NovelToon NovelToon
Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Universitas Jing Yang

Colly duduk di halaman kampus dengan pandangan kosong. Daun-daun berguguran di sekitar bangku panjang tempat ia duduk, namun gadis itu sama sekali tidak memperhatikannya.

Monica menghampiri dan berhenti di depannya. Ia menyerahkan sebotol minuman dingin.

“Nona, minumlah,” ujarnya lembut.

“Terima kasih,” jawab Colly pelan. Wajahnya tampak lesu, matanya sayu seperti kurang tidur.

Monica duduk di sampingnya, menoleh sedikit, meneliti raut wajah Colly yang muram.

“Nona… kenapa terlihat sangat sedih? Apa yang terjadi?”

Di saat yang sama, Jacky Yin yang baru keluar dari gedung fakultas melihat Colly dan Monica duduk bersama di bangku panjang di balik pepohonan. Langkahnya melambat. Ia berbelok, berdiri di balik batang pohon besar, membiarkan bayangan menutupinya—menguping tanpa terlihat.

“Kakak…” suara Colly bergetar. “Kakak pasti sudah tahu tentang perselingkuhan Papa dengan wanita lain, kan?”

Monica terdiam sesaat, memilih kata-katanya dengan hati-hati.

“Iya… tapi kita masih harus mencari tahu lebih jelas. Mungkin saja—” ia berhenti sejenak, “—hanya salah paham.”

Colly tersenyum getir. Tangannya mengepal di pangkuannya.

“Aku benar-benar tidak mengerti,” katanya lirih. “Kenapa laki-laki tidak bisa setia pada satu wanita. Mama sudah melahirkan kami untuk Papa. Tapi Papa masih saja tidak puas.”

Napasnya tertahan sejenak, lalu ia melanjutkan dengan suara semakin berat.

“Keluarga kami yang selama ini terlihat bahagia… ternyata tidak seindah kenyataannya. Walaupun Papa baik pada Mama, perselingkuhan tetap tidak bisa dimaafkan.”

Di balik pohon, Jacky menyipitkan mata. Sudut bibirnya terangkat tipis—senyum yang nyaris tak terlihat.

“Nona,” ujar Monica hati-hati, “mungkin Nona dan Bos sebaiknya mencari waktu untuk membicarakan hal ini langsung dengan Tuan Shen. Sebelum wanita itu… menemui Nyonya.”

Colly menoleh cepat.

“Kakak, menurutmu wanita itu akan datang?”

Monica mengangguk perlahan.

“Kita hanya perlu lebih berhati-hati. Dia memang tidak bisa berbuat apa-apa secara langsung pada Nyomya. Tapi kehadirannya saja sudah cukup untuk menghancurkan hati Nyonya.”

Ia menarik napas pelan.

“Dan kalau perselingkuhan ini sampai tersebar, citra Tuan Shen juga akan rusak.”

Colly menunduk. Suaranya nyaris menjadi bisikan.

“Sebenarnya… Papa mencintai Mama atau tidak? Kalau memang cinta, tidak mungkin dia melakukan hal seperti ini.”

Kata-kata itu jatuh pelan—namun cukup keras untuk menusuk.

Sementara itu, di lantai dua gedung kampus

Michael Lin berdiri di balik pagar koridor, seolah sedang menikmati pemandangan halaman. Namun sorot matanya tajam dan penuh perhitungan.

Pandangan Michael jatuh pada Jacky yang berdiri di balik pohon, lalu beralih pada Colly dan Monica yang masih duduk di bangku panjang.

***

Mansion Holdes

Xiao Han duduk berhadapan dengan Holdes di ruang keluarga. Suasana tampak tenang, namun ada kegelisahan samar yang tak terucap.

“Pa,” Xiao Han membuka percakapan, suaranya terdengar berhati-hati, “setelah ini… apakah Papa akan ke luar negeri lagi?”

“Tidak,” jawab Holdes singkat.

Di saat yang sama, seorang pelayan rumah tangga melangkah mendekat dan menuangkan teh ke dalam cangkir mereka. Gerakannya lembut dan terlatih.

Pandangan Holdes tanpa sadar tertahan. Matanya mengikuti tangan mulus pelayan itu, lalu perlahan naik ke wajahnya—kulit putih bersih, paras muda, dan raut yang bisa dengan mudah menarik perhatian siapa pun.

“Papa sudah lama di luar,” ucap Holdes kemudian, seolah kembali sadar. “Kali ini Papa hanya ingin menemani Mamamu.”

Ia menoleh ke arah putranya, namun tatapannya sempat kembali melirik pelayan itu sesaat—cukup lama untuk disadari Xiao Han.

“Chimmy…” Xiao Han tiba-tiba bertanya, menatap ayahnya tajam. “Apakah dia pacarmu?”

Holdes tidak langsung menjawab. Ia justru mengalihkan pandangannya pada pelayan itu.

“Apakah kau pelayan baru?” tanya Holdes datar.

Pelayan itu tersentak kecil, lalu menunduk sopan.

“Iya, Tuan. Nama saya Lucy,” jawabnya lembut.

Xiao Han mengepalkan jarinya. Ia jelas menangkap tatapan ayahnya yang terlalu fokus—terlalu lama—pada pelayan muda itu.

“Lucy,” kata Xiao Han tiba-tiba, nadanya terdengar dingin meski berusaha sopan, “di sini tidak ada urusanmu lagi. Kau boleh pergi.”

Lucy mengangguk cepat dan melangkah mundur, meninggalkan ruangan dengan langkah tergesa.

Holdes mengerutkan kening, lalu menoleh ke arah putranya.

“Sejak kapan dia bekerja di sini?”

“Dia direkomendasikan oleh temannya,” jawab Xiao Han, suaranya datar namun menyimpan ketidaknyamanan. “Pelayan lama sudah berhenti karena pulang ke kampung halaman mereka.”

“Kalau Papa merasa dia tidak cocok, aku akan memecatnya,” kata Xiao Han tegas.

“Tidak perlu!” jawab Holdes terlalu cepat.

Nada suaranya yang mendadak membuat Xiao Han terdiam. Alisnya berkerut—ada sesuatu yang janggal dari reaksi ayahnya barusan.

Di luar ruangan, Lucy berdiri mematung. Ia menguping, kata-kata itu masuk begitu saja ke telinganya. Bibirnya melengkung tipis, matanya berkilat penuh perhitungan.

"Sepertinya penampilanku berhasil menarik perhatian Tuan Shen, "batinnya.

"Kalau dia menyukaiku… statusku akan naik. Bahkan bisa lebih tinggi dari Janetta Lee."

Kembali ke dalam ruangan, Xiao Han menarik napas dalam, berusaha menahan emosinya.

“Mengenai Chimmy,” katanya kemudian, menatap ayahnya lurus-lurus, “aku butuh penjelasan.”

“Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan,” jawab Holdes datar. “Hanya untuk bersenang-senang saja. Tidak lebih.”

Kata-kata itu jatuh seperti tamparan.

“Papa mengkhianati Mama,” ucap Xiao Han dengan suara tertahan, namun sarat kekecewaan.

Holdes menghela napas, seolah lelah dengan pembicaraan itu.

“Xiao Han, semua pria sama,” katanya dingin. “Papa mencintai Mamamu. Apa pun yang Papa lakukan dengan wanita lain hanya untuk kebutuhan sesaat.”

Ia menegakkan tubuhnya.

“Kau juga tahu Papa berada di luar selama empat bulan. Papa tidak mungkin menahan diri sepenuhnya. Chimmy hanyalah alat. Dia bersih, masih perawan—dan bisa dibayar.”

Ucapan itu membuat darah Xiao Han mendidih.

Ia bangkit berdiri dan menghantam meja dengan telapak tangannya.

“Pa,” suaranya bergetar karena amarah, “aku tanya satu hal saja. Kalau Mama yang berselingkuh—apakah Papa masih bisa berpikir seperti ini?”

Holdes terdiam.

“Mama masih muda dan cantik,” lanjut Xiao Han tajam. “Bukan tidak ada pria yang mendekatinya. Tapi Mama setia. Selalu setia pada Papa.”

Ia menelan ludah, matanya memerah.

“Lalu apa balasan Papa?”

Xiao Han mengepalkan tangan.

“Aku dan Colly sudah dewasa. Terutama Colly—dia gadis. Dia melihat semua ini dengan matanya sendiri. Perselingkuhan Papa.”

Suaranya merendah, namun justru semakin menusuk.

“Kelak… bagaimana dia bisa percaya pada pria?”

1
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
Bonny Liberty
situ emang orang tua ODGJ,👿
Maria Mariati
hellehhh udah ke tepi jurang ga jadi lahhh,balik lagi takutt ga bisa naik lagi,udah emosi sama authorr masa bikin mafia pekok main perempuan 🤣🤣🤣
Pikachu: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt aku suka.....diluar dugaan semua 😍💪
Tiara Bella
siapa yg dimaksud kakak....masa Jacky
Ayu lestari Ayu
sengaja baru baca ceritanya, nunggu episode banyak dulu baru baca,,, ceritanya GK kalah menarik dari yg season 1,,,😘
Bonny Liberty
kamu kira wanita itu apa😏merendahkan diri sendiri,spek Nyonyah besar aja bisa di duain, apa lagi bocil modal ngangkang doang 👿🤪🤭
Maria Mariati
kapokkkk ,baru nyesel kan telattttt 🤣🤣🤣
Mineaa
bravo mommy janetta........💪
Bonny Liberty
kaga usah di pikir,tar pala loe meledak ga kuat mikir perang elit...sok..sokkan nantangin👿👿👿🤪😏
Bonny Liberty
sudah kebayang kaga kalau harga dirimu sudah kaya penyedap rasa saset 😏🤪👿
Maria Mariati
masuk kandang singa semua 🤣🤣🤣
Inez Putri
menarik. br pertm q baca peran utama cwok,selingkuh. biasa akan bucin. apa lg dl mendptkannya,memperjuangkan menentang smua klan. apakah ada peran cwok utama yg akan muncul.
Maria Mariati
bocah ,singa di lawan,makan tuhh mangsamu janete,bodoh tuh anak,mana ada laki2 udah di bayar trus di nikahin,hehhhh bodoh
Bonny Liberty
badan sih kaga tapi ❤️‍🩹😏
Bonny Liberty
kaga perlu mengaum mba,cukup main cakar,sepi,tiba - tiba /Skull//Chuckle/
Bonny Liberty
kan ga kepikiran sampe situ,cuman mikir sampe dalam rok doang🤪 yang penting aku😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!