NovelToon NovelToon
Menantu Cenayang

Menantu Cenayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Action / Harem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sean Sensei

🔖 SINOPSIS :

Selama tiga tahun pernikahan nya, Satya dianggap sebagai sampah di mata keluarga besar nya. Sebagai pemuda lulusan universitas kecil di pedesaan tanpa koneksi, ia hanya menjadi suami yang mengurus dapur selagi istri nya mengejar karier. Puncak nya, Satya diceraikan secara sepihak dan diusir hanya dengan membawa satu koper pakaian.

​Tepat satu bulan setelah perceraian nya, badai besar menghantam; dunia mulai diguncang oleh Krisis Moneter 1997. Di tengah keterpurukan ekonomi yang mencekik dan status-nya yang luntang-lantung, sebuah warisan yang tertidur dalam darah nya tiba-tiba terbangun.

Satya menyadari bahwa ia adalah keturunan terakhir dari garis darah cenayang peramal legendaris. Ia mendapatkan kemampuan khusus: hanya dengan menatap wajah seseorang, ia bisa melihat masa depan, rahasia kelam, hingga peruntungan finansial yang akan datang.

🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sean Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 | Godaan Putri Konglomerat

...----------------🍁----------------🍁----------------...

Kabut tipis menyelimuti Danau Barat di Hangzhou, menciptakan suasana yang seolah-olah ditarik langsung dari lukisan tinta Dinasti Song. Namun, di dalam limusin yang melaju menuju kompleks villa pribadi keluarga Wang, hati ku sama sekali tidak setenang pemandangan di luar. Aku melirik pria yang duduk di samping ku. Satya Samantha. Dia sedang menatap dokumen laporan nya, meninjau pergerakan harga lahan di Beijing dengan ketenangan yang hampir tidak manusiawi.

"Dia ada di sini, secara fisik di samping ku," gumam ku, jemari ku meremas pelan tas tangan kulit buaya di pangkuan ku. "Tapi jiwa nya... jiwa nya seperti pasir. Sulit digenggam, selalu mengalir di antara jemari ku. Jika aku tidak bertindak sekarang, wanita-wanita haus perhatian itu, si artis murahan Zhao Wei atau polwan kasar bernama Chen itu, akan perlahan-lahan mencuri tempat ku."

Aku bukan wanita yang terbiasa memohon. Aku adalah Wang Meiling. Aku adalah pewaris Grup Dragon. Di dunia ku, jika kau menginginkan sesuatu, kau membeli nya, atau kau menaklukkan nya. Dan malam ini, aku telah merancang sebuah penaklukan yang tidak bisa ditolak oleh logika bisnis sekalipun. Perjalanan ini disebut sebagai rapat strategis tertutup, namun di dalam villa terpencil itu, tidak akan ada pengacara, tidak ada sekretaris, dan tidak ada gangguan.

"Satya," panggil ku, suara ku sengaja ku buat rendah, dengan nada serak yang biasanya membuat pria bertekuk lutut. "Lupakan angka-angka itu sebentar. Kita sudah hampir sampai di Villa Danau Surgawi. Udara di sini jauh lebih baik daripada polusi Shanghai yang menyesakkan."

Satya menoleh. Mata merah-emas nya yang mistis itu tampak berkilat pelan di kegelapan kabin mobil. "Udara yang bersih tidak akan mengubah fakta bahwa The Iron Triangle sedang mengincar leher kita, Meiling. Kau membawa ku ke sini di saat perang sedang memanas. Apakah ini langkah taktis, atau sekadar pelarian?"

Aku tersenyum, menyandarkan tubuh ku ke arah nya hingga bahu kami bersentuhan. "Anggap saja ini sebagai konsolidasi kekuatan. Di Shanghai, kau adalah milik publik. Di sini... kau adalah milik ku."

Villa itu berdiri angkuh di atas bukit kecil yang menghadap ke danau. Arsitektur nya menggabungkan kayu gelap kuno dengan kaca minimalis modern. Begitu kami masuk, pelayan sudah menyiapkan perapian dan sebotol Romanée Conti tahun 1990 yang harga nya setara dengan rumah mewah di pinggiran kota.

Aku segera masuk ke kamar utama untuk bersiap. Aku menatap pantulan ku di cermin. Aku melepas setelan kantor ku yang kaku, membiarkan nya jatuh ke lantai marmer yang hangat. Sebagai ganti nya, aku mengenakan jubah sutra hitam yang hanya diikat oleh seutas tali tipis di pinggang. Rambut ku ku lepas, jatuh menutupi punggung ku yang terbuka.

"Malam ini, Satya," bisik ku pada bayangan ku sendiri. "Kau akan menyadari bahwa aliansi paling kuat tidak dibangun di atas kertas, tapi di atas ranjang ini."

Aku keluar menuju ruang tengah. Satya sedang berdiri di balkon, menatap kegelapan danau. Dia telah melepas jas dan dasi nya, hanya mengenakan kemeja putih dengan dua kancing teratas terbuka. Lengan kemeja nya digulung, memperlihatkan pergelangan tangan yang kokoh.

"Minumlah," kata ku sambil mengulurkan gelas kristal berisi cairan merah pekat.

Satya menerima gelas itu tanpa melepaskan pandangan nya dari cakrawala. "Tempat ini terlalu sunyi, Meiling. Terlalu sempurna untuk sebuah penyergapan."

"Satu-satu nya penyergapan di sini adalah dari ku," balas ku sambil berdiri tepat di hadapan nya. Aku meletakkan tangan ku di dada nya, merasakan detak jantung nya yang tenang melalui kain kemeja tipis itu. "Satya, aku tidak bisa menahan nya lagi. Melihat wanita-wanita itu menatap mu... itu membuat darah ku mendidih. Kau pikir aku tidak tahu Zhao Wei mencoba merayu setiap kali ada kesempatan? Atau bagaimana Detektif Chen itu menatap mu seolah kau adalah satu-satu nya hukum yang dia percayai?"

Satya menatap ku, satu alis nya terangkat. "Apakah sang Putri Naga sedang cemburu?"

"Aku bukan sedang cemburu. Aku sedang melindungi investasi ku!" aku membantah, meski suara ku sedikit gemetar. Aku merapatkan tubuh ku, menghapus sisa jarak di antara kami. "Investasi terbesar ku adalah kau. Tanpa mu, kekayaan Wang hanyalah tumpukan kertas. Tanpa mu, aku hanyalah wanita kesepian di atas takhta emas."

Aku menarik kerah kemeja nya, memaksa nya menunduk. "Satya, beri aku jaminan. Bukan jaminan saham, tapi jaminan bahwa kau akan tetap di sisi ku selamanya. Jadikan aku istri mu. Berikan aku ahli waris mu. Dengan begitu, tak ada seorang pun di Tiongkok ini yang berani menyentuh kita."

Satya meletakkan gelas nya di langkan balkon. Dia memegang pinggang ku, menarik ku lebih dekat hingga aku bisa merasakan panas tubuh nya yang menjalar. "Meiling, kau meminta sebuah komitmen yang permanen dalam dunia yang fluktuatif. Kau ingin mengikat naga dengan rantai emas?"

"Jika itu satu-satu nya cara untuk memiliki mu, ya!" seru ku, air mata mulai menggenang di sudut mata ku. Penampilan ku yang biasanya tangguh runtuh di depan nya. "Aku takut, Satya. Aku takut suatu hari nanti kau akan menyadari bahwa kau tidak membutuhkan ku lagi. Bahwa kau terlalu besar untuk Grup Dragon. Aku ingin mengikat mu sebelum saat itu tiba."

Tiba-tiba, Satya mengangkat ku dengan mudah, membuat kaki ku tidak lagi menyentuh lantai. Dia membawa ku masuk ke dalam ruangan, menuju tempat tidur raksasa yang sudah di siapkan. Dia membaringkan ku di atas seprai sutra dingin, namun tubuh nya yang menindih ku terasa membakar.

"Kau ingin ikatan yang permanen?" bisik Satya di depan bibir ku. Nafas nya beraroma anggur dan kekuasaan. "Kau tidak tahu apa yang kau minta, Meiling. Menjadi wanita bagi orang seperti ku bukan hanya soal kemewahan. Itu berarti kau menyerahkan kedaulatan atas jiwa mu pada ku. Kau tidak akan pernah bisa lari, meskipun kau ingin."

"Aku tidak akan lari," bisik ku parau, tangan ku mulai menarik kemeja nya hingga terlepas dari bahu nya yang lebar. "Jadikan aku milik mu. Sekarang."

Tangan nya yang kasar namun lembut mulai menjelajahi lekuk tubuh ku di bawah jubah sutra yang kini terbuka. Setiap sentuhan nya terasa seperti aliran listrik yang membakar saraf ku. Aku mendesah pelan saat bibir nya menyentuh leher ku, menandai kulit ku dengan kepemilikan yang nyata.

Di puncak keintiman itu, di saat keringat dan napas kami menyatu, sebuah suara memecah kesunyian malam Hangzhou.

TIIIIIIT! TIIIIIIT! TIIIIIIT!

Sensor keamanan villa berbunyi nyaring. Di layar monitor dinding yang tersembunyi, aku melihat titik-titik merah bergerak cepat melalui taman.

"Sial!" aku berteriak, mencoba menutupi tubuh ku dengan selimut. "Siapa mereka?"

Satya langsung berdiri. Dia tidak tampak panik. Dia justru tampak... siap. Mata nya kembali berkilauan, bersinar merah tajam di kegelapan kamar yang hanya diterangi cahaya perapian. Dia mengambil pistol yang selalu dia sembunyikan di bawah bantal.

"The Iron Triangle," kata Satya, suara nya kembali dingin dan mematikan. "Mereka melacak perjalanan kita. Meiling, tetap di bawah ranjang. Jangan keluar sampai aku memberitahu mu."

"Satya, jangan tinggalkan aku!" aku mencengkeram lengan nya. Perasaan posesif ku tadi berganti menjadi ketakutan yang murni.

Satya menoleh pada ku sejenak. Dia mencium kening ku dengan cepat. "Kau bilang kau ingin menjadi wanita dari orang seperti ku, bukan? Maka lihatlah sekarang, bagaimana cara ku menghancurkan serangga yang mencoba mengganggu malam kita."

Dia melangkah keluar kamar dengan ketenangan yang menakutkan, telanjang dada, hanya mengenakan celana panjang hitam nya. Aku mendengar suara kaca pecah di lantai bawah, diikuti oleh rentetan tembakan senapan mesin.

"Bagaimana mungkin?" gumam ku sambil meringkuk di lantai kayu, memeluk lutut ku yang gemetar. "Aku merencanakan malam ini untuk menjebak nya dalam asmara, tapi dunia justru menjebak kami dalam pertumpahan darah. Apakah ini harga yang harus kubayar karena mencintai seorang pria yang berdiri di atas puncak dunia nantinya?"

Aku mendengar suara teriakan dari luar, suara tulang yang patah, dan dentuman energi yang tidak masuk akal. Satya bukan lagi pria yang tadi ku cumbui; dia telah berubah menjadi malaikat kematian.

Setelah lima menit yang terasa seperti selamanya, keheningan kembali menyelimuti villa. Pintu kamar terbuka perlahan. Satya berdiri di sana. Ada noda darah di dada nya, darah orang lain. Dia memegang sebilah pisau komando yang masih meneteskan cairan merah.

Dia mendekati ku, membantu ku berdiri. "Semua sudah selesai. Mereka mengirim unit elit, tapi mereka lupa satu hal: mata ini bisa melihat niat mereka sebelum mereka sempat menarik pelatuk."

Aku memeluk nya erat, mengabaikan bau amis darah. "Aku tidak peduli tentang mereka, Satya. Yang aku peduli hanyalah kau."

Satya menarik napas panjang, mengusap punggung ku. "Meiling, kau ingin komitmen? Malam ini, kau sudah melihat apa artinya berada di samping ku. Musuh ku tidak akan berhenti, dan mereka akan menjadikan mu target untuk menyakiti ku. Apakah kau masih menginginkan nya?"

Aku mendongak, menatap mata nya yang masih menyala. "Lebih dari sebelumnya. Jika kematian adalah risiko berada di samping mu, aku lebih baik mati di pelukan mu daripada hidup selamanya tanpa diri mu."

Satya tersenyum, sebuah senyuman yang kali ini terasa memiliki bobot emosional. Dia membawa ku kembali ke tempat tidur, namun kali ini suasana nya berbeda. Bukan lagi sekadar godaan fisik, tapi sebuah penyatuan dua jiwa yang baru saja melewati lembah maut.

"Baiklah, Meiling," bisik nya saat ia kembali membimbing ku ke dalam kehangatan. "Mulai malam ini, kau bukan lagi sekadar mitra bisnis. Kau adalah bagian dari takdir ku. Dan naga akan melindungi apa yang menjadi milik nya dengan segala kekuatan yang ada."

Di luar, bulan Hangzhou tertutup awan, namun di dalam villa itu, sebuah janji permanen telah terukir, bukan di atas kertas, melainkan di atas keringat, darah, dan gairah yang tak terpadamkan.

...----------------🍁----------------🍁----------------...

1
LOL #555
Wihh,ini mereka bakal jadi pasangan atau cuman rekan kerja biasa
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
jadi, kekuatan mata super itu diketahui banyak orang yang Thor?
Serena Khanza
wuih wang meiling pocecip 🤭 biasanya kan cowok yang pocecip ya 🫣
Panda
cukup oke cuma wang itu terlalu telling dan kebanyakan narasi emosi dibanding "show" emosi
Syh.Mutiara
waduh gak cukup tuh untuk hidup dalam seminggu
LOL #555
emas murni sama jam tangan ? 200k? pengen ditendang ni bapak satu
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
kelazzz cuyyy, ijin copas 🤭
Hunk
Keren banget bagian ini. Ketegangan dan urgensinya kerasa nyata, apalagi saat keputusan ekstrem seperti jual Yuan dan pakai leverage besar langsung dieksekusi. Dialognya tegas dan punya power, bikin karakter MC terasa dominan dan berani ambil risiko.👍
Serena Khanza
wow adegan nya panas thor
Hunk
/Applaud/Aww terlalu dekat🤭
Serena Khanza
tinggi bener 88 lantai ya buset 😭
Alexanderia
ceritanya bagus 👍👍
Syh.Mutiara
benar jugaa ya🤔 Dunia ini akan berubah seiring waktu
LOL #555
Satrya ,kalau udah kaya di Shanghai sana , ingat ya ,aku adikmu 🤣
LOL #555
Berarti nanti anak Satya fak bakal bisa cenayang ya?
Serena Khanza
siapa nih🤔 si meiling ya
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
karakter es selalu menjadi karakter favorit aku 💪
LOL #555
Wow ,bisa nerawang kayak dukun 🤣
LOL #555
Wow ,udah didukung segitunya malah direndahin? Dasar kacang lupa kulit!
Syh.Mutiara
gilir ada cowok tulus kek gitu malah digituin ya, memang mau jenis kelaminnya apa. kalo terlalu tulus akhirnya gak bagus biasanya. gak dihargain gitu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!