(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~19.
...🔥🔥🔥🔥...
...(Di depan pintu rumah)...
"Mama, kenapa tadi Mama memintaku untuk berterima kasih kepada Papa? Jelas-jelas Mama tau ini tidak adil buat aku," protes Stevan tak puas.
"Iya, Ma," timpal Emily.
...Nyonya Eta tersenyum menatap keduanya, kemudian melirik sekitar mereka, serasa sudah aman, wajahnya yang tadi tersenyum hangat berubah menjadi dingin penuh dendam....
"Tentu saja Mama tidak terima. Ibu mana yang rela melihat anaknya yang berjuang setengah mati, sedangkan hasilnya dinikmati oleh orang lain." Kedua tangan Nyonya Terkepal kuat, nafasnya pun memburuh kesal menahan amarah."Stevan, kau urus perusahaan. Hancurkan semua yang sudah kamu bangun dengan susah payah secara perlahan, sedangkan untuk pria itu, biarkan Mama yang urus," perintah Nyonya Eta dijawab dengan anggukan patuh dari Stevan dan Emily.
*
*
...(Di meja makan)...
...Suasana meja makan yang hening, Alexa sekuat tenaga mengunyah roti yang baru saja ia makan dengan susah payah, saat kedua mata tajam Tristan terus menatap bibirnya dengan intens....
"Ehem, a-aku mau keluar mencari pekerjaan," celetuk Alexa mencairkan suasana.
"Kenapa? Apa kamu kekurangan uang?" tanya Tristan dingin menatap Alexa.
Alexa menggeleng pelang."Tidak. Aku hanya ingin mencari uang tambahan agar aku bisa membayar-"
Brak!
...Tristan bangkit dengan kasar hingga kursi terpental kebelakang dan mengejutkan Alexa. Perlahan ia melangkah mendekat ke arah Alexa, lalu duduk di tepi meja, kemudian meraih rahan Alexa....
"Apa aku terlihat seperti sangat membutuhkan uang itu, Alexa?" tekan Tristan meremas rahan Alexa.
Alexa menggeleng sambil menahan rasa sakit."Tidak, tapi aku yang ingin melunasinya karena aku tidak mau menjadi budak siapapun," tegas Alexa membalas tatapan tajam Tristan.
...Keduanya bertatapan lama. Tristan menggertakkan giginya saat membayangkan Alexa di goda oleh pria lain....
"Kau tidak akan kemana-mana tanpa izin dariku."
...Tristan menarik Alexa sekuat tenaga, memaksa Alexa bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam pelukan. Kemudian ia mulai mencium dan melumat bibir Alexa penuh gairah....
"Cih! Apa kalian tidak punya tempat lain untuk melakukan hal menjijikan itu?" tegur Nyonya Eta.
...Terkejut, Alexa segera mendorong Tristan menjauh kemudian menunduk dalam, saat enam pasang mata menatapnya dengan tatapan jijik bercampur marah....
"Apa urusan mu? Memangnya kenapa kalau aku berciuman dengan calon istriku?" Tristan mendekat, merangkul pinggang Alexa dengan posesif sambil membalas tatapan mereka semua."Yang menjijikan itu putramu, bukan kami," balas Tristan membawa Alexa pergi dari sana.
"Ma, semakin lama, Tristan semakin semena-mena, lakukan sesuatu," desak Stevan.
"Kalian tunggu saja, bagaimana Mama mengurus mereka." Nyonya Eta tersenyum licik penuh rencana menatap kepergian Tristan dan Alexa yang menuju ke kamar mereka.
*
*
Brak!
...Tristan membanting pintu kamar dengan kasar, lalu langsung menyerang Alexa dengan ciuman rakus....
"Astaga, ada apa dengannya?" Alexa membulatkan kedua matanya mencoba mendorong Tristan menjauh.
...Akan tetapi Tristan malah memperdalam ciumannya sambil menuntun Alexa menuju kasur dan......
Bruk!
"Aahhh."
"Aku menginginkanmu sayang," kata Tristan membuka kain yang menempel pada tubuhnya satu per-satu hingga tak tersisa.
"Iya benar juga, 'kan sekarang aku adalah budaknya, jadi aku tidak punya hak untuk menolak." Alexa pasrah menatap Tristan dengan tatapan dingin.
...Perlahan Tristan naik keatas kasur menindih tubuh Alexa, dan mulai mencium bibir Alexa dengan lembut perlahan turun ke leher. Tangannya yang lincah mulai membuka kain atasan Alexa hingga polos, dan mulai meremas salah satu gundukan Alexa....
"Ugh... sayang, peluk aku," bisik Tristan dengan suara berat.
...Hening. Alexa terdiam bak patung tak menjawab sama sekali, hal itu membuat Tristan menjadi kesal dan segera turun dari atas tubuhnya....
"Jika kau tidak ingin melakukannya, aku tidak akan memaksamu," ucap Tristan bangkit dari kasur berjalan mendekati bajunya yang berserakan diatas lantai, kemudian memungutnya satu persatu.
"Tristan maafkan aku, aku tidak bermaksud-"
"Cukup, aku tidak mau mendengar apapun dari kamu untuk saat ini Alexa," potong Tristan melangkah pergi menuju kamar mandi, lalu menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
"Hah... astaga...."
...Alexa menghela nafas berat mengusap wajahnya dengan kasar. Ia Ia dilanda kebingungan dengan situasi yang saat ini ia hadapi. Apakah ia harus berakting menikmati apapun yang dilakukan oleh Tristan demi menyenangkan Tristan sesuai statusnya saat ini, atau ia harus jujur kalau tubuhnya merasa tak nyaman jika disentuh oleh orang tidak ia cintai....
"Mama... Alexa merindukanmu," gumam Alexa menitikkan air sedih meratapi nasibnya.
Kring!
...Ponsel Alexa berdering menyadarkan Alexa. Dengan cepat Alexa bergegas turun dari kasur, berlari kecil menuju meja, lalu meraih ponselnya....
"Aletta...?" lirih Alexa menatap layar ponsel dengan jantung berdegup kencang, merasa ada yang tak beres."Halo."
"Kakak, Tante kabur dari rumah sakit," ucap Aletta dari seberang ponsel.
Deg.
...Jantung Alexa seolah mau copot mendengar hal itu, sampai-sampai ponsel miliknya yang terjatuh menghantam lantai pun ia tak sadar....
"Kakak! Kakak! Apa aku mendengarkan aku?" tanya Aletta dari seberang ponsel.
"Mama...."
...Alexa bergegas berlari keluar meninggalkan kamar tanpa berkata apapun, meninggalkan Tristan yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi menatap kepergiannya dengan tatapan bingung....
...(Bersambung)...