jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Official
Pagi-pagi sekali di saat jungkook masih asyik terlelap di pelukan taehyung tuan dan nyonya jeon tiba di mansion kim. Mereka datang pagi-pagi sekali karena ingin memberi kejutan untuk putri kesayangan mereka.
“Ah kalian sudah datang, ayo duduk dulu sepertinya putra putri kita masih tidur", kata nyonya kim sambil mempersilahkan tuan dan nyonya jeon untuk duduk.
“Biarkan saja lagipula ini masih terlalu pagi bukan, maafkan kami karena merepotkan kalian yang harus mengurus dan menjaga jungkook", kata nyonya jeon sambil tersenyum.
“Jangan bicara seperti itu bukankah kita keluarga? Lagipula sebentar lagi mereka menikah jadi sudah tugas dan kewajiban kami juga untuk menjaga jungkook", jelas nyonya kim.
“Lagipula biar taehyung belajar mulai sekarang untuk menjaga dan melindungi calon istrinya bukan", kata tuan kim menambahkan.
Yang lainnya hanya mengangguk mendengarnya.
Sementara itu di kamar terlihat taehyung yang telah membuka matanya terlebih dahulu dan saat ini netranya menangkap satu sosok mungil yang bergelung manja di dekatnya.
“Bangun sayang hari ini kita harus masuk sekolah", bisik taehyung tepat di telinga si manis.
“Mmm 5 menit lagi taehyung", lirih jungkook sambil membenamkan wajahnya di dada bidang taehyung.
“Baiklah aku mandi dulu setelah itu aku akan menyiapkan air hangat untukmu mandi", kata taehyung lalu beranjak dr tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Sedangkan jungkook kembali terlelap ke alam mimpinya lagi.
Setelah beberapa saat taehyung telah selesai mandi dan memakai pakaian seragamnya dan dengan langkah pelan mendekat ke arah ranjang dan kembali membangunkan jungkook.
“Hei ayo bangun mandi setelah itu sarapan", bujuk taehyung lembut sambil menepuk pipi jungkook pelan.
Dengan rasa malas jungkook pun terbangun dan membuka matanya dan pemandangan yang dia lihat adalah taehyung yang sudah rapi memakai pakaian seragamnya.
Tiba-tiba tanpa peringatan taehyung mengecup sekilas bibir jungkook sedangkan jungkook refleks menutup mulutnya.
“Ish kookie belum gosok gigi", kata jungkook.
Sedangkan taehyung hanya terkekeh gemas melihat tingkah jungkook.
“Padahal aku ingin mencoba berciuman di pagi hari denganmu sayang", goda taehyung.
Tanpa banyak bicara jungkook berdiri dan hendak melangkah tapi dengan tiba-tiba tangannya ditahan oleh taehyung dan tanpa peringatan pinggangnya di tarik untuk mendekat.
Tanpa aba-aba taehyung menarik tengkuk jungkook dan mencium bibir yang telah membuatnya candu tersebut, jungkook yang awalnya memberontak pun akhirnya terbuai dan mulai mengalunkan tangan mungilnya di leher kokoh taehyung.
Merasa jungkook yang mulai terbuai taehyung melirik jam di dinding yang menunjukkan pukul 05.30 pagi. Dengan bibir yang masih bertautan taehyung menuntun jungkook menuju ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya dengan perlahan.
Ciuman taehyung berpindah ke leher putih jungkook tiba-tiba sebuah suara menghentikan aksinya.
"Stop taehyung kita harus sekolah”, kata jungkook sambil menahan desahannya.
Taehyung mengangkat wajahnya dan melihat wajah sayu kekasihnya atu bisa dibilang calon istrinya tersebut.
"Maaf sayang aku hampir lepas kendali”, kata taehyung lembut sambil mencium kening jungkook sayang.
Taehyung berdiri dari atas tubuh jungkook dan merapikan kembali seragamnya.
"Mandilah aku akan menyiapkan seragammu”, kata taehyung lembut dan jungkook pun mengangguk.
*****
Setelah beberapa saat keduanya tampak menuruni tangga dengan tangan yang saling bertautan dan tak sengaja netra jungkook menatap dua sosok yang sangat dirinya rindukan.
"Papa mama kalian sudah pulang", kata jungkook antusias lalu berlari menuruni tangga meninggalkan taehyung.
“Ya ampun sayang jangan lari", kata taehyung tapi terlambat karena jungkook sudah berlari turun dan sudah menghambur kepelukan sang mama.
“Uuhhh kookie rindu", kata jungkook manja dalam pelukan nyonya jeon.
“Kami lebih merindukanmu sayang", kata nyonya jeon lembut sambil mengusap rambut putrinya sayang.
“Sepertinya kamu senang tinggal bersama papa dan mama kim hmm", goda tuan jeon.
“Kookie senang tapi kookie juga rindu kalian”, kata jungkook sambil tersenyum.
Tak sengaja netra nyonya jeon melihat kalung di leher jungkook.
"Kamu belu kalung baru sayang? Cantik sekali kalungnya”, kata nyonya jeon sambil memegang kalung tersebut.
“Ini kalung pemberian taehyung, selain kalung juga ada gelang", kata jungkook menjelaskan.
“Benar kamu yang memberinya tae?" Tanya nyonya kim dan taehyung pun mengangguk.
“Taehyung ingin memberikan yang terbaik untuk jungkook selain itu taehyung ingin memberitahu semua orang jika jungkook adalah satu-satunya calon nyonya muda kim", jelas taehyung sambil menikmati sarapannya.
“Ceritanya sudah sangat cinta nih dengan jungkook tae?" Goda tuan kim.
Taehyung menghentikan makannya dan menggenggam tangan jungkook yang duduk di sebelahnya.
"Bukan hanya cinta tapi mungkin lebih ke tidak bisa tanpa dia sekarang”, kata taehyung lembut dengan netra yang menatap ke arah jungkook dengan sorot mata yang lembut dan menenangkan.
*****
Pagi hari sekolah dihebohkan oleh sikap terang-terangan yang dilakukan oleh taehyung kepada jungkook.
Sepanjang jalan menuju kelas taehyung tampak berjalan beriringan dengan jungkook dengan tangan yang memeluk pinggang jungkook posesif sedangkan yang dipeluk hanya cuek seolah itu hal yang biasa.
Desas desus pun terdengar di antara para siswa terutama mereka membandingkan sikap taehyung dulu saat berpacaran dengan irene dan sikap taehyung yangs sekarang.
"Dulu selama bersama irene taehyung tidak pernah berjalan sambil memeluk pinggang irene, palingan mereka hanya bergandengan tangan”, kata salah satu siswa.
"Tapi lihatlah sekarang dengan jungkook taehyung begitu posesif bahkan tatapan matanya sangat dingin saat tidak sengaja melihat beberapa siswa laki-laki yang menatap ke arah jungkook”, timpal salah satu siswa.
"Kenapa ya aku merasa taehyung lebih cocok dengan jungkook daripada irene, seperti mereka itu memang sudah ditakdirkan bersama”, kata siswa lain sedangkan yang lainnya hanya mengangguk.
Jungkook dan taehyung memasuki kelas lalu duduk di bangkunya masing-masing.
"Aku ke toilet sebentar ya”, pamit taehyung sambil mengelus surai jungkook dan diangguki oleh jungkook.
Setelah kepergian taehyung ke empat sahabat jungkook mendekat ke arah jungkook dan menatap sahabat manis mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Kenapa kalian menatapku seperti itu", tanya jungkook.
“Kalian beneran punya hubungan sekarang? Ah bukan maksudku kalian sudah berani terang-terangan?", tanya jennie sambil menelisik tubuh sahabat manisnya itu.
“Ya seperti yang kalian lihat, lagipula kami sudah sama-sama saling memiliki", kata jungkook yang dengan refleks menutup mulutnya.
Rose memicingkan matanya ke arah jungkook saat mendengar perkataan jungkook yang terlihat ambigu.
"Tunggu jangan bilang kalau kalian sudah”,tebak rose seketika.
“Tunggu sudah apa?" Tanya lisa tidak paham sedangkan jennie dan jisoo yang paham pun segera menutup mulutnya tak percaya.
"Ah gadis polos ini sekarang sudah tidak polos lagi”, kata jisoo sambil pura-pura bersedih.
"Kookie gimana rasanya apa sangat nikmat”, bisik jennie tepat ditelinga jungkook sedangkan jungkook langsung menoyor sahabat yang tidak ada akhlak tersebut.
"Kenapa kamu tidak mencoba sendiri dengan kekasihmu”, kata jungkook kesal.
"Kan aku bertanya soal kamu, berapa ronde kalian?” Tanya jennie lagi.
"Banyak ronde, bahkan aku sekarang kecanduan dengannya”, kata taehyung yang tiba-tiba ikut bergabung.
Mendengar ucapan jujur taehyung membuat jungkook gemas dan mencubit perut taehyung kesal.
"Ish mulutnya bisa diam ga?”, tanya jungkook kesal sekaligus malu.
"Kenapa harus malu sayang, kamu calon istriku. Lagipula kamu juga menikmatinya bukan”, goda taehyung sambil menaik turunkan alisnya.
"Waaaah kookie benar-benar sudah tidak polos lagi”, kata jisoo.
Lisa yang awalnya diam tiba-tiba teriak
"Kamu sudah tidur dengan taehyung kookie ya ampun kookie ku sudah dewasa ternyata”, kata lisa tiba-tiba yang tentu saja mendapat perhatian dari siswa yang kebetulan berada di dalam kelas.
Jungkook semakin menundukkan wajahnya karena malu dengan ucapan frontal bukan hanya taehyung tapi juga sang sahabat lisa.
Dan akhirnya hubungan taehyung dan jungkook sudah benar-benar tersebar seantero sekolah dan karena itulah taehyung semakin protektif dan berani menunjukkan sikap yang terang-terangan.
Seperti saat ini entah siapa yang mulai tapi terlihat pasangan itu tengah berciuman di bangku taman sekolah dengan jungkook yang duduk di pangkuan taehyung dan tangan taehyung melingkar dengan apik di pinggang ramping jungkook.
Keempat sahabat jungkook dan jaehyun yang melihat pasangan itu dari jauh hanya bisa menghela nafas.
“Sekarang kookie kita bukan gadis polos lagi", kata jisoo pura-pura sedih.
“Benar sekali, tapi aku selalu berdoa untuk kebahagiaan merekea berdua", kata jaehyun tulus dan diangguki oleh yang lain.
“Kamu tidak patah hati jae? Maksudku kan kamu sangat dekat dengan jungkook", tanya rose.
“Tidak untuk apa aku patah hati? Jungkook sudah aku anggap adikku sendiri, lagipula aku menyukai gadis lain", kata jaehyun.
“Siapa?", tanya lisa penasaran.
“RAHASIA", kata jaehyun lalu meninggalkan taman tersebut.
Sementara itu.
Jungkook menepuk pelan bahu taehyung memberi isyarat jika dirinya susah bernafas.
Dengan sangat tidak rela taehyung melepaskan ciuman mereka dan menghapus benang saliva di bibir kekasihnya.
"Aku sangat mencintaimu sayang”, kata taehyung lembut tanpa ada keraguan.
Jungkook menatap ke arah taehyung dan tersenyum.
"Aku juga mencintaimu taehyung”, kata jungkook lembut.
Mendengar yang dikatakan oleh jungkook tubuh taehyung menegang dan menangkup kedua pipi kekasihnya tersebut.
"Ulangi sayang aku ingin mendengarnya lagi”, kata taehyung.
"Aku mencintaimu sangat mencintaimu kim taehyung calon suamiku dan ayah dari anak-anakku”, kata jungkook dengan air mata yang mengalir.
Tanpa banyak bicara taehyung memeluk erat tubuh mungil itu dan setetes air mata jatuh dari mata hazelnya.
“Terima kasih sayang, aku berjanji tidak akan pernah mengkhianati cinta yang kamu berikan untukku".
“Jangan hanya berjanji taehyung tapi buktikanlah itu", kata jungkook dalam pelukan taehyung dan taehyung pun mengangguk.