NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Pertunjukan Balet CEO Terhina

Pagi itu, matahari bersinar sangat cerah, seolah-olah alam semesta pun tidak sabar ingin menertawakan Adriano. Seluruh pelayan istana, mulai dari koki sampai tukang kebun, sudah berbaris rapi di balkon. Jaxon bahkan membagikan papan skor angka 1 sampai 10 kepada setiap pengawal.

"Tuan Kieran, apakah ini tidak terlalu... kejam?" tanya Jaxon sambil menahan tawa hingga bahunya bergetar.

Kieran, yang sedang duduk di kursi kebesaran di samping Velin yang asyik makan kerupuk, hanya menatap datar. "Istriku sedang ngidam. Jika dia ingin melihat monyet menari, aku akan membelikan sirkusnya. Jika dia ingin melihat mantan suaminya menari balet, aku akan menyiapkan musiknya."

Tak lama kemudian, sebuah mobil van butut berhenti di depan gerbang. Adriano keluar dengan wajah yang lebih pucat dari mayat. Ia mengenakan baju pelayan Prancis lengkap dengan renda-renda putih, dipadukan dengan rok tutu balet warna pink neon yang sangat kontras dengan bulu kakinya.

"Ya ampun! Mas Adriano! You look... glowing banget!" seru Velin sambil melambai-lambaikan tangan. "Ayo, mulai dong! Musiknya mana?!"

Bibi Amora langsung menekan tombol play di speaker raksasa. Lagu Swan Lake mulai bergema di seluruh penjuru istana.

Adriano menatap Pak Bambang yang berdiri di sampingnya dengan laptop yang masih terbuka. "Pak Bambang, tolong... hapus adegan ini," bisik Adriano memelas.

Pak Bambang menggeleng pasrah. "Nggak bisa, Mas! Laptopnya bilang: 'Kalau nggak narinya nggak totalitas, gatal-gatalnya nggak bakal hilang!'. Ayo, Mas! Demi kesehatan kulit!"

Dengan air mata yang nyaris tumpah, Adriano mulai mengangkat satu kakinya. Ia melakukan gerakan pirouette yang sangat tidak seimbang, membuat rok tutu pink-nya berkibar tertiup angin.

"ADUH! KOK DIA KAYAK BALING-BALING RUSAK!" Bibi Amora tertawa sampai tersedak tehnya. "Velin, lihat itu! Kakinya gemetar hebat!"

Kakek Evander tiba-tiba berdiri dari kursinya, ia mengenakan kacamata kuda dan membawa sebuah peluit emas. "BERHENTI! GERAKANMU TIDAK ESTETIK!"

Adriano berhenti dengan posisi kaki yang canggung. "Kakek... tolong..."

"Panggil aku Juri Evander!" bentak sang Kakek. "Mana arabesque-mu? Mana keanggunan seorang pelayan yang sedang membawa teh? Ulangi! Dan kali ini, lakukan sambil membawa baki berisi biskuit untuk Velin!"

"Kek, jangan gitu dong, kasihan," ujar Velin sambil tertawa geli. "Mas Adriano, ayo lebih semangat! Kalau kamu bisa melakukan grand jeté (lompatan besar) sampai ke depan kakiku, nanti aku minta Jaxon kasih kamu uang saku buat beli salep gatal!"

Adriano mengeram dalam hati, namun rasa gatal di punggungnya semakin menjadi-jadi. Dengan sisa-sisa harga diri yang sudah menjadi debu, ia melakukan lompatan besar.

PLUK! Ia mendarat dengan posisi tersungkur tepat di depan kaki Velin dan Kieran. Seluruh pelayan istana langsung bersorak sambil mengangkat papan skor.

"Dua!" seru Jaxon.

"Satu!" teriak koki.

"NOL!" teriak Kakek Evander dengan puas.

Velin bertepuk tangan dengan riang. "Wah, keren! Ngidamku terpenuhi! Mas Adriano, kamu cocok banget jadi penari latar. Besok-besok kalau bangkrut lagi, hubungi Jaxon ya, nanti aku kontrak buat acara ulang tahun bayi D'Arcy!"

Kieran menatap Adriano yang masih tiarap di lantai. "Bawa dia keluar. Berikan dia baju yang normal dan lepaskan blokir rekeningnya untuk hari ini saja. Aku tidak mau anakku melihat badut terlalu lama."

Adriano bangkit dengan susah payah, ia menatap Velin dengan tatapan yang sudah tidak bisa dijelaskan lagi. "Velin... kau benar-benar jahat."

"Bukan jahat, Mas. Ini namanya self-reward karena dulu aku sabar banget ngadepin kamu," sahut Velin enteng.

Saat kekacauan balet itu berakhir, Jaxon kembali masuk ke area taman dengan ekspresi yang lebih serius. Ia membawa sebuah amplop berwarna emas hitam dengan segel lilin berbentuk mawar merah.

"Tuan, Nyonya... baru saja datang undangan fisik dari kurir khusus," ujar Jaxon.

Kieran membuka amplop itu, matanya menyipit. "Gala Nasional Tahunan. Besok malam."

Velin mengintip undangan itu. "Wah, pesta dansa? Ada makan-makan mewahnya nggak?"

"Ini bukan sekadar pesta dansa, Velin," ujar Bibi Amora, wajahnya berubah serius. "Ini adalah tempat di mana seluruh klan, pengusaha, dan politisi berkumpul. Lorenzo Vane pasti akan hadir di sana, dan dia akan menggunakan acara ini untuk menunjukkan dukungannya pada pihak yang ingin menjatuhkan D'Arcy."

Kieran meremas undangan itu. "Dia ingin bermain di tempat umum? Baiklah. Kita akan datang."

Velin menatap perutnya yang masih rata, lalu menatap Kieran. "Duh, baru selesai balet, besok sudah mau pesta gala. Semoga di sana nggak ada adegan tembak-tembakan di tengah dansa, ya. Aku pengen makan lobster dengan tenang!" batin Velin penuh harap.

"Persiapkan gaun paling mahal yang pernah ada," perintah Kieran pada Jaxon. "Aku ingin duniaku tahu, siapa Ratu yang sedang mengandung ahli waris D'Arcy yang baru."

...****************...

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!