Kobalt Ostman pria paruh baya yang rela menjual tiga putrinya kepada rekan binis demi perusahaan miliknya yang hampir bangkrut.
Amanda Ostman wanita berusia 24 tahun terpaksa menemui seorang kakek yang telah membelinya demi perusahaan ayahnya yang diambang kehancuran.
Arthur Smith pria berusia 28 tahun pewaris tunggal perusahaan Smith Company dipaksa menikah terlebih dahulu sebelum dia mengambil alih semua aset berharga kakeknya Tony Roberto Smith.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Arthur dan Amanda duduk didalam satu sofa sambil tertawa dengan kecil karena lelucon yang dikatakan Arthur
"Arthur"
"Ya" Jawab Arthur singkat, dia merapikan anak rambut Amanda yang berantakan di kening wanita tersebut
" Dokter Naomi itu sepertinya menyukaimu " Arthur terdiam dan menarik Amanda mendekat
"Jangan memikirkan hal yang tidak penting"
Amanda hanya diam menatap Arthur yang seakan tidak perduli perasaan Naomi padanya
" Arthur, rasa cinta itu berbeda, mungkin perasaan dia untuk mu itu tidak penting bagimu tapi tidak dengan dia"
"Sayang, kenapa kamu malah membicarakan perasaan wanita lain padaku, apa kamu ingin aku bersama nya? "
"Jika kamu juga menyukainya aku bisa apa"
Arthur langsung menatap tajam Amanda mendengar nya
"Amanda, apa selama ini kamu tidak mencintai ku? " Tanya Arthur dengan penuh tekanan
"Aku mencintaimu" Jawab Amanda pelan
"Jika kamu benar-benar mencintai ku, kamu harus mempertahankan ku bagaimanapun keadaannya"
"Meskipun kamu tidak mencintai ku? " Tanya balik Amanda
"Apa kamu meragukan cinta ku? "
Amanda terdiam dan menggenggam tangannya sendiri
"Aku tidak tahu"
Arthur menghembuskan berat nafasnya mendengar Amanda yang meragukan cintanya
"Jika saja sekarang aku dan kamu tidak dirumah kakek, aku akan melempar mu dikasur ku dan menghabiskan mu disana hingga kamu hamil anakku"
Amanda menatap Arthur yang hanya diam, dia merasa tidak enak pada pria tersebut
"Arthur " Panggil Amanda, Arthur menatap datar Amanda yang memanggilnya
"Apa kamu marah padaku? " Tanya Amanda takut-takut
"Menurut mu? "
"Iya kamu marah"
"Jika kamu tahu aku marah, kenapa kamu tidak membujuk ku? " Nada bicara Arthur terdengar kesal
Amanda mengedipkan matanya merasa bingung, dia menyentuh tangan suaminya dan mengusap nya dengan lembut
"Apa kamu masih marah? "
"Ya"
Amanda merangkul pinggang Arthur dan Memeluknya dengan pelan
"Apa masih marah? "
"Ya"
Amanda terdiam dan menatap wajah suaminya yang seakan memberikan kode melalui bibir nya
"Apa kamu ingin aku menciummu? "
"Iya" Amanda terdiam dan mendekat kan wajahnya
"Ehemm" Amanda dengan cepat menarik dirinya saat mendengar deheman seseorang
"Maaf mengganggu" Kata Naomi sambil duduk disalah satu sofa yang kosong
Arthur mengalihkan mata nya merasa tidak senang akan kehadiran Naomi
"Aku hanya ingin berkenalan dengan istri Arthur, tadi aku tidak sempat untuk berkenalan denganmu"
" Ada apa dengan dokter ini, tadi saat aku menyapa nya dia mengabaikan aku, dan sekarang malah ingin berkenalan, apa dia ini sedang menyembunyikan wajah aslinya "
"Iya tadi sepertinya Dokter Sangat sibuk, perkenalan namaku Amanda"
" Salam kenal namaku Naomi Jecly" Mereka berjabat tangan dan melepaskan dengan pelan
"Kamu lulusan mana? " Tanya Naomi
"Aku... Aku bukan lulusan perguruan tinggi, aku hanya lulusan Sekolah menengah atas"
"Arthur pria yang Prefecionis karena dia berzodiak Virgo, aku tidak menyangka dia akan mencari istri yang sederhana sepertimu, maaf jika kamu merasa tersinggung"
Arthur menatap dingin Naomi yang seakan sengaja mencari kekurangan istri nya
"Apa kamu tidak mempunyai pekerjaan lain dokter Naomi? " Tanya Arthur
" Tidak, aku akan menunggu sekitar setengah jam lagi untuk memberikan obat untuk Tuan Tony "
"Kamu bisa memberitahu Buddy untuk melakukannya"
Naomi mengepalkan tangannya kesal dan tersenyum pada Arthur
"Kamu sangat tidak hangat sekarang Arthur, dulu kamu sangat senang berbincang denganku tapi sepertinya kamu sudah mendapatkan teman berbincang baru, baiklah aku akan pergi sekarang, sampai jumpa"
Naomi berdiri dan pergi dari sana, Arthur menghembuskan kasar nafasnya dan menatap Amanda yang hanya diam saja
" Sayang, jangan dipikirkan apa yang dia katakan, aku dan dia tidak sedekat yang dia katakan"
"Aku tahu, meskipun kamu dan dia pernah menjadi hubungan pun aku tidak masalah, bukankah itu hanya masa lalu"
Arthur tidak tahu apa dia harus merasa senang atau tidak atas perkataan istrinya
"Aku senang kamu tidak marah mengenai aku dan dia, tapi entah kenapa aku juga marasa tidak senang dengan itu"
"Jadi mau kamu apa? "
"Aku ingin kamu bersikap seperti seorang istri yang takut kehilangan suami dan selalu menjagaku dari wanita lain "
"Jika aku bersikap seperti itu bukanlah itu artinya aku tidak percaya padamu"
"Aku ingin kamu cemburu saat aku bersama wanita lain, aku ingin kamu marah saat ada wanita yang menyukai ku, dengan itu aku bisa merasakan kalau kamu mencintai ku"
Amanda tertawa pelan dan memeluk lengan suaminya
"Baiklah jika itu yang kami ingin kan.... Tapi Arthur kamu sungguh berzodiak Virgo? "
"Ya" Amanda mengangkat wajah nya menatap suaminya
"Aku juga berzodiak Virgo"
"Really? "
"Ya, 11 September"
Arthur membuka besar matanya mendengar hal tersebut
"Hahahha" Arthur tertawa dan memeluk istri nya
"Ada apa? " Tanya Amanda bingung
"Aku juga lahir tanggal 11 September"
"Benarkah?! " Amanda tersenyum senang dan membalas pelukkan Arthur
"Apa ini yang dinamakan jodoh" Arthur mencium seluruh wajah Amanda dengan semangat, Amanda tertawa dan memeluk Arthur dengan erat, mereka tidak sadar bahwa Naomi melihat kearah merek dengan tatapan tajam penuh dendam.
**
Linda dan Johan juga menyaksikan kejadian dimana Naomi menghampiri Arthur dan Amanda
"Seperti nya Dokter itu menyukai Arthur" Kata Linda menatap kepergian Naomi
"Ini sangat bagus, kita bisa memanfaatkan cinta wanita itu"
"Maksudmu? "
"Hidup Tony tua itu ada ditangan dokter tersebut, kita hanya perlu sedikit memprovokasi nya"
"Aku rasa itu tidak akan mudah, bagaimana jika dokter itu malah menjadi bom waktu untuk kita"
"Rasa cinta itu bisa membuat orang bodoh, aku bisa melihat jika Dokter itu sangat menyukai Arthur"
"Jadi bagaimana caranya? "
"Aku membutuhkan kakak dalam rencana ini" Linda palsu tersebut mengerut dahinya bingung menatap Johan yang tersenyum sinis padanya.
**
Arthur memilih duduk dimeja makan sambil menatap istrinya yang sedang membuat kue untuk Tony
"Sayang apa kamu butuh bantuan? " Tanya Arthur
"Tidak" Arthur menarik nafasnya dengan pelan dan berdiri dari kursi menuju istrinya
Arthur tepat berada dibelakang Amanda yang fokus membuat kue, dia melingkar kan tangannya dipinggang Amanda dan menciumi leher istrinya
Amanda sedikit kaget dan mencoba melepaskan pelukkan suaminya
"Arthur" Kata Amanda dengan masih mencoba melepaskan pelukkan tersebut, Arthur malah semakin mengeratkan pelukkan nya dan berpindah mencium pipi Amanda dari samping
"Melihat punggung mu saja sudah membuka ku bergairah, aku bisa apa? " Arthur membalik tubuh Amanda hingga mereka berhadapan
"Arthur kamu mesum, disini rumah kakek"
"Lalu apa masalah nya? " Amanda sudah akan menjawab tapi terhenti ketika Arthur langsung mencium bibir nya, Arthur mencium dengan lembut dan mengigit-gigit kecil bibir istrinya
Amanda yang mulai menikmati ciuman tersebut kaget saat dia menatap arah belakang Arthur, disana berdiri Buddy yang juga kaget menatap ke arahnya
Amanda mendorong Arthur dengan kuat hingga ciuman tersebut terlepas
"Sayang" Kata Arthur dengan kesal
"Paman Buddy ada disana" Tunjuk Amanda, Arthur menatap arah yang ditunjuk istrinya tapi tidak ada siapa-siapa disana
"Kamu mau menipu ku" Arthur menggeram kesal menatap Amanda, Amanda menggeleng atas tuduhan suaminya
"Tidak itu... " Kata-kata Amanda terhenti ketika Arthur kembali menyerang dan mendorong tubuh nya kearah kulkas besar dan mencium nya dengan lebih liar disana, tangan Arthur bergerak dan menyentuh dada istrinya, Amanda yang merasakan itu menggigit hidung suaminya hingga Arthur menghentikan kegiatannya, mereka saling tatapan dalam kebisuan sebelum Arthur melepaskan tangannya yang menahan Amanda dan membawanya wanita itu pergi dari sana
"Arthur kita mau kemana? Kuenya belum selesai" Amanda sedikit kesulitan mengikuti Arthur yang berjalan cepat didepannya
"Aku butuh kamar sekarang! "
**
Maaf yang sudah nungguin cerita ini, aku akan fokus untuk cerita aku yang lain Mother Tony My Child, karena cerita itu bakalan End 9 atau 10 chapter lagi
Aku tidak bisa fokus ngetik A Happy Marriage dan Mother Tony My Child bersamaan, jadi aku fokus buat Mother Tony Mu Child dulu ya kak
Cerita ini akan aku lanjut sampe End setelah Cerita Mother Tony Mu Child End
Terima kasih, 😘❤
Arthur kan tau Amanda dijual ayah nya tpi knpa dia baik sama ayah Amanda
.