Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nineteen
"Aku tahu kau masih mencintainya, bibi Juli... selesai tentang hati mu terlebih dahulu, bila kau butuh bantuan kami bawa lelaki itu menghadap ku dan ayah ku" ucap Xiao Lin. bibi Juli pun mendongak menatap tuan putri mahkota nya
"Biarkan cinta ini terkubur dengan kehidupan saya Yang Mulia" jawab bibi Juli sambil mengigit bibir
"Hahaha.... kau takut bila wanita tua itu menganggu Keluarga mu lagi bukan?" tanya Kaisar Zhao sambil menatap tajam kearah bibi Juli. Kaisar Zhao tidak suka dengan orang yang memiliki ketakutan bila sudah di bawah naungan dirinya
"Ha hamba" ucap Bibi Juli menunduk sambil mengepalkan tangannya itu
"Bawa keluarga mu pindah ke kekaisaran ini, bukan nya mereka berada di tempat pengasingan dua tahun lalu? harus nya mereka sudah bisa pergi dari tempat pengasingan tak jelas itu, bawa semua orang yang baik pada keluarga mu kekaisaran ini" ucap Xiao Lin
DEG
Hati bi Juli pun begitu hangat, dia diperbolehkan untuk membawa keluarga nya. beliau pun mendongak melihat wajah Xiao Lin, dia mencari kebenaran yang di ucapkan oleh tuan putri mahkota nya
"A apa hamba di perbolehkan membawa keluarga hamba yang mulia Kaisar dan Tuan putri mahkota?" tanya bibi Juli
"Ya.. bila Putri ku sudah mengizinkan mu, bawalah mereka. tapi sebelum itu kau urus lelaki cengeng yang menangis karena mu itu" ucap Kaisar Zhao. Xiao Lin dan Xiao Nam menahan tawa mereka, karena melihat wajah merah pengasuh si bungsu
"Apa... paman taisal itu menangic? is is is... bibi tau membuat lelati tampan itu menetectan ail mata, bibi Telen" ucap Xiao Xie. demi apa pun wajah Bi Juli sudah tak bisa di sembunyikan lagi karena ucapan konyol tuan putri nya
"Yang Mulia..." ucap lirih nya
"Ayo... tita temui paman taical tampan itu, Xie'el ingin melihat menangic cepelti apa dia" ucap Xiao Xie. tapi sayang Xiao Nam menarik kerah baju adik nya agar tak ikut campur
"Aduh... aduh Gege tenapa talit atu cepelti ini?" rengek Xiao Xie
"Jangan ikut campur urusan orang dewasa bocah cadel" bisik Xiao Nam. mata bulat Xiao Xie melotot dibilang bocah cadel
"Bica-bicanya Gege bilang atu cadel.... huaaaaa Jie jie lihat Gege bilang Xie'el cadel" histeris Xiao Xie
"Eh... Jangan nangis Gege hanya bercanda, Xie'er ngga cadel" ucap Xiao Nam karena mendapatkan tatapan tajam dari jie jie nya itu bisa disuruh berlatih seharian penuh bila seperti ini
"Bohong.... tadi bilang atu cadel, atu nda cadel cuma tulang jelac ih" ucap Xiao Xie. Xiao Nam meringis saat mendengar jawaban sang adik
"Tentu putri ayah ini tidak cadel, hanya kurang jelas saat mengucapkan nya ya?" ucap Kaisar Zhao
"Iya itu benal... eh tunggu itu cama caja ih.. huaaaaa... jie jie Xie'el nda mau matan potonya" ucap nya sambil merajuk. Xiao Lin menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Yakin Xie'er ngga mau makan? jie jie sudah meminta koki istana membuat beberapa makanan enak untuk hidangan pesta malam ini" ucap Xiao Lin
"Eh.. hidangan apa? apa jie jie buat lecep Balu?" tanya Xiao Xie yang langsung terdiam saat mendengar hidangan baru yang jie jie nya buat
"Ya... jie jie buat resep baru, nanti malam akan di keluarkan oleh koki istana. yakin Xie'er ngga mau makan?" ucap lembut Xiao Lin
"Talau cepelti itu, becot caja Xie'el melajut nya" jawab Xiao Xie. sambil memakan ayam goreng mentega
Kaisar Zhao dan Xiao Nam saling tatap dan terkekeh geli melihat tingkah Xiao Xie yang seperti itu
"Ini luar biasa, Xiao Xie bakal berhenti bila makanan tiba! hahaha.." ucap Kaisar Zhao. Xiao Nam pun mengangguk mengiyakan ucapan sang ayah
"Gaya-gayaan mau mogok makan, denger makanan baru langsung berhenti mogoknya" ucap Xiao Nam
.
.
Kita kembali ke teng top
"Bibi Juli bisa temui Kaisar Zhang di tempat istirahat nya, selesaikan masalah kalian berdua. setelah itu bibi bawa keluarga bibi kebagian timur, disana sudah di siapkan untuk pelayan atau prajurit yang memiliki keluarga" ucap Xiao Lin
"Terima kasih Yang Mulia" jawab bibi Juli. dia pun pergi untuk mengurus masalah yang sudah dia tahan selama sepuluh tahun lamanya, dia selalu menanggap Kaisar Zhang menghianati cinta yang selama sepuluh tahun dia pertahankan
FLASHBACK Bi Juli On
Bibi Juli mengenal Kaisar Zhang saat umur beliau sepuluh tahun, dan bibi Juli berumur tujuh tahun. Mereka teman masa kecil di sekolah, saat umur bibi Juli dua belas tahun Kaisar Zhang mengungkapkan perasaan nya, dia berjanji saat umur bibi Juli lima belas tahun, Kaisar Zhang akan melamarnya tapi sayang ungkapan itu hanya omong kosong karena Kaisar Zhang harus pergi ke perbatasan selama dua tahun. bibi Juli terus menunggu nya sampai Kaisar Zhang kembali dan menikah dengan Permaisuri Lu
Kaisar Zhang sudah menolak dan berniat mundur dari posisi putra mahkota, tapi sayang Kaisar Zhang terdahulu mengalami serangan jantung dan membuat Kaisar Zhang membatalkan kepergian nya, saat dia sedang melakukan pengangkatan menjadi Kaisar. ternyata ibu nya membuat rencana Keluarga bibi Juli mendapatkan Masalah dengan Menteri pendidikan
Disaat bibi Juli bahagia saat mendengar sang kekasih telah kembali, di saat itu juga Keluarga nya di jebak. dia berniat ingin meminta perlindungan dari sang kekasih tapi apa yang terjadi, pengangkatan Kaisar Zhang itu sekaligus pernikahan yang membuat Bibi Juli menunduk dan tak ingin melihat senyum manis yang harusnya untuk nya sekarang menjadi milik wanita lain
Bibi Juli dan keluarga di buang ketempat pengasingan, dan membuat keluarga nya menderita tidak lupa sang Gege yang terluka karena mencari sayur liar di hutan sana. Saat bi Juli ingin pergi ke pasar dan menjual satu perhiasan yang dia sembunyikan, ternyata dia di jebak dan mereka bilang perhiasan Bi Juli itu hasil Curian, dia pun di jual ke pasar budak untuk menebus kesalahan yang tak benar-benar dia lakukan
Dari sana lah tumbuh rasa benci kepada lelaki yang sampai saat ini masih bertahan di hatinya
FLASHBACK off
Bi Juli berjalan menuju kediaman istirahat Kaisar Zhang. dia tidak ingin menunda-nunda lagi
Kasim yang sedang duduk di depan kamar Kaisar Zhang pun langsung berdiri, dia melihat wanita yang dulu dicintai oleh tuanya itu
"No nona Juli" ucap gugup Kasim itu
"Aku ingin bertemu dengan Kaisar Zhang. boleh kah anda menyampaikan ini kasim Hu" ucap dingin Bibi Juli
"Tentu nona... hamba akan masuk" ucap Kasim Hu. dia langsung berlari masuk kedalam kamar pribadi Kaisar Zhang
BRAK
"Yang Mulia..." ucap Kasim Hu terpotong saat melihat Kaisar Zhang terbaring dengan darah keluar dari mulut nya
"Yang Mulia" Teriak Kasim Hu. membuat Bi Juli dan pengawal pribadi Kaisar Zhang pun langsung berlari masuk juga
DEG
Dada Bi Juli terasa sesak saat melihat keadaan Lelaki tampan yang tak sadarkan diri itu
"A apa yang terjadi?" tanya Bi Juli
Pengawal pribadi dan Kasim tak berani mengeluarkan suara mereka, mereka juga tak berani untuk memberikan tahu wanita yang di cintai tuan nya itu
"Kasim aku bertanya apa yang terjadi dengan Yang Mulia? kenapa dia bisa mengeluarkan darah dari mulut nya itu?" tanya Bi Juli dengan nada keras
"No nona... Yang mulia, sering minum arak dan beliau juga jarang makan, beliau selalu meminum saat bayangan anda terlintas. beliau sering menangis karena sudah menghianati cinta kalian berdua" ucap Kasim Hu sambil menunduk kan kepala nya
DEG
"Apa? a apa dia gila merusak tubuh nya sendiri Haa? apa dia tidak memikirkan istrinya? apa dia tak memikirkan tentang rakyat nya? tanya bi Juli dengan nada teriak. dada nya bergetar dia pun langsung mendekati Kaisar Zhang
Tubuh Kaisar Zhang panas. dia juga mendengar gumaman sang Kaisar, nama yang sering dia dengar saat mereka berbincang dan bercanda
"Kau benar-benar Bodoh... aku tidak tahu kenapa aku harus mencintai lelaki bodoh seperti mu Yang Mulia" ucap bibi Juli. air mata yang mengalir tanpa izin itu membuat nya semakin sesak
"Jul'er.. maafkan aku" suara paruh dan letih itu terdengar seperti bisikan.
"Kau meminta maaf, tapi menyiksa diri mu sendiri... kau benar-benar bodoh Sanfeng Zhang" ucap kesal bibi Juli
Bibi Juli pun langsung pergi untuk meminta pil penyembuh dari majikan nya. karena si bungsu Xiao itu walau iseng dan jahil, dia terkenal Tabib dewa di kekaisaran nya. Xiao Xie memiliki Elemen Cahaya. itu karena Xiao Lin melatih nya sebagai tabib
Xiao Xie yang sedang duduk di pinggir kolam pun mengerutkan keningnya. dia melihat pengasuh nya itu berlari ke arahnya
"Tenapa bibi Jul Jul bel lali cepelti itu?" tanya Xiao Xie kepada pengawal nya yang berdiri di belakang Xiao Xie
"Hamba tidak tahu putri, bukankah hamba dari tadi bersama Putri?" jawab pengawal pribadi nya. Xiao Xie menatap kesal kearah pengawal pribadi nya itu
"Gege itu jawab teluc peltanyaan Xie'el" ucap nya sambil menatap kesal
"Salah terus salah terus, kalau hamba tidak jawab nanti yang mulia merajuk tidak ingin makan" jawab Gunli
"Ih... meledet telus, cebelac dua belac taya ayah dan Gege Xiao Nam" ucap Xiao Xie
"Tuan Haa.... putri Haa... hamba Haa..." ucap bibi Juli membuat Xiao Xie melongo. sedangkan pengawal Gunli melipatkan bibirnya untuk menahan tawanya itu
"Talit nafac dulu... lalu tahan" ucap Xiao Xie
"Kapan buang nya Tuan putri hamba sudah tidak tahan" ucap bibi Juli dengan menahan nafas nya
"Cilahtan buang" jawab Xiao Xie sambil memakan strawberry. demi apapun pengawal Gunli sudah tidak tahan lagi untuk menahan tawanya, saat seperti ini bibi Juli berubah menjadi bodoh menurut nya
"Eh... kenapa saya terus menahan nafas saya?" gumam bi Juli
"Hahahaha..... dewa tolong maafkan putriku ini" ucap Kaisar Zhao. Yang dari tadi menahan tawanya bukan hanya dia tapi Xiao Nam dan Xiao Lin pun tak bisa menahan tawa mereka
"Eh... Yang Mulia Kaisar? Tuan putri mahkota? pangeran pertama juga ada disini?" tanya bi Juli yang terkejut melihat mereka masih berkumpul di ruang keluarga
"Bibi Juli kami dari tadi berada di sini, bibinya saja yang tak melihat kami" jawab Xiao Nam
"Betulkah?
TBC
...----------------...
Maaf update nya telat guys lagi ada urusan penting aku