Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eliksir vitae
Satu Minggu telah berlalu. Dalam satu Minggu ini, banyak hal yang sudah terjadi.
Tapi semua hal itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan, saat Liam menghancurkan 5 kasino milik keluarga Arison.
Ketika Liam menghancurkan kasino pertama, satu Minggu yang lalu. Keluarga Arison masih menganggap bahwa itu adalah kesalahan yang diperbuat.
Tapi setelah enam kasino hancur secara berturut-turut, keluarga Arison mulai sadar.
Mereka sudah tahu, bahwa ini adalah perbuatan seseorang. Tapi mereka tidak tau, siapa orang yang melakukan ini semua, dan apa motifnya, sehingga mau bersinggungan dengan keluarga Arison.
Tentu saja mereka tidak dapat melacak pelakunya, karna sehebat apapun cyber computer mereka, masih kalah jauh dari AI masa depan seperti Mr park.
Pada saat penghancuran kasino kedua, sistem memberikan dua penawaran, yaitu langsung menerima hadiah, atau tidak menerima hadiah apapun.
Jika Liam memilih untuk tidak menerima apapun, dia tidak akan mendapatkan hadiah. Tapi saat menghancurkan bisnis yang lain, maka hadiah akan di tingkatkan.
Begitulah Liam memilih pilihan itu, hingga menghancurkan lima kasino berturut-turut, tanpa menerima hadiah misi.
Sekarang setelah semua tindakannya ini, Liam memilih untuk beristirahat sejenak dari balas dendamnya. Untuk satu Minggu kedepan, dia akan fokus dulu pada bisnis yang dia jalankan. Setelah tiba Minggu depan, dia akan memulai kembali aksi balas dendam nya.
Karna dia sudah berhenti menghancurkan Kasino yang lain selama satu Minggu, tentu saja Liam harus menerima hadiah sistem.
Tentu, ini adegan spesifik saat Liam ingin mengembangkan hadiah misi dari sistem dan membuat perusahaan farmasi sendiri:
Liam berbaring di atas atap rumahnya, menatap langit malam yang bertaburan bintang. Di tangannya, tergenggam sebuah vial kecil berisi cairan berwarna keemasan – hadiah misi dari sistem yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
"Ini dia," gumam Liam, matanya terpancar ambisi. "Obat yang bisa mengubah segalanya."
Obat itu, yang oleh sistem disebut "Elixir Vitae," obat yang menjadi hadiah sistem, setelah menghancurkan 5 kasino. Obat ini memiliki potensi untuk meregenerasi sel dan memperlambat penuaan secara signifikan. Liam tahu, jika ia berhasil mengembangkan obat ini, ia bisa memberikan harapan baru bagi jutaan orang di seluruh dunia.
Namun, Liam juga sadar bahwa mengembangkan obat ini bukanlah perkara mudah. Ia membutuhkan laboratorium yang lengkap, tim peneliti yang handal, dan tentu saja, modal yang besar.
"Aku harus membuat perusahaan farmasi sendiri," pikir Liam. "Hanya dengan begitu aku bisa mengendalikan proses pengembangan dan memastikan obat ini tersedia bagi semua orang yang membutuhkan."
Liam memasuki ruang kerjanya, dan memulai rencana terperinci dari sana. Di dinding, terpampang papan tulis yang penuh dengan coretan ide, diagram alur, dan proyeksi keuangan.
Liam juga menelpon seseorang bernama Sarah. Sarah, sahabatnya di kehidupan sebelumnya, Liam mengenal nya karna Sarah adalah, seorang yang sangat ahli hukum. Banyak bantuan yang Liam dapatkan dari Sarah di kehidupan sebelumnya. Jadi, saat membutuhkan seseorang yang ahli dalam bidang itu, tentu saja Liam langsung teringat dengannya.
Meski sekarang Sarah belum setenar dulu, karna saat ini dia masih muda. Tapi soal kemampuan, gadis yang kutu buku ini, sudah memiliki pandangan yang luas.
Saat ini Sarah sedang duduk di hadapannya, mendengarkan semua perkataan Liam dengan seksama.
"Jadi, begini rencananya," kata Liam, menunjuk ke papan tulis. "Pertama, kita akan melakukan riset pasar untuk mengetahui potensi pasar obat ini. Kedua, kita akan mencari investor yang memiliki visi yang sama dengan kita. Ketiga, kita akan merekrut ilmuwan dan tenaga ahli terbaik untuk bergabung dengan tim kita."
Sarah mengangguk-angguk. "Kedengarannya bagus, Liam. Tapi, bagaimana dengan modal awal? Mendirikan perusahaan farmasi membutuhkan dana yang sangat besar."
"Aku sudah memikirkannya," jawab Liam. Sebenarnya, aku memiliki uang yang cukup, untuk menangani ini semua. Tapi obat ini adalah ladang uang, jika hanya aku yang berinvestasi, maka akan menarik kebencian dari berbagai pihak. Madu yang manis juga perlu dibagi." Ucapnya kembali.
"Jadi bagaimana cara anda untuk mendistribusikan saham ini," tanya Sarah.
"Setelah hasil riset muncul, dan semua dampak dan efektivitas obat telah terjamin. Saya mau, anda mencari orang-orang yang paling berpengaruh di Neo Tech City ini. Anda hanya perlu memberikan bukti yang menjanjikan soal obat ini, dan juga kesempatan untuk berinvestasi pada mereka," ucap Liam.
"Kenapa harus orang-orang yang paling berpengaruh?, biasanya sangat sulit bagi mereka untuk ditemui," ucap Sarah dengan nada ragu.
"Katakan saja kalau kamu di utus oleh pemilik villa Zenith residence nomor satu, karna itu masih memiliki status yang cukup berbobot, cukup agar mereka tidak bertindak acuh," ucapnya.
"Kalau begitu, apakah ada spesifikasi tentang orang yang tak perlu di ajak bekerja sama?," tanya Sarah.
"Selain keluarga Arison, kamu dapat mencari siapa pun yang memiliki pengaruh luas," jawab Liam.
Mendengar itu, Sarah terkejut. Dia awalnya berfikir bahwa, kerja sama ini akan berpusat di keluarga Arison, karna keluarga Arison memiliki rumah sakit, yang cukup terkenal di Neo Tech City, bahkan cabangnya sudah banyak di kota lain.
Penjelasan: Resep obat yang Liam miliki sangatlah manjur, yang pasti akan mengguncang pasar obat. Jika hanya dia yang memiliki saham obat ini, maka dia akan menjadi musuh semua kalangan elit. Untuk itu, dia membutuhkan beberapa orang yang pengaruh sangat kuat.
Untuk saat ini, kekuatan dan pondasi Liam masih sangat lemah, jika dia menjadi musuh kalangan atas di Nusantara ini, dia akan cepat hancur bahkan jika dia memiliki sistem.
Tapi, jika dia berhasil menarik investor yang sangat kuat, yang cukup kuat untuk menopang industri ini, agar tidak diganggu pihak lain.
Maka semua tenaga Liam, bisa dia kerahkan untuk membangun bisnis yang lain.
Liam dan Sarah bekerja tanpa kenal lelah, menyusun rencana bisnis yang matang dan meyakinkan. Mereka tahu, ini adalah kesempatan sekali seumur hidup, dan mereka tidak akan menyia-nyiakannya.
Lima hari berlalu, pintu ruang kerja Liam dibuka. Yuna masuk dengan pelan-pelan. Dia melihat Liam, sedang duduk di kursi malas, sambil membaca beberapa dokumen.
"Ada apa sayang?," tanya Liam saat dia melihat Yuna masuk.
"Sarah sudah sampai, katanya ada hal penting yang mau di bicarakan," ucap Yuna.
"Ohh?, dia ada di mana?," tanya Liam.
"Dia sudah ada di ruang tamu, dia juga membawa beberapa orang,"ucap Yuna. Dia perjalanan ke belakang Liam, lalu menekan nekan pundak liam perlahan-lahan.
Sesaat kemudian, Liam dan Yuna turun sambil bergandengan tangan. Saat menuruni tangga, Liam melihat Sarah yang tampak kelelahan.
Lima hari ini, Sarah sudah berjuang keras, dari mencari para ilmuan dan peneliti top, mencari laboratorium penelitian yang lengkap, dan mencari para investor. Sarah melakukan semuanya sendirian, hingga sekarang dia sudah tampak sangat kelelahan.
Liam dan Yuna datang menyambut Sarah dan beberapa orang yang dia bawa. Liam menyapa tiga orang investor yang liam seleksi, setelah melihat semua berkas yang Sarah kirimkan padanya.
Ketiga investor ini adalah orang-orang yang sangat berpengaruh di Neo Tech City. Karna masih cukup penasaran dengan villa Zenith residence nomor satu dan pemiliknya, ketiga investor ini, memutuskan untuk datang langsung membicarakan bisnis.
Setelah sapaan dan perkenalan singkat, Liam mempresentasikan rencana bisnisnya dengan penuh percaya diri, menunjukkan data riset pasar, proyeksi keuangan, dan potensi obat Elixir Vitae.
"Obat ini bukan hanya akan memberikan keuntungan finansial yang besar, tapi juga dampak sosial yang positif," kata Liam, dengan nada meyakinkan. "Kita bisa membantu jutaan orang hidup lebih lama dan lebih sehat."
Salah seorang investor bertanya, "Bagaimana Anda bisa yakin bahwa obat ini aman dan efektif? Apakah Anda sudah melakukan uji klinis?"
"Reputasi saya sepertinya belum cukup untuk kepercayaan kalian, tim ku akan melakukan uji klinis secara ketat dan transparan," jawab Liam. "Kami akan bekerja sama dengan lembaga penelitian independen untuk memastikan obat ini memenuhi standar keamanan dan efikasi yang tinggi."
Setelah berdiskusi panjang lebar, akhirnya tiba di pembagian saham. "Saya tidak butuh uang kalian, saya memiliki uang yang sangat cukup untuk ini. Yang saya butuh itu pengaruh kalian, kalian juga tahu, bahwa hal sehebat ini, tidak akan bisa dipegang oleh satu orang saja." Ucap Liam.
Para pemegang saham juga mengerti, "jadi bagaimana caramu membagi saham?," ucap seseorang dari mereka.
"Saya akan membagikan paling banyak tiga puluh persen saham," ucap Liam.
"Kenapa sangat sedikit, apakah tidak bisa lebih banyak lagi?" ucap seseorang lagi, heran.
"Saya harus menjadi saham pengendali, saya tahu 51 persen saja sudah cukup untuk menjadi saham pengendali. Sembilan belas persen saham lain nya untuk jaga-jaga, jika dimasa depan, ada sosok yang sangat berpengaruh, yang sulit kita lawan, ini akan sangat berguna," ucap Liam panjang lebar.
Mendengar itu, ketiga orang investor itu juga paham. Mereka juga tidak terlalu kecewa, dengan saham yang mereka miliki ini. Jika memang obat ini semanjur itu, maka harga saham ini akan sangat melonjak di masa depan.
Setelah interaksi yang berkepanjangan, akhirnya semua pembicaraan bisnis yang melelahkan ini selesai.
Setelah semua itu berlalu, Liam dan Sarah mengunjungi laboratorium yang dia beli.
Setelah beberapa saat, dia telah tiba di laboratorium yang tampak biasa-biasa saja dari luar.
Tapi setelah Liam masuk ke dalam, dia melihat begitu banyak barang canggih dan mewah, serta profesor dan peneliti peneliti berbaju putih, yang sedang sibuk di dalam ruangan.
Setelah perkenalan yang cukup panjang, selesai.
Liam sendiri terjun langsung ke laboratorium, bekerja bersama para ilmuwan untuk mengembangkan dan menyempurnakan formula Elixir Vitae. Ia menghabiskan waktu berjam-jam di depan mikroskop, menganalisis data, dan melakukan eksperimen.
"Kita semakin dekat," kata Liam kepada timnya, suatu malam. "Aku bisa merasakan bahwa kita akan segera mencapai terobosan."
Para ilmuan itu juga sangat senang, mereka tidak menyangka, bahwa resep obat yang mereka teliti ini, memiliki keajaiban yang sangat luar biasa. Mereka juga kagum pada Liam, awalnya mereka berfikir bahwa, Liam hanyalah anak orang kaya, yang tidak tau mau menghabiskan uang kemana, sehingga membuat semua ini sebagai pengisi waktu senggangnya saja.
Tapi siapa sangka, kalau semua ini adalah sesuatu yang luar biasa. Resep obat yang awalnya mereka ragukan, kini membuat mereka sangat kagum.