Fei Xing berasal dari abad masa depan—tahun 3080—dimana hampir semua aspek kehidupan dikuasai oleh mesin pintar canggih.
Kemajuan teknologi yang terlalu cepat mengakibatkan banyak kerusuhan dan konflik di seluruh dunia.
Ayahnya, seorang profesor jenius di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, menciptakan sebuah sistem canggih yang terpasang pada jam pintar Fei Xing.
Tujuan utama penciptaan sistem itu adalah untuk melindungi anaknya dengan mengirimkannya pergi dari tahun 3080 yang penuh bahaya.
Di dunia baru ini, Fei Xing bebas mengendalikan sistemnya sesuai keinginannya.
Sistem kecerdasan buatan ini sangat pintar dan memiliki protokol dasar: tidak boleh menyakiti atau melawan tuannya.
Dalam kurun waktu 100 tahun, Fei Xing sudah sering melakukan perjalanan lintas dunia—dari zaman modern, masa lalu, hingga dunia saat ini—hanya untuk bertahan hidup dan mengembangkan kemampuannya.
Namun Sistemnya membutuhkan energi untuk tetap beroperasi dan menjaga kelangsungan hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dunia 1020
Saat Peng Zuan bangun, sudah pukul 8 siang. Para wanita desa sudah sibuk menyiapkan makanan pagi dengan bahan yang lebih melimpah dari biasanya.
sementara beberapa warga masih mengantuk atau hanya duduk-duduk santai di sekitar halaman rumah Peng Zuan, menikmati suasana yang lebih tenang setelah lama menghadapi kesusahan.
Peng Zuan berjalan ke belakang rumah untuk mencuci muka. Setelah selesai, dia melihat sekeliling namun tidak menemukan sosok Fei Xing di mana pun.
"...Dimana Tuan muda?" tanyanya dengan sedikit kebingungan.
Pelayan 0.2 yang sedang sibuk mengukus bakpao dengan gerakan terampil segera menjawabnya tanpa menghiraukan panasnya uap yang keluar dari kukusan.
"...Tuan muda sudah pergi ke arah pintu desa sejak dini hari,Dia mengatakan akan memulai pekerjaan pembangunan."
"Apa?!" Suara terkejut itu membuat semua orang yang ada di sekitar langsung berbalik.
Rasa bersalah langsung menyelimuti mereka—bagaimana bisa mereka bermalas-malasan tidur atau bersantai sementara "Dewa" yang datang untuk membantu mereka bekerja sendirian dari dini hari tanpa diketahui siapapun?
Tanpa berlama-lama, kelompok pria dewasa dan pemuda segera bergegas menuju arah pintu masuk desa.
Langkah mereka cepat dan penuh semangat, ingin segera membantu apa yang bisa mereka bantu.
Butuh waktu beberapa menit sebelum mereka sampai di lokasi yang dulunya hanya berupa tanah kosong dan pagar kayu yang rontok.
Namun apa yang mereka lihat membuat semua orang membeku dengan mata yang melebar tak percaya.
Sebuah dinding tinggi yang kokoh berdiri dengan rapi,Di tengahnya, pintu gerbang besar berwarna merah pekat dengan ornamen naga dan harimau yang sudah mereka pilih kemarin malam berdiri megah di tempatnya—seolah sudah ada di sana selama bertahun-tahun.
Di sekitarnya, robot-robot dengan bentuk yang belum pernah mereka lihat sebelumnya sibuk bekerja dengan sangat terkoordinasi.
Mereka membongkar rumah-rumah tua dengan hati-hati, memilah-milah bahan yang bisa didaur ulang, dan menyusun fondasi untuk struktur baru.
"Kalian akhirnya bangun.." Suara dengan nada santai datang dari atas.
Semua orang segera berbalik dan melihat Fei Xing sedang duduk santai, mengambang di udara, dengan sekotak bakpao di satu tangan dan satu buah bakpao yang sudah dipotong di tangan lainnya.
Dia bahkan sedang menambahkan saus khusus pada bakpao itu dengan wajah yang sangat rileks.
Entah kenapa, melihat sosok pria muda itu yang bekerja dari dini hari namun tetap bisa bersantai menikmati sarapan di udara, membuat kaki Peng Zuan dan semua orang di sekitarnya terasa lemas.
Rasa kagum dan rasa bersalah bercampur menjadi satu dalam hati mereka.
"Tuan muda... kami sungguh minta maaf. Kami tidak menyadari Anda sudah mulai bekerja sendirian seperti ini," ucap Peng Zuan dengan suara yang sedikit gemetar, menundukkan kepalanya sebagai tanda permintaan maaf.
Fei Xing hanya tersenyum dan mengangkat satu potong bakpao ke arah mereka.".....jangan seperti itu Saya memang sengaja mulai lebih awal agar bisa menyelesaikan pekerjaan dasar sebelum kalian bangun...."
"..... Lagi pula, robot-robot ini bisa bekerja tanpa perlu bantuan manusia. Kalian semua sudah bekerja keras selama bertahun-tahun—sudah cukup bagi kalian untuk istirahat dan menikmati pagi ini."
Dia kemudian melambaikan tangannya."....Nah, daripada berdiri seperti itu, lebih baik kalian datang sini. Saya punya beberapa hal yang ingin saya tunjukkan dan beberapa tugas yang bisa kalian lakukan agar pembangunan berjalan lebih cepat lagi!"
Melihat wajah Fei Xing yang ramah dan tidak menyalahkan mereka sama sekali, semua orang merasa lega namun semakin bersemangat untuk membantu membangun desa mereka yang baru.
Mereka tahu bahwa dengan bimbingan "Dewa" yang datang untuk mereka, masa depan desa Wu tidak akan pernah sama lagi.
Fei Xing melompat lembut dari piring apung ke tanah yang sudah dibersihkan dengan rapi.
Piring apung itu kemudian terbang sendiri ke atas untuk melanjutkan pemantauan seluruh area pembangunan dari ketinggian.
"Baiklah, sekarang setelah gerbang utama sudah berdiri kokoh," ucapnya sambil berjalan ke tengah area tanah kosong yang luas.
"....Kalian ingin membangun rumah tinggal terlebih dahulu, atau mungkin pos penjaga sebagai titik kontrol masuk keluar desa? Sejujurnya, kita bisa mengatur beberapa komplek rumah dengan pola yang rapi, dan setiap komplek bisa memiliki halaman kecil yang bisa dibuat menjadi kebun keluarga untuk menanam sayuran atau buah-buahan sendiri."
Fei Xing melambaikan tangannya ke depan, dan layar hologram yang sudah akrab bagi mereka muncul kembali di udara.
Di dalamnya terlihat desain rumah-rumah baru yang modern namun tetap sesuai dengan gaya tradisional lokal—struktur kayu yang kokoh, atap yang tahan hujan dan panas, serta ruang yang cukup luas untuk setiap keluarga.
Selain itu, juga terlihat gambar gedung rumah sakit dengan fasilitas dasar, sekolah dengan ruang kelas yang terang, dan pasar yang dirancang agar bisa menampung aktivitas perdagangan dengan nyaman.
"Saya juga ingin mengatakan secara terang-terangan," lanjut Fei Xing dengan nada optimis.
"......Jika kita berhasil mengembangkan hasil panen dan produk desa dengan baik nantinya, kita bisa membuka desa Wu untuk dikunjungi oleh orang luar. Ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan dan juga cara untuk memperkenalkan keunikan desa kita kepada dunia luar—tentunya dengan tetap menjaga keamanan dan identitas kita."
Peng Zuan dan seluruh kelompok pria yang hadir mendengarkan setiap kata dengan sangat teliti, terkadang mengangguk atau membuat catatan kecil di tanah dengan tongkat kayu.
Setelah Fei Xing selesai menjelaskan, mereka mulai membahas beberapa masalah penting yang muncul.
"Tuan Fei Xing, kita sangat mendukung semua rencana ini," ucap Lin Dang dengan suara jelas."......Namun ada satu masalah besar—selama ini desa kita tidak memiliki seorang dokter atau guru yang berpendidikan formal. Bagaimana kita akan mengelola rumah sakit dan sekolah yang akan dibangun?"
Beberapa orang mengangguk setuju, tampaknya ini adalah kekhawatiran bersama mereka.
Tanpa orang yang kompeten untuk mengisi peran penting itu, fasilitas yang dibangun bisa jadi tidak bermanfaat maksimal.
Fei Xing hanya tersenyum lembut. "Jangan khawatir tentang itu. Saya sudah mempersiapkannya. Saya bisa menempatkan beberapa orang yang memiliki keahlian khusus untuk mengambil bagian tersebut—baik sebagai dokter, guru, maupun ahli pertanian yang bisa membantu kalian mengembangkan hasil panen......"
".....Mereka akan tinggal bersama kalian dan juga berbagi pengetahuan dengan warga desa agar kelak kalian bisa mandiri tanpa bantuan eksternal."
Saat kata-kata itu keluar dari mulut Fei Xing, wajah semua orang langsung menerawang dengan lega dan rasa terima kasih yang mendalam.
Mereka tidak pernah berani bermimpi bahwa desa mereka akan memiliki fasilitas lengkap beserta orang-orang yang kompeten untuk mengelolanya.
"Terima kasih, Tuan muda! Terima kasih banyak!" ucap Peng Zuan dengan suara yang penuh emosi, bahkan beberapa orang di belakangnya sudah meneteskan air mata bahagia.
"Tidak perlu berterima kasih," jawab Fei Xing dengan santai."......Semua ini adalah hasil kerja sama kita. Saya hanya memberikan alat dan arahan, namun yang paling penting adalah tekad kalian sendiri untuk membuat desa ini menjadi lebih baik....."
"......Sekarang, mari kita mulai membahas detail pembangunan tahap pertama dan bagi tugas-tugas yang bisa kalian kerjakan sendiri!"
Dengan semangat baru yang membara, seluruh warga desa mulai berkumpul lebih dekat siap untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi desa Wu
Tempat yang kini bukan hanya rumah mereka, tapi juga bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tekad yang kuat dan kerja sama yang erat.
Kelompok Peng Zuan dan para warga desa segera bergegas menuju area pembangunan, siap membantu para robot dengan tugas-tugas yang sudah ditentukan oleh Fei Xing.
Beberapa membantu memilah bahan yang sudah didaur ulang, yang lain belajar cara mengoperasikan alat kecil yang diberikan robot, sementara sebagian lagi mulai merancang tata letak kebun kecil di sekitar area rumah yang akan dibangun.
Semua kebisingan dari proses pembangunan tidak terdengar sedikit pun oleh kawasan bangsawan di sebelah lain pagar perbatasan—bahkan oleh para petugas yang menjaga gerbang.
Sistem pelindung yang aktif bekerja dengan sempurna, memblokir suara dan bahkan menyembunyikan aktivitas dari pandangan luar.
Fei Xing berdiri di tepi area kerja, mengawasi setiap langkah pembangunan dengan cermat.
Dia sesekali mengeluarkan sinyal dari tongkat listriknya untuk mengoreksi posisi struktur atau memberikan instruksi tambahan jika ada kesalahan kecil yang terjadi.
[Tuan, bagaimana Anda akan mencari dokter, guru, dan orang-orang ahli lainnya yang akan ditempatkan di desa? Apakah akan mengambil orang dari dunia luar atau dari kerajaan ini?] Sistem bertanya dengan rasa penasaran.
Fei Xing hanya tersenyum santai sambil melihat para robot yang bekerja dengan cekatan. "Tidak perlu repot mencari orang dari luar. Kirim saja robot AI yang sudah disiapkan. Pilih saja yang ada di gudang—ayah pasti sudah menyimpan banyak pilihan untukku."
Dia kemudian mengingat kembali sosok ayahnya yang telah tiada.
".......Karena profesi Ayah sebagai ilmuwan terkemuka di dunia kita, dia memiliki begitu banyak robot AI dengan berbagai spesialisasi—dari dokter, guru, ahli pertanian, hingga ahli keuangan dan pertahanan...."
".....Tentu saja Profesor Fei tidak akan pernah menempatkan putranya dalam bahaya, jadi dia tidak hanya memberikan robot tapi juga berbagai jenis mecha dan senjata canggih untuk keamanan dan perlindungan ku...."
Fei Xing mengangkat tangannya, dan sebuah layar hologram kecil muncul di depannya—menampilkan daftar panjang robot AI yang tersimpan di gudang ruang penyimpanan sistemnya.
Setiap robot memiliki profil lengkap tentang keahlian dan kemampuannya.
".....Pilih yang paling cocok dengan kebutuhan desa saat ini," perintahnya pada sistem.
".....Robot dokter dengan spesialisasi penyakit akibat kekurangan gizi dan dehidrasi, guru yang bisa mengajarkan ilmu dasar dan keterampilan praktis, serta beberapa ahli pertanian yang paham tentang pertanian di daerah dengan iklim kemarau."
[Baik, Tuan! Semua sudah siap untuk dikirim dan akan segera bekerja setelah tiba di desa.]
Saat itu juga, beberapa robot baru dengan bentuk yang lebih mirip manusia muncul digudang Rumah Fei Xing.
Mereka mengenakan pakaian yang sesuai dengan profesi masing-masing—Hangfu dokter Putih, baju guru Hangfu berwarna biru, dan baju kerja ahli pertanian Hangfu berwarna hijau.