Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Salah satu petugas mengambil baskom itu dan mengendus aromanya dengan sangat berhati-hati.
Petugas itu mengerutkan kening kebingungan karena sama sekali tidak mencium bau bahan kimia menyengat.
Hanya ada aroma harum yang sangat aneh dan justru menyegarkan rongga penciumannya.
"Maaf Bapak-bapak semuanya, umpan Mas ini sepenuhnya aman dan tidak mengandung bahan kimia ilegal sedikit pun."
"Ini murni karena kemampuan hebat meracik umpan rahasia dan keberuntungan Mas ini sendiri."
Petugas itu mengumumkan hasil pemeriksaannya dengan suara lantang ke seluruh penjuru kolam.
Bagas dan para pemancing elit lainnya seketika terdiam rapat dan wajah mereka berubah pucat pasi karena malu.
Mereka yang memakai peralatan puluhan juta harus mengakui kekalahan telak dari seorang pemuda berjoran bambu.
Amir tersenyum menang melihat kebisuan mereka lalu mengambil sisa umpan terakhir dari dasar baskomnya.
"Karena semuanya sudah jelas dan tidak ada kecurangan, saya akan melakukan lemparan terakhir saya hari ini."
Amir memasang gumpalan umpan sebesar bola pingpong itu dengan rapi menutupi seluruh mata kail peraknya.
Ia berdiri perlahan dan mengambil napas dalam-dalam sebelum mengayunkan jorannya dengan sekuat tenaga.
Syuut!
Lemparan kali ini melesat sangat jauh melengkung di udara hingga mencapai sudut paling gelap di ujung kolam.
Tempat itu berdekatan dengan akar-akar pohon beringin tua yang menjulur dalam ke dasar air.
Para pemancing elit kembali memperhatikan pelampung Amir dengan rasa penasaran yang memuncak hingga ubun-ubun.
Satu menit berlalu dengan ketegangan.
Dua menit berlalu dan angin mulai berhembus pelan.
Pelampung itu sama sekali tidak bergerak, sangat berbeda dengan lemparan-lemparan sebelumnya yang selalu langsung disambar.
Bagas kembali tersenyum sinis melihat tanda-tanda kegagalan Amir mulai muncul.
"Hahaha, sepertinya keberuntungan besarmu sudah benar-benar habis, anak muda."
"Ikan-ikan di sini sudah muak dan kenyang dengan umpan anehmu yang..."
Ucapan Bagas terputus secara tiba-tiba tertelan kembali ke tenggorokannya.
Permukaan air di sekitar pelampung Amir mendadak bergolak berputar dengan sangat mengerikan.
Sebuah pusaran air berukuran sedang terbentuk menandakan ada makhluk raksasa buas yang bergerak di bawah sana.
Blum!
Pelampung Amir tidak hanya tenggelam, tapi ditarik dengan kecepatan peluru langsung ke dasar kolam.
Zzzzzzzzzzrrrrt!!!
Suara reel pancing Amir menjerit dengan nada jeritan tertinggi yang pernah terdengar sepanjang sejarah kolam itu.
Senar nilon murah itu bergesekan kasar dengan cincin joran hingga mengeluarkan asap tipis akibat panasnya gesekan.
"Sial, tenaga gila macam apa ini!"
Amir berseru kaget saat tubuhnya tiba-tiba terseret keras ke depan nyaris kehilangan keseimbangan.
Ia harus menancapkan tumit sepatunya kuat-kuat ke tanah berumput agar tubuhnya tidak tercebur ke dalam air.
Joran bambu hitamnya kini melengkung tajam ke bawah hingga ujung jorannya nyaris menyentuh permukaan air.
"Itu... tarikan pusaran air itu tidak mungkin dibuat oleh ikan biasa!"
Seorang pemancing tua berpengalaman di seberang kolam tiba-tiba berteriak histeris sambil menunjuk.
"Tenaga sebrutal itu dan pusaran sebesar itu, jangan-jangan pemuda itu mendapatkan Maskot Kolam ini!"
Mendengar kata Maskot Kolam terucap, wajah semua orang di area pemancingan langsung berubah pucat pasi bercampur ngeri.
Maskot Kolam adalah legenda hidup mitos yang mengerikan di Galatama Tirta Emas.
Itu adalah seekor Lele Mekong Emas berukuran raksasa yang dikabarkan saksi mata memiliki berat lebih dari lima puluh kilogram.
Sudah lima tahun lamanya ikan monster itu ditebar di kolam ini dan belum ada satu pun pemancing handal yang berhasil menaikkannya ke darat.
Banyak joran karbon fiber seharga puluhan juta yang patah menjadi dua bagian saat mencoba menahan tarikan buasnya.
Pemilik kolam bahkan rutin mengadakan sayembara berhadiah uang tunai lima puluh juta rupiah bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya hidup-hidup.
"Tahan anak muda, jaga keseimbanganmu jangan sampai senarmu putus berantakan!"
"Awas joranmu bisa patah kapan saja, ulur sedikit senarnya ikuti arusnya!"
Para pemancing yang tadinya membenci Amir kini berbalik meneriaki dan menyemangatinya dengan sangat antusias.
Mereka semua begitu haus ingin melihat wujud asli dari monster legendaris tersebut dari dekat.
Amir menggertakkan giginya menahan rasa sakit luar biasa di pergelangan tangannya yang mulai kram parah.
"Sistem, apakah aku punya sesuatu untuk membantuku menarik monster gila ini sebelum lenganku patah?"
Amir bertanya panik di dalam hatinya yang mulai berdegup sangat kencang.
[Kail Keberuntungan Tingkat Rendah masih aktif dan menancap sangat sempurna di mulut target tanpa celah lepas]
[Sistem merekomendasikan Tuan untuk membeli Pil Stamina Banteng dari Toko seharga 100 Poin]
"Beli sekarang juga dan gunakan efeknya langsung ke tubuhku!"
[Terkonfirmasi, mengurangi 100 Poin. Sisa Poin Tuan saat ini adalah 550 Poin]
Seketika itu juga, aliran energi magis yang sangat hangat dan bertenaga mengalir dari perut Amir menyebar deras ke seluruh ototnya.
Rasa sakit dan kram otot di lengannya menghilang tanpa sisa dalam sekejap mata.
Otot-otot di balik kemeja kargo barunya kini menonjol keras bagaikan lilitan kawat baja yang tak bisa diputuskan.
"Sekarang giliranku yang membalas seranganmu, dasar monster ikan sialan!"
Amir menarik jorannya ke atas dengan sisa tenaga yang luar biasa besar dan di luar nalar manusia biasa.
Srak! Srak!
Ia mulai menggulung reel pancingnya sedikit demi sedikit memaksa ikan itu mendekat ke arah tepi.
Pertarungan epik adu otot ini memakan waktu hampir tiga puluh menit lamanya tanpa ada yang mau mengalah.
Amir dan ikan monster itu saling beradu kekuatan tarik ulur di tengah sorakan tegang para penonton.
Hingga akhirnya, ikan raksasa itu mulai kehabisan stamina dan perlahan menyerah naik memecah permukaan air.
Byar!
Gelombang air yang sangat besar menyapu tepian kolam saat sosok emas raksasa muncul menggelepar ke permukaan.
Seluruh area pemancingan mendadak hening tanpa suara sedikit pun.
Semua orang menahan nafas takjub melihat ikan Lele raksasa dengan sisik kekuningan yang berkilau di bawah sinar matahari sore.
Panjang tubuhnya hampir menyamai tinggi pria dewasa dan perutnya terlihat sangat besar membulat.
"Benar-benar Maskot Kolam, dia sungguh berhasil menaklukkan Lele Mekong Emas legendaris!"
Petugas kolam berteriak kegirangan memecah keheningan sambil melompat kegirangan.
Tiga orang petugas keamanan langsung terjun melompat ke tepian dan membantu Amir menyerok ikan raksasa tersebut dengan jaring baja khusus.
Butuh tenaga empat orang pria dewasa secara bersamaan untuk mengangkat monster itu ke atas rumput.
Hup!
Gedebuk!
Suara hantaman berat terdengar saat ikan itu mendarat di tanah basah dengan nafas insang kembang kempis.
Amir melepaskan jorannya yang memanas dan jatuh terduduk di kursi dengan nafas terengah-engah tapi tersenyum sangat lebar kepuasan.
Prok prok prok!
Suara tepuk tangan gemuruh terdengar bersahutan dari seluruh penjuru kolam pemancingan menghormati kemenangan Amir.
Bahkan Bagas sang pemancing sombong pun ikut bertepuk tangan kaku dengan wajah yang masih dipenuhi rasa tidak percaya.
Di saat yang bersamaan yang meriah itu, seorang pria paruh baya bertubuh tambun dengan kemeja batik rapi berlari keluar dari kantor pengelola.
Ia adalah Pak Haris, pemilik utama dan pengelola Galatama Tirta Emas.
"Luar biasa, ini sungguh pemandangan yang sangat luar biasa!"
Pak Haris berteriak kagum kegirangan sambil berlutut menghampiri ikan raksasa tersebut.
Ia kemudian berdiri dan menatap Amir dengan pandangan penuh rasa takjub dan hormat mendalam.
"Anak muda, kau baru saja mencetak sejarah baru yang tidak akan terlupakan di kolam pemancinganku hari ini."
"Sesuai janji sayembara mutlakku, uang tunai lima puluh juta rupiah adalah milikmu sepenuhnya!"
Pak Haris menepuk pundak Amir dengan sangat ramah layaknya sahabat lama.
"Tapi sebagai pengusaha, aku punya satu tawaran bisnis lagi untukmu."
"Jika kau bersedia menjual ikan Lele Mekong Emas ini kembali padaku agar tetap menjadi maskot kebanggaan kolam ini, aku bersedia membayarnya seharga seratus juta rupiah."
"Jadi total kau akan membawa pulang uang seratus lima puluh juta rupiah tunai hari ini juga tanpa potongan apa pun."
Pak Haris memberikan tawaran fantastis yang membuat semua orang di sana seketika menelan ludah keirian.
Amir terdiam sejenak mencerna angka tersebut dan suara mekanis sistem langsung berbunyi pelan di kepalanya.
[Tuan telah berhasil menangkap Spesies Langka Lele Mekong Emas]
[Ikan ini dapat ditukar ke Toko Sistem seharga 15.000 Poin]
Amir menimbang-nimbang pilihannya dengan otak yang berputar sangat cepat.
Ia memang sangat butuh poin untuk bertahan hidup, tapi saat ini ia lebih butuh uang tunai bergepok-gepok di dunia nyata sebagai modal membalas dendam pada keluarga mertuanya.
"Baiklah Pak Haris, saya setuju dengan tawaran bisnis Anda yang sangat menggiurkan ini."
"Saya serahkan maskot legendaris ini kembali kepada kolam Anda dengan senang hati."
Amir berdiri tegap dan menjabat tangan Pak Haris dengan jabat tangan pria yang mantap.
Hari ini, Amir tidak hanya membuktikan kehebatannya di depan banyak orang meremehkannya, tapi ia juga resmi menjadi seorang jutawan baru di kota ini.
Langkah pertamanya untuk menghancurkan kesombongan mantan istrinya dan keluarga benalu itu telah terbuka sangat lebar dan mulus.