NovelToon NovelToon
Godaan Pelakor Belia

Godaan Pelakor Belia

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Nikahmuda / Poligami / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Adinasya mahila

Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.

_
_

Ariel kehilangan masa depan karena sebuah peristiwa kecelakaan yang menewaskan orangtuanya. Ia pun harus rela tinggal bersama paman dan bibinya yang mata duitan. Gadis itu merasa bahwa semua penderitaannya ini disebabkan oleh wanita bernama Meta – yang tak lain pengendara mobil yang menewaskan ayah dan ibunya.

Ariel semakin benci saat melihat kebahagiaan wanita itu di depan publik. Suami Meta yang bernama Gagah menjadi kandidat terkuat wali kota. Ariel pun berniat menghancurkan hidup dua orang itu dengan masuk ke hidup Gagah sebagai seorang pelakor.

_
_

Novel ini mengikuti lomba tema KONFLIK RUMAH TANGGA yang diadakan Noveltoon dengan mengambil subtema #POV Pelakor

Terima kasih atas dukungannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 : Ego Yang Besar

Hari berikutnya Gagah memilih pulang ke rumah. Namun, tetap saja hanya sebuah amarah yang selalu menyambut kedatangannya, bukan sebuah sapaan hangat yang mampu membuatnya ingin tinggal berlama-lama.

“Kamu dari mana, hah? Tidur dengan wanita murahan itu lagi!” sembur Meta ketika melihat Gagah baru saja masuk kamar. “Apa kamu pikir aku tidak tahu dengan yang kamu lakukan di belakangku?” Meta kembali membentak, bicara dengan nada suara yang begitu tinggi.

“Apa kamu tidak bisa membiarkan aku tenang sebentar saja?” tanya Gagah sambil menarik kasar dasinya. “Jika pun kamu tahu, lalu apa maumu?”

Meta membuang napas dengan mulut, dia seolah sedang mengejek suaminya karena bertingkah tak bersalah, meski sudah ketahuan berselingkuh di belakangnya. Gagah terlihat begitu tenang, hal itu malah membuat Meta semakin geram.

“Kamu sudah ketahuan berselingkuh! tapi tidak mencoba mengelak atau membela diri. Kamu dan wanita itu sama-sama tak tahu diri!” bentak Meta, bahkan menarik lengan Gagah agar mau berhadapan dengannya saat pria itu hendak berjalan ke ruang ganti.

Gagah begitu geram mendengar semua bentakkan Meta, belum lagi istrinya itu sangat bersikap kasar. Meta selalu saja mendahulukan ego dan tak pernah memikirkan orang lain.

“Lalu bagaimana denganmu? Apa tindakanmu kemarin benar? Apa kamu pikir jika ada yang melihatmu tidak akan menghancurkan reputasimu sendiri?” Gagah melawan ucapan Meta. Ditatapnya Meta tak kalah tajam, berharap wanita itu bisa menurunkan sedikit emosi ketika berbicara dengannya.

Meta sangat terkejut mendengar ucapan Gagah, secara sadar pria itu mengakui jika berselingkuh dan semalam bersama sang selingkuhan, mungkin saja gadis yang dulu dia tahu bekerja sebagai tukang bersih-bersih di panti sudah mengadu kepada Gagah atas perbuatannya kemarin. Meta tidak tahu jika Roni lah sudah mengadukannya sebelum Ariel bercerita.

“Apa perbuatanku salah, hah? Aku hanya mencoba mempertahankan apa yang menjadi hakku! Kamu itu suamiku, sudah seharusnya aku marah jika ada wanita lain yang menggodamu!” Meta mencoba membela diri.

Gagah semakin geram karena Meta tak merasa bersalah sedikit pun karena telah menganiaya Ariel, bahkan terkesan jika semua tindakan yang dilakukannya benar.

“Ingat! Ingat ucapanku!” Meta bicara sambil menunjuk wajah Gagah, tatapannya menampakkan kemarahan yang berapi-api.

“Jika sampai perselingkuhanmu tersebar ke publik, lantas reputasimu jadi buruk, maka aku tidak akan tinggal diam! Catat itu! aku tidak akan pernah tinggal diam!” ancam Meta dengan mata berkilat, wajahnya begitu bengis, seolah tak sadar jika yang diajaknya bicara adalah sang suami.

Gagah tak menyangka Meta akan sampai bicara dan mengancam sambil menunjuk wajahnya, sungguh pria itu merasa harga dirinya benar-benar dijatuhkan oleh Meta. Istrinya itu sepertinya memang takkan pernah menganggap dia sebagai suami dan kepala keluarga yang pantas dihormati di rumah itu.

Saat Gagah ingin kembali membalas ancaman Meta, suara ketukan pintu kamar terdengar, pembantu rumahnya bahkan berani membuka dan tampak berdiri di ambang pintu dengan wajah panik. Gagah dan Meta menatap pembantu mereka itu dengan dahi berkerut.

“Itu … maaf Pak, Bu. Mas Azka panas dan kejang.” Pembantu rumah Gagah bicara sambil menunjuk ke arah kamar Azka, wajahnya sangat panik dan ketakutan, bahkan dia meremas celemek yang melekat di tubuh.

“Apa?” Gagah dan Meta terkejut bersamaan.

Keduanya dan sang pembantu langsung berlari ke kamar Azka, mereka melihat bocah itu kejang di atas tempat tidur.

“Azka!” teriak Meta panik sambil mendekat ke arah ranjang putranya bersama Gagah.

Tanpa pikir panjang, Gagah langsung menggendong Azka dan berjalan cepat keluar dari kamar. Dia begitu panik dan takut, bahkan suaranya memanggil Roni untuk menyiapkan mobil terdengar begitu menggelegar.

“Roni! Siapkan mobil! Kita ke rumah sakit!”

Meta menangis melihat putranya seperti itu, dia berjalan di samping Gagah dengan sesekali menatap Azka yang berada di gendongan sang suami.

“Ya Pak!” Roni membalas panggilan Gagah, lantas menyalakan mesin dan membawa mobil hingga ke depan teras rumah.

Meta masuk terlebih dahulu, lantas Gagah meletakkan tubuh Azka ke pangkuan istrinya itu sebelum kemudian ikut masuk dan meminta Roni untuk segera membawa mereka ke rumah sakit.

Meta mengusap wajah Azka, bisa dirasakannya kulit putranya yang begitu panas. Roni sendiri melajukan mobil dengan kecepatan lumayan tinggi karena melihat kondisi Azka yang kurang baik.

***

Saat sampai di rumah sakit, Azka pun langsung mendapat pertolongan. Hingga akhirnya kini bocah itu dirawat untuk observasi lebih lanjut.

Meta duduk terdiam menatap sang putra, matanya merah dan wajahnya basah karena menangis sejak membawa anak itu dari rumah hingga mendapatkan penanganan medis.

Gagah sendiri berdiri di sisi yang berlawanan dengan Meta. Dia juga terus menatap Azka yang sedang tidur, tapi mengabaikan Meta meski istrinya itu begitu sedih.

“Aku ibu yang buruk untuk Azka, aku menyesal karena selama ini kurang memberinya perhatian.” Meta tiba-tiba mengungkap rasa bersalahnya, memecah keheningan yang sudah tercipta sejak Azka dipindah ke ruangan itu.

Gagah menghela napas berat, dirinya pun merasakan hal yang sama. Hanya saja Gagah kurang perhatian karena dirinya dituntut melakukan banyak pekerjaan.

“Kita orangtua yang buruk untuknya,” ucap Meta lagi, lantas menyeka air mata yang menetes.

“Kita buruk karena kamu selalu mendominasi.”

Meski Gagah merasa bersalah karena kurang perhatian pada Azka, tapi dirinya juga kesal kepada Meta yang telah menganiaya Ariel. Hingga dirinya melimpahkan kesalahan yang terjadi kepada sang istri.

Meta terkejut mendengar ucapan Gagah, dia menatap pria itu dengan rasa tak percaya karena Gagah seolah ingin mengajaknya bertengkar meski tahu kondisi saat ini.

“Apa kamu harus membahasnya sekarang? Semua yang aku lakukan juga demi keluarga kita! Jangan mengajakku bertengkar sekarang!” Meta kesal karena Gagah tak menenangkan perasaannya yang sedang kalut dan sedih, tapi malah menambah beban dengan ucapan pria itu yang jelas memojokkan.

Gagah tersenyum miring dan membuang napas dengan mulut. “Demi keluarga? Itu hanya demi dirimu,” gumam Gagah dalam hati. Dia memalingkan wajah karena tak ingin melihat Meta yang membuatnya semakin kesal.

Meski mereka kini sama-sama mencemaskan kondisi Azka, tapi Gagah masih kesal karena Meta yang telah membuat Ariel terluka. Gagah takkan pernah memaafkan Meta karena perbuatan wanita itu.

Meta memilih diam, meski rasanya ingin marah tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mengajak Gagah berdebat, mengingat putranya sedang dalam kondisi tidak baik.

Keduanya akhirnya sama-sama diam, menanti sampai Azka sadar. Tak ada kedekatan atau kekompakan dalam mengurus anak sakit di antara keduanya, hanya ada keheningan yang tercipta di ruangan itu. Mereka masih bertahan dengan ego masing-masing.

1
Rynnn
akhirnya selesai bacanya....
huaaaaaa ceritanya keren....
happy ending 🎆😍...
top the best pokok nyaaa 👏
makasih author untuk cerita yg super keren INII✨
Evy
leukimia kan masih bisa sembuh...dengan transplantasi sumsum tulang belakang saudara kandung... atau orang yang ada hubungan darah.
Evy
Musuh jadi teman nampaknya...
Evy
Tidak apa-apa Azka bisa diasuh oleh ibu tiri yang baik...
Evy
pasti adik angkat Ariel anak orang kaya dan terkenal...
Jessica
Luar biasa
Ayuna Kamelia
Baru kali ini pro pelakor😂
lanjutlan riel
Susilawati
👍👍👍👍👍
Susilawati
Buruk
Tina Febbryanti
Luar biasa
Yuma Han Kusuma
the best banget sih ceritanya
Anie Jung
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tutik Yunia
pertama kali suka novel pelakor 😂😂
sitiazzahra
gembung
Dewa Dewi
wow keren bgt Riel👍👍👍 suka dgn Ariel yg bar bar😍😍😍😍
Dewa Dewi
good job Riel 👍👍, suka sama karakter Ariel yg engga gampang ditindas😍😍😍😍
Ersa
mulai baca
Vero L
cool
MJ
😁😁😁😁
MJ
Nah looo.... Nah looooo....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!