NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Terjebak Pernikahan Tuan Arogan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Stivani

Arsen Winston, seorang lelaki berhati beku, menyimpan sisi kelam di balik ketampanan yang memukau. Ia bagaikan musim dingin yang mematikan bunga—dingin, keras, dan tanpa belas kasih. Pernikahan yang menjeratnya bukanlah pilihan hati, melainkan takdir yang mengikat dengan rantai yang tak terlihat.

Amey Agatha, gadis berparas jelita dengan jiwa secerah mentari pagi, tidak pernah menyangka bahwa lelaki yang kini menjadi pendamping hidupnya bukanlah sosok penuh kasih yang ia bayangkan. Di balik senyum Arsen yang memikat, tersembunyi tabiat yang tajam dan menyakitkan, seperti duri yang melukai tanpa terlihat.

Takdir kejam menyingkap rahasia yang tak terduga—calon suami yang ia nantikan telah tiada, digantikan oleh sosok kembar bernama Arsen. Maka, Amey harus belajar menerima kenyataan pahit, berjalan di sisi seorang pria yang wajahnya serupa, tetapi jiwanya asing dan menakutkan.
.
.
©Copyright by Stivani, Agustus 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stivani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

What's wrong with you Arsen?

Amey sangat gugup. Bola matanya berputar ke sana ke mari saat Arsen semakin mendekatkan wajahnya. “Le-lepaskan tanganku. Kau menyakitiku!” teriak Amey.

Arsen melepaskan cengkeramannya. “Dengar! Bukan kau yang menceraikan aku, tapi aku yang menceraikanmu!” tukas Arsen.

“Terserah kau saja. Yang penting kita harus berpisah. Kau tidak mencintaiku, dan aku tidak mencintaimu. Tidak ada alasan untuk kita tetap bersama.”

Arsen mengepalkan tangannya. Emosinya labil saat bersama Amey. Siapa wanita ini? Sial! Dia masuk dalam list.

Pria itu kembali emosi saat mendengar ucapan Amey. Jelas saja ia semakin penasaran dengan wanita yang menyandang status sebagai istrinya itu. Ameylah wanita pertama yang membenci Arsen dan menolak untuk bersamanya, maka dari itu Amey masuk ke dalam list hater wanita pertama.

“Mark! Tepikan mobilnya.”

Mark menurut. Ia tahu apa yang akan dilakukan tuannya. Mereka berhenti di tepi Sungai yang sunyi. Amey mengerutkan kening, penasaran dengan apa yang akan dilakukan Arsen di tempat sepi seperti itu. “Apa yang akan kau lakukan?”

“Jangan membantuku.” ucap Arsen dingin.

Mark membantu Arsen untuk keluar dari dalam mobil.

“Tetap di sini dan jangan ikuti aku.” gertak Arsen.

Amey hanya mengangguk pelan dengan raut wajah yang bingung.

Mark membantu Arsen untuk berjalan, mereka berjalan sedikit jauh dari mobil. Amey hanya dapat melihat keduanya lewat kaca belakang. Pikiran Amey kembali kotor dengan kelakuan kedua pria bule itu. “Jangan-jangan …” Amey menganga. “Tidak! Tidak mungkin mereka akan melakukannya di hutan!” gumam Amey dengan memasang wajah geli.

“Mark berhenti di sini.” Perintah Arsen.

“Baik Tuan.”

Mereka berhenti di bawah pohon yang sangat besar. Tempat itu begitu sepi, hanya suara aliran air dari sungailah yang terdengar bersama dengan desiran angin yang menerpa dedaunan kering. Mark menutup telinganya dengan sangat erat.

“Arghhhhhhhh!” teriak Arsen dengan sangat kuat.

Emosi pria itu sudah di ubun-ubun. Ia tidak dapat lagi menahannya. Ia adalah tipe orang yang sangat emosian. Jika ada seseorang yang membuatnya murka, ia pasti akan menghajarnya habis-habisan. Seringkali Marklah yang menjadi tempat pelampiasan Arsen. Ia selalu menerima pukulan tuannya itu, meski ia tidak bersalah.

Arsen meninju batang pohon yang besar itu dengan sangat keras. Pukulan-pukulan itu begitu cepat mendarat di batang pohon itu sehingga tanpa disadarinya tangannya mulai mengeluarkan darah. Mark membalikkan badannya dan tidak ingin melihat saat Arsen melampiaskan emosinya dengan memukul pohon.

Mark sangat tahu jika tuannya sangat emosi. Apalagi Arsen baru saja merasakan kehilangan seorang adik yang paling ia cintai dan sayangi, ditambah lagi Amey sering membuatnya emosi. Entah apa yang membuat pria itu tidak tega menyakiti Amey dengan memukulnya. Arsen biasa berlaku kasar terhadap siapa pun yang membuatnya naik pitam termasuk wanita. Ia sering memukuli wanita-wanita malam yang tidak becus menjalankan tugas mereka.

Arsen berhenti memukuli batang pohong itu. Nafasnya terengah-engah karena mengeluarkan tenaga yang besar. Ia mengepalkan tangannya erat, sehingga cairan kental berwarna merah itu sangat nampak bercucuran di tangannya.

“Mark!” panggil Arsen.

“Apa sudah selesai Tuan?”

“Belum.”

“Silahkan Tuan lanjutkan.”

“Sekarang giliranmu. Bersiaplah!”

Deg!

Mark terperanjat. Ia dengan cepat mengatur posisinya. Ia berdiri dengan sangat tegap dan mengeraskan tubuhnya. Mark menutup matanya dan …

Bugggggg

Sebuah pukulan sangat kencang mendarat di wajah tampan milik Mark. Bibirnya mengeluarkan darah.

“Aku sudah selesai. Ayo pergi.” Tutur Arsen tanpa dosa.

Mark menyeka bibir dengan tangannya. Ia menggeleng kepalanya dengan sangat kuat agar sakitnya redah. Ketika Mark hendak membantu Tuannya berjalan, Arsen dengan sangat kuat menepis tangan Mark. “Aku bisa sendiri. Aku tidak lemah!” ketus Arsen dingin.

Mark pun membiarkan bosnya berjalan dengan pincang. “Emosimu sangat tidak biasa Tuan. Apa yang membuatmu begitu murka?” gumam Mark sembari memandangi Arsen yang berjalan pontang-panting.

Mark menyadari akan emosi Arsen yang labil. Memang sudah lama Arsen tidak memukul orang habis-habisan, dan ia mencapai emosi yang klimaks saat memukul batang pohon yang tidak bersalah itu. Jangankan batang pohon, wajah Mark yang tidak berdosa itu, juga kena imbas emosi Arsen.

Amey melihat Arsen berjalan mendekat ke arah mobil tanpa digandeng Mark. Dengan segera ia keluar dari dalam mobil dan membantu Arsen berjalan. “Kenapa Mark tidak membantumu?”

Arsen diam.

“Hey! Lihat aku, ada apa denganmu?” tanya Amey menghentikan langkahnya.

Arsen memejamkan matanya sejenak. Ia menepis tangan Amey yang menyentuhnya. “Don’t touch me!” lirih Arsen dengan menekankan nada.

Amey melepaskan tangannya. Ia membiarkan Arsen masuk ke dalam mobil. Ia menatap Mark yang masih berada di belakang. Amey tidak sengaja melihat pinggiran bibir Mark yang meninggalkan memar. “Mark! Kenapa dengan wajahmu?” tanya Amey kawatir.

“Tidak apa-apa Nyonya.”

“Apa Arsen memukulmu? Apa kalian bertengkar? Mengapa kalian berkelahi?” ucap Amey dengan deretan pertanyaan.

Mark terlihat frustasi menghadapi Amey. “Nyonya, aku harap Nyonya tidak membuat Tuan emosi.”

Amey mengangkat alis setengahnya. “Kenapa? Aku tidak pernah membuatnya emosi! Malahan dia yang selalu membuatku naik darah!” tukas Amey menaikan nada.

Mark menarik napasnya panjang dan menghembuskannya. “Nyonya Amey Winston, kiranya Nyonya mendengarkan ucapanku. Emosi Tuan Arsen sedang naik-turun. Kapan saja dia kesal, pasti dia akan melampiaskan emosinya.” jelas Mark.

“Maksudmu, dia memukulmu hanya karena melampiaskan emosinya?”

Mark berdiam.

“Dasar laki-laki gila! Seenaknya saja berlaku kasar kepada orang yang tidak bersalah! Tenang Mark, aku akan membelamu.”

“Nyonya? Aku sudah memperingatimu. Jangan membangkitkan amarahnya lagi.” timpal Mark dengan lirih. “Jika tidak …” menjeda ucapannya.

“Jika tidak? Apa dia akan memukulku. HAHA! Yang benar saja. Aku juga akan membalas memukulnya jika dia berani memukulku!”

Bukan begitu Nyonya. Jika kau membangkitkan emosinya lagi maka tubuhku yang akan menjadi tumbalnya. Tuan tidak akan berani memukulmu. Percaya padaku! ucap Mark dalam hati.

Sementara Amey dan Mark sedang berbincang, tiba-tiba suara mobil terdengar melaju dengan sangat cepat. Keduanya terperanjat hebat.

“Arsen!”

“Tuan!”

Keduanya menggerutu melihat Arsen yang pergi membawa mobil dan meninggalkan mereka.

“Mark! Sepertinya jiwa bosmu memang terganggu.”

“Ya, aku rasa juga begitu.” Sambung Mark.

***

Di mansion para pelayan sangat kewalahan menangani Soffy. Pasalnya ia mengajak komplotannya untuk berjoget ria di rumah Arsen. Dentuman musik disko menggelegar sehingga membuat benda-benda dalam rumah ikut bergetar.

Sampah cemilan berserakan di mana-mana. Meja dan lantai terlihat sangat berantakan. Di ruang tamu, para nenek-nenek rempong itu tertawa sambil melompat-lompat layaknya anak kecil yang mendapat hadiah karena bersemangat.

Soffy mengikat kepalanya dengan kain. Tidak lupa juga kaca mata hitam yang menghias matanya. Teman-teman Soffy pun demikian, sifat mereka mirip dengan Soffy. Karena sifat mereka yang tidak ada bedanya sehingga mereka bersahabat dan membentuk sebuah genk yang bernama Kawai Squad.

“Nenek-nenek yang sangat cantik, bisakah kalian mengakhiri pertemuan kalian?” tanya Elis sembari berteriak karena suaranya ditutupi musik disko yang sangat kuat.

Soffy dan kawan-kawan tidak mendengarnya. Malahan goyangan mereka semakin menggila. Elis sangat frustasi menghadapi squad itu. Ia mengecilkan volume musiknya dan barulah kelima Nenek itu berhenti.

“Elis! Apa yang kau lakukan?”

Elis menarik napasnya. “Nek, sebentar lagi Tuan dan Nyonya Winston akan kembali. Jika mereka melihat kekacauan ini pasti mereka tidak akan suka.” ucap Elis.

“Astaga dragon! Kau benar Elis. Tunggu sebentar.” tutur Soffy. “Squad… berbaris!” teriak Soffy mengumpulkan pasukannya.

Keempat Nenek itu langsung berbaris dengan sigap. Soffy sebagai ketua geng langsung menyampaikan instruksinya. Elis dan para pelayan menganga saat melihat mereka membentuk formasi yang aneh.

“Kawaiiiiii Squad!!” teriak Soffy.

“Go .. go .. go…!” ucap keempat Nenek itu dengan lantang.

“Moto kita …?”

“Awet muda … awet muda … dan tetap awat muda!”

“Bersihkan tempat ini sebelum cucuku pulang. Ayo!” perintah Soffy.

“Siap delapan enam!”

Dengan cekatan mereka membersihkan ruangan itu. Kecuali Soffy, yang hanya duduk mengangkat kakinya dan kembali menonton drama Korea. Ketua geng mah bebas.

To be continued ...

LIKE, KOMEN, VOTE, RATE 😘

1
jumirah slavina
meninggoy 😱
N@MIK♡
Luar biasa
Mikes Amalia
lanjutin cerita anak anak arsen kaaa
Rohimatul Amanah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rohimatul Amanah
Luar biasa
♊Gemini06
Lumayan
ros
Luar biasa
ros
Lumayan
Ayu Ade Yulianita
Luar biasa
milie
Bu
Puspita Sari
ngakak aseli.....tokoh arsen yg katanya dingin kejam di pikiran gw udh ilang skrg yg ada arsen yg konyol 😂😂😂
Septina Ulandari
Luar biasa
Pudji Widy
keluarga Winston kan kg berduka Arka meninggal baru siang tadi kok bisa2 ngadain pesta pernikahan..apagi nginep di hotel...???
Triiyyaazz Ajuach
ada nata de coconya 😄😄😄 emangnya es kelapa muda
keke global
maksudnya implan yaa hehehehe
SeoulganicId
oalah olin bisa bisanya gue pikir si elis😭
Lasman Silalahi
kok alurnya jadi rancu
Nuroden Lina
ceritanya best banget..suka banget dengan watak tuan arogan arsen
Mesri Simarmata
dugaan ku bener, gadis bule itu Eggi karena sdh di kasih klue di episode sebelumnya klo Eggi jg pasti punya peran dlm cerita novel ini
Mesri Simarmata
keren seru banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!