haduh"
Serafina menarik nafas dengan panjang sembari mengangkat sambungan teleponnya dan menutup matanya seolah bersiap menerima amarah dari Bu manager. "halo, Serafina! kamu lupa diri ya! dikasih hati malah minta jantung, sudah berapa hari ini kamu tidak masuk kerja?" ucap Bu manager disebrang sana. "d-dua hari Bu...hehehe" ucap Serafina tersenyum kaku.
"pokoknya saya tidak mau tahu, mulai besok kamu masuk kerja dan lembur, kalau tidak kamu saya pecat" ancam wanita tersebut. "waduh, jangan dong Bu, oke oke besok saya bekerja keras!" ucap Serafina penuh tekad.
Pintu kamar diketuk seseorang dari luar berpapasan saat sambungan telepon Serafina mati, gadis itu melangkahkan kakinya untuk membuka pintu kamar. "selamat siang nyonya, seseorang mencari anda" ucap kepala pelayan sembari membungkuk sedikit untuk memberi salam hormat. Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Serafina tak enak. "s-siapa yang mencari saya?"
"saya tidak tahu nyonya, tamu tersebut bilang, kalau dia datang atas perintah tuan" Serafina terdiam, mendengar suaminya disebut, mau tidak mau Serafina harus menemui tamu tersebut. Karena sudah perjanjiannya dengan Alexander.
"baiklah, aku akan kesana" Serafina keluar dan menuju ruang tamu, ia begitu penasaran pada seseorang yang mencarinya. Serafina menuruni tanggal dan melihat seorang wanita bertubuh atletis tengah duduk di ruang tamu. "permisi" ucap Serafina dengan sopan.
"selamat siang Nyonya" wanita itu tersenyum lembut dan mempersilahkan Serafina duduk. "apa ada yang ingin dibahas" ucap Serafina setelah duduk dihadapan wanita tersebut. "perkenalan nyonya, saya Anna konsultan etiket yang ditugaskan tuan Alexander untuk melatih Nyonya seperti wanita kalangan atas pada umumnya"
"ah begitu" Serafina tersenyum "saya Serafina, kau bisa panggil aku Sera" wanita itu mengangguk "saya akan menjelaskan jadwal pelatihan anda mulai dari sekarang sampai kedepannya, jadi anda akan pelatihan saat pukul 1 siang - 4 sore" Serafina menelan ludahnya dengan kasar, itu jam kerjanya. "setiap hari apa?" tanya Serafina penasaran. "Setiap hari nyonya"
"boleh kah saya mengusulkan sesuatu?" wanita itu mengangguk "silahkan nyonya, tuan juga mengatakan bahwa anda boleh meminta pengubahan pada saya" mendengar hal itu, Serafina merasa senang.
"boleh tidak, jadwalnya diganti saat jam 4 sore - 5 sore" perkataan Serafina membuat wanita itu kebingungan.
"okey," jawab wanita itu ragu, "tapi nyonya, apa anda tidak takut tuan Alex marah jika anda hanya melakukan pelatihan selama 2 jam? karena tuan lah yang meminta saya untuk melatih anda selama 4 jam"
"untuk masalah itu, serahkan semua padaku" wanita itu hanya mengangguk saja tanpa mengerti dibalik semua ini, mendapat persetujuan, Serafina tersenyum senang. "Nyonya, kita mulai pelatihan hari ini, atau mulai besok? sembari mengistirahatkan tubuh?"
"besok saja, hari ini aku sangat lelah dan ingin beristirahat" jawab Serafina dengan cerdik. Wanita itu mengangguk, "kalau begitu saya akan datang besok nyonya, dan saya pamit untuk kembali" Serafina menganggukkan kepalanya dan melihat wanita itu pergi. Serafina bernafas lega, karena ia tidak perlu pusing mencari waktu, ia biasa pulang kerja pada pukul 3 sore, jadi dia tidak perlu khawatir untuk terlambat pelatihan.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang