NovelToon NovelToon
Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:137.7k
Nilai: 5
Nama Author: poppy susan

Bagaimana jadinya jika seorang pengusaha sukses dan terkaya se-ASIA yang kekayaannya tidak akan habis sampai tujuh turunan, harus pura-pura miskin demi mendapatkan cinta sejatinya.

Akankah si pria itu bisa menemukan wanita yang benar-benar mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Menghadiri Reunian

Beberapa saat kemudian, Nata dan Violet pun sampai di kontrakan.

"Terima kasih ya, Mas."

"It's Oke."

Violet melihat motor Pelangi sudah terparkir, dan itu artinya Pelangi sudah pulang bekerja.

"Lah, Mas Nata pakai sepeda sekarang? motornya ke mana?" tanya Pelangi saat Vio masuk ke dalam kontrakan.

Vio menjawabnya hanya dengan mengangkat kedua bahunya, lalu Vio pun duduk di sofa dengan memijat keningnya yang tiba-tiba terasa berdenyut.

"Bagaimana masalah reunian itu?" tanya Pelangi.

"Aku mau datang sama Mas Nata, katanya teman dia orang kaya semua jadi dia mau pinjam mobil salah satu temannya, kamu sendiri bagaimana?" seru Vio.

"Aku mau ngajak Adi teman kerja aku di bengkel, kebetulan dia keponakannya Pak Edo Manager bengkel, jadi katanya dia mau pinjam salah satu mobil di bengkel," sahut Pelangi.

Pelangi dan Vio sama-sama menghembuskan napasnya secara kasar.

"Kenapa nasib kita begini amat sih, Pel? kapan kita jadi orang kaya?" keluh Vio.

"Entahlah, hanya keajaiban yang akan merubah kehidupan kita."

***

Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa besok adalah acara reunian teman-teman Vio dan Pelangi.

Malam ini, Vio sedang melamun sembari mengotak-ngatik ponselnya di kursi yang ada di depan teras kontrakannya.

Nata keluar dari dalam kontrakannya dengan membawa sebuah kotak.

"Ini untukmu," seru Nata dengan memberikan kotak itu kepada Vio.

"Apa ini?"

"Buka saja."

Vio pun membuka kotak itu dan betapa terkejutnya Vio saat melihat isi dari kotak itu, bahkan saking terkejutnya Vio sampai menganga.

Nata yang merasa gemas merapatkan mulut Vio yang menganga.

"Jangan menganga terus, bisa-bisa nyamuk masuk tuh ke dalam mulutmu."

"Mas, ini gaun untukku?"

"Ya iyalah, memangnya untuk siapa lagi."

Vio melihat gaun itu dan mencocokkannya di tubuhnya.

"Wah gaunnya bagus banget, kamu nyewa dimana Mas?" tanya Vio polos.

Nata menoyor kepala Vio membuat Vio mendelikan matanya. Nata memperlihatkan bandrol harga gaun itu kepada Vio.

"Lihat ini, masih ada bandrolnya dan itu artinya gaun ini baru bukan sewaan," sahut Nata dengan gemasnya.

Vio melihat bandrol itu dan lagi-lagi Vio membelalakkan matanya saat melihat harga gaun itu.

"Allahuakbar, ini gak salah Mas harganya mahal banget. Memangnya Mas punya uang sebanyak ini dari mana? jangan bilang, Mas Nata mau masukin harga gaun ini ke daftar hutang aku? bisa habis gaji aku kalau begini," keluh Vio.

"Aku beli ini buat kamu, gak usah mikirin harganya dan gak usah mikirin cara bayarnya, cukup kamu pakai saja."

"Serius Mas?"

"Iya bawel."

"Ih, Mas Nata baik banget sih."

Tidak lama kemudian, Pelangi pun baru saja pulang. Dia katanya habis membeli gaun juga untuk acara besok, tadinya Vio juga ingin ikut dengannya cuma uang Vio sudah sangat pas-pasan untuk bekalnya sehari-hari.

"Ya ampun gaunnya bagus banget, Vio," seru Pelangi yang langsung merebut gaun itu.

"Iya, Mas Nata yang membelikannya untukku."

"Mas Nata kok gak beliin aku juga sih?" kesal Pelangi.

"Sorry, pasangan aku untuk ke acara reunian itu Vio jadi ya Vio aja yang aku belikan gaun," sahut Nata.

"Ih dasar Mas Nata, pilih kasih."

Nata dan Vio pun tertawa melihat tingkah Pelangi.

Keesokan harinya....

Hari ini adalah hari Sabtu dan nanti malam Vio dan Pelangi akan menghadiri reunian di sebuah restoran mewah.

Saat ini Vio sedang luluran di teras kontrakannya karena hari ini kerja libur, supaya nanti malam kulitnya lebih kinclong.

"Mas Nata mau ke mana?" tanya Vio saat melihat Nata keluar dari kontrakannya.

"Mau bertemu dengan temanku dulu, mau pinjam mobil," sahut Nata santai.

"Oh oke."

"Kamu lagi ngapain? wajah kamu cemong kaya gitu?"

"Ini namanya luluran Mas, biar nanti malam aku kelihatan kinclong gitu."

"Ckckck...mau luluran apa enggak, tetap saja wajah kamu seperti itu," ledek Nata.

"Haishh...menyebalkan sekali, untung Mas Nata mau nolongin aku kali ini, kalau enggak, aku cakar-cakar wajah Mas Nata," kesal Vio.

"Jangan dong, enak saja main cakar-cakar nanti wajahku yang tampan jadi cacat dong."

Nata pun mengotak-ngatik ponselnya, dan tidak lama kemudian sebuah taksi online datang.

"Aku pergi dulu ya, do'akan aku supaya temanku mau memberi pinjam mobilnya," seru Nata.

"Semangat Mas Nata," sahut Vio dengan mengepalkan tangannya di udara.

Nata hanya bisa geleng-geleng kepala sembari tersenyum, sungguh Vio adalah wanita unik dan ajaib. Nata pun mulai meninggalkan kontrakannya menuju rumahnya sendiri.

Pelangi datang dengan membawa teh hangat dan duduk di samping Vio.

"Vio, kok aku merasa ada yang aneh sama Mas Nata."

"Aneh bagaimana, maksudnya?" tanya Vio.

"Penampilan Mas Nata itu seperti orang kaya, walaupun pakaian yang dia pakai terlihat sederhana, tapi kok image dia seperti pengusaha-pengusaha gitu."

"Itu karena dia punya wajah tampan Pel, jadi kelihatan seperti orang kaya."

Malam pun tiba...

Vio dan Pelangi sudah dandan dengan sangat cantik.

"Wah, Vio kamu cantik banget," puji Pelangi.

"Gaun ini yang membuat aku cantik, Pel."

"Vio, sepertinya Mas Nata suka deh sama kamu."

"Apaan sih, jangan mematahkan semangat aku untuk mencari pria kaya."

Tin..tin..tin..

Pelangi mengintip dari balik gorden. "Si Adi sudah datang, aku duluan ya Vio."

"Oke."

Pelangi dan Vio pun keluar dari kontrakan, Vio masih menunggu Nata sedangkan Pelangi sudah pergi dengan Adi.

"Mas Nata ke mana sih? jangan bilang, dia gak jadi datang," gumam Vio.

Hingga beberapa saat kemudian, sebuah mobil sport datang membuat Vio menganga. Nata turun dari dalam mobil sport itu dan penampilan Nata benar-benar sangat tampan.

"Ya Allah, kalau penampilan Mas Nata seperti itu bisa-bisa aku jatuh cinta sama dia. Kuatkan hati dan imanku, Ya Allah," batin Vio.

Nata berdiri di samping mobilnya. "Buruan masuk, mau berangkat atau tidak?" seru Nata.

Vio tersentak, dia pun dengan cepat menghampiri Nata namun sayang, gaunnya terinjak hingga tubuhnya oleng dan Nata dengan sigap menangkap tubuh Vio.

Untuk sesaat, Nata dan Vio saling pandang satu sama lain bahkan jantung keduanya sudah berdetak tak karuan. Keduanya tersadar dan membenarkan posisi masing-masing.

Vio yang sudah salah tingkah langsung masuk ke dalam mobil sport milik Nata, begitu pun dengan Nata yang langsung masuk dan mulai melajukan mobilnya.

"Acaranya di mana?" tanya Nata.

"Di restoran xxx."

Nata mengerutkan keningnya, itu merupakan restoran milik temannya.

"Gawat, itu kan restoran milik Tama bagaimana kalau aku bertemu dengannya, bisa-bisa kebongkar semuanya," batin Nata.

Vio mulai bingung dengan sikap Nata. "Kenapa dia, kok sepertinya dia gelisah," batin Vio.

Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Nata pun sampai di depan restoran mewah itu. Pelangi dan semua teman-temannya yang memang sudah sampai tampak menganga melihat Vio turun dari mobil sport itu.

Berbeda dengan Nata, yang masih ragu untuk masuk ke restoran itu karena takut ada Tama dan rahasianya terbongkar.

Vio membungkukkan tubuhnya untuk melihat Nata. "Ayo Mas turun, aku tahu Mas Nata gugup dan belum pernah masuk ke restoran mewah seperti ini, aku pun sama tapi aku akan bersikap seolah-olah biasa-biasa saja dan Mas Nata pun harus seperti itu," cerocos Vio.

Nata lagi-lagi tampak mengerutkan keningnya, hotel mewah seperti ini sudah menjadi tempat makan Nata sehari-hari hanya Vio saja yang tidak tahu.

Nata pun menghembuskan napasnya dan mulai turun dari dalam mobilnya.

"Mudah-mudahan si Tama gak ada," batin Nata.

Vio merangkul lengan Nata. "Oke Mas, siap untuk berakting malam ini?" seru Vio.

"Oke, kita coba mudah-mudahan berhasil."

Nata dan Vio pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran itu, Vio tampak menyunggingkan senyumannya melihat para teman-temannya menganga.

"Kok, sepertinya aku pernah lihat mobil itu tapi di mana ya?" batin Pelangi.

1
Herlina Lina
pelangi sm violet kelakuannya 11_12
Herlina Lina
mulutmu harimau mu arif
Herlina Lina
apa violet jodohnya nata y
Herlina Lina
smoga nata betah jd kang ojol
Winsulistyowati
👍👍💪💪🖐️
Winsulistyowati: Ok Thor say..Mkasih Infonya..aku mau mampir Baca 🖐️💪👍😍
total 3 replies
Winsulistyowati
Duo Racun say..mski gitu Bos Syang kn say..he he..Asiik disyang Bos😍🥰
Winsulistyowati
Argaa..Trnyata kakak yg Baik Say..
Winsulistyowati
Sok Tahu..Trnyata yg dihina Bos.say
Winsulistyowati
Miss..Miss Rasa itu..😍😀
Winsulistyowati
Nata...he he dikrjain say..Duo Racun katan'e
Winsulistyowati
Critanya Lucu..mbanyol..Bikin Ngakak Thor.. Mampir aku Thor 🖐️
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Hallo, terima kasih sudah mampir🙏🥰
total 1 replies
sweetie belle
kirain ada kisah bobi pelangi, cr2 tnyt gk ada..
feliciya ayu
kerja yang bagus tidak monoton saya sebagai pembaca meras terhibur
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: terima kasih, sudah mampir🙏🙏
total 1 replies
Fitri Yah
kocak
Ecka Bello
sangat bangus
Halu
kijang memantau biawak masih aman
☠☀💦Adnda🌽💫
masih penasaran sama boby jd nggak sama pelangi mlhn udah end aj.... kyknya harus ada boncap k popy 🤭🤭🤭
Arsyad Al Ghifari🥰
Thor udah tamat aja itu pelangi dan Bobby gimana
Arsyad Al Ghifari🥰
🤣🤣🤣bikin ngakak .. keluarga somplak emang ngintipin yang lagi mp
La TahZan
rusuhnya yg buka segel....pelan" kek biar ada manis"nya 😜
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: ini mah, grup sat set serba gerak cepat😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!