Aleta merasa dunia tidak berpihak padanya. Banyak masalah terus menimpanya, dari kehilangan sang Ayah tercinta hingga kehilangan tunangannya , yang direbut oleh orang terdekatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Saingan Berat Elang
Risa hanya duduk manis , ia berlagak seperti mandor yang sedang memantau kerja anak buahnya. Dengan terpaksa ia berada di meja resepsionis karena keputusan Elang tidak bisa di ganggu gugat.
Saat Risa mengajukan ingin menjadi Sekertaris , Elang malah mentertawakannya.
Elang masih punya otak yang waras , tidak mungkin juga Elang akan menggantikan Aleta yang serba bisa dengan Risa yang tidak tau apa - apa tentang kerjaan seorang sekertaris.
Sita dan Novi , rekan kerja Risa di resepsionis sedari tadi keduanya menatap sinis pada Risa.
" Nov , kamu percaya kalau si Risa itu masih kerabatnya Pak Elang , kalau aku sih enggak Nov ".
" Enggak tau juga Sit , habis kalau masih kerabatnya masa iya di taruh di sini sama kita , paling tidak kan di dalam, ada jabatannya gitu ".
" Iya juga ya , mana kerjanya kayak gitu , dari tadi duduk - duduk doang, kayaknya Risa kerabat jauuuuuhhhh nya Pak Elang ".
" Jauhhhhh banget ya Sit ?". Keduanya terkikik geli membuat suaranya terdengar oleh Risa.
" Hey kalian ....kerja yang benar dong , jangan ngerumpi dan cekikikan gitu , makan gaji buta kalian berdua ya ?"
" Eh enggak salah ngomong tuh , kita ??? makan gaji buta ???? situ kali , kita mah sedari tadi kerja, Mbak nya kalau cuma duduk- duduk manis sambil main hanphone mending di rumah saja atau nongkrong di cafe sana, jangan di sini , ngasih contoh buruk ". mulut Sita ternyata pedas juga.
" Kamu !!!! tunjuk Risa , ia berdiri, kesal dengan dua gadis di depannya ini. " Kalian berdua berani sama aku ??? aku adukan sama Kak Elang tau rasa kalian , mau di pecat sekarang juga ".
" Silahkan Mbak , kalau mau ngadu .....kami siap , orang kami tidak salah, bukannya situ yang makan gaji buta , kalau kurang jelas ngaca tuh ". tunjuk Novi pada pintu kaca lobby.
" Kami sudah bekerja lama di perusahaan ini sejak Pak Gunawan jadi pimpinan di sini , track record kami juga bagus , jadi kami tidak akan takut " Sambung Novi ikut geram dengan kelakuan Risa yang sok penting itu.
" Kaliannnnnn......".
Bersamaan dengan itu Elang melewati ketiga orang itu , tentunya bersama dengan Aleta dan juga Bayu.
Risa yang melihat itu langsung memasang wajah manis . Tapi sayang , Elang terus saja berjalan , jangankan menyapa, menengok ke arah Risa pun tidak.
" Kak Elang ". panggil Risa buru - buru menghampiri Elang , ia ingin menunjukkan pada Sita dan Novi siapa dirinya yang sebenarnya, agar keduanya mau tunduk pada Risa.
Elang pun berhenti mendadak , hingga Aleta menabraknya.
" Ih Pak , main berhenti saja ". gerutu Aleta.
" Tuh ". tunjuk Elang pada Risa.
" Kak....Kak Elang mau kemana , mau makan siang di luar ya , aku ikut ya Kak ". ucap Risa , cukup keras supaya Sita dan Novi mendengarnya.
" Makan siang?? kamu tidak lihat jam Ris , istirahat masih lama....kami mau ketemu dengan klien , kamu baru masuk kerja kan ?? kerja yang benar, jangan ganggu kerjaan orang ".
" Kak....". Mata Risa berkaca - kaca , ia menunjukkan sisi lemahnya agar Elang merasa bersalah sudah menghardiknya.
" Oh ya satu lagi , kita ini sedang di tempat kerja , aku atasannya dan kamu karyawannya , setidaknya panggil lah yang sopan , jangan Kak...kak terus...di sini aku bukan kakak kamu Risa , profesional kalau sedang bekerja, buktikan kamu itu layak , jangan sampai kamu membuat aku menyesal telah menerima kamu bekerja di sini ".
" Di mataku kalian semua sama , tidak ada yang aku bedakan " kecuali Aleta.... ucap Elang dalam hati.
" Ayo AL, Bay......waktu kita jadi terbuang begini ". Elang melangkah pergi meninggalkan Risa yang terdiam seribu bahasa tidak menyangka, Elang akan membuatnya malu seperti ini....di depan Sita dan Novi lagi. Rasanya Risa ingin menghilang saja.
Awas kamu Kak EL, akan aku buat kamu jatuh cinta dan bucin padaku....dan saat itu kamu akan menuruti semua apa mauku.....
Sedangkan di belakang Risa , Novi dan Sita membekap mulutnya, menahan tawa dengan apa yang Risa terima barusan.
" Pertunjukan bagus ya Nov ?".
" Bagus banget Sit , biar enggak sombong lagi tuh orang, sama - sama karyawan aja banyak gaya ". bisik Novi.
" Diam kalian ".
" Yeyyy marah ".
Tapi Risa kembali duduk manis , ia tidak perduli lagi dengan gunjingan dan tatapan tajam dari Sita dan Novi.
" Eh , malah duduk lagi dia.....lupa apa ya , habis di tegur juga sama Pak Elang , ternyata tidak mempan ".
" Sudah Nov, biarkan saja, yang penting kita jangan ikutan kayak dia....terserahlah mau ngapain , kita abaikan saja ". Novi setuju dengan pernyataan Sita
Menjelang siang ini, Elang bersama asisten dan sekertarisnya akan bertemu Mr. Tanaka dari Jepang untuk membicarakan bisnis bersama.
Sampai di Restoran , mereka masuk ke ruangan VIP ,rencananya Elang sekalian akan menjamu tamunya yang datang dari luar negeri itu.
Mereka menunggu, tak lama dua orang laki - laki masuk ke dalam ruangan yang Elang pilih itu.
Elang cukup kaget melihat penampakan Mr.Tanaka yang ternyata masih muda , mungkin seumuran dengannya.
Tidak dengan Aleta dan Bayu , karena keduanya sudah mengenal Mr.Tanaka , saat mendampingi Pak Gunawan waktu masih memimpin perusahaan.
" Selamat datang Mr. Tanaka ". sambut Elang mengarahkan tangannya.
" Terima kasih ". balas Mr. Tanaka dengan logat Jepangnya , ia menjabat tangan Elang, lalu Bayu dan beralih ke Aleta.
" Hay AL.......Mata aimashō ( kita berjumpa lagi )". senyum Mr. Tanaka mengembang lebar , hingga matanya makin menyipit tapi menambah ketampanan laki - laki itu.
Aleta mengangguk dan juga tersenyum " Ogenkidesuka ( Bagaimana kabar anda Pak )?".
Elang tak menyangka , Aleta jago berbahasa Jepang....ia pun makin ter lope - lope dengan Aleta.
" Watashi wa genkidesu ( kabarku baik ) ". " Masumasu kirei ni natteru ne AL ( kamu makin cantik AL ) ?".
" Thank's Mr...". jawab Aleta malu - malu.
Tapi sejenak kemudian raut wajah Elang berubah, mendengar Mr.Tanaka memuji Aleta.....panas...hatinya mulai panas.
Tapi Elang profesional, ia tetap tenang dan membicarakan bisnis dengan Mr . Tanaka dengan baik.
Ia tau , pandangan Mr. Tanaka adalah pandangan kagum dan juga terlihat ketertarikannya pada Aleta....karena Elang juga seorang laki - laki , jadi dia sudah bisa menebak tatapan memuja dari laki- laki asal Jepang itu.
Saingan ku bertambah.....aku harus gerak cepat nih.....
Bersambung....
*******