Ini hanya karya fiksi.
Yalisa adalah siswi SMK yang kerap mendapat bullyan dari teman-teman sekelasnya, bullyan yang dia terima bukan sekedar ejekan tapi juga tindakan fisik.
Hanya Mei sahabat yang membelanya di dalam kelas.
Sekolah yang tahu akan masalah Yalisa juga tidak perduli, malah menutup-nutupinya agar tidak sampai di ketahui orang di luar sekolah.
Karena kemiskinanlah yang membuat Yalisa bungkam.
Perasaan Yalisa campur aduk, marah, emosi, benci,stres, pecundang, dan tak berarti membuat dirinya ingin mengakhiri hidupnya.
Apakah Yalisa akan mati begitu saja?
Atau rasa dendam dan benci akan menjadi cinta?
atau malah akan membawa pertumpahan darah?
Manakah yang akan terjadi?
ikuti terus alur cerita SAVE YALISA
Instagram : @Saya_muchu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XIX (Sampai Besok)
Sambil menarik handle mobil Leo keluar dari dalam mobil.
“Kamu enggak usah ikut deh, di dalam saja, biar aku yang beli makanannya” Ucap Leo
“Enggak apa-apa aku temani kamu ya?” Sahut Yalisa
“Disana banyak laki-laki dan enggak ada perempuannya, kurang baik kalau kamu ikut kesana” Ucap Leo
“Oke bilang sama abang yang jualan, masaknya pakai gigi 4 biar cepat” Ucap Yalisa
Seketika suasana hati Leo berubah menjadi ceria saat Yalisa berkata begitu.
“Emangnya motor, ya sudah aku pergi, enggak akan lama”
Leo menutup pintu mobil kemudian berjalan menuju gerobak penjual martabak telor.
“Dasar Leo”~ Batin Yalisa
Dari jauh Yalisa memperhatikan wajah Leo yang begitu tampan dan lembut, tanpa Yalisa sadari air matanya menetes
“Kok, aku begini?”
Yalisa meletakkan telapak tangan kanannya ke dadanya
“Kok rasanya sakit bangat?” Dan kenapa ya, rasanya aku rindu bangat sama Leo, pada hal kan kita lagi sama-sama sekarang”
Yalisa berbicara pada dirinya sendiri.
Setelah sepuluh menit menunggu Leo kembali ke dalam mobil, Leo keheranan melihat wajah Yalisa yang yang di basahi air mata.
“Kamu kenapa?” Tanya Leo
“Aku Enggak apa-apa” Ucap Yalisa memalingkan wajahnya.
“Enggak apa-apa gimana?” Mata kamu enggak bisa bohong, kamu habis nangis?” Tanya Leo
“Iya, tapi aku enggak apa-apa, air mata ku menetes sendiri”
Ucap Yalisa yang mulai mengeluarkan air mata lagi, Leo meraih wajah Yalisa dengan kedua tangannya, lalu memutar wajah Yalisa tepat menghadap wajahnya, kemudian melap air mata Yalisa dengan kedua ibu jari Leo.
“Yalisa, kalau kamu ada masalah cerita ke aku, kalau kamu enggak ada apa-apa, mana mungkin nangis begini?”
Ucap Leo dengan suara yang lembut.
“Aku juga enggak tau kenapa, air mata ku keluar sendiri, dan hati ku rasanya sesak bangat, pada hal aku enggak ada masalah sama sekali” Sahut Yalisa
“Kenapa, aku makin rindu sama Leo ya?” Pada hal dia ada disini, dan sedang menyentuh wajah ku, kenapa aku merasa jauh dengannya, seperti kosong”~Batin Yalisa
Perasaan Leo saat itu ingin sekali memeluk Yalisa, tapi dia tidak berani karena takut di katakan lancang atau Yalisa akan marah, Leo meletakkan tangan kanannya di kepala Yalisa dan mengusap rambut Yalisa dengan lembut.
“Yalisa, kalau kamu ada apa-apa, kamu bisa cerita ke aku, jangan sembunyikan apa pun, karena aku ingin selalu ada buat kamu” Ucap Leo
“Iya, dan aku minta maaf, pada hal kita lagi senang-senang, aku malah tiba-tiba merusak suasana malam ini” Sahut Yalisa
“Ngak kok tenang saja, apa kamu mau cerita sekarang”
Leo memegang kedua pundak Yalisa dengan kedua tangannya.
“Sebenarnya aku mau cerita, tapi aku sendiri tidak tau mau cerita apa sekarang” Sahut Yalisa
“Ya sudah kalau kamu ngak mau cerita sekarang, aku akan coba mengerti, tapi kalau kamu sudah siap untuk curhat, kapan pun aku bersedia untuk mendengarkan, jangan nangis lagi, nanti tante mikir yang aneh-aneh lagi tentang kita berdua”
Ucap Leo sambil tertawa kecil agar Yalisa tidak merasa sedih lagi.
Setelah perasaan Yalisa membaik, Leo menyalakan mesin mobil dan melaju membelah jalan raya, selang beberapa menit akhirnya mereka sampai ke rumah Yalisa, Leo kembali melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 21.55
“Ayo, waktu kita tinggal 5 menit lagi, nanti tante bisa marah kalau lewat dari waktu yang di janjikan” Ucap Leo.
Yalisa melepas sabuk pengaman yang memeluk badannya, dan bergegas keluar dari dalam mobil.
Ternyata ibu Yalisa telah menunggu kedatangan mereka di teras rumah.
“Kalian sudah pulang?” Ucap ibu Yalisa
“Iya tan, kita enggak telat kan tan hehe”
Sahut Leo sambil tertawa kecil dan menyalam tangan ibu Yalisa.
“Ini tante ada martabak telor, tadi kita mampir dulu buat beli”
Ucap Leo sambil menyodorkan 2 bungkus martabak telor tersebut pada ibu Yalisa.
“Alhamdulillah, kesukaan tante nih”
Ucap ibu Yalisa dengan wajah gembira, Leo mengambil posisinya untuk duduk di samping kanan ibu Yalisa, dan Yalisa duduk di samping kiri ibunya.
“Kamu belinya banyak bangat nak, pada hal yang makan cuma ibu sama Yalisa” Ucap ibu Yalisa.
“Oh ya bu?” Sahut Leo.
“Iya, kamu bawa pulang saja 1 bungkusnya lagi” Ucap ibu Yalisa.
“Kalau enggak habis, Leo bakalan bantuin tante dan Yalisa buat makan martabaknya, karena Leo juga belum makan tante” Sahut Leo
Yalisa dan ibunya saling memandang satu sama lain, Yalisa kembali melihat hp nya yang menunjukkan pukul 22.12
“Kalau Leo masih disini apa kata tetangga nanti, yang ada kita jadi bahan gunjingan lagi”~ Batin Yalisa
Dengan santainya Leo membuka satu bungkus martabak telor yang dia bawa.
“Ayo tante Yalisa, selagi masih panas kita makan” Ucap Leo
“Anak ini apa tidak di ajarkan tata bertamu oleh ibunya?” Di usir enggak enak, enggak di usir malah tambah enggak enak” ~Batin ibu Yalisa
Kemudian ibu Yalisa menkedip-kedip kan matanya ke Yalisa, seolah memberi isyarat untuk menyuruh Leo pulang, Yalisa yang mengerti maksud ibunya langsung menganggukkan kepalanya.
“Ibu ke dalam sebentar ya ambil air minum”
Ucap ibu Yalisa pada mereka berdua, setelah ibu Yalisa berlalu dari teras, Yalisa mulai membuka obrolan.
“Leo” Ucap Yalisa
“Hmmm?” Sahut Leo
“Maaf sebelumnya, bukan bermaksud mau ngusir, tapi di lingkungan kami, batas bertamu itu hanya sampai jam 22.00, jadi...”
Leo langsung mengerti dan memotong perkataan Yalisa.
“Maaf Lis aku enggak sadar waktu, kalau gitu aku segera pulang” Leo langsung bangkit dari duduknya.
“Maaf ya, besok kita kan masih ketemu lagi, dan waktunya juga lebih lama dari yang sekarang” Ucap Yalisa
“Iya Yalisa, aku ngerti maafin aku ya”
Ucap Leo sambil menggaruk-garuk kepalanya karena merasa tidak enak. Tak lama ibu Yalisa pun keluar dalam rumah menuju ke teras.
“Lo kamu sudah mau pulang nak?” Ucap ibu Yalisa.
“Iya tante, lagian udah malam, maaf ya tan udah ngerepotin makasih juga udah izinin Yalisa keluar malam ini tante, Leo pamit pulang tan Yalisa”
Leo kembali menjabat ibu Yalisa, dan tak lupa Leo juga menjabat tangan Yalisa dengan erat. Dengan senyum lembut Leo berpamitan
“Sampai besok Yalisa”
Ucap Leo yang mulai berlalu dari hadapan Yalisa berjalan menuju mobilnya, Yalisa terus memperhatikan Leo sampai luput dari pandangannya.
“Sampai besok Leo”~Batin Yalisa
“Ayo makan martabaknya keburu dingin entar” Ucap ibu Yalisa.
“Iya bu”
Sahut Yalisa, Yalisa kembali melihat jalan raya di depan rumahnya dengan seksama.
“Aku kenapa sih?” Semua kan baik-baik saja, tapi kenapa hati ku terasa kosong”~ Batin Yalisa.
Pagi harinya Yalisa bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, setelah selesai memakai seragam, Yalisa bergegas ke dapur untuk makan bersama ibunya.
Di atas meja makan ibu Yalisa telah menyiapkan ikan mas goreng untuk lauk sarapan pagi mereka.
“Makan yang banyak ya nak”
Ucap ibu Yalisa sambil membawa piring kaca berwarna putih ke atas meja makan. Yalisa dan ibunya pun mulai sarapan bersama dengan lahap.
Setalah selesai sarapan Yalisa berpamitan pada ibunya.
“Yalisa pergi dulu ya bu” Ucap Yalisa menyalam tangan ibunya.
“Iya nak hati-hati di jalan, belajar yang rajin di sekolah ya” Sahut ibu Yalisa
“Iya bu, assalamu'alaikum”
Yalisa berlalu dari dapur mereka yang sederhana menuju ke sekolah. Seperti biasa Yalisa berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE DAN TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️
Instagram :@Saya_muchu
🐶🐭 🐱🐤 🐹🐷
🐼🐰 🐯🐱 🐭🐶
🐦🐨🐵🐻🐯 🐮🐵
🐧🐔 🐣🐮 🐵🐻
🐼🐷 🐭🐶 🐨🐰
mereka ber 3 sama2 terluka, tp yg paling terluka adalah yalisa dari part pertama sampai disini blum pernah mengalami bahagianya hidup.
leo=yalisa
jodoh tertukar menjadi
Riski=yalisa
leo=mei
ihhhh ngeriiiiii
apa karna dia melecehkan yalisa atau adakah masalah lain???