NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Pagi ini Ana sudah siap untuk berangkat menuju kampusnya, saat Ana baru saja menutup pintu rumahnya Ana melihat sebuah mobil berhenti tepat dihalaman rumahnya.

Ana tau persis siapa pemilik mobil itu, dan benar saja tak lama pemilik itu turun dari dalam mobil.

" Pagi Na " sapa Nathan dengan wajah ceria

" Pagi Pak Nathan, bapa mau ngapain kesini pagi pagi ? "

" Mau ngajak kamu berangkat bareng "

" Tapi saya bisa berangkat sendiri sih pak, ini saya mau berangkat "

" Yaudah berangkat sendirinya lain kali aja, sekarang sama saya dulu aja gimana "

Ana diam sejenak, sedangkan Nathan ia menunggu jawaban dari Ana.

" Mau hujan Na, nanti kehujanan" ucap Nathan

Ana menatap kearah langit, dan memang benar cuaca pun sedikit lebih gelap dibandingkan biasanya.

" Yaudah pak, saya masukin motor dulu ya "

" Saya aja yang masukin, kamu tunggu di dalam mobil ya "

Dengan cepat Nathan melakukannya, Ana sebenarnya belum terbiasa dengan semua ini tapi ia juga sudah berjanji akan memberikan waktu kepada Nathan.

" Na.. Ko malah melamun ayo masuk " kata Nathan dan Ana mengangguk.

Setelah Nathan membuka pintu mobil untuk Ana, Ana pun segera masuk kedalam mobil Nathan.

" Pak, tapi saya turun sebelum sampai kampus ya " kata Ana

" Kenapa emangnya? "

" Ya saya ga enak aja kalau nanti ada yang liat, takutnya jadi bahan gosip "

" Udah kamu tenang aja Na, kamu duduk manis aja ya "

Ana pun mengiyakan, dan mobil Nathan mulai meninggalkan halaman rumahnya.

Ana memainkan ponselnya untuk mengurangi rasa gugupnya, entah kenapa Ana merasa gugup bersama dengan Nathan saat ini.

" Kamu udah sarapan Na..?? " Nathan membuka pembicaraan

" Udah Pak "

" Pak Nathan, saya boleh izin bertanya sama bapa ? "

" Boleh, kamu mau tanya apa ? "

" Kenapa saya pak ? "

" Maksud kamu Na ?? "

" Ya iya kenapa saya ? Dari sekian banyak perempuan kenapa saya ? Kenapa bapa suka sama saya ? "

Nathan tersenyum tipis, sedangkan Ana ia menunggu jawaban dari Nathan.

" Kaya aneh aja ga sih pak, kita pertama ketemu aja ga baik baik. Terus tiba tiba Pak Nathan minta saya buat jadi pacar bapa, jadi alasannya apa ? "

" Alasannya saya juga ga tau, tapi yang jelas saya mau kamu jadi pacar saya "

" Jujur aja yah Pak, karena saya sendiri aja bingung gitu. Masa iya bapa belum kenal saya jauh tapi suka sama saya "

" Jatuh Cinta itu ga butuh banyak alasan Na, yang terpenting pembuktian. Yang perlu kamu tau ya saya suka sama kamu, saya jatuh cinta sama kamu dan entah kenapa saya ingin miliki kamu Na "

Ana terdiam mendengar jawaban Nathan, ia sendiri bingung apakah Nathan benar benar tulus atau ada maksud lain.

Lampu berubah berwarna merah, Nathan dan para pengemudi lainnya pun berhenti dan menunggu lampu berwarna hijau.

" Ana.. " ucap Nathan sambil menggenggam tangan Ana

" Ya .. " jawab Ana gugup

" Kalau ada yang kurang atau ada yang mau kamu tanya ke saya ga apa apa, saya akan jawab biar kamu ga ragu sama saya "

" Iyah Pak "

Tangan Nathan masih menggenggam erat tangan Ana, bersamaan dengan itu jantung Ana berdebar dengan kencang.

" Bulan depan sudah mulai puasa ya Na " Nathan mulai mencari topik pembicaraan

" Iyah Pak "

" Nanti saya temani ya Na "

" Temani apa nih Pak ? "

" Buka puasanya "

" Buat apa atuh pak, bapa aja ga puasa "

" Nanti saya puasa Ana, jadi biar kita bisa buka puasa bersama"

" Emangnya Pak Nathan kuat ? "

" Kuat, yang ga kuat itu nahan rindu sama kamu Na "

" Ihh apasih Pak Nathan, gombal banget " Ana terkekeh mendengar gombalan dari Nathan

Saat diperjalanan menuju kampus, tiba tiba hujan turun dengan deras.

Jika saja tadi Ana menaiki motornya, mungkin saat ini Ana sedang berteduh seperti pengendara lainnya.

" Saya ke minimarket sebentar ya Na, kamu mau nitip sesuatu? " tanya Nathan sebelum ia turun

' Engga ada pak "

" Yaudah, kamu tunggu sebentar ya "

Nathan turun dari mobil dan masuk ke minimarket sambil menunggu Nathan, Ana memainkan ponselnya.

Ana membuka kaca jendela untuk membuang kertas, namun tanpa ia duga bersamaan dengan Jeremy yang tengah memarkirkan motor disebelah mobil Nathan.

" Ana ... " ucap Jeremy

Buru buru Ana langsung menutup kaca jendelanya, namun Jeremy ia terus mengetuk pintu kaca jendela Ana.

Beruntung Nathan sudah selesai, Nathan yang melihat keberadaan Jeremy langsung menghampirinya.

" Gue udah bilang jangan ganggu Ana " ucap Nathan dengan tegas

" Gue tau lo itu bukan pacarnya Ana, gue mau ngomong sama Ana "

" Ana udah ga mau ngomong sama lo, jadi mending lo pergi "

Nathan segera masuk kedalam mobilnya, sedangkan Jeremy ia masih berdiri disana.

" Jeremy ngomong apa sama bapa " tanya Ana penasaran

" Ya dia bilang kalau dia ga percaya kalau kita pacaran"

Ana tau pasti Jeremy masih akan terus mengganggu dirinya, dengan pikiran yang kacau akhirnya Ana menggunakan cara gila untuk membuat Jeremy percaya jika ia dan Nathan berpacaran.

" Pak Nathan saya boleh minta tolong ga ? "

" Kenapa Na ? "

" Ini hp saya kenapa ya Pak "

Nathan mendekat kearah Ana, saat Nathan mendekat Ana memberikan kecupan di pipi Nathan.

Jeremy masih disana, ia masih melihat kearah mobil Nathan.

Dengan jarak yang masih dekat, Ana kembali memberanikan dirinya. Kali ini Ana mencium bibir Nathan, namun saat Ana hendak menjauh Nathan lebih dulu menahannya.

Ciuman singkat itu berubah menjadi ciuman mesra keduanya, Nathan melumat bibir milik Ana.

Ini bukan ciuman pertama Ana, tapi entah kenapa rasanya berbeda saat dulu bersama dengan Jeremy

Jeremy yang kesal pun pergi, menyadari hal itu Ana langsung mendorong pelan tubuh Nathan.

" Maaf Na saya lancang " ucap Nathan yang langsung menjauh

" Saya juga minta maaf, saya yang salah "

Tak ada percakapan kembali diantara keduanya, hingga akhirnya mereka sampai di kampus.

" Makasih tumpangannya pak " ucap Ana yang kemudian dengan cepat turun dari mobil Nathan

Nathan mengusap pelan wajahnya, ia merasa bersalah karena tidak bisa mengontrol dirinya.

Nathan memegangi bibirnya, sambil tersenyum ia membayangkan ciumannya bersama dengan Ana.

" Na.. lama lama saya gila " ucap Nathan sendiri

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!