NovelToon NovelToon
Terjebak Perjodohan

Terjebak Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rima Andriyani

Felicia Mau tak mau harus menerima perjodohan dari Papanya. Meskipun sempat kabur dari rumah, pada akhirnya dia menyetujuinya. Awalnya dia mengira pria yang akan menjadi suaminya itu seorang pria tua dengan perut buncit. Namun Ketika dia mengetahui jika suaminya adalah pria yang sempat ia kagumi, Felicia pun mencoba untuk membuat Arion menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Felicia masih tak percaya dengan semua ungkapan cinta dari Arion. Felicia terkekeh sendiri teringat rencananya yang ia buat bersama Aluna.

Mereka telah bersusah payah mencari pria bayaran untuk membuat Arion cemburu, tapi rupanya semua itu gagal. Justru Arion malah cemburu dengan seseorang yang tak pernah Felicia kira. Felicia berpikir seharusnya dia berterima kasih pada Fero. Karenanya, akhirnya Arion merasa cemburu dan mengungkapkan perasaannya padanya.

"Kenapa Kau tersenyum seperti itu?" tanya Arion heran melihat Felicia yang tak hentinya mengulas senyum.

Saat ini mereka sudah berada di meja makan. Menyantap sarapan pagi yang di buat oleh Felicia setelah ungkapan sebuah perasaan terucap.

Felicia menatap Arion dengan senyum manisnya. "Itu karena Aku sangat bahagia. Tak ada kebahagiaan lain lagi selain mendengar ucapan cinta darimu, Arion. Bisakah setiap hari Kau mengatakan cinta padaku?" harap Felicia.

Dengan hangat, Arion menyambut senyum sang istri. "Aku akan mengucapkannya setiap hari. Apa Kau puas?"

Sebuah binar kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Felicia. Dia sangat senang Arion terus berinisiatif membuatnya senang.

"Terimakasih, Tuan suami." Arion mengangguk.

Setelah menyelesaikan sarapannya, Arion mulai beranjak. "Aku harus ke kantor sekarang dan mengabulkan keinginanmu," ucap Arion.

Felicia mengangguk mengerti. "Setelahnya, kumohon jangan bertemu atau menemuinya," ucap Felicia pelan.

Arion tersenyum dan menarik pinggang Felicia. Mengecup keningnya dan mengusap lembut pipinya.

"Aku berjanji, Sayang. Jangan khawatir."

Felicia tersipu mendengar kata 'sayang'dari Arion. Kali ini Arion mengucapkan bukan karena embel-embel akting di depan keluarga.

"Aku berangkat," ucap Arion dan mencium bibir Felicia dengan sedikit lum.atan.

Felicia benar-benar tak bisa melawan degup jantungnya yang tak beraturan. Pagi ini, Arion membuat perasaan dan jantungnya di aduk-aduk. Pipinya terus bersemu merah seiring perlakuan romantis yang Arion berikan.

Arion terkekeh geli melihat Felicia yang tersipu. "Wajahmu sangat menggemaskan. Rasanya Aku tak ingin berangkat ke kantor. Bagaimana jika kita menghabiskan waktu di rumah? Aku berpikir, mungkin kita bisa mencoba untuk membuat seorang bayi," ucap Arion membuat Felicia ternganga. Dia semakin tersipu mendengarnya.

"I-ini masih pagi, Arion. Jangan berbicara hal itu. Apa Kau tahu jika otakku bisa traveling kemana-mana?" protes Felicia dengan wajah merahnya.

Arion tergelak. "Iya-iya, Aku hanya bercanda. Hari ini Aku berencana untuk memindahkan Cintia ke kantor cabang untuk memuaskan istriku ini."

"Cepat berangkatlah! Aku akan menunggumu di rumah." Felicia memberikan tas kerja milik Arion.

"Sampai jumpa nanti, Istriku." Arion kembali mencuri ciuman di bibir Felicia sekilas lalu langsung berlari menuju mobilnya.

Felicia memegangi wajahnya yang terasa memanas akibat perlakuan suaminya. "Mimpi apa Aku semalam?" gumam Felicia.

---

Cintia keluar dari apartemennya. Hari ini dia sedikit terlambat datang ke kantor.

Ketika memasuki lift untuk turun ke lantai bawah, matanya membola melihat seseorang tengah berciuman di dalam sana.

Dan yang membuat Cintia geram, pria itu adalah pria yang Ia kira adalah Kenzo semalam.

Cintia merem.as ujung bajunya. Walaupun pria itu bukan Kenzo, tapi ketika melihat pria itu mencumbu wanita lain, ada hal yang sulit untuk Cintia jelaskan dalam hatinya.

"Ehemm!" Cintia berdehem keras. Membuat kedua orang yang sedang berciuman itu menghentikan aktivitasnya dan membenahi penampilan mereka.

Sang wanita terlihat begitu canggung mengetahui keberadaan Cintia. Berbeda dengan si pria yang terlihat santai.

Cintia langsung memasuki lift tersebut. Berdiri di depan kedua orang itu dengan hati yang begitu berat.

Jika saja dirinya tidak terburu-buru datang ke kantor, Felicia tidak akan mau untuk satu lift dengan mereka.

Ketika lift terbuka, wanita di belakang Cintia berjalan lebih dulu mendahului Cintia dengan terburu-buru. Cintia hanya menggelengkan kepalanya.

Namun, ketika Cintia hendak melangkahkan kakinya keluar, tubuhnya tertarik ke belakang. Cintia sangat terkejut. Pintu lift yang tadinya terbuka, kini kembali menutup.

"Apa yang Kau lakukan, huh! Dasar baj*ngan!" teriak Cintia ketika tubuhnya di kunci oleh pria yang sangat mirip dengan Kenzo.

Pria itu malah terkekeh. Dia lalu mencium paksa bibir Cintia hilang membuat Cintia semakin terhenyak. Matanya membola. Tangannya berusaha mendorong tubuh pria itu, namun hanya sia-sia. Kekuatan pria itu lebih kuat darinya.

Pria itu melepaskan ciumannya ketika Cintia menggigit bibir pria itu.

"Dasar pria kurang ajar! Baj*ngan!"

Plak!

Cintia menampar pipi pria itu dengan amarah yang menggebu. Air matanya keluar begitu saja. Tak pernah Ia mendapatkan perlakuan seperti itu. Bahkan Kenzo yang pernah menciumnya dulu melakukannya dengan lembut, walaupun Cintia tak pernah sekalipun membalasnya.

Pria itu tersenyum seraya mengusap pipinya yang Cintia tampar. "Kenapa bersikap sok jual mahal? Bukankah Kau sengaja memasuki lift ini karena melihat ku? Kau ingin merasakan ciuman ku, bukan?" Pria itu tertawa menyeringai.

"Jangan pernah bermimpi! Aku samasekali tidak ingin melihatmu! Jika bukan karena Aku terburu-buru, Aku tidak akan pernah memasuki lift ini tadi. Dan asalkan Kau tahu, Kau begitu menjijikan! Jika sekali lagi Kau melakukan hal buruk padaku, Aku tidak akan segan-segan untuk melaporkan mu pada polisi!" ancam Cintia.

Pintu lift terbuka. Cintia segera melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari sana. Sementara pria tadi tercenung mendengar ucapan Cintia.

"Sebegitu benci kah Kau padaku, Cintia?"

---

Cintia berjalan terburu-buru memasuki kantor. Bayangan pria tadi yang mencium bibirnya membuat gadis itu membenci dirinya sendiri. Seharusnya dirinya tak memasuki lift tadi. Namun satu hal yang membuat Cintia merasa aneh. Aroma tubuh pria tadi mengingatkannya pada Kenzo. Parfum yang mereka pakai sama.

Ketika sampai di ruangannya, Cintia di kejutkan dengan kehadiran Arion. Senyumnya langsung terbit. Arion tak pernah mendatanginya sebelumnya. Dan ini, sungguh membuat Cintia sangat senang.

"Arion, sejak kapan Kau di sini? Kau mencariku?" Cintia berjalan mendekati Arion. Dia berpikir jika Arion mulai menyadari perasaannya jika Arion masih mencintainya.

'akhirnya,' gumam Cintia dalam hati.

Gadis itu hendak memeluk tubuh Arion. Namun, Arion memundurkan tubuhnya.

"A–Arion...." Cintia terheran.

"Cintia... Aku hanya ingin mengatakan padamu. Jangan pernah mengharapkan ku lagi. Kau masih sangat muda dan jalanmu masih panjang. Aku sudah menikah dan Aku mencintai istriku. Jadi, tolong berhentilah mengejarku." Arion berkata dengan suara pelan.

Cintia tercekat di tempatnya. Tidak! Dia tidak bisa menerimanya. Perjuangannya selama ini untuk bisa kembali bersama Arion hanya terasa sia-sia saja. Nyatanya seseorang yang ia perjuangkan malah membuangnya.

"Dan Aku juga sudah memindahkan mu ke kantor cabang. Kau bisa berkemas nanti. Hari ini adalah hari terakhir mu bekerja sebagai sekretaris ku," lanjut Arion lagi. Pria itu berkali-kali menghela napasnya. Melihat wajah Cintia saat ini membuatnya merasa iba. Dia merasa bersalah karena tak bisa melakukan permintaan Kenzo waktu itu. Yaitu, menjaga Cintia.

Hati Cintia hancur seketika. Bahkan Arion berusaha untuk menjauhinya.

Setelah mengatakannya, Arion membalikkan tubuhnya dan hendak keluar dari ruangan Cintia. Namun, Cintia tiba-tiba memeluknya dari belakang.

"Arion, apa Kau benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi? Selama ini Aku sudah mengorbankan pernikahan ku hanya untuk kembali bersamamu, Arion. Kumohon jangan buang Aku." Cintia berkata pelan dengan sesenggukan. Hatinya terasa hancur berantakan.

Arion menghela napasnya sembari memejamkan matanya. Dia memang pernah mencintai Cintia. Bahkan sampai sekarang cinta itu belum sepenuhnya pergi. Namun, Arion tidak ingin kehilangan Felicia dalam hidupnya. Arion sudah memilih Felicia. Jadi, dia harus melepaskan Cintia.

Perlahan tangan Arion melepas pelukan Cintia. Pria itu membalikkan tubuhnya menatap Cintia yang terlihat menyedihkan. Dia pun ikut sedih melihatnya.

"Cintia, kita tidak pernah tahu apa yang Tuhan atur untuk kita. Dia yang menghadirkan cinta, Dia juga yang dapat menghapusnya. Apa Kau tahu kenapa Aku memilih pergi ketika melihatmu menikah dengan Kak Kenzo? Itu karena Aku tahu jika Kak Kenzo sangat mencintaimu. Pernikahanmu dengan Kak Kenzo itu juga sudah Tuhan rencanakan. Begitu juga dengan pernikahan ku dan juga Felicia. Hingga cinta yang mulai muncul di hati ku untuknya, itu juga sudah Tuhan rencanakan. Ku harap Kau bisa mengerti itu, Cintia. Aku yakin Tuhan juga sudah merencanakan yang terbaik untukmu," ucap Arion. Setelahnya dia langsung melangkah pergi meninggalkan Cintia.

Gadis itu menangis tertunduk. Dia masih merasa tak terima. Cintia meyakini pasti cinta Arion masih ada untuknya.

"Tidak, Arion. Aku masih belum menyerah." Cintia mengusap air matanya. Dia bergegas mengambil ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan pada Felicia.

1
Retno Harningsih
lanjut
Retno Harningsih
up
louis
dasar Arion laki2 tdk punya pendirian. bego jadi laki2.
Retno Harningsih
up
Noona Han
Eaaaa 🤣 semoga hbais ini cintia yg sadar sama perasaannya ke kenzo
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
keg nya masih idup, lagian lucu pamitannya🤣
Jelita S
Kenzo msih hidup kh
Retno Harningsih
up
Retno Harningsih
lanjut
Noona Han
nah yg ini baru kegnya lakinya mulai curiga
Noona Han
🤣🤣rada rada emg nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!