NovelToon NovelToon
Cintanya Sang Ketua BEM

Cintanya Sang Ketua BEM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author:

Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.

episode 10 CSKB

Tidak terasa waktu cepat berlalu dan hari cepat berganti dimana hari yang ditunggu-tunggu dua keluarga besar akhirnya tiba yaitu pernikahannya kevin dan velycia yang diadakan di rumah vely. Dua keluarga itu hanya mengundang anggota keluarga inti saja.

Dan sekarang dimana kevin yang sudah siap di depan penghulu dan menunggu mengucapkan ijab qobul sejujurnya ini membuat kevin agak sedikit tegang karena ini merupakan pertama kalinya seumur hidupnya sang abang yang melihat ketegangan sang adik pun mendekatinya.

"Tenang vin rileks atur nafas jangan terlalu tegang kayak kenak disidang aja  semuanya pasti akan berjalan dengan lancar" ucap sang abang yaitu genta sambil menepuk punggung sang adik.

Kevin yang mendengar itupun langsung mengangguk mengerti dan dirinya mulai mengatur pernapasannya sedang di sisi lain tepatnya dikamar velycia yang sedang di hias oleh MUA, mereka sangat takjub akan kecantikan velycia.

"Wah perfect kakaknya sangat cantik".ucap para MUA itu.

" ah bisa aja kakak, inikan berkat ke ahlian tangan kakak juga"ucap velycia tersipu malu.

"Ah tidak juga, emang kakaknya saja sudah cantik kami hanya menambahkan sedikit aja" ucap MUA sambil menjepit jari telunjuknya ke ibu jari.

Tidak lama mereka bercerita pintu kamar velycia diketuk oleh seseorang.

Tok tok tok.

"Vel sudah siap belum" ucap sang mama.

"Sudah ma, masuk aja pintunya gak di kunci ko" ucap velycia. Dan winda pun masuk ke dalam.

"Wah bidadari mama cantik banget" ucap winda haru melihat velycia.

"Mama ni bikin adek malu aja " tersipu vely dengan pipinya yang sudah merona.

"Ah sudah ayo semua sudah menunggu dibawah" ucap winda kepada anaknya. Velycia pun menganggukkan kepalanya. Saat velycia hendak keluar ternyata di depan kamarnya sang abang menunggunya.

Saat pintu sudah terbuka dan raffi melihat adik, dirinya merasa haru melihat sang adik  ternyata adiknya bukan lagi adik kecilnya yang sering dirinya jahili bahkan terkadang membuatnya marah, dan tidak terasa air mata lolos begitu saja membahasi pipinya.

"Bang jangan nangis dong? ucap vely yang menghampiri raffi dan mengusap air mata raffi.

"ternyata adek abang udah besar ya abang bakal rindu sama kamu" ucapnya sambil menahan tangis.

"Adek juga udah dong bang, jangan mewek nanti vely juga ikut mewek"ucap vely yang menahan tangisnya juga. Winda yang melihat anak-anak pun jadi ikut menangis. Raffi yang mendengar itu pun tersenyum dan mengelus pundak velycia.

" vel kalau kau merasa sedih, senang,butuh teman untuk curhat, dan butuh sesuatu panggil abang, abang akan selalu ada untuk mu dimana pun kamu berada okey"ucap raffi  vely yang mendengar itu haru mengangguk dan berhamburan pelukan ke raffi.

"Adek sayang sama abang" ucapnya. Raffi pun mengeratkan pelukannya dan berkata.

"Abang juga sayang sama kamu "

Winda yang melihat keduanya pun tidak bisa menahan tangisnya, dirinya merasa bersalah karena memisahkan mereka berdua. Tetapi disini dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa.

"Sudah sudah kalian ini bikin mama ikut mewek walaupun velycia anak yang yah... sedikit nakal tapi vely itu anak kesayangan mama dan tetap menjadi anak mama jadi kalau vely kangen sama mama atau papa vely bisa datang kesini pintu selalu terbuka untuk anak mama ini. " tutur winda dan ikut berpelukan dengan kedua anaknya.

"Sudah ayo mereka sudah pada menunggu dibawah" ucap winda dan di angguki oleh kedua anaknya. Velycia pun berjalan menuruni anak tangga yang didampingi oleh sang mama di sebelah kanan dan sang abang di sebelah kiri.

Sedang mereka yang menunggu dibawah mendengar suara langkah kaki menuruni anak tangga sontak melihat ke arah suara langkah kaki itu termasuk kevin.

Degh

Mata kevin tertuju ke seorang gadis yang sangat cantik sehingga membuat kevin tidak berkedip sama sekali, sempurna kata itu sangat cocok untuk gadis itu, tidak hanya kevin saja para tamu undangan pun memuji kecantikan velycia, karena terlalu dalam memperhatikan velycia dirinya tidak sadar jika velycia sudah mendekat ke arahnya dan duduk di sebelahnya.

"Bagaimana para mempelai udah siap? " tanya bapak penghulu. Velycia yang mendengar itu mengangguk sedang kevin tetap diam melihat velycia yang tidak mendengarkan kata bapak penghulu.

"Bagaimana mana mempelai laki-laki apa sudah siap?" Tanya bapak penghulu lagi. Dan kevin tetap belum memberikan jawaban dan masih menatap velycia lekat, karena masih belum mendapatkan jawab dari kevin membuat velycia geram dan langsung mencubit perut kevin dengan kuat sampai sang empu kesakitan.

" ah ah auw sakit maen cubit cubit aja pikir kue cubit apa? "bisik kevin.

"Makanya fokus dengerin tu dari tadi bapak penghulu nanya bukannya dijawab malah melamun lagi, ingat melamun tidak baik" geram velycia dengan suara pelan.

"Gimana ananda kevin... "

"Siap pak" ucapnya mantap.

"Baiklah mari kita mulai ayo kevin ulur tangannya ke pak alan" ucap pak penghulu dan di anggukan oleh kevin dan langsung mengulurkan tangannya dan berjabat tangan.

"Ananda kevin arya alexsa bin Jonathan alexsa saya nikah dan kawinkan engkau dengan ananda velycia amora daneswara binti alan daneswara dengan mas kawin sebesar lima ratus juta, emas sebarat tiga ratus gram dibayar tunai"

" saya terima nikah dan kawinnya ananda  velycia amora deneswara binti alan deneswara dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"

"Bagaimana para saksi sah"

"SAH"

Setalah itu merupakan  pak penghulu marapalkan doa untuk mereka. Setelah selesai doa kevin dan velycia bertukaran cincin, dan velycia mencium punggung tangan suaminya yang membuat kevin langsung deg degkan setelah itu kevin mencium kening velycia sontak membuatnya melotot karna jantungnya berpacu dengan cepat.

"Aduh ni jantung napa sih kayak mau keluar aja" batin velycia.

Singkat cerita acara pun selesai para tamu sudah mulai pada berpulangan, yang tersisa hanya keluarga kevin dan velycia.

"Ma... Pa.... Vely ke atas dulu ya capek banget soalnya"ucap vely sambil memijat tekuknya karena merasa terlalu lelah.

" ya sudah sana lagian tamunya sudah pada pulangan  oh yah vel ajak juga suami mu dia mungkin juga capek "ucap winda. Velycia hanya bisa menganggukan kepalanya dan memberikan jempol sambil berjalan mengajak kevin keatas.

" jadi ni kamar lo? "ucap kevin yang mengamati sekeliling kamar.

"Bukan kamar nenek moyang gue "ucap malas velycia

"Ya kamar gue pakek nanya  lagi dah ah males gue debat sama lo capek gue" ucapnya sambil mengibas ibaskan tangannya  dan langsung menjatuhkan tubuhnya ke kasur tanpa mengganti pakaiannya yang membuat kevin tidak jadi berbicara.

Huufh..

helaan nafas kevin.

"Eh lo ganti dulu sana emang lo nyaman pakek baju yang begituan ganti sono " tunjuk kevin.

"Ehmm"velycia hanya berdehem, kevin yang melihat tingkah istrinya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Setelah itu matanya tertuju pada sebuah poster yang membuatnya kaget dan langsung melotot.

"Eh apa apaan ini lo pasang cowok kayak gini? "

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!