NovelToon NovelToon
Nafas Sang Terbuang

Nafas Sang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Perperangan / Kebangkitan pecundang / Action / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: ohmyzan

Menceritakan Jihan seorang pemuda berusia 14 tahun, lahir dengan akar spiritualnya yang rusak. Demi ibunya yang sakit, ia menentang takdir dan menapaki jalan kultivasinya sendiri, sebuah jalan yang tak pernah terbayangkan bahkan oleh langit sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ohmyzan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Kalimat itu terus berputar di kepala Jihan, seperti gema yang menolak reda.

Sekilas, ucapan Kakek Danu terdengar seperti doa. Namun bagi Jihan, kata-kata itu lebih menyerupai peringatan samar... sesuatu yang belum ia pahami, tapi terasa berat.

Ia menatap langit kosong tempat Kakek Danu dan Raras menghilang. Ada perasaan ganjil yang tertinggal di dadanya, seolah sesuatu telah tercabut tanpa izin. Pertemuan singkat itu meninggalkan bekas yang asing... kedekatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, namun terlalu cepat untuk diberi nama.

Namun keheningan hutan segera menariknya kembali pada kenyataan.

Bayangan wajah ibunya muncul di benaknya... pucat, lemah, mungkin tengah menatap pintu dengan cemas. Kekosongan di dadanya seketika digantikan rasa khawatir yang nyata, menekan tanpa ampun.

Dengan napas berat namun tekad yang menguat, Jihan meraih kembali keranjang kayunya di bawah pohon. Ia berbalik, melangkah tanpa menoleh lagi.

Di bawah sinar pagi yang perlahan menghangatkan bumi, dua jalan terbentang ke arah berlawanan. Pertemuan itu mungkin telah usai, namun sebuah janji telah terucap... mengikat dua hati yang bersinggungan terlalu singkat untuk disebut takdir, namun terlalu dalam untuk dilupakan.

Langkah Jihan mantap menyusuri hutan. Sejak terbangun, tubuhnya terasa berbeda. Medan yang biasanya memperlambat langkah kini terasa ringan. Akar pohon, semak berduri, tanjakan terjal... tak lagi menjadi hambatan berarti. Dengan tubuh yang telah diperkuat oleh sesuatu yang belum sepenuhnya ia pahami, perjalanan pulang terasa jauh lebih singkat.

Tak lama kemudian, ia menapakkan kaki di tanah Desa Batu Sungai.

Keheningan hutan berganti dengan hiruk pikuk desa yang perlahan terbangun. Jihan berhenti sejenak di batas hutan, menarik napas dalam-dalam.

“Rasanya… baru sehari berlalu, tapi aku sudah merindukan tempat ini,” gumamnya.

Ia tahu, kepergiannya pasti menimbulkan kekhawatiran. Terutama bagi ibunya... dan kepala desa. Ia harus memberi penjelasan yang cukup masuk akal, tanpa memancing kecurigaan.

Dengan tekad bulat, Jihan melangkah melewati gapura bambu.

Bisik-bisik segera terdengar.

“Bukankah itu Jihan, anak Bu Wulan?"

“Dia masih hidup?”

“Kupikir sudah dimangsa binatang buas!”

Jihan memilih diam. Tatapannya lurus ke depan, wajahnya datar, meski dadanya berdebar tak beraturan.

Langkahnya terhenti di halaman rumah kepala desa. Beberapa pelayan yang sedang bekerja mendadak membeku, menatapnya seolah melihat hantu. Salah satu dari mereka berlari masuk.

“Kepala Desa! Jihan kembali! Dia… dia di luar!”

Tak lama, pintu terbuka lebar.

Arya Jaya berdiri di ambang pintu. Wajahnya tampak lelah dan kusut, namun matanya langsung membulat saat melihat Jihan berdiri di sana.

“JIHAN!”

Tanpa peduli sekitar, Arya Jaya menghampiri dan memeluknya erat. Pelukan itu kuat, penuh emosi yang tertahan semalaman.

“Pak Arya… tolong… Jihan tidak bisa bernapas…”

Arya Jaya tersentak, lalu buru-buru melepaskannya. Ia menatap Jihan tajam, matanya berkaca-kaca.

“Sekarang jelaskan. Apa yang terjadi padamu di hutan?”

Jihan mengangguk. Ia menceritakan sebagian kebenaran... tentang serangan binatang buas dan seorang pendekar misterius yang menyelamatkannya. Ia menyembunyikan bagian lain.

Di akhir cerita, ia menurunkan keranjang kosong dari punggungnya.

“Aku… gagal membawa kayu.”

Arya Jaya terdiam sejenak, lalu menjitak kepala Jihan pelan.

“Bocah bodoh. Masih saja mikirin kayu saat nyawamu hampir melayang.”

Nada suaranya melunak.

“Yang penting kau selamat.”

Ia menyerahkan sebuah kantung kecil.

“Gunakan ini untuk membeli pil obat yang lebih baik untuk ibumu. Penyakit spiritual seperti itu berada di luar jangkauan kita. Hanya para pendekar abadi dan perguruan besar yang tahu cara menyembuhkannya.”

Arya Jaya menepuk bahu Jihan.

“Besok kau tak perlu bekerja. Habiskan waktu dengan ibumu. Semalam… dia sangat cemas.”

Jihan tersentak.

“Ibu… bagaimana keadaannya?”

Wajah Arya Jaya berubah. Pucat perlahan merayap.

“Wulan… sejak semalam tak sadarkan diri.”

Kata-kata itu menghantam Jihan tanpa ampun.

“Ti—tidak…”

Kepanikan dingin menjalar dari dadanya. Tanpa sepatah kata, Jihan berbalik dan melesat pergi. Langkahnya begitu cepat hingga hanya menyisakan bayangan kabur dan debu yang beterbangan.

Arya Jaya terpaku, tangannya terulur sia-sia.

Di belakangnya, sebuah suara tenang terdengar.

“Biarkan dia, Arya. Anak itu perlu menghadapi kenyataan ini sendiri.”

Arya Jaya menoleh. Prana berdiri di sana, kembali dari perjalanannya, bertopeng perak, posturnya tegak dan sunyi.

Arya Jaya mengangguk perlahan.

“Ini salahku,” gumamnya.

“Seharusnya aku tak membiarkannya ke hutan.”

Pikirannya melayang ke malam sebelumnya... pencarian di hutan, jasad-jasad manusia yang tercabik brutal, mulai busuk. Di tengah pemandangan itu, Wulandari pingsan, tubuhnya tak sanggup menahan teror dan ketakutan.

Mungkin ia berpikir Jihan bernasib sama dengan mereka.

Arya kemudian menengadah ke langit pagi.

Cahaya matahari menembus sela dedaunan, terasa jauh… namun ia berharap secercah sinar itu cukup untuk meringankan beban yang kini menghimpit dadanya.

1
Ancient
Ayoo jangan lupa tinggalkan likenya🙏 biar author Semangat 🫶
Zhareeva Mumtazah anjazani
Lah jika arya mati siapa yang akan jadi kepala desa selanjutnya?
DownBaby
BENERKAN UNTUK MENYDARKAN JIHAN PERLU PENGORBANAN YANG SETARA JUGA
DownBaby
hell nah novel ini kedepannya bkl penuh tragedi/Sob/
Ar`vinno
apa tuh
Erigo
mungkinkah...
Embun Pagi
Lanjut Thor
DownBaby
JIHAN
Erigo
SERU BANGET THOR LANJUT, KASIHAN AMA JIHAN ASLI DI FITNAH AMA PENDUDUK DESA, KEHILANGAN IBUNYA😭
Ancient: Itulah ujian untuk Jihan hehe
total 1 replies
Erigo
Yah jelas sekali dengan kondisinya sekarag, Jihan menjadi gila🤭
Erigo
Terdengar familiar

"Tuhan telah mati dan kita membunuhnya"
Erigo
bagus Jihan
Erigo
WOI LU KAN YANG NYAMPERIN
Erigo
Makin seru, tapi kasihan Jihan di fitnah mlu😭
Erigo
Thor
Erigo
begitulah manusia
Erigo
👍
Erigo
Apakah bakal jadi guru Jihan?
Djumadi Dudung
orang nglamun kog panjang bnr
Ancient: itu transisi flashback kak
total 1 replies
Erigo
tuh kan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!