NovelToon NovelToon
CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

CINTA DI ATAS PENGKHIANATAN

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Dark Romance / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:124.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Liora merasa dunianya runtuh dalam semalam. Baginya, Raka adalah pelabuhan terakhir, dan Salsa adalah rumah tempatnya bercerita. Namun kini, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun; dua orang yang paling ia percayai justru menusuknya dari belakang dengan cara yang paling hina. Kepercayaan yang ia jaga setinggi langit, kini hancur berkeping-keping di bawah kaki tunangan dan sahabatnya sendiri.
Liora tidak pernah menyangka bahwa prinsip yang ia pegang teguh untuk menjaga kehormatan di depan Raka, justru menjadi celah bagi Salsa untuk masuk dan mengambil alih segalanya. Bagai sebuah ironi, Liora memberikan kasih sayang yang tulus, namun dibalas dengan perselingkuhan yang dilakukan tepat di belakang punggungnya.
Apakah Liora akan tetap diam dan pura-pura tidak tau atau ia akan membalaskan dendamnya kepada kedua manusia yang telah mengkhianatinya...
Penasaran ayok ikuti kisah selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 SEMBUNYI

Setelah kejadian itu, Salsa kembali ke kamar langkah kakinya terasa berat saat pikirannya masih dipenuhi dengan apa yang baru saja terjadi.

Saat ia tiba di depan pintu kamar sebelum jemarinya menyentuh gagang pintu, sebuah tangan kokoh menarik lengannya dengan sentakan pelan namun menuntut.

​Ia tersentak kecil, hampir berteriak jika saja ia tidak mengenali aroma parfum maskulin yang sangat familiar itu.

​"Aku mendengar suara keributan. Ada apa?" bisik Raka cemas.

Tanpa memedulikan sekitarnya, ia langsung menarik gadis itu ke dalam pelukannya, tepat di depan pintu kamar yang seharusnya menjadi ruang pribadi Salsa dan Kevandra.

​Salsa segera menempelkan telunjuknya ke bibir Raka yang hangat. Jantungnya berdegup kencang.

"Jangan di sini, Raka! Bagaimana kalau Kevandra keluar?" bisiknya panik, matanya bergerak gelisah menyisir koridor yang remang-remang.

​Raka tidak melepaskannya. Ia justru semakin merapatkan tubuh mereka. "Aku tidak tahan melihatmu seperti ini. Aku mencemaskanmu, Sa."

​"Ini bukan waktunya, Raka. Aku baru saja menampar Liora." Salsa berusaha melepaskan diri, meski tubuhnya sendiri seolah enggan menjauh dari pelukan laki-laki itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​Di kamar tamu lantai bawah, Liora sedang duduk di samping ranjang. Dalam cahaya lampu tidur yang redup, ia memasang earphone kecil, menghubungkannya pada alat penyadap yang terselip di saku baju tidur Salsa.

​Tiba-tiba, suara gesekan kain dan bisikan-bisikan itu terdengar jelas. Liora menutup matanya sejenak, mendengarkan setiap percakapan dari alat tersebut.

​"Pasangan yang memalukan." cibirnya pelan. "Silakan teruskan sandiwara kalian. Aku akan menikmati setiap detiknya." Ia berusaha tetap tenang meski kedua tangannya saat ini ingin sekali menjambak kedua orang itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​Di lantai atas, Salsa akhirnya memutuskan untuk membawa Raka masuk ke kamar yang laki-laki itu tempati. Sebelum ada yang melihat keberadaan mereka.

Begitu pintu tertutup. Ia langsung berhambur masuk ke dalam pelukkan laki-laki itu.

​"Lain kali jangan bertindak gegabah, Sa." ucap Raka saat mendengar penjelasan gadis itu apa yang sudah terjadi.

​"Aku benar-benar hilang kendali saat melihatnya dipeluk Kevandra. Apalagi aku masih cemburu saat dia bersikap manis sama kamu di meja makan tadi."

​Raka terkekeh rendah, suaranya terdengar sangat memuakkan di telinga Liora yang mendengar percakapan mereka.

Raka mengangkat dagu gadis itu, memaksanya menatap ke dalam matanya yang penuh gairah.

​"Besok kamu tinggal minta maaf saja padanya. Dia kan bodoh pasti akan langsung memaafkan sahabat terbaiknya ini." ucap Raka lembut, sambil mengusap bibir Salsa dengan gerakan sensual.

"Lupakan Liora atau Kevandra. Sekarang hanya ada kita. Aku menginginkanmu, Sayang." bisiknya dengan suara rendah yang menggoda.

​Raka mulai mengecup leher gadis itu. Jemarinya mulai bergerak nakal menyelusup ke dalam baju milik Salsa, yang membuat gadis itu bergerak gelisah menahan gejolak gairah yang mulai menguasainya.

​"Tenang saja, Sayang. Liora nggak akan pernah tahu." bisiknya tepat di samping telinga Salsa sebelum menyatukan bibir mereka dalam ciuman panas.

Suasana di lantai atas pun berubah, menjadi desiran gairah yang tak terbendung. Ruangan itu menyisakan deru napas yang memburu, desahan diantara keduanya saling bersahutan.

"Malam ini, hanya ada kita saja, Sa." bisiknya sambil tangannya mulai bergerak liar menyusuri area intim gadis itu.

​Salsa kehilangan akal sehatnya. Ia memejamkan mata, tenggelam dalam sentuhan laki-laki itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​Di lantai bawah, Liora mengepalkan kedua tangannya hingga kukunya memutih. Mendengar Raka menyebutnya BODOH membuat darahnya mendidih.

Ia tidak melepaskan earphone itu. Ia membiarkan rasa sakitnya menjadi kebencian dan dendam yang semakin dalam.

​"Cemburu?" Liora mengulang kalimat itu dengan berbisik pada kegelapan malam dengan mata berkilat tajam.

"Lucu sekali. Kalian bicara tentang cinta sambil menginjak-injak harga diriku."

Ia mendengarkan setiap suara intim itu dengan saksama. Setiap kecupan yang terdengar adalah sebuah penghinaan yang tertanam pada hatinya, persahabatannya adalah lambang sebuah pengkhianatan.

​"Begitu murahnya kata maafmu, Salsa."

Ia menekan tombol record, memastikan alat itu. "Satu menit merasa bersalah, menit berikutnya kamu sudah di tempat tidur tunanganku."

​Ia melepas earphone-nya dengan gerakan tenang, ekspresi rapuh itu menghilang, digantikan tatapan penuh tekad. Ia meletakkan alat itu di atas meja, merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Matanya menatap langit-langit kamar dengan pikiran yang sudah dipenuhi rencana untuk membalas perbuatan mereka.

"Rekaman ini akan menjadi bukti kehancuran kalian."

Ia menghembuskan napas kasar sebelum menutup matanya membawa perasaan kebencian dan dendamnya ke alam mimpi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara di lantai atas...

Kini suasananya semakin memanas. Raka tidak lagi memberi ruang bagi Salsa untuk bergerak. Ia mendorong gadis itu hingga terduduk di tepi ranjang, sementara tangannya mulai menjalar liar, membuka kancing baju tidur Salsa satu per satu.

​"Raka... pelan-pelan..."

Ia berusaha menahan desahannya agar tidak terdengar ke luar, tangannya menarik kerah kemeja laki-laki itu agar semakin mendekat.

Suara napas mereka yang saling memburu kini memenuhi ruangan, mengalahkan suara detik jam yang seolah ikut berhenti menyaksikan pengkhianatan itu.

"Ah... Raka..." desahan Salsa yang terdengar begitu pasrah.

Mereka tenggelam semakin dalam mencari kepuasan masing-masing, menghiraukan fakta bahwa di rumah yang sama ada pasangan resmi mereka.

Salsa membiarkan dirinya hanyut dalam sentuhan Raka, melupakan Kevandra yang tadi memarahinya, sementara Raka sama sekali tidak peduli pada Liora, tunangan yang seharusnya ia lindungi.

Setelah pergulatan panas itu Salsa langsung merapikan pakaiannya dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Gairah yang tadi membara kini berganti dengan rasa panikan. Ia mengenakan baju tidurnya kembali, mengikat rambutnya yang berantakan, dan memastikan tidak ada tanda merah yang tertinggal di lehernya.

​"Aku harus cepat kembali, Raka. Sebelum Kevandra bangun dan menyadari kalau aku nggak ada." ucap Salsa dengan napas yang masih memburu, tangannya mulai kembali mengancingkan baju tidurnya.

​Raka perlahan bangkit dari tempat tidur. Ia menatap Salsa dengan tatapan memuja dan penuh gairah.

"Baiklah, terima kasih untuk malam yang indah ini, Sayang."

Ia menarik tengkuk Salsa, mendaratkan kecupan di kening gadis itu sebelum membiarkannya pergi keluar kamar.

​Salsa bergegas keluar meninggalkan Raka di kamar itu. Tanpa ia ketahui bahwa ada sebuah benda kecil berwarna hitam terjatuh dari saku baju tidurnya. Benda itu meluncur pelan, lalu terhenti tepat di bawah kolong ranjang.

​Saat pintu kamar tertutup rapat, bayangan Salsa saat mendesah kembali terbesit dalam pikiran. Ia menyunggingkan senyum tipis dibibirnya seolah benar-benar menikmati momen intim mereka.

Di luar sana Salsa mulai menyelinap kembali masuk ke dalam kamar, dengan hati-hati ia membuka pintu agar tidak menimbulkan suara yang akan membuat suaminya terbangun.

1
Tulisan__mawar
punya calon yang menjaga Marwah malah pilih cewek jadi-jadian kayak salsa. orang lain mah Bangga punya calon yang bisa jaga diri, puji selingkuhan secara terang-terangan. kata-kata buaya. sudah tau kali, Liora nggak se goblok kamu.
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
insting seorang Bi Ratih emang tajam
james
semangat Liora membalas mereka yang mengkhianatimu
james
untung Liora gak bodoh bisa tau perselingkuhan tunangannya
Agatha soul
anjay
arsyila putri
semangat banget kamu raka
mama Al
kayaknya Liora punya strategi tersendiri 🤭
mama Al
Ini mah Pagar makan tanaman
james
baru awal udah wut wut, aish sahabat apaan tuh.
Mingyu gf😘
waosww kejutaannn
Mingyu gf😘
lio, kamu jangan menaruh simpati sama salsa
Mingyu gf😘
heleh heleh😆blm resmi loh
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
sungguh membingungkan cinta segi empat ini
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
balas jasa yang tepat sepertinya, memberikan makan pada yang baik
Agatha soul
udah maen enak aja
Tulisan__mawar
Menantang banget yah, itu sahabat kamu loh salsa. benar-benar yah.
arsyila putri
bagus !!
arsyila putri
baru baca Uda begini
Ibu Rasyidd
jangan pernah memperkenalkan pasangan kita kepada sahabat kita, pasti akan di embat🤭
M. T🌻
Salsa ma egois, mau dua"nya 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!