NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:155.3k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melepaskan

Celine berjalan dengan anggun di lorong sempit markas Amox. Hentakan heels-nya teratur, menggema di dinding beton yang dingin, seolah menegaskan setiap langkah keputusan yang telah ia ambil.

Tiba-tiba sebuah tangan menarik lengannya dengan kasar. Dalam satu gerakan cepat, tubuh Celine tertarik ke dinding. Punggungnya membentur permukaan dingin, napasnya tertahan sesaat. Ethan mengurungnya, kedua lengannya menahan di sisi kanan dan kiri. Jarak mereka terlalu dekat, napas mereka saling bertabrakan.

Anggota Amox yang berjaga di ujung lorong langsung menunduk dan pergi tanpa diminta. Mereka tahu, ini wilayah yang tak boleh disentuh siapa pun.

“Kau pergi begitu saja, lalu mengirimkan surat pembatalan pernikahan ke mansionku dengan bantuan Barlex.” Suara Ethan rendah, menyimpan amarah. “Dan sekarang kau kembali ke sini seolah tidak pernah terjadi apa-apa.”

Rahangnya mengeras, matanya menggelap. “Apa maksud semua ini, Celine?” desisnya menggeram.

Celine memejamkan mata sejenak. Ketika ia membukanya kembali, tatapannya sepenuhnya tenang.

“Aku hanya memperbaiki kesalahan yang sudah kulakukan,” jawabnya datar.

“Dan satu lagi,” lanjut Celine, suaranya tetap stabil. “Aku tidak pergi diam-diam. Aku sudah memberimu peringatan, tapi kau mengabaikannya dengan sadar.”

Ia mengangkat tangan, mendorong dada Ethan dengan tegas.

“Aku selesai denganmu.”

Namun Ethan tidak bergeser sedikit pun. Tangannya justru menekan dinding lebih keras, membuat jarak mereka kembali terkurung.

“Kesalahan?” ulangnya tajam. “Kau menganggap pernikahan kita kesalahan?”

Celine menatap lurus ke mata Ethan. “Ya!” katanya tanpa ragu. “Sejak awal seharusnya aku tidak mencintaimu. Aku menyesal melakukan kebodohan itu.”

Mata Ethan menatap Celine seperti hendak menyangkal, seperti ingin menghancurkan kalimat itu, seperti mencari kepemilikan yang selalu ia yakini ada.

“Bohong,” kata Ethan keras. Rahangnya mengeras, napasnya berhembus kasar. “Pernikahan ini adalah mimpimu sejak dulu, Celine.”

Celine terkekeh kecil, ada kegetiran dalam tawa itu.

“Itu benar,” katanya pelan. “Pernikahan ini memang mimpiku, Ethan. Mimpi yang kuciptakan sendiri.”

Ia melangkah lebih dekat, suaranya bergetar. “Dan karena itu juga, aku ingin mengakhirinya sendiri.”

Celine menunjuk dada Ethan, matanya perlahan basah.

“Aku membencimu,” ucapnya lirih. “Sangat membencimu.”

Ethan menegang, ketenangan di sorot matanya hilang.

Celine menelan ludah, air matanya mulai jatuh tanpa bisa dicegah. “Jika sejak awal kau menolakku, mungkin aku tidak akan sesakit ini.”

Ia terkekeh kecil, ironis, sementara air mata masih mengalir di pipinya.

“Atau sejak awal kau memang menyepelekanku karena cintaku yang terlalu besar, Ethan?” Tatapannya menusuk. “Atau kau menertawakanku dalam hati setiap kali aku berkata aku mencintaimu, setiap kali aku memohon jangan tinggalkan aku… setiap kali aku bilang aku bahagia bersamamu?”

Tangannya terangkat menyeka air mata dengan gerakan cepat, seolah marah pada dirinya sendiri karena rapuh.

“Aku melepaskanmu,” katanya akhirnya. “Kejarlah Cantika, Ethan.”

Ethan mencengkram pergelangan tangan Celine, rahangnya mengetat. “Jangan bicara sembarangan, Celine.”

Celine melepaskan mendorong tangan Ethan, melepaskan tangannya dengan susah payah. “Kau menempatkanku di posisi kedua setelah Cantika. Dan itu…” Ia menghela napas dalam, “itu melukai harga diriku.”

Celine berbalik tanpa menunggu jawaban. Ia menggigit bibirnya saat air mata kembali jatuh. Dadanya sangat sesak, tapi ia harus terus melangkah. Ia menyesal, bukan karena telah mengakhiri semuanya melainkan karena tak berhasil menahan air matanya di hadapan Ethan.

Ia tidak ingin pria itu melihatnya lemah… tidak lagi. Ia bisa hidup bahkan jika harus mengandalkan dirinya sendiri.

Lorong itu kembali sunyi, menyisakan Ethan berdiri sendiri. Pria itu menatap punggung Celine yang semakin menjauh hingga akhirnya menghilang di tikungan koridor. Hentakan heels itu masih terngiang di telinganya, teratur, tegas seperti palu yang memukul dadanya berulang kali.

Ia meraba dadanya sendiri, tepat di atas jantung. Jari-jarinya mengepal, seolah ingin meremas sesuatu yang berdenyut sakit di dalam sana. Perasaan apa ini?

Celine masuk ke ruangan pribadinya di markas lalu menutup pintu dari dalam. Bunyi kunci terdengar pelan, terasa seperti memutus dunia luar darinya. Tasnya terlepas dari genggaman dan jatuh begitu saja ke lantai.

Gadis itu menarik napas dalam-dalam, dada kirinya naik turun perlahan. Ia menempelkan punggungnya ke pintu, lalu berbisik pada dirinya sendiri.

“Jangan izinkan hatimu terluka, Celine.”

Matanya terpejam. Kedua tangannya menyilang di dada, seolah sedang memeluk dirinya sendiri. Yang punya kendali atas dirimu adalah kamu sendiri, bukan Ethan, bukan siapa pun. 

Ia mengulang kalimat itu dalam hati, seperti mantra yang bisa menyelamatkannya dari luka yang semakin dalam. Kau pintar, kau cantik, kau pantas dicintai.

Dering ponsel berbunyi dalam keheningan. Celine membuka mata perlahan. Ia berjongkok, mengambil ponsel dari dalam tas dengan tangan yang sedikit bergetar, lalu mengangkatnya dengan cepat.

“Halo, Pa,” ucapnya lembut.

“Celine… kau baik-baik saja, Sayang?” suara Golda terdengar hangat di seberang sana, penuh kekhawatiran yang tak disembunyikan.

Celine tersenyum tipis, meski matanya kembali terasa panas.

“Masih sangat sakit, Pa,” jawabnya jujur. “Tapi aku bisa mengatasinya.”

“Tidak apa-apa,” kata Golda pelan namun tegas. “Jangan lari dan jangan menyangkal. Berjalanlah ke depan bersama rasa sakit itu dan sembuhkan dirimu sendiri.”

Celine mengangguk meski tahu papanya tak bisa melihatnya.

“Iya, Pa.”

“Ingat apa yang Papa bilang padamu?”

Celine mengangguk, suara ayah dan anak itu menyatu meski terpisah jarak. “Aku menggunakan otakku untuk tidak mengizinkan hatiku terluka.” ucap mereka bersamaan.

Golda tersenyum di seberang sana. “Papa percaya kau bisa melewatinya.”

Celine memejamkan mata, air matanya jatuh lagi.

“Kalau kau lelah,” lanjut Golda lembut, “pulanglah ke pelukan Papa. Papa tidak pernah pergi. Papa selalu di sini.”

Celine menekan ponsel itu ke dadanya.

“Papa menyayangimu,” kata Golda.

“Aku menyayangimu juga, Pa,” balas Celine lirih.

Panggilan berakhir dengan kekuatan baru. Celine duduk di lantai, membiarkan sunyi menyelimuti dirinya.

Sementara itu, berita dalam negeri mendadak gempar. Satu per satu potongan informasi tersebar di ruang publik, bukan melalui layar televisi, bukan pula lewat konferensi pers resmi, melainkan melalui media sosial. Sebuah instansi pemerintahan terseret ke permukaan, dituduh ikut meloloskan indikasi perdagangan manusia secara sistematis dan terstruktur.

Petugas bandara terlihat menjalankan prosedur sebagaimana mestinya mulai dari memeriksa paspor, mencocokkan data pribadi, mengangguk profesional seolah semuanya sesuai aturan. Namun di balik layar, nama-nama tertentu sudah lebih dulu terdaftar. Target telah ditentukan bahkan sebelum kaki para korban menginjak konter imigrasi.

Dokumen internal tersebar luas: salinan data penerbangan, daftar nama korban, foto-foto, hingga pola komunikasi yang menunjukkan bagaimana data “bersih” itu sebenarnya sudah ditandai sejak awal. Bukti-bukti itu terlalu konkret untuk dibantah dengan retorika. Terlalu telanjang untuk disapu dengan kalimat klarifikasi. Nyaris mustahil diputarbalikkan dengan buzzer atau narasi.

Tak lama setelah unggahan pertama viral, media sosial mendadak bermasalah. Akses melambat. Beberapa platform bahkan sulit dibuka. Namun semuanya sudah terlambat, orang-orang lebih cepat menyimpan, mengunduh, dan membagikan ulang sebelum layar sempat menggelap. Semakin ditekan, semakin menyebar. Semakin dibungkam, semakin liar.

Mereka yang terlibat mulai ketar-ketir di balik layar. Rapat mendadak digelar, telepon berdering tanpa henti, nama-nama dipertukarkan dengan nada panik. Upaya penutupan jejak dilakukan tergesa dan penuh celah.

1
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
/Facepalm//Facepalm/ bisa aja alasannya.
Diva Yuwena
Si cantikan lama" obsesi sama ethan😬
Fazira Aisyah
Rega memang yg ter Best 👍👍👍
Fazira Aisyah
Keputusan yg bijak Celine walau bikin aku mewek 😭😭😭, Kalian memang harus saling berjauhan dulu, saling menjauh dan jgn bertemu, dgn saling berjauhan kalian akan mengerti perasaan dan hati masing-masing, terutama Untuk Ethan. dan bertemu lah kembali dalam keadaan yg lebih baik dan siap, tanpa ada paksaan dr siapanya piur dari ❤ sendiri, Semoga dengan langkah yg di ambil Celine ini, Ethan akan Menyadari perasaan Cinta yg tanpa paksaan, atau cinta yg sdh terlanjur terbiasa dr kecil, atau apapun itu.,..
Fbian Danish
huaaaaaa😭😭😭😭😭😭 km bikin aku nangis tengah malam tor...... setelah bolak balik nungguin km up, akhirnyaaa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RAIN GUNAWAN: ikut sedih😭😭😭
total 1 replies
Irma Luthfah
si tika ini dia ko muka tembok bangettt yah.. gak tau diri
Rahayu Ayu
Rega.... Rega.... aksi mu sungguh luar biasa,
Berharap Cantika kapok oleh ancaman Rega, kalaupun si Cantika mau mencoba lagi jadi racun untuk si SEthan, berharap Rega juga tidak melupakan dan merealisasikan ancamannya.
sagi🏹
selama Cantika masih berkeliaran di sekitar Ethan maka hubungan Ethan dan Celine tidak akan pernah ada titik temu dan tidak akan pernah membaik selagi Cantika masih menghantui kehidupan mereka.
itin
haisshhhhh.... rega terlalu bermain main dgn cantika ntar jatuh cinta baru nyaho loh.... males lihat ethan berharap di rega ehhhh podo ae 🤭😁
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aduh jgn 😭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Semoga Cantika kapok ,gak coba ganggu Ethan lagi...
Kalau aku sih dukung Cantika,bisa liat juga gimana kata hati Ethan...mau tetap ngurus Cantika atau fokus ke Celine... Rega,kamu ganggu Cantika aja,udah berbinar tuh matanya liat Ethan.akhirnya mewek liat pisau mu 😆😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aku jadi penasaran.. gimana cara Ethan buat jauhin Cantika 🤭
total 5 replies
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
Astaga apa maksudnya manggil² Ethan 🤣 bener-bener ga punya muka
astr.id_est
haish si ular ni belum di pecat k...
mampus kau 🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
masih juga gatel deketin Ethan...
baru di gertak Rega aja udah nangis, gimana mau jadi pendamping Ethan 😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
colok ni 😒
Felycia R. Fernandez
Regan ini teman sejati Celine...💗
Felycia R. Fernandez
ulat bulu mulai naik daun...
Felycia R. Fernandez: jijay aku kk 🤣
total 2 replies
astr.id_est
Aaaa celine ku harap kau selalu bahagia....☺
murni l.toruan
Pilihan hidup adalah kita yang memilihnya, jangan menyesal telah salah pilih Ethan
Laztrii Aryyanna
tumben,,,,,, syudah waras kah Skrang 🤣
siska nirmala
ceritanya keren...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!