NovelToon NovelToon
DI SUDUT HATI AMARA

DI SUDUT HATI AMARA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:126
Nilai: 5
Nama Author: Pena Arafa

Ketika ada yang telah mengisi hati Amara, datanglah seseorang yang membuatnya kembali ke kisah masa lalu yang ingin di lupakan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Arafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa ya..

     Pagi ini ku terbangun saat adzan subuh berkumandang. Selesai menjalankan kewajiban sholat subuh, aku mengambil ponsel di atas makasih berniat untuk mengecek barang kali ada pesan masuk. Dan benar saja, masih dengan nomor kontak yang sama seperti semalam. Nomor tak di kenal. Karena penasaran, ku buka juga deh pesan nya.

   (Amara.. Aku harap esok,.. lusa... atau kapan pun itu kamu mau menemui ku. Akan aku jelaskan semuanya)

   (Udah tidur ya? ya udah selamat tidur.. semoga mimpi indah dan semoga hatimu bisa terbuka untuk ku lagi. Esok aku akan lanjutkan perjuanganku untuk mendapatkan maaf mu lagi)

   Entah lah siapa dia. Tapi sepertinya dia begitu mengenalku. Isi chatnya seperti orang yang merasa bersalah. Tapi siapa yang sudah berbuat salah padaku? Apa mungkin? Ah masa iya si Arsaka. Tahu dari mana dia nomor ponsel ku?. Ah sudah lah...

    Aku lanjut keluar kamar untuk bantuin ini menyiapkan sarapan.Lanjut dengan sarapan pagi bersama dan siap siap berangkat kerja.

(ntar berangkat kerja biar aku antar ya...)

Pesan dari Adit masuk saat aku sedang bersiap siap. Seny di bibir langsung merekah sambil membalas pesannya

( Iya... aku tunggu...)

Akhirnya aku menunggu jemputan dari Adit di teras depan. Entah mengapa rasanya ingin sekali aku melihat wajahnya. Rindu kah,? Atau apa? Yang pasti rasanya ingin selalu melihatnya. Ingin selalu bersamanya... Aihhh..

"Ayo berangkat bareng ayah ra? " ajak ayah sambil berjalan menuju mobil.

"Maaf yah... hari ini Adit yang akan antar Amara" jawabku malu malu

"Gitu ya... ya udah ayah duluan ya"

" Iya yah.. hati hati di jalan" ucapku sambil mencium tangannya.

Kemudian ayah pergi mengendarai mobilnya meninggalkan halaman rumah ini.

"Lho kakak kok belum berangkat? " tanya Lala yang baru keluar rumah untuk berangkat ke kampus

"Ini masih nunggu Adit jemput. Bentar lagi juga dia datang. Kamu udah mau berangkat? "

"Cie.... cie.. kayaknya udah makin deket aja nih.... " nih anak malah godain lagi

"Apaan kamu ini. Dah sana berangkat"

"Idih... pake malu malu segala.. padahal mau banget tuh... hahaha... Eh iya kak... cowok kemarin uang katanya temen sekolah kakak itu minta nomor kontak kakak lho.. Udah hubungin kakak belum tuh? " Ketika dia berhenti tertawa malah mengatakan sesuatu yang sangat mengagetkan ku.

"Maksud kamu? " jangan jangan chat dari nomor tak di kenal itu dia... Arsaka?

"Iya kak Arsaka... katanya ada urusan makanya minta nomor kakak ke aku"

Wah ternyata emang bener dia. Mau ngapain ya? Minta maaf? masa iya?

Tin... tin...

Di tengah kebingungan ku tiba tiba Adit dateng

"Berangkat yuk ra... " Ajak Adit tanpa kelar dari mobil "Sori agak kesiangan ini. Langsung aja yuk"

" Iya ayo... "

*Duluan ya dek.. Kamu juga berangkat sana" ucapku pada Lala

"Iya... " jawabnya singkat

Kami pun berangkat. Aku bersama Adit dan Lala naik motornya.

Tapi yang membuatku tah habis pikir, kenapa si Arsaka ini? Serius minta maaf atau cuma mau mainin aku lagi?. Tapi sepertinya kejadian kemarin emang nggak kebetulan deh... masa iya ada orang main nimbrung aja waktu melihat ada keluarga orang lagi liburan? Ya udah sih biarin aja. Aku nggak akan peduliin dia biarpun dia selalu mengirim pesan. Asalkan tidak sampai ke luar batas. Aku cuekin aja lah...

"Bengong aja sih ra" sapaan Adit membuatku kembali ke dunia nyata

"Nggak bengong kok... "

"Orang dari tadi diam aja... emangnya kenapa? atau lagi sakit gigi? " Tanya Adit lagi

"Beneran deh nggak papa. Nggak sakit gigi juga. Alhamdulillah sehat dan tetap semangat" jawabku sambil tersenyum tulus

"Gitu kek senyam kan jadi tambah manis"

"Masa iya..... hehehe"

Candaan membuat suasana mencair. Seperti biasanya Adit selalu bisa membuatku tersenyum. Membuatku lebih semangat menjalani hidup.

Sejak aku kenal dia setahun ini, dia selalu ada untuk ku. Membantu ku. menemaniku. Mendengarkan keluhku. Ya... berawal dari pertemuan itu...

"Aduh.... * suaraku kaget bersamanya dengan suara seorang anak kecil yang juga kaget karena kami bertubrukan

" Adek... maaf ya...kakak nggak sengaja" aku minta maaf sama adik itu... takutnya dia nangis " kamu nggak papa kan? apa ada yang sakit? aku mulai cemas.

Ini gara gara Raisa sama Dona, teman kampus ku yang lagi jalan bareng tapi mereka tiba tiba bilang ada janji dan langsung pergi. Nggak kaya biasanya yang nggak pernah ninggalin. Mungkin emang beneran ada janji. Hasilnya aku jalan sambil menggerutu dan nggak lihat ada anak kecil jalan di depan. Jadi nabrak deh..

"Aku nggak papa kak.. nggak ada yang sakit juga.....hmmm aku minta maaf juga tadi lari lari jadi nabrak kakak deh.. ". ucapnya sangat ramah untuk ukuran anak seusia mungkin sekitar 7 tahunan

" Syukurlah... emang kamu kenapa lari? terus kesini sama siapa? tanyaku lembut. Anak kecil ini manis sekali dengan rambut yang di ikat dua dan senyum yang menggemaskan.

*Sama om aku kak.. tadi kami main kejar kejaran" dia celingukan mungkin mencari om nya "Tuh dia om ku datang* jari mungilnya menunjuk pada seseorang

" Duh Alissa kenceng banget larinya... Om sampe capek ini ngejar kamu".

Cowok itu datang tergesa seperti ada rasa khawatir.

"Maaf mbak ini...? siapa? kok sama ponakan saya?" tanyanya setelah menyadari ada aku di sini

" Iya maaf... tadi saya dan adek ini tabrakan. tapi nggak papa kok"

"Wah maaf ya mungkin ponakan saya ini terlalu semangat main lari lariannya*. katanya menyesal.

" Nggak papa... nggak masalah. lagian dia sopan banget. manis" jawabku sambil mencubit lembut pipi tembemnya

Dari sanalah kami ngobrol dan entah kenapa jadi sering banget tiba tiba nggak sengaja ketemu di suatu tempat. Lama lama jadi deket tanpa di duga. Dia yang lembut dan hangat membuat hatiku mulai terusik. Hingga hari ini kami ada di situasi ini. Dia masih Adit yang sama. Yang tetap lembut dan hangat

"Udah sampe nih... mau turun atau ikut aku aja? " suara Adit menyeret ku kembali ke dunia saat ini

" Eh.. iya.., aku turun kok jangan khawatir... ".

Aku pun turun dari mobil dan masuk menuju butik. siap untuk bekerja.

" Pagi semua... " sapaku pada para teman karyawan butik bu Zahira

" Pagi... baru datang ra? " tanya mbak Sania... karyawan senior yang selalu ramah

Ting...

Tiba tiba masuk pesan dari nomor baru yang katanya adalah Arsaka. Tanpa semangat aku membukanya

( Ra.. mari kita mulai lagi dari awal.. Akan ku tebus kesalahanku dulu)

Aku mematikan ponsel tak acuh. tak ada niatan sedikitpun untuk membalas.

Mending langsung kerja aja....

1
Jun
ceritanya bagus, tapi tanda bacanya di revisi lagi kak masih berantakan. semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!