NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Rampasan Perang

​Lautan energi spiritual yang bergejolak di atas Puncak Harimau Hitam perlahan mereda, terserap sepenuhnya ke dalam bola emas kecil yang kini berputar dengan tenang di dalam Dantian Jiang Chen.

​Cahaya keemasan di matanya memudar, digantikan oleh kedalaman yang tak terukur. Jiang Chen mengepalkan tinjunya perlahan, merasakan kekuatan yang ratusan kali lipat lebih dahsyat dibandingkan dengan Ranah Pembentukan Fondasi. Jika sebelumnya ia bisa membelah bukit dengan satu jari, kini ia merasa sanggup meratakan sebuah gunung hanya dengan satu hembusan napas.

​Di bawahnya, Naga Petir Neraka raksasa masih menundukkan kepalanya, mengeluarkan dengkuran pelan yang terdengar seperti guntur yang bergulung.

​"Mulai sekarang, namamu adalah Hei Ming," ucap Jiang Chen kepada naga tersebut. "Kau akan menjadi Penjaga Puncak Bintang Jatuh."

​Hei Ming mengaum gembira, kilat ungu menyambar-nyambar di sekitar sisik hitamnya. Tubuh raksasanya kemudian menyusut hingga seukuran anjing ras besar, lalu melompat dengan lincah ke atas geladak Perahu Terbang, melingkar di dekat kaki Jiang Chen layaknya hewan peliharaan yang jinak.

​Lin Mo dan Su Yue, yang baru saja berhasil berdiri dari tekanan energi Inti Emas tadi, berjalan mendekat dengan kaki yang masih sedikit gemetar. Mereka menatap Jiang Chen layaknya manusia fana menatap dewa yang turun dari kahyangan.

​"G-Guru..." Lin Mo menelan ludah. "Apakah... apakah Anda baru saja mencapai Ranah Inti Emas yang legendaris?"

​Jiang Chen tersenyum tipis dan mengangguk pelan. "Hanya terobosan kecil. Tidak perlu dibesar-besarkan."

​Terobosan kecil?! Su Yue nyaris pingsan mendengarnya. Di seluruh wilayah perbatasan puluhan negara ini, seorang ahli Inti Emas bisa mendirikan sebuah kekaisaran dan dipuja sebagai Leluhur Tua! Dan gurunya menganggap itu hanya "terobosan kecil"?!

​"Berhenti melamun," tegur Jiang Chen, menyadarkan kedua muridnya. "Sebuah sekte tidak akan musnah jika hartanya belum diambil. Su Yue, Lin Mo, geledah seluruh Puncak Harimau Hitam ini. Kuras Paviliun Harta, Gudang Pil, dan ruang rahasia milik Hei Ba. Jangan tinggalkan satu keping Batu Spiritual pun."

​"Baik, Ketua Sekte!" jawab keduanya dengan mata berbinar. Menjarah adalah bagian paling menyenangkan dari sebuah kemenangan.

​Satu jam kemudian, Perahu Terbang kembali mengudara, meninggalkan Puncak Harimau Hitam yang kini benar-benar menjadi reruntuhan mati tanpa satu pun nyawa dan harta yang tersisa. Kekayaan Sekte Harimau Hitam kini telah berpindah sepenuhnya ke dalam cincin spasial Jiang Chen, menambah lebih dari 150.000 Batu Spiritual dan ratusan botol pil tingkat menengah ke perbendaharaan Sekte Pedang Bintang.

​Keesokan Harinya, Siang Hari.

​Matahari bersinar terik di langit. Di Puncak Harimau Hitam yang sudah hancur lebur, ruang udara tiba-tiba bergetar. Dua siluet melesat dari langit seperti meteor berwarna merah darah dan mendarat dengan keras di tengah halaman yang dipenuhi kawah.

​Mereka adalah dua pria tua berjubah merah tua dengan aura yang sangat pekat dan menjijikkan. Keduanya memancarkan energi spiritual dari Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat Puncak. Mereka adalah Penatua Xue dan Penatua Gui, utusan bala bantuan yang dikirim oleh markas besar Sekte Iblis Darah.

​"Apa-apaan ini?!" Penatua Xue melebarkan matanya yang semerah darah, menatap tumpukan mayat murid Sekte Harimau Hitam yang mulai membusuk dan patung-patung es yang mencair.

​Penatua Gui berjalan ke tengah kawah dan menemukan mayat Hei Ba dengan tenggorokan berlubang. Wajahnya menjadi sangat muram.

​"Hei Ba sudah mati. Sekte cabang kita dimusnahkan hingga ke akar-akarnya," desis Penatua Gui, membakar sebuah jimat pelacak darah di tangannya. Jimat itu menunjuk ke arah timur. "Dan ini baru terjadi tadi malam. Jejak qi si pembunuh masih tertinggal."

​"Sialan! Siapa yang berani menantang keagungan Sekte Iblis Darah di wilayah pinggiran ini?!" Penatua Xue meraung marah. "Hei Ba menyebutkan dalam suratnya bahwa dia sedang bermasalah dengan Sekte Pedang Bintang, sekte rongsokan yang ketuanya baru mencapai Pembentukan Fondasi. Apakah mungkin mereka yang melakukannya?"

​"Pembentukan Fondasi biasa tidak bisa memusnahkan Hei Ba dengan begitu bersih," analisis Penatua Gui dengan dingin. "Pasti ada ahli lain yang membantunya. Tapi tidak peduli siapa ahli itu, membunuh anjing peliharaan Sekte Iblis Darah berarti mengundang maut. Ayo! Kita ratakan Puncak Bintang Jatuh dan jadikan jiwa mereka sebagai tumbal pil darah kita!"

​Kedua penatua iblis itu kembali melesat ke udara, terbang menuju arah Puncak Bintang Jatuh dengan niat membunuh yang mendidih.

​Puncak Bintang Jatuh, Sekte Pedang Bintang.

​Jiang Chen sedang berbaring santai di kursi malas yang diletakkan di teras Aula Leluhur, menikmati buah anggur spiritual yang dikupas oleh Su Yue. Di tengah halaman, Lin Mo sedang berlatih mengayunkan Pedang Meteor Darah-nya, sementara Hei Ming—Naga Petir Neraka dalam wujud anjing hitam bersisik—sedang tidur mendengkur di dekat gerbang batu yang baru saja dibangun ulang oleh sistem.

​Tiba-tiba, Jiang Chen berhenti mengunyah. Kesadaran Spiritual Inti Emas-nya yang mencakup radius sepuluh mil mendeteksi dua gelombang qi jahat yang sedang terbang mendekat dengan kecepatan tinggi.

​"Lalat-lalat dari Sekte Iblis Darah rupanya tidak suka terlambat," gumam Jiang Chen santai.

​"Guru?" Lin Mo menghentikan ayunan pedangnya, insting Tubuh Pedang Kuno-nya juga merasakan hawa pembunuh yang datang dari langit.

​Detik berikutnya, sebuah tawa melengking yang mengerikan bergema di seluruh Puncak Bintang Jatuh. Tekanan spiritual dari dua ahli Pembentukan Fondasi Tingkat Puncak menghantam formasi Tirai Bintang Pembantai hingga kubah pelindung itu beriak memancarkan cahaya perak.

​"JIANG CHEN! KELUARLAH DAN SERAHKAN NYAWAMU!"

​Penatua Xue dan Penatua Gui melayang di udara tepat di atas sekte, menatap ke bawah dengan kesombongan mutlak.

​"Kalian membunuh Hei Ba dan memusnahkan Sekte Harimau Hitam! Hari ini, kami, Dua Penatua Iblis Darah, akan menyiksa jiwa kalian selama seratus tahun di dalam Tungku Darah!" ancam Penatua Xue, suaranya dilapisi energi qi yang menggelegar.

​Di bawah, Jiang Chen sama sekali tidak beranjak dari kursi malasnya. Dia bahkan tidak repot-repot menggunakan Kesadaran Spiritualnya untuk menekan mereka. Dia hanya menoleh ke arah gerbang batu tempat seekor "anjing hitam" sedang tidur.

​"Hei Ming," panggil Jiang Chen malas. "Mereka berisik sekali. Tidur siangku terganggu. Bersihkan mereka."

​Makhluk hitam yang meringkuk di dekat gerbang itu membuka matanya. Sepasang mata ungu itu memancarkan kilat yang mengerikan.

​Mendengar perintah tuannya, Hei Ming berdiri.

​WUUUUUSSSHHH!!

​Dalam sekejap mata, wujud anjing hitam itu meledak dalam badai petir ungu yang membutakan. Tubuhnya meroket ke langit dan membesar dengan cepat menjadi wujud aslinya: seekor naga raksasa sepanjang tiga puluh meter, dengan sisik baja hitam dan cakar yang sanggup merobek ruang!

​Aura Tingkat Langit yang jauh melampaui kekuatan Inti Emas menyapu langit layaknya kiamat.

​Di udara, Penatua Xue dan Penatua Gui yang tadinya tertawa arogan, seketika membeku. Tawa mereka tercekik di tenggorokan. Mata mereka melotot nyaris copot saat melihat seekor naga purba raksasa tiba-tiba muncul di depan wajah mereka.

​"N-N-Naga...?! B-Binatang Tingkat Langit?!" Penatua Gui berteriak histeris, nyalinya pecah seketika. "Lari! Lari!! Ini jebak—"

​Belum sempat mereka berbalik, Hei Ming membuka rahang raksasanya dan mengeluarkan auman yang mengguncang semesta.

​"RROOAAARRRRR!!"

​Bukan sekadar suara, melainkan semburan pilar Petir Neraka berwarna ungu pekat yang melesat keluar dari mulut naga tersebut.

​ZZZAAAPPPP!! BOOOOOOMM!!

​Kilat ungu itu menghantam Penatua Xue dan Penatua Gui secara telak. Bahkan tidak ada jeritan yang terdengar. Formasi pertahanan tubuh mereka, jubah pelindung mereka, daging, tulang, dan jiwa mereka... semuanya menguap menjadi ketiadaan dalam seperseribu detik.

​Dua ahli Pembentukan Fondasi Tingkat Puncak yang sangat ditakuti di dunia kultivasi, musnah tanpa menyisakan setetes darah pun, dihapus seolah mereka tidak pernah eksis.

​Hei Ming menutup mulutnya, mendengus pelan mengeluarkan kepulan asap ungu dari hidungnya, lalu kembali menyusut menjadi anjing kecil dan turun melompat ke sisi Jiang Chen, menggesekkan kepalanya ke kaki tuannya untuk meminta pujian.

​Jiang Chen mengelus kepala Hei Ming dengan santai, lalu mengambil satu butir anggur spiritual lagi dari tangan Su Yue yang masih mematung dengan mulut menganga lebar.

​"Nah," ucap Jiang Chen sambil mengunyah anggurnya. "Sekarang sudah tenang. Ayo kita bicarakan persiapan kalian untuk masuk ke Alam Rahasia Bulan Berdarah."

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!