NovelToon NovelToon
Lentera Di Balik Luka

Lentera Di Balik Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Bagi Jati, kesetiaan adalah harga mati. Namun, sebuah kecelakaan tragis merenggut kejantanannya, membuat pernikahan yang ia bangun bersama Mila berubah menjadi neraka dingin tanpa suara tangis bayi. Di tengah kehampaan itu, Mila memilih jalan pintas yang menyakitkan: berselingkuh dengan Andre demi mendapatkan keturunan yang tak bisa diberikan Jati.
Puncak kehancuran Jati terjadi saat Mila dengan terang-terangan memamerkan pengkhianatannya di depan mata, bahkan menghina kekurangan fisik Jati demi uang belanja. Di titik terendah hidupnya, saat ia merasa bukan lagi seorang lelaki, Jati bertemu dengan Lintang.
Lintang hanyalah seorang janda yang bekerja sebagai tukang pijat keliling untuk menyambung hidup. Pertemuan yang diawali dengan ketidaksengajaan di taman itu perlahan membuka mata Jati. Di balik sentuhan tangan Lintang yang sederhana, Jati menemukan penawar luka yang tak terduga—sebuah harapan bahwa harga diri seorang pria tidak hanya ditentukan oleh fisik, melainkan oleh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Situasi di kantor polisi terasa begitu tegang dan penuh intrik.

Di dalam ruang pertemuan yang suram, pengacara Dery memberikan sebuah celah hukum yang terdengar mustahil namun menjadi secercah harapan bagi keluarga itu.

"Hanya ada satu cara agar Dery bisa bebas murni tanpa tuntutan berat," bisik pengacara itu kepada ibu dan kakak perempuan Dery.

"Dery harus bisa meyakinkan Lintang untuk kembali padanya—menikah lagi. Jika mereka kembali menjadi suami istri, Lintang bisa mencabut laporan kekerasan ini atas dasar rekonsiliasi keluarga."

Mata ibu Dery yang semula layu langsung berbinar licik.

"Jadi, kalau Lintang mau menikah lagi sama Dery, anakku bisa keluar?"

"Benar, Bu. Tapi Lintang harus benar-benar mencabut laporannya dan menyatakan bahwa itu hanya keributan rumah tangga biasa," tambah pengacara tersebut.

Kakak Dery mendengus, pikirannya langsung bekerja mencari siasat.

"Meskipun sekarang dia ada di pelukan CEO itu, kita harus buat dia merasa bersalah. Lintang itu lembut hati, dia pasti tidak tega kalau kita mengemis atas nama masa lalu."

Ibu Dery mengangguk mantap, wajahnya yang tadi penuh kekhawatiran kini berubah menjadi topeng kepura-puraan yang siap dipasang.

"Besok kita akan panggil dia. Kita harus merayu Lintang, menangis di kakinya kalau perlu, agar dia mau kembali pada Dery. Kita ingatkan dia kalau dia itu mandul dan tidak ada laki-laki kaya yang benar-benar mau menikahinya kecuali untuk main-main saja."

Mereka mulai menyusun rencana jahat untuk menarik kembali Lintang ke dalam neraka yang baru saja ia tinggalkan, tepat di saat Lintang baru saja merasakan kebahagiaan di samping Jati.

Pagi itu, suasana meja makan yang tenang mendadak berubah saat ponsel Lintang bergetar.

Sebuah pesan masuk dari mantan ibu mertuanya. Isinya singkat namun penuh tekanan:

“Lintang, Ibu mau bicara. Tolong datang ke rumah sendirian. Ibu mohon, ini soal nyawa Dery.”

Jati yang sedang menyesap kopi hitamnya menyadari perubahan raut wajah Lintang.

Sorot mata wanita itu meredup, ada ketakutan yang tersirat di sana.

"Ada apa, sayang?" tanya Jati lembut, tangannya meraih tangan Lintang di atas meja.

Lintang ragu sejenak, namun ia tahu ia tidak boleh menyimpan rahasia dari pria ini.

Ia menyodorkan ponselnya ke arah Jati. Jati membaca pesan itu dengan mata yang menyipit tajam. Rahangnya mengeras seketika.

"Jangan pergi sendirian," ucap Jati tegas.

"Ini pasti jebakan mereka untuk menekanmu agar mencabut tuntutan."

"Tapi Mas, kalau Ibu sampai memohon seperti ini, saya khawatir ada hal penting," bisik Lintang dilema.

Jati terdiam sejenak, otaknya bekerja cepat memikirkan kemungkinan terburuk.

Ia tidak akan membiarkan Lintang masuk ke lubang buaya lagi, tapi ia juga ingin tahu apa sebenarnya rencana licik keluarga itu.

"Oke, kamu datang menemui mereka," ujar Jati akhirnya, membuat Lintang terkejut.

"Tapi dengan satu syarat. Mas akan menunggumu di mobil di depan rumah mereka tanpa sepengetahuan mereka. Mas akan pasang alat penyadap di ponselmu supaya Mas bisa dengar semua pembicaraan kalian."

Jati menatap Lintang dalam-dalam, memastikan wanita itu merasa aman.

"Mas yakin mereka pasti ada apa-apa. Kalau situasi mulai tidak kondusif, Mas akan langsung masuk dan menyeretmu keluar dari sana. Setuju?"

Lintang mengangguk pelan, merasa jauh lebih tenang dengan perlindungan Jati.

"Iya, Mas. Saya setuju."

Setelah selesai sarapan, Jati mengajak Lintang untuk masuk kedalam mobil.

Dua jam kemudian, mobil Jati berhenti agak jauh dari rumah lama Dery.

Lintang turun dengan langkah yang sedikit ragu, sementara Jati mengawasi dari balik kaca film mobil yang gelap, tangannya menggenggam ponsel yang terhubung dengan alat penyadap di baju Lintang.

"Mas ada di sini, Lintang. Jangan takut," bisik Jati melalui earpiece kecil yang tersembunyi di balik rambut Lintang.

Lintang mengetuk pintu rumah itu. Saat pintu terbuka, ia langsung disambut oleh wajah ibu Derry yang tampak sangat kuyu—sebuah akting yang sudah dipersiapkan dengan matang.

"Lintang, syukurlah kamu datang, Nak..." tangis ibu Derry pecah seketika, ia langsung mencoba meraih tangan Lintang untuk bersimpuh di kakinya.

Di dalam mobil, Jati mendengarkan setiap isakan itu dengan tatapan dingin. Ia tahu, sandiwara besar baru saja dimulai.

"Lintang, Ibu mohon. Dery bisa mati di penjara kalau kamu tidak bantu," isak Ibu Dery sambil terus memegang tangan Lintang dengan erat.

Mereka kini duduk di ruang tamu yang terasa menyesakkan bagi Lintang.

Ibu Dery menyeka air matanya, lalu menatap Lintang dengan tatapan memelas yang dibuat-buat.

"Pengacara bilang, satu-satunya cara Derry bisa bebas adalah kalau kamu mau kembali jadi istrinya. Menikah lagi, Nak. Kalau kalian bersatu lagi, semua laporan itu bisa dianggap urusan rumah tangga dan dicabut. Ibu janji, Dery akan berubah."

Lintang menarik tangannya perlahan, hatinya terasa perih namun kini ia jauh lebih kuat.

Ia teringat akan dukungan Jati yang saat ini sedang mendengarkannya dari luar.

"Maaf, Bu," ucap Lintang dengan nada tenang namun tegas.

"Lintang tidak bisa. Lintang akan segera menikah dengan Mas Jati. Beliau pria yang sangat baik dan menghargai Lintang."

Wajah Ibu Dery berubah sesaat, ada kilat kemarahan yang tertahan sebelum ia kembali memasang wajah sedih.

"Tapi Lintang, apa kamu tidak kasihan sama Dery? Dia itu cinta pertamamu."

"Bukankah Mas Dery sudah punya istri baru?" potong Lintang sebelum Ibu Dery melanjutkan bualannya.

"Mas Dery sudah punya kehidupan baru, dan dia sendiri yang menghancurkan pernikahan kami dulu. Kenapa sekarang Ibu meminta Lintang kembali ke sana?"

Mendengar itu, kakak perempuan Dery yang sejak tadi bersembunyi di balik tirai dapur akhirnya keluar karena tidak sabar.

"Lintang! Kamu jangan egois!" seru kakak Dery dengan nada tinggi.

"Istri Derry yang sekarang itu cuma buat kasih keturunan! Kamu kan mandul, jadi kamu harusnya sadar diri. Tugasmu itu cuma menyelamatkan Dery dari penjara sebagai balas budi karena dia dulu mau menikahimu. Setelah Dery keluar, kalian bisa atur lagi bagaimana baiknya!"

Di dalam mobil, rahang Jati mengeras hingga otot-otot di lehernya menegang.

Suara hinaan "mandul" itu kembali terdengar di telinganya melalui alat penyadap.

Tangannya sudah berada di gagang pintu mobil, siap untuk bergerak.

"Jadi maksud Mbak, saya hanya dijadikan alat untuk mengeluarkan Mas Dery lalu dibuang lagi?" suara Lintang mulai bergetar karena emosi.

"Bukan begitu, Nak..." sela Ibu Derry mencoba meredam situasi.

"Maksudnya, kamu kan tahu sendiri kekuranganmu. Kalau sama pengusaha itu, kamu pasti cuma dijadikan simpanan atau mainan. Tapi kalau sama Dery, kamu punya status resmi lagi. Ayo, cabut laporannya dan kita ke penghulu besok."

Lintang berdiri dari kursinya, menatap Ibu Derry dan kakaknya dengan sorot mata yang tidak lagi penuh ketakutan.

Ia menghapus sisa air mata di pipinya, lalu menarik napas panjang.

"Cukup, Mbak. Cukup, Bu," suara Lintang terdengar dingin dan berwibawa.

"Selama ini saya diam dianggap lemah, saya dihina mandul saya terima. Tapi meminta saya kembali ke neraka itu hanya untuk menyelamatkan orang yang hampir membunuh saya? Itu bukan cinta, itu kegilaan."

Lintang melangkah satu tindak ke depan. "Mas Jati tidak pernah melihat saya sebagai 'alat' atau 'mainan'. Dia melihat saya sebagai manusia. Sedangkan kalian? Kalian hanya melihat saya sebagai tumbal. Simpan rayuan kalian, karena saya lebih baik hidup sendiri daripada harus kembali ke keluarga ini!"

Mendengar jawaban telak itu, kakak Dery kehilangan kendali.

Wajahnya merah padam karena harga dirinya terusik oleh wanita yang selama ini ia injak-injak.

"Kurang ajar kamu, ya! Sudah berani melawan?!" teriak kakak Derry. Dengan gerakan cepat dan penuh emosi, ia merangsek maju dan menjambak rambut Lintang dengan kasar hingga kepala Lintang terdongak ke belakang.

"Aww! Lepas, Mbak! Sakit!" jerit Lintang mencoba melepaskan cengkeraman kuat itu.

"Kamu pikir kamu siapa, hah?! Kamu itu cuma babu pijat yang kebetulan beruntung!

Berani-beraninya kamu bicara begitu pada kami!" Kakak Derry terus menarik rambut Lintang, sementara Ibu Derry hanya diam menonton, berharap Lintang tunduk karena ketakutan.

BRAAAKKK!

Pintu depan hancur terbuka setelah dihantam dengan tendangan maut.

Jati muncul di ambang pintu bagaikan singa yang sedang mengamuk.

Matanya merah, rahangnya mengeras, dan aura membunuh terpancar dari seluruh tubuhnya.

"LEPASKAN TANGANMU DARI CALON ISTRIKU!" suara Jati menggelegar, membuat seisi rumah seolah bergetar.

Jati tidak menunggu sedetik pun. Dengan langkah lebar dan cepat, ia menerjang masuk.

Ia menyambar pergelangan tangan kakak Derry dengan cengkeraman besi hingga wanita itu menjerit kesakitan dan terpaksa melepaskan jambakannya pada Lintang.

Jati langsung menarik Lintang ke dalam pelukannya, menyembunyikan wajah wanita itu di dadanya yang bidang.

"Berani sekali kalian menyentuhnya di hadapanku!" desis Jati tepat di depan wajah kakak Derry yang kini pucat pasi ketakutan.

"M-mas Jati, ini urusan keluarga kami," cicit Ibu Derry dengan suara gemetar, nyalinya menciut habis melihat kemarahan pria yang kekuasaannya bisa menghancurkan hidup mereka dalam sekejap.

"Urusan keluarga kalian berakhir saat bajingan itu memukulinya!"

Jati menunjuk ke arah pintu dengan telunjuknya yang gemetar karena amarah. "Dan sekarang, karena kalian sudah berani melakukan kekerasan fisik lagi padanya, aku pastikan tuntutan Dery tidak akan pernah dicabut, dan kalian berdua akan aku laporkan atas tuduhan penganiayaan dan intimidasi!"

Jati menatap Lintang dengan penuh kekhawatiran, mengusap kepala wanita itu dengan lembut.

"Kita pergi dari sini. Tempat ini terlalu kotor untukmu."

Tanpa menoleh lagi, Jati membimbing Lintang keluar, meninggalkan Ibu dan kakak Dery yang jatuh terduduk di lantai, menyadari bahwa harapan mereka untuk membebaskan Dery baru saja musnah berkeping-keping.

Di dalam mobil, tangis Lintang pecah. Bahunya terguncang hebat akibat syok dan rasa sakit di kulit kepalanya yang baru saja dijambak.

Jati segera menepikan mobil di bahu jalan yang sepi, lalu menarik Lintang ke dalam pelukannya.

Ia membiarkan wanita itu menumpahkan seluruh rasa takutnya di dadanya.

"Sudah, sayang... sudah. Mas di sini. Tidak akan ada lagi yang berani menyentuhmu," bisik Jati parau, tangannya mengusap lembut kepala Lintang, memeriksa bagian yang tadi ditarik dengan penuh penyesalan.

Jati melepaskan pelukannya sejenak, menatap mata Lintang yang basah dan kemerahan.

Tatapannya kini penuh dengan tekad yang bulat. Ia tidak ingin menunggu lebih lama lagi.

Keamanan Lintang adalah prioritas utamanya, dan status hukum adalah perlindungan terbaik.

"Lintang, dengarkan aku. Kita tidak akan menunggu minggu depan atau bulan depan," ucap Jati dengan suara yang dalam namun mantap.

"Kita akan menikah hari ini. Sekarang juga."

Lintang tersentak, tangisnya mereda karena terkejut.

"Tapi Mas? Persiapannya bagaimana? Bajunya? Keluarga?"

"Semua itu urusan belakangan. Aku sudah meminta asistenku mengurus berkas darurat di KUA. Aku hanya ingin kamu sah menjadi istriku agar aku punya hak penuh untuk melindungimu dari iblis-iblis itu," jawab Jati tegas.

Tanpa menunggu jawaban lagi, Jati melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota menuju Kantor Urusan Agama.

Ia segera menghubungi asisten dan pengacaranya melalui handsfree di mobil.

"Siapkan saksi dan pastikan Kepala KUA siap. Saya sampai dalam lima belas menit. Jangan ada alasan apa pun!" perintah Jati.

Lintang hanya bisa terdiam, menggenggam tangan Jati dengan erat.

Di balik rasa syoknya, ada rasa hangat yang menjalar di hatinya.

Pria ini tidak hanya memberinya kemewahan, tapi juga memberikan seluruh jiwanya untuk melindunginya.

1
tiara
sabar papa Jati demi si buah hati 🤭🤭🤭
tiara
selamat pa Jati dan Lintang atas kehamilan Lintang sehat selalu bumil
my name is pho: 🥰🥰 terima kasih kak
total 1 replies
tiara
nikmatilah hasilnya Mila, menyesal pun sudah tiada arti semua orang meninggalkanmu termasuk pacarmu
tiara
ceriitanya menarik tidak terlalu menguras emosi
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
tiara
rasain kamu Mila gatau diri sih, masih syukur dikasih uang masih aja kurang
Dessy Lisberita
bukan emas tpi logam mas kawinya
tiara
lanjuut thor
Dessy Lisberita
kenapa masih nungu unk membuang baju kotor
Dessy Lisberita
semoga normal kembali kejantanan jati
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Sweat/ "dramanya pasti akan semakin intens"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Hey/ "cowok sejati emang harus berani untuk bertanggungjawab"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Scare/ "tanda-tandanya nih..."
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Cry/ "sebagai cowok kami faham seberapa sakit kamu sebenarnya Wak huhuhu"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Puke/ "udahlah hubungan kayak gini mendingan gak usah dipertahanin"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Shame/ "aku dibuat tak bisa berkata-kata"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Panic/ "buta matanya sampai gak sadar"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Angry/ "ini kembarannya Jule kah?"
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
bagus tinggalkan saja baju kotormu karena sudah tidak bisa dipakai lagi
tiara
mampir thor mulau membaca ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!