NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Siapa Daffa?

Siapa Daffa adalah pertanyaan yang terus bergema di dalam kepala Arga Dirgantara laksana sebuah alarm bahaya yang tidak mau berhenti berbunyi. Dia melemparkan sebuah map plastik berisi biodata siswa ke atas meja kerja dengan gerakan yang sangat kasar serta penuh dengan amarah. Di hadapannya, Maya berdiri dengan bahu yang bergetar hebat sementara matanya menatap ubin lantai yang terasa sangat dingin serta kaku.

"Apakah dia adalah alasan utama mengapa kamu selalu menolak untuk saya jemput tepat di depan gerbang sekolah setiap sore?" tanya Arga Dirgantara dengan nada yang sangat mengintimidasi.

Maya Anindya mengangkat wajahnya yang kini sudah basah oleh air mata yang terus mengalir deras tanpa bisa dia bendung lagi. Dia merasa sangat terhina karena suaminya menggunakan kekuasaan militernya hanya untuk menyelidiki kehidupan pribadinya di sekolah menengah atas. Baginya, Daffa hanyalah seorang teman baik yang selalu ada saat dia merasa kesepian akibat kehilangan sosok ayah yang sangat dia cintai.

"Daffa adalah satu-satunya orang yang memperlakukan saya sebagai manusia biasa, bukan sebagai objek kontrak yang harus terus diawasi!" teriak Maya Anindya dengan suara yang pecah.

Arga Dirgantara melangkah maju hingga jarak di antara mereka berdua hanya tersisa beberapa senti saja sehingga napas panasnya terasa di kening Maya. Dia mencengkeram pinggiran meja kayu itu hingga buku-buku jarinya memutih karena menahan emosi yang meluap-luap laksana lahar gunung berapi. Rasa cemburu yang sangat purba mulai mengaburkan logika sehatnya sebagai seorang perwira yang seharusnya selalu bersikap tenang serta penuh perhitungan.

"Saya tidak peduli seberapa baik dia memperlakukanmu, karena pada kenyataannya kamulah yang melanggar aturan kesepakatan kita!" tegas Arga Dirgantara tepat di depan wajah istrinya.

Maya hanya bisa tertawa getir sambil menghapus sisa air matanya dengan punggung tangan yang gemetar laksana daun yang tertiup angin kencang. Dia merasa bahwa pernikahan ini tidak lebih dari sekadar penjara yang sangat mewah dengan sipir yang sangat tampan namun tidak memiliki perasaan sedikit-pun. Kemarahan Arga yang meledak-ledak justru membuatnya semakin merasa jauh dari pria yang seharusnya menjadi pelindung bagi dirinya tersebut.

"Jika Anda merasa saya telah melanggar kontrak, maka silakan Anda berikan hukuman apa-pun yang Anda inginkan sekarang juga!" tantang Maya Anindya dengan tatapan yang sangat menantang.

Mendengar tantangan itu, Arga terdiam sejenak sambil menatap bola mata Maya yang mencerminkan luka batin yang sangat mendalam serta penuh dengan penderitaan. Dia menyadari bahwa kata-katanya mungkin telah melukai perasaan gadis remaja yang seharusnya dia jaga dengan penuh kelembutan serta kasih sayang. Namun, sebagai seorang prajurit sejati, dia harus tetap menegakkan kedisiplinan demi menjaga rahasia besar yang sedang mereka simpan rapat-rapat.

"Besok pagi, kamu akan menerima konsekuensi atas tindakan cerobohmu yang membiarkan lelaki itu datang ke markas komando ini," ucap Arga Dirgantara sambil membalikkan badannya secara kaku.

Maya terdiam membisu saat melihat punggung suaminya yang menjauh menuju pintu keluar dengan langkah yang sangat teratur serta penuh wibawa militer. Dia merasakan sebuah firasat buruk yang mulai menyelimuti pikirannya mengenai jenis hukuman yang akan diberikan oleh sang perwira yang sangat dingin tersebut. Malam itu terasa sangat panjang bagi Maya yang terus membayangkan nasibnya saat harus menjalani hukuman lari keliling lapangan.

 

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!