Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERLUKA LAGI (REVISI)
"Selamat pagi..," sapa Kai pada Krystal saat membuka matanya dan ditanggapi dengan senyuman oleh ibu hamil yang terlihat sedang sibuk menyiapkan pakaian itu.
"Kau kuliah hari ini?" tanya Kai, Krystal mengangguk tanpa menoleh pada pria itu.
"Ayo bersiap lah, Tuan harus bekerja kan," kata Krystal
Kai bergegas mempersiapkan dirinya, lalu turun ke bawah mencari Krystal ke dapur dengan membawa dasi di tangannya.
Krystal yang melihat itu sudah faham, suaminya itu tak bisa memakai dasi sendiri.
"Duduk lah dulu," kata Krystal sambil tersenyum "Baik lah," kata Kai langsung duduk sambil tertawa.
Krystal menghidangkan masakan yang dibuatnya untuk suami dan mertuanya di atas meja.
"Keadaan mu sudah membaik nak?" tanya Ayah mertuanya pada Krystal.
"Iya Ayah, aku sudah membaik" jawab Krystal sambil tersenyum
"Krys.. Ayo duduk lah..," kata Kai, setelah Krystal duduk Kai beranjak dan ternyata membuatkan susu untuk Krystal tak butuh waktu lama Kai memberikan susu itu pada Krystal dan satu mangkuk kecil berisi beberapa tablet vitamin yang harus di minum ibu hamil itu. Melihat semua yang dilakukan pria itu membuat Krystal sedikit terharu, karena perhatian yang diberikan oleh suaminya itu.
Setelah selesai sarapan dengan telaten Krystal menyimpul dasi di leher suaminya itu, Kai hanya menatap dalam wanita di hadapannya ini, wajah cantiknya terlihat begitu murung akhir-akhir ini, ditambah mata sendu yang seakan siap menangis kapan saja itu.
"Sudah" kata Krystal tersenyum sambil menepuk dada pria itu, setelah selesai menyimpul dasi.
"Terima kasih" kata Kai sambil mengelus rambut Krystal "Ayo akan ku antar ke kampus," ajak Kai, Krystal hanya mengangguk sambil tersenyum.
Keduanya hanya diam di mobil, terlebih pandangan Krystal yang terus terarah lurus kedepan, matanya menatap begitu sendu, tangannya tak berhenti mengelus-elus perutnya dan semua itu tak luput dari perhatian Kai.
"Apa yang kau fikirkan?" gumam Kai merasa heran.
Setelah sampai Krystal hendak turun tapi di tahan oleh Kai "jam berapa selesai kuliah hari ini?" tanya Kai "Mungkin jam lima sore," jawab Krystal.
"Aku akan menjemput mu jam lima sore disini, kita makan malam di luar. Kau mau?" tanya Kai.
"Eemmm baik lah," kata Krystal tersenyum dengan begitu ceria.
Krystal merapikan dasi Kai yang terlihat miring, sedikit terkejut saat bibirnya di kecup oleh suami Kai, kecupan singkat namun mampu menghangatkan hatinya pagi ini "Semoga hari mu menyenangkan," kata Krystal "Kau juga," jawab Kai
Kai berangkat meninggalkan Krystal yang terasa berbunga, entah kenapa perlakuan manis pria itu pagi ini membuat Krytsal sungguh mabuk, hatinya menghangat, senyumnya belum juga luntur sedari tadi.
***
"Kau demam, badan mu panas sayang," kata Kai pada wanita yang tengah berada di pelukannya itu.
"Eem, aku terkena flu," jawab Jenifer dengan manjanya "Mau ku antar ke Dokter?" tanya Kai "Apa perlu?" tanya Jenifer.
"Tentu sayang.. Kau harus diperikasa ke Dokter," kata Kai lalu segera mengajak jenifer pergi untuk ke Dokter.
Sementara itu Mrystal sudah duduk manis di tempatnya berjanjian dengan Kai tadi, sudah setengah jam dia menunggu tapi belum ada tanda-tanda pria itu akan datang "Kemana Ayahmu..," gumam Krystal sambil mengelus perutnya.
Krystal dikagetkan dengan suara klakson dari mobil yang berhenti di depannya.
"Sean.." sapa Krystal sambil tersenyum.
"Menunggu apa? Ayo ku antar," tawar pria tampan itu "Aku menunggu suamiku," jawab Krystal.
Sean hanya bisa tersenyum kecut, wanita yang sudah lama mengisi hatinya itu sudah bersuami sekarang. "Baik lah kalau begitu," kata Sean lalu meninggalkan tempat itu.
Krystal sudah menunggu satu jam tapi suaminya itu belum juga sampai, jam sudah menunjukan pukul enam sore sudah lebih dari satu jam dia menunggu, telpon pria itu juga tak aktif.
"Berfikir lah positif Krys.. Dia terkena macet di jalan," desis Krysral dalam hati untuk menguatkan dirinya sendiri.
Langit mulai gelap, dingin juga mulai menyusuk kedalam tubuh, tapi Krystal masih tetap diam di tempatnya semula menunggu pria yang tak kunjung datang itu.
"Baik lah nak.. Jika Ayah tak datang lima belas menit lagi kita akan pulang," kata Krystal sambil mengelus perutnya.
Sedangkan Kai masih sibuk mengurus kekasihnya yang tengah demam itu tanpa ingat sudah membuat janji dengan istrinya yang kini sedang menunggu sendirian dan kedinginan disana.
Kai membulat kan matanya saat melihat jam tangannya dan menunjukan hampir jam delapan malam sedangkan dia berjanji untuk menjemput Krystal jam lima sore.
"Ahh! Tak mungkin dia masih menunggu," desisnya dalam hati "Dia bukan wanita bodoh, jika aku tak datang harusnya dia pulang dari tadi," sambungnya dalam hati masih sambil menyuapi kekasihnya itu makan.
"Tapi bagaimana jika dia menunggu," fikir Kai lagi, hatinya tergerak dan merasa sedikit khawatir.
"Jen.. Sudah selesai?" tanya Kai sambil membersihkan sudut bibir Jenifer, perempuan itu hanya menganggu sambil tersenyum.
"Aku pulang ya," pamit Kai "Aaah aku tidak mau di tinggal Baby.. Menginap saja," rengeknya.
"Ada yang harus ku urus Sayang," kata Kai meyakinkan.
Setelah mendapat izin dia bergegas, memacu mobilnya dengan cepat.
Saat sampai disana Krystal sudah tak ada lagi disana hatinya legah, paling tidak wanita itu tak bodoh karena menunggunya.
Kai mengendari mobilnya dengan pelan menyusuri jalan yang masih dalam lingkungan kampus itu, matanya mengkap satu hal yang aneh.
Seorang wanita yang tengah berjalan pelan menyusuri trotowar, Kai menghela nafas berat tebakannya salah Krystal masih menunggunya disini.
"Krys.." keriak Kai.
Krystal menoleh dengan mata yang berbinar, wajahnya terlihat begitu pucat, bagaimana tidak udara begitu dingin, dia juga sudah sangat kelelahan.
Kai bergegas turun dari mobil menggenggam tangan wanita itu lalu meniupnya untuk memberikan rasa hangat pada Ibu hamil itu.
"Kau kedinginan?" tanya Kai, Krystal mengangguk.
"Ayo masuk lah," kata Kai mengarahkan Krystal masuk kedalam mobil lalu menyalakan penghangat di mobilnya itu.
Krystal terseder lesu di kursi mobil itu, memejamkan matanya, buka fisiknya yang lelah tapi hatinya.
"Kenapa masih menunggu ku? Kau menunggu sampai tiga jam Krys.. Harusnya kau pulang dari tadi," kata Kai.
"Aku takut bagaimana jika Tuan datang, Tuan akan khawatir saat aku tak ada," jawab Krystal dengan begitu polosnya.
"Aku tidak tau jika Tuan akan seterlambat ini," jawab Krystal sambil tersenyum sendu, tapi entah kenapa senyum itu malah membuat Kai tak enak hati.
"Maaf ya," kata Kai pada Ibu hamil itu.
"Aku sudah biasa di perlakukan seperti ini" kata Krystal membuang wajahnya.
"Mau makan apa?" tanya Kai berhati-hati.
"Aku mau pulang saja," jawab Krystal tanpa menoleh pada Kai sambil sibuk menyeka air matanya.
Kai terdiam seribu bahasa saat melihat Krystal menangis, perasaan persalah timbul di hatinya
***
Terima kasih sudah mampir ke sini, semoga menghibur ya, jangan lupa like dan komen, vote juga deng, jadiin favorite juga deng.. makasih sekali lagi ❤❤
reader wajib baca ini.