Sequel dari {Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda}
Diana Ayu Puspita, Wanita cantik dari desa itu, di lamar oleh seorang Preman, yang tidak dikenalnya.. dan Seolah takdir. mereka selalu bertemu, dan disetiap pertemuan. dia selalu dikejar oleh pria itu. untuk menerima lamarannya
Rafael Widjaya Alexandre. Pria tampan tapi seorang Preman. yang mempunyai suatu rahasia tiba-tiba melamar seorang gadis Desa.
Simak ceritanya, Bang Rafael yang berubah jadi Preman? Ada apakah dengannya ini!. Langsung baca ya gaes dan juga dukung karya ini🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19 bertemu calon adik ipar
Rafael membawa Diana kerumahnya lagi..
''mas, sebaiknya aku pulang lagi saja ya''
''Loh gak bisa, pokoknya kita harus menikah sekarang'' putus Rafael
''Tunggu deh coba mas katakan dulu. kenapa dan apa alasannya mas maksa begini?'' ah iya ini saat yang tepat untuk Diana menanyakan alasan pria ini. menginginkan pernikahan ini
''Ok gue akan jelaskan.. pertama gue sudah bosan di jodoh- jodohkan dengan para anak klien nyokap gue. kedua gue sudah menemukan gadis yang menurut gue cocok untuk gue jadiin istri. yaitu Lo. dan harusnya Lo bangga karena Lo yang gue pilih''
''jadi maksudnya mas menolak semua wanita yang dipilih oleh ibunya mas. dan kenapa aku yang mas pilih?'' sungguh Diana tak habis pikir dengan pria di sampingnya ini
''Karena semua anak yang Momy gue pilih itu ajak manja semua. yang cuma ngandelin uang dari orang tuanya saja. gue mau yang mandiri'' Jawab Alex
''Tapi kan mas, kamu memang cocoknya dengan yang sepadan dengan keluarga mu juga. bahkan ibunya mas Sudah menyiapkan yang terbaik untuk masa depan mas kan'' Diana ingin Alex memikirkan lagi. dan sadar kalau mereka tidak lah cocok dalam masalah ini
''Diana sudah cukup ya Lo. ngmong seperti itu, dan itu akan sia-sia saja. karena gue sudah bulat pilih Lo.. dan kenapa juga Lo bersih keras mau nolak gue. hei lihat gue ini keren gue pantas kok buat Lo'' Alex merasa heran kok wanita ini menolaknya terus..
''Iya mas tapi mas juga harus sadar aku yang gak cocok untuk mas. aku ini hanya gadis miskin aku tidak punya siapa-siapa, kumohon mas sadarlah'' menatap Alex dengan memohon
''Ssttt.. sudah terlambat tidak ada bantahan''
Alex membuka pintu mobilnya, lalu berjalan menuju pintu mobil sebelah lagi. dimana disana ada Diana, masih di dalam mobil
''Ayo turun'' titahnya setelah pintu ia buka
Diana menggeleng
''Mau gue paksa? gue kuat kok Diana angkat tubuh Lo'' dan Alex sudah bersiap akan menggendong Diana
''eh iya iya ini aku turun'' Diana pun turun tanpa mau di gendong Alex
''nah begitu kan bagus, semakin menurut semakin aku jatuh cinta'' ucap Alex lalu membawa tangan Diana di lengannya
entah Diana harus bahagia atau apa, Mendengar Ucapan Alex ini. tapi ya pipi Diana pun menghangat
''Kalian sudah datang, hai kakak ipar'' sapa Mira adiknya Alex kebetulan Diana dan Mira baru saling bertemu kali ini
''Oh hai'' jawab Diana dengan suara pelan lalu menatap pada Alex
''Ayo duduk dulu'' Ucap Alex . Diana pun menurut
''Ini adik aku, namanya Mira'' Alex mengenalkan Mira pada Diana
''salam Kenal aku Diana'' sambil menyalami tangan Mira
''iya kakak ipar. salam kenal juga aku Mira, adiknya kak Rafael'' Ujar Mira
''Rafael?'' ulang Diana bingung
Mira juga tidak mengerti ''iya kak Rafael, kan pacarnya kakak''
''Maksudnya Mira itu aku'' sahut Alex
Diana masih menatap Bingung ''maksudnya gimana, mas bukannya namanya Alex?'' tanya Diana
''Oh iya, sebenarnya nama gue itu Rafael Alexandre'' Ucap Alex menjelaskan
''Ohh'' sahut Diana mulai mengerti
Lalu Momy juga Papih nya Alex datang menemui mereka lalu ikut bergabung..
''Oh rupanya tamu sudah datang ya, kak kok gak bilang Momy sih'' tegur Momy pada Rafael
''iya Mom. ini kakak mau panggil Momy Papih tapi Momy keburu kesini ''
''kamu ini.. oh ya gimana kabar kamu Diana?'' Tanya Momy sambil menatap pada Diana
''saya. saya ba-baik Bu'' jawab Diana dengan menunduk
rupanya Alex merasa ada yang aneh dengan perubahan Diana saat orang tuanya datang Diana langsung menunduk Seperti ketakutan apalagi saat menjawab pertanyaan dari Momy nya..