NovelToon NovelToon
Cinta Dan Benci

Cinta Dan Benci

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Tiya Corlyningrum

Kisah cinta dan peliknya kehidupan Nadia Mark Wijaya. Menjadi anak 'brokend home' bukanlah bagian mimpinya.

Saat suami menghianati istrinya..
Papa yang melukai anaknya..
Dan, kekasih yang mematahkan kepercayaan atas cinta!

Hidup Nadia benar-benar berantakan, mulai dari perceraian kedua orang tuanya karena perselingkuhan papanya. Ditambah kenyataan sang kekasih bermain api dengan kakak tirinya.

Berbagai pengkhianatan dari orang-orang terdekatnya membuat Nadia tidak lagi mempercayai cinta. Hanya kebencian yang kini menyelimuti hati wanita itu.


"Aku adalah pemeran utama dalam sandiwara kecil berjudul KITA, namun kau bawa dia dan mengubah alur cerita."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiya Corlyningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kencan

Hari ini merupakan hari yang ingin sekali aku skype, alasannya pasti kalian tau lah ini malam minggu dan nanti malam aku harus ngedate sama Ketsis tengil lebih tepatnya Ngedate Paksa.

Aku menghembuskan nafas kasar, bagaimana nih cara menghindar dari tuh Ketsis tengil? Ayooo Nadiaaa pikir pikiiiiiirrrrrrrr.

"Woee mikir apa sih kayak mikir hutang aja," kata Oliv membuatku berjingkat kaget.

Aku menoleh ke arahnya dengan tatapan kesalku, sudah menjadi kebiasaan wanita itu yang selalu membuatku berjingkat kaget setiap kali dia datang menyapa secara tiba-tiba.

Ingin sekali aku memasukkannya kembali kedalam rahim bundanya. Tapi, kalau tidak ada Olivia siapa yang menjadi temanku berkeluh kesah. Dan juga, siapa yang akan sesabar dan sepengertian seperti Olivia sebagai seorang teman?

"Ishhhhhh, ngagetin aja sih. Untung aku nggak ada riwayat jantung. Kalau ada bisa tambah satu nama dong," keluhku membuat Olivia menatapku dengan seksama, tapi bukan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

"Emang apa?" tanya Oliv penasaran

"Almarhum Nadia Mark W," kataku membuat Olivia terbahak di tempatnya.

"Kamu mah suka becanda deh Nad, eh iya W itu singkatan dari apa sih?" tanya Olivia dengan keningnya bertaut pertanda wanita itu nampak penasaran dan ingin tahu.

Aku berpikir sejenak, entah sudah keberapa kalinya orang-orang bertanya tentang nama W yang menjadi marga di belakang nama lengkapku.

"W itu waktu, hahaha," kataku dengan tertawa berlari keluar kelas, meninggalkan Olivia dengan wajahnya yang cemberut kesal.

Bughhhhhhh, aku sedikit terpental saat tubuhku menabrak seseorang tanpa sengaja. Aku meringis merasakan bahuku terasa nyeri.

"Awwww, jalan tuh pakai mata kek!" omelku sambil meringis mengusap bahuku.

Aku menatap kearah orang yang nabrak aku. Whatttttttt dia lagiiii? Oh Noooooooo! Beberapa hari ini aku dibuat kesal setengah mati dengan kucret satu ini.

"Hai darling, em tunggu deh. Bukannya kamu anak IPA ya, seharusnya tau dong fungsi organ itu apa? Jalan itu pake kaki, lihat pake mata, dan cium pake bibir," jelasnya panjang kali lebar menatap ke arahku dengan tatapan menggoda khas dirinya.

'Cupp', hei dia mencium pipiku. Aku mengerjap sadar akan apa yang sudah dilakukan tuh Ketua OSIS sinting yang sudah tidak ketulungan.

Berani-beraninya dia mencium pipiku, awas saja kamu Fernando!

"Bwahahahaha," tawanya menggelegar berlari kabur dari hadapanku.

"Hei awas aja yaaaa!" teriakku jengkel mengepalkan tanganku kearahnya.

Sialan, lelaki itu nampaknya mencari kesempatan dalam kesempitan.

"Sampai nanti malam darlinggggg," teriaknya melambaikan tangannya ke arahku.

Aku berjalan ke arah kantin dengan mengerucutkan bibir dan menghentak hentakkan kakiku kesal.

"Sebelll sebelllll seebellllllllllll," teriakku membuat para siswa di kantin melihatku bingung.

Aku menatap mereka semua dengan kesal.

"Apa lihat-lihat, pengen aku tonjokkkk hahhh?" kataku garang macam Kak Ros di serial Upin dan Ipin. Hahaha ....

'Ambil napasss ... hembuskannn ... ambil nafasss ... hembuskann,' batinku mengatur emosi.

"Muka kamu napa?" tanya Kak Regan di depanku. Aku mengerjap kaget, masa iya cowok dingin ini nyapa aku duluan???? Wuahhh mimpi apa aku semalam?

Mulutku menganga tidak percaya, lelaki paling pendiam diantara yang lainnya. Dengan wajah bagaikan patung porselin yang sangat mulus dengan bibir ranumnya berwarna merah. Oh My God, dia ciptaan Tuhan paling tampan.

"Hei diajak ngomong malah bengongg," ucapnya sambil melambai lambaikan tangannya padaku

"Hah? Oh engggak apa-apa Kak," ucapku gugup.

"Sendiri?" tanya Kak Regan celingukan mencari seseorang di belakangku.

"Iya nih," jawabku.

"Nggak sama pacarnya Rehan?" tanyanya lagi.

"Oliv di kelas kak, mungkin sekarang sama Kak Rehan," kataku, Kak Regan menganggukkan kepalanya.

Aku memperhatikan wajahnya, sangat tampan tapi lebih tampan Kak Fernand sih. Tapi kak Regan punya mata yang keren, apapagi kumis tipisnya. Eh kok malah sampai Ketua Osis mesum itu sih. Ya kali Nadiaaaa otak lo geser mungkin ya?

"Aku balik dulu ya Nad, see you," pamit Kak Regan tersenyum ke arahku begitu mendapatkan pesan masuk di ponsel yang saat ini lelaki itu pegang.

"Oke kak, see you too," kataku tersenyum ke arahnya.

*

Saat ini aku sedang menonton kartun kesukaanku, kalian tau kan kartun marsha and the bear ????

Drttt drtttt, getar ponsel di atas meja membuatku mengalihkan pandanganku dari TV.

Pesan masuk dari Kak Fernando.

@Fernand : Satu jam lagi aku ke rumahmu, dandan yang cantik yaa <3

Huhhhh, mau gimana lagi coba toh aku sudah berjanji padanya. Oke saatnya bersiap-siap sebelum dia datang dan ngomel ini ituu.

Aku membutuhkan waktu 45 menit untuk bersiap, setelah selesai aku turun ke ruang tamu untuk menunggunya menjemputku.

"Loh kok kamu udah cantik ,mau kencan ya?" tanya Mama menggodaku.

"Lebih tepatnya kencan paksa Maaaa," kataku cemberut.

"Ih enggak boleh gitu, nanti kamu jatuh cinta loh sama dia," kata mama.

Dinnnn dinnnnn, suara klakson mobil membuatku lantas menoleh. Itu pasti Kak Fernand.

"Ayo ke depan, Mama antar," kata mama berjalan ke depan lebih dulu.

Kak Fernand turun menyalami Mama. Seperti lelaki pada umumnya, Kak Fernando berpamitan kepada mama untuk mengajakku pergi keluar.

"Kami pemit dulu Tante," pamit Kak Fernand

"Iya hati-hati, pulangnya jangan kemaleman ya nak Fernand," kata Mama diangguki Kak Fernand.

.

Kita sampai di sebuah mall besar yang ada di pusat Kota Bandung, dia memegang tanganku erat. Ughhhh, aku mencoba melepaskan pegangannya tapi dia malah mengeratkan pegangannya.

"Udah enggak usah protes, tuh liat cowok-cowok lihat kamu ngiler," katanya.

Ya kali aku makanan? Baru sadarkah lelaki itu kalau aku memang pusat perhatian para lelaki?

"Ya kamu aja yang ngepel lantai kalo basah, hahaha," kataku tertawa.

"Kamu cantik kalau tertawa," katanya menatap mataku lekat.

Astaga, kenapa jantungku ini?

"Gombal mukiyooooo!" cibirku berjalan mendahuluinya.

"Nadiaaa ... tunggu," katanya mengejarku.

"Oh iya kita mau ke mana nih?" tanyaku bingung.

"Gimana kalau nonton, ada film bagus loh. Salah satu film remaja yang diangkat dari platfrom baca online," katanya menawarkan satu film yang saat ini tengah tayang.

"Boleh," jawabku antusias.

Aku dan Kak Fernand berjalan menuju bioskop yang ada di lantai tiga mall yang kami kunjungi. Setelah memesan tiket bioskop dan membeli makanan ringan serta minuman yang ada di sana kami segera masuk ke dalam ruang bioskop. Lampu mulai dimatikan dan berputarlah iklan sebagai pembuka.

"Hahhh?" teriakku kaget saat melihat video yang menampilkan foto-fotoku terputar di sana.

Ada fotoku pertama kali saat masuk kelas, lali videoku bertengkar dengan Kak Fernand hingga kemarin saat Kak Fernand mencium pipiku. Astaga, aku menengok ke arah samping tempat Kak Fernand duduk tapi dia tidak ada.

Jadi semua itu direkam dengan sengaja oleh dia? Dan dengan niatnya membuat video seperti itu.

"Hai, mungkin kamu bingung dengan semua ini tapi itu semua aku kumpulin dari tim jurnal yang sengaja mengabadikan momen kita. Nadia, kamu wanita pertama yang berani nentang keputusanku, kamu bar-bar, kamu cerewet, kamu menyebalkan, tapi kamu juga yang membuat hari-hariku lebih berwarna. So, will you be my girl friend?" ucap Kak Fernand dengan menggunakan Mic yang kini berada di tangannya.

Kak Fernand berjalan ke arahku, lelaki itu menggenggam tanganku.

"Will you be my girl friend?" tanya Kak Fernand menatap mataku dalam.

"Terimaa terima terimaaaaaaa," teriak para penonton lainnya.

Aku menatap matanya mencari kesungguhan, aku tidak ingin jadi korban seperti mantan mantannya yang berakhir sakit hati, dia menatapku begitu serius.

"Aku tidak tahu harus menjawab apa, rasanya ini terlalu cepat untuk menyadari perasaanku sendiri. Tapi, kalau Kak Fernando tidak keberatan bisakah kita memulai semuanya dari awal?" kataku mantap.

Kak Fernando tersenyum dan mengangguk mantap.

"Aku ingin memulai hubungan denganmu, aku akan membuatmu yakin bahwa kamu mencintaiku," ucapnya penuh percaya diri.

1
Andi Fitri
👍👍👍
Siska
kok ak bingung ya. bukanya kelulusan ya. kok jd msh kls 2
Gue Kangen🥰
sadar pak.... sadarrrr..... mantan tuuuu😆😆😆
Fikavindia
aku gk bisa baca nama panjang Fernando🤣
Elly Watty
mnding nadia jgn tiru sifat emaknya deh, hrs konsisten ma ucapannya, jg ngeludah trus dijilat lg
Elly Watty
seorang ibu hanya krn kenikmatan biologis sementara dah g peka sama anaknya, q jd condong k ferra dr pd sonia, elegan tp kyak pelacur
Elly Watty
1000% kecewa bnget ma sonia, dia tak ubahnya kyak pelacur, didekati bram dia g mau, skrg mlah pelakor teriak pelakor
Elly Watty
jijik q thor dg sonia, bener kata si suami keplek kyak ardhi, klw msih cnta knp tdk bsa memaafkan skrg mlah lbih parah dari ferra, berzina dg mntan suami, lah mnding ferra msih dinikahi meskipun dibawah tangan
Elly Watty
jgn goblok deh si sonia diselingkuhin 15 thn msih g bisa moveon?awalnya q salut tp di part ini q jd g respect bnget ma sonia ketika tahu klw dia msih mngharapkan mntan suaminya
Elly Watty
udah bikin klah telak gi si pa2n cucian ardika, buat sonia nikah ma bram ja biar dia stroke skalian
Elly Watty
harus nya si Bpk g tau diri g usah ngasih boneka nya dulu coz da nadia tp nyatanya otak si Bpk konslet tetep ja boneka nya dikasih pdahal tanpa sengaja itu dah melukai nadia
Elly Watty
alur ferdinand n nadia terkesan tergesa2 n dipaksakan...
bung@ter@t@i
sakiiiit tau gak thoooor
Me Ta
his Sonia menjijikan🤮🤮
divyyy
pusat masalahnya di ferra itu
Masttk Eko Prasetyo
kutunggu cerita selanjutnya
Masttk Eko Prasetyo
ciye...mulai perhatian si fernand
Masttk Eko Prasetyo
bau baunya mau ada yg jatuh nih ama adik kelas
Masttk Eko Prasetyo
penisirin cerita selanjutnya
Darla Calista
si anjjjing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!