#timetravel
Sebenarnya aku seharusnya sudah mati kan? kenapa tiba tiba aku berada di dunia seperti manhwa... aku baru aja selesai baca ini novel? loh kok bisa masuk?
dan lagi kenapa aku jadi villainess kejam yang akan mengganggu tokoh utama cowok dan cewek yang ada di dunia ini! Elisia Verderick salah satu anak marquiss ternama di dunia novel itu, aku tidak mau berususan dengan pria pria obsesif di dunia ini.. bahkan sampai dikurung!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
Tunggu bukankah itu Elisia Vederick?
"Tuan muda Vion ada apa? "Tanya pelayan yang mendampingi Vion di tempat ujian akademi bangsawan.
" Ah tidak apa apa, ohiya bolehkah kau membawa kan tasku ke dalam kereta kuda duluan aku akan menyusul nanti. "
"Ah tapi tuan... kalau tuan sendirian saya akan dimarahi oleh Duke. "
"Kau tau kan kalau aku yang bilang nurut saja. "
"Ah.. maafkan saya tuan muda.. saya harap tuan segera kembali. "
Dasar pelayan tak tau diri beraninya bicara seperti itu padaku.
Vion yang melihat sesuatu mengalihkan pandangannya mulai tertarik mengarah kedalam arah kanan garis pintu keluar tempat ujian.
Vion tersenyum lebar melihat Elisia yang habis keluar dari tempat ujian.
Ternyata dia benar benar ikut ya aku tidak sabar menantikan pertemuan kita nanti Nona Muda yang mengingkar janji...
"Sudah kubilang apa yang kalian lakukan itu mencemarkan nama baik bangsawan! kalian tidak dengar aku? kalau kalian masih mengganggu Putra Duke Tequeila kalian yang akan berurusan dengan Vederick nanti! "
hm? apa dia melakukan hal yang tidak berguna lagi?
"MAAFKAN KAMI NONA... KAMI BERJANJI TIDAK MENGULANGI NYA LAGI, BAIKLAH KAMI AKAN PERGI TERIMAKASIH NONA.."
Wahhh begitu ya jadi dia menolong siapa saja bukan cuman aku, sungguh kejam ya kau Nona Elisia... aku kira hanya aku satu satunya yang kau bantu tapi ternyata kamu membantu orang lain juga selain aku, ini sih tidak bisa dibiarkan, lagian buat apa dia membantu Duke yang sudah diasingkan itu apa dia mau jadi pahlawan haha..
Vion yang melihat Elisia yang merangkul Varenze itupun tatapan nya seketika berubah, dia tampak tidak senang melihat itu,tangan nya mengepal keras.
Membuat kelopak matanya menjadi menurun memperhatikan mereka berdua, Elisia tampak membantu Varenze dan memapahnya hingga sampai kereta kuda.
Elisia yang tidak menyadari keberadaan Vion mampu membuat putra Viscount itu merasakan pengkhianatan yang lebih besar.
Dia bahkan tidak menyadariku, sepertinya dia sengaja.. lihat saja nanti kau Nona muda.
Vion kemudian pergi dengan kesal ke arah kereta kudanya dia dengan cepat duduk membuat pelayannya heran seketika,raut wajah Tuan mudanya itu yang tadi tampak baik baik saja kini menjadi raut yang suram tampak kesal.
Kereta kuda itupun berjalan kembali ke mansion Viscount Jepentus.
Semua bangsawan yang telah selesai ujian kembali ke kediamannya masing masing hingga menunggu sampai jadwal masuk sekolah tiba.
Varenze Pov
Aku membuka kedua mataku, melihat diriku yang terbangun di kediaman Marquiss Vederick menyadarkan diriku bahwa hal ini membuatku tidak enak hati.
Nona muda Elisia Vederick yang kata orang dikenal dengan gadis yang sombong dan galak, membantuku dan merawatku di mansionnya.
Membuat pandanganku kepadanya seketika berubah, dia adalah gadis yang baik,terlihat sangat tulus saat aku pertama kali bertemu dengannya dia sangat bersinar.
Dia sangat berbeda dari rumor yang pernah kudengar.. pahlawan wanita seperti datang kedalam kehidupanku, Elisia Vederick dia satu satunya yang menatapku dengan tatapan yang penuh ketulusan berbeda dengan orang orang lain ketika menatapku dengan tatapan jijik dan tidak suka itu.
Aku sampai mengira jika ini mimpi, kalau bisa aku tidak ingin bangun, jika aku kembali ke kediaman ku apakah aku akan mendapatkan perhatian seperti ini lagi.
Elisia Vederick adalah anak tunggal satu satunya yang bisa dijadikan penerus, namun bangsawan menganggapnya bahwa dia tidak bisa menjadi penerus yang baik karena rumor itu.
Apakah semua rumor yang pernah kudengar itu adalah kabar burung, yang berbohong seolah olah itu adalah fitnah kejam yang membuat Nona muda yang tidak bersalah ini menanggung akibatnya.
Aku sudah lelah menghadapi orang orang yang memuakkan setiap hari, bagaimana bisa aku berpapasan dengan orang yang terkenal dan kuat posisinya malah membantu orang sepertiku.
Tok tok tok...
"Iya? "
"Tuan muda Varenze ini saya, boleh saya masuk? " Suara itu adalah Nona Elisia.
"Ya tentu saja silahkan Nona. "
Pintu itupun terbuka menunjukkan Nona muda yang masuk kekamarku membawa tempat beroda yang diatasnya terdapat makanan sehat, aku terkejut seorang gadis bangsawan membawa trol makanan dengan sendirinya.
Tidak pernah sekalipun aku melihat ada bangsawan yang seperti itu karena hanyalah tugas pelayan yang bisa mendorong trol makanan itu membuatku tertegun sejenak.
Elisia Vederick bukan hanya tulus tapi dia mau melakukan pekerjaan yang belum tentu bangsawan mau melakukannya, apakah ini nyata, ini terasa seperti mimpi.
"No.. na? anda membawakan makanan untuk saya seperti ini? saya berterimakasih tapi bukankah ini akan menjadi masalah.."
"Apa yang anda katakan, anda tidak perlu terkejut, sudah ada satu orang yang terkejut di sana pelayanku Medina. "
Pelayan yang diujung pintu yang bernama Medina itu menggelengkan kepalanya seperti dia tidak menyangka Nona muda nya membawa trol makanan yang biasa dia lakukan untuk orang seperti ku.
"Saya sudah menghentikannya tadi tuan muda, tapi Nona sangat keras kepala tidak ada yang bisa saya perbuat, nona sangat tulus kepada Anda. "
"Terimakasih, saya juga tidak membayangkan ada gadis bangsawan yang membawa trol makanan sendiri untuk orang seperti saya itu sangat mengejutkan. "
"Ya memang nona muda kita agak lain. "
Aku terkejut pelayan dan gadis bangsawan Vederick tampak sangat dekat tidak ada satu katapun yang tidak membuat Medina tidak nyaman saat berbicara dengan Nona Elisia.
Mereka bahkan sangat dekat, aku tidak tau ini sangat asing bagiku, pelayan disekitarku bahkan jarang masuk kekamarku, membawa trol makanan ini adalah keseharianku.
Jadi seharusnya aku yang melakukan ini untuk membalas kebaikan Nona Elisia tapi mengapa aku hanya duduk manis di kasur ini, bukankah ini tidak sopan.
Aku terus menerus gagal menjadi pria sejati, aku sangat malu sekarang walaupun Nona Elisia tidak masalah dengan keberadaan ku disini, aku pasti akan membalas ketulusannya dimasa depan.
"Nona apakah anda tidak masalah jika merawat saya sampai seperti ini takutnya Marquiss Vederick akan memarahi anda. "
"Tidak masalah, ayahanda adalah orang yang baik dia tidak seperti bangsawan yang lainnya. "
Ucapnya sambil menuangkan secangkir teh untukku, berarti kebaikan dan ketulusannya ini dia dapatkan dari Ayahnya, dia mencontoh dengan sangat baik perilaku ayahnya, namun di menunjukkan perilakunya lebih baik sekarang.
"Terimakasih nona.. saya hanya takut mengganggu aktivitas anda.. apalagi anda baru selesai ujian kemarin. "
"Saya malah mengkhawatirkan anda yang sehabis ujian sudah dihajar habis habisan oleh bangsawan yang tidak bertanggung jawab, jadi tidak perlu khawatirkan saya, anda yang lebih penting disini, ini tehnya masih hangat jadi minum pelan pelan. "
Nona Elisia menyodorkan secangkir teh hangat itu, aroma teh ini sangat manis dan membuat ku merasakan hangat nya cara dia memperlakukan ku sama dengan teh ini sekarang.