Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.19
Masih flashback..
"Nenek!" teriak nya dengan penuh semangat berharap nenek nya juga memeluk nya dengan erat. seperti kembaran nya itu.
Wajah Elizabeth, langsung berubah. tatapan nya tajam, dan tak suka melihat gadis pembawa sial itu menghampiri nya.
"Nenek, Elly kangen sama nenek." ucap gadis kecil itu dengan polos nya.
"Menjauh lah dari ku dan juga cucuku. Kau tak pantas berada di sini. Siapa yang mengizinkan mu, untuk menghampiri ku ha!" bentak nya secara spontan membuat Elly tersentak kaget.
Saat dibentak seperti itu, hatinya begitu rapuh, dan tatapan nya yang polos langsung mengeluarkan air mata secara tiba tiba.
Tes.... air mata nya perlahan mengalir deras nya. Bahkan mata nya berkaca-kaca saat nenek nya melarang nya untuk menghampiri. padahal dia juga ingin seperti kembaran nya itu. Yang bisa bebas memeluk dan juga menyayangi nya.
"Nenek, Elly kangen sama nenek." ucap nya dengan pelan dan takut nenek nya akan marah.
"Ini nenek ku! bukan nenek mu!" ucap Ella yang menantang kembaran nya itu.
Tak suka orang yang dia sayangi direbut oleh kembaran nya itu.
"Ella sayang, nenek ini hanya nenek nya Ella. Jadi jangan menangis ya sayang."ucap nyonya Elizabeth dengan mengelus lembut rambut gadis itu.
"Nenek, tadi dia juga mendorong ku. Aku tak suka dengan nya nenek." ucap Ella yang berbohong. Agar Elly dimarahin oleh nenek nya itu.
"Apa! dasar kurang ajar. Apa yang kau lakukan dengan cucu ku ha!" bentak nya dengan kuat dan langsung menjambak rambut Elly.
"Argh....sakit nenek....ampun." rintih nya kuat saat tak sanggup merasakan sakit yang sama .
Dengan emosi nya, nyonya Elizabeth langsung memukul gadis kecil itu tanpa perasaan sedikit pun.
"Bukh....bukh....bukh... nenek ampun...hiks...sakit nenek."
"Rasakan ini, berani nya kau memukul cucu kesayangan ku!"
"Nenek...hiks....ampun, aku tak pernah memukul Ella nenek. Ella yang memukul ku."
"Dasar berbohong, rasakan ini!"
Gadis kecil itu dipukul dan ditendang oleh nyonya Elizabeth dengan keras nya. bahkan gadis itu meringkuk kesakitan.
"Hiks....sakit nenek."
Ella tersenyum puas, dan merasa senang melihat penderitaan dari saudara kembar nya itu. Kata orang saudara kembar pasti memiliki ikatan batin yang kuat. Tapi tidak dengan Ella yang begitu membenci kembaran nya itu.
Mengingat hal tersebut, membuat Elly terbangun dari mimpi buruk nya.
Back to topik....
"Huft....cuman mimpi!" gumam nya yang menatap sekitar dan merasa begitu lemah saat mengetahui masa lalu dari gadis yang dia tempati tubuh nya itu.
"Ella benar benar tak memiliki hati. Dia gadis yang buruk dan begitu tega membohongi semua orang disini. Dia benar benar manipulasi." gumam Elly yang merasa marah saat mengetahui bahwa alasan dibenci oleh keluarga ini, karena garis takdir nya yang buruk.
"Sekarang aku tau, kenapa kau tak tahan disini Elly. Jadi seperti itu kisah hidup mu. benar benar sangat malang. Aku yang akan membuat mereka tak berkutik, dan mematahkan pemikiran yang konyol itu!" ucap Elly yang akan merubah takdir nya itu. Dia akan membuktikan bahwa, gadis yang di telantarkan ini, akan hidup lebih baik dari anak kesayangan ibunya itu.
"Liat saja. kalian akan menyesal nantinya!" ucap Elly yang merubah tekad nya, dan juga keinginan nya itu.
Tak lama lagi, dia akan pergi jauh dan tak akan pernah muncul lagi di kediaman ini. bahkan dia akan membuat keluarga ini hancur berantakan. Dendam nya akan dia balas satu persatu.
Di kediaman paviliun milik nyonya voil, Ella menghampiri ibunya, dan langsung mengeluh dengan sikap kembaran nya itu. Dia ingin memberikan pelajaran kepada Elly, yang semakin berubah sikap. Dia tak menyukai perubahan Elly yang menjadi lebih pintar dari sebelumnya. Maka satu satu nya cara adalah dengan mengadu hal hal yang buruk tentang Elly kepada ibunya itu.
"Bu, aku tak suka dengan sifat Elly yang sungguh keterlaluan itu bu. Dia benar benar sombong sekarang. Dia berfikir bahwa dia kuat dan menjadi semakin tak tau diri!" ucap Ella yang saat ini menghasut ibunya itu.
"Apa yang kau katakan Ella. Memang nya apa lagi masalah yang ditimbulkannya?"
"Dia semakin berani saja Bu. Bahkan saat berpapasan dengan ku, wajah nya benar benar sangat sombong." ucap nya dengan kesal mengingat perlakuan Elly tadi yang tak mau menyapa dan juga menghormatinya.
"Huft....ibu sedang tak ingin memikirkan nya Ella. Terserah dia ingin melakukan apa. yang ibu pikirkan adalah ayah mu. ibu tak menerima pesan dari nya lagi. bahkan surat yang ibu berikan juga, belum dibalas oleh nya." ucap nyonya voil yang merasa pusing, dan cemas dengan kondisi suaminya yang tak ada kabar itu.
"Apa! Kenapa ibu tak mengatakan nya. aku harap ayah akan baik baik saja. Aku akan memerintahkan beberapa penjaga mengantarkan surat untuk ayah Bu. Tenang lah, ayah akan baik baik saja."
"Huft...ibu harap juga begitu." ucap nya dengan nada lemah nya.
****
Bibi sare yang membawa berita terbaru, dan tak sabar untuk berbagi cerita kepada sang nona.
"Nona...Nona!" teriak bibi sare yang terburu buru masuk ke dalam paviliun. membawa kabar buruk untuk nona nya itu.
Elly yang sedang membakar jagung dengan bahan seadanya. langsung kaget seketika.
"Ada apa bibi, tenang lah. Tarik nafas terlebih dahulu, kalau sudah tenang barulah bibi bisa berbicara." ucap Elly yang menginstruksikan bibi nya itu yang terlihat panik.
"Aroma nya sangat enak nona. apa yang nona lakukan dengan jagung itu?" tanya nya yang kehilangan fokus dengan makanan yang saat ini Elly buat.
"Hahaha, bibi sangat lucu. Bisa bisa nya malah fokus dengan jagung bakar ini."
"eh, maaf nona bibi hampir saja lupa. Jadi begini nona, bibi mendengar para pelayan tadi membicarakan tentang jendral besar Wiliam. mereka mengatakan bahwa jendral besar belum membalas pesan dari nyonya jendral."
"Lalu, apa yang bibi Khawatir kan?" tanya Elly dengan wajah tenang nya itu. dia bahkan tak panik sama sekali, bahkan terkesan tak perduli. bibi sare cukup kaget dengan reaksi nona muda nya itu. Biasanya Elly akan menangis dan juga akan ikut cemas dengan kondisi sang jendral. walapun jendral besar tak pernah menggubrisnya keberadaan nona muda nya, tetapi hal itu tetap saja nona nya akan cemas dan mengkhawatirkan kondisi sang ayah. Tapi melihat reaksi dari nona nya, Yang tampak biasa saja membuat nya tertegun. Nona nya itu berubah sangat jauh, sehingga membuat bibi sare cukup tertegun.
"Apakah nona tak khawatir dengan kondisi tuan jendral?" tanya bibi dengan hati hati.
Elly tersenyum tipis, lalu melanjutkan kegiatan nya, Yang sedang membakar jagung itu.
"Bibi, aku tak cemas seperti dulu lagi. Bukan karena aku tak perduli, atau tak cemas lagi, tapi rasa kecewa ku lebih besar dibandingkan rasa cemas ku ini. bertahun tahun aku selalu menjadi anak yang baik, tak pernah sedikitpun melawan mereka, tetapi pengorbanan ku ini, hanya sia sia. bibi pasti tau, bagaimana perlakuan mereka terhadap ku. Jadi aku tak akan lagi berharap lebih mulai sekarang." ucap Elly dengan penuh ketegasan.
Bibi sare merasa iba, dan langsung menghampiri nona nya, lalu membantu nona nya itu. pasti sangat berat yang dilalui oleh nona muda nya itu. Jadi dia berjanji tak akan membahas lagi.
lanjut up yg banyak thor