Harap bijak dalam memilih bacaan
Iblis Cinta Satu Malam, begitulah julukan yang diberikan oleh Rania pada pria playboy bernama Kaaran Dirga tersebut.
Dengan kekuasaannya, Kaaran bisa meniduri wanita mana pun yang dia mau dan dia tunjuk, tapi tidak dengan Rania. Karena penolakannya, gadis itu terpaksa harus berurusan dengan Kaaran dan para pengawalnya. Sampai-sampai Rania harus rela kehilangan pekerjaan yang sangat dia butuhkan karena gadis itu harus terus bersembunyi dan tidak ingin ditangkap oleh orang suruhan Kaaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ita Yulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membatalkan Surat Perjanjian
"A-Asisten Roy?" ucapku sedikit tidak percaya.
Aku heran, kenapa pengawal pribadi tuan Kaaran bisa ada di sini dan menghadang langkah kami? Apa terjadi sesuatu?
"Nona, tuan Kaaran sudah menunggu Anda di suatu tempat." Asisten Roy berkata dengan wajah datar khasnya.
"Tu-tuan Kaaran? A-ada apa dia ingin kembali menemuiku?" tanyaku. Seketika aku merasa semakin gugup. Apa mungkin dia berubah pikiran dan ingin meminta kembali apa yang sudah dia berikan padaku? Tapi bagaimana mungkin bisa begitu? Ibarat kata, kami berdua sudah melakukan transaksi jual beli.
Aku pikir, setelah aku mendapatkan bayaranku, aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Nyatanya, dia masih mengusik kehidupanku. Oh tidak, apa jangan-jangan, ini ada sangkut pautnya dengan surat perjanjian waktu itu?
Bod*h. Dasar bod*h kamu Rania.
Kenapa aku langsung menandatangani surat perjanjian itu tanpa membaca isinya terlebih dahulu?
"Nona, mari silahkan ikut saya." Asisten Roy mempersilahkan aku untuk masuk ke dalam mobil.
"Tunggu sebentar Asisten Roy. Apa aku boleh membawa mereka ikut serta?" Aku menunjuk kedua bodyguardku, Alex dan Ryan.
"Maaf, Nona. Saya pastikan Anda akan aman dibawah pengawasan kami. Jadi sebaiknya, kedua pengawal Anda, Anda suruh pulang saja," jawab asisten Roy.
Aku tidak punya pilihan lain. Setelah menyuruh Alex dan Ryan kembali ke rumah, aku pun segera masuk ke dalam mobil bersama asisten Roy.
"Sebenarnya kenapa tuan Kaaran ingin bertemu kembali denganku? Apa ada masalah?" tanyaku penasaran.
"Begini Nona, Anda pasti tidak tahu kalau setiap pergerakan Anda kami awasi," jawabnya yang membuatku cukup terkejut.
"Apa?! Apa maksudnya Asisten Roy? Apa kalian membayar seseorang untuk memata-mataiku?"
"Sepertinya Anda belum paham Nona, mengenai isi dari surat perjanjian yang waktu itu Anda tanda tangani."
Hah, ternyata memang benar ada kaitannya dengan surat perjanjian waktu itu. Sepertinya aku sudah tertipu.
"Memangnya apa isi dari surat perjanjian itu, Asisten Roy? Aku sama sekali tidak pernah membaca isinya," tanyaku penasaran.
"Baiklah, saya akan menjelaskan intinya saja kepada Anda, Nona, karena saya tidak mungkin menjelaskannya satu per satu. Yang jelas, isi dari surat perjanjian itu adalah, Nona Rania adalah hak milik sepenuhnya atas tuan Kaaran."
"WHAT!!!"
Aku benar-benar terkejut. Apa-apaan ini? Kenapa bisa begitu? Rupanya mereka benar-benar menjebak dan menipuku. Rupanya bukan hanya mahkotaku yang dia beli, tapi diriku sepenuhnya, dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Tidak-tidak, tidak bisa begini. Aku harus membatalkan surat perjanjian itu. Aku akan mengembalikan uang 900M miliknya. Aku hanya akan mengambil uang 100M yang aku minta sebagai bayaran. Sekarang sisanya masih ada 60M lebih setelah dipakai untuk membeli rumah dan beberapa mobil mewah. Sisanya itu sudah sangat cukup untuk membiayai hidupku bersama keluargaku hingga puluhan tahun mendatang.
"Asisten Roy, aku ingin membatalkan surat perjanjian itu. Saat aku menanda tanganinya, aku tidak tahu sama sekali kalau isinya ternyata seperti itu," protesku pada asisten Roy.
"Baik, Nona. Terserah Anda, tapi Anda harus bertemu dengan tuan Kaaran terlebih dahulu sebelum Anda membatalkan surat perjanjian itu."
Aku mendengus kasar. Semoga saja surat perjanjiannya masih bisa aku batalkan. Enak saja dia mengklaim aku sebagai hak miliknya, memangnya aku barang.
Dan lagi, aku juga tidak setuju jika dia memiliki hak atas aku sepenuhnya, bukannya bahagia, hidupku pasti akan terus-terusan dia kekang. Aku tidak lagi bebas dan lain sebagainya. Untuk apa aku punya banyak harta kalau akhirnya aku tidak bebas dan bahagia.
...*** ...
Sesampainya di sebuah hotel yang terkenal paling mewah di kotaku, asisten Roy langsung membawaku naik ke lantai 27, di sana katanya pria itu berada.
Setelah memasuki sebuah kamar yang aku ketahui adalah sebuah kamar presidential suite, asisten Roy pun mempersilahkan aku untuk duduk di sebuah sofa.
"Silahkan duduk Nona. Saya akan memberitahukan pada tuan Kaaran kalau Anda sudah ada di sini."
Tidak berselang lama setelah asisten Roy masuk, dia pun akhirnya datang kembali sambil membawa sebuah dokumen tebal, yang aku ketahui adalah surat perjanjian yang pernah aku tanda tangani waktu itu. Di belakangnya menyusul seorang pria tampan yang selalu saja terlihat mempesona di mataku.
Pria itu lalu duduk di seberang mejaku, sementara asistennya tetap berdiri di sampingnya. Aku menunduk malu saat dia terus menatapku sambil memamerkan senyuman evil khasnya.
"Aku dengar, kamu ingin membatalkan surat perjanjian kita? Apa itu benar?" tanyanya, membuka topik pembicaraan duluan.
"Iya, Tuan. Itu benar. Saya memang ingin membatalkannya," jawabku, sambil masih menunduk. Aku sama sekali tidak berani menatapnya.
"Baik, itu terserah kamu. Tapi, apa kamu tahu apa konsekuensinya jika kamu membatalkan surat perjanjian itu?"
Aku menggeleng. Dalam hati aku berkata, isi perjanjiannya saja aku belum tahu, bagaimana konsekuensinya.
"Begini, Tuan. Karena saya ingin membatalkan surat perjanjian itu, maka saya ... saya akan mengembalikan 900M yang Tuan berikan kepada saya sebagai bonus," jelasku, tapi dia malah terbahak.
"Hahaha!"
Loh, ada apa? Kenapa dia malah tertawa saat aku ingin mengembalikan uangnya? Heran.
"Roy, berikan surat perjanjian itu padanya. Biarkan dia membaca isinya dengan jelas sekarang. Aku tahu, sebelumnya dia memang ceroboh menanda tangani sebuah surat perjanjian tanpa membacanya terlebih dahulu," ucapnya.
Setelah asisten Roy memberikan surat perjanjian itu padaku, aku pun langsung membaca isinya satu per satu. Belum sampai 5 pasal yang aku baca, aku langsung menatapnya dengan tajam.
Plak! Aku membanting surat perjanjian itu di atas meja.
"Saya tidak setuju! Ini namanya penipuan!" Aku berkata dengan nada tinggi sambil berdiri dari dudukku. Aku benar-benar sangat marah.
Baru 5 saja sudah memberatkan dan merugikan aku, apalagi jika aku membaca semua isi perjanjiannya yang setebal kamus itu. Enak saja dia menyuruhku untuk datang kapan pun dia menginginkan aku untuk melayaninya. Memangnya dia siapa? Pacar bukan, suami apalagi.
"Baiklah. Tidak apa-apa jika kamu ingin membatalkannya, tapi baca dulu apa konsekuensinya." Dia berkata sambil tersenyum licik, membuatku semakin kesal saja.
"Nona, silahkan buka 2 halaman terakhir sebelum Anda memutuskan untuk membatalkan surat perjanjiannya." Kali ini asisten Roy yang angkat bicara.
Dengan napas yang masih memburu, aku pun mengikuti saran asisten Roy. Setelah aku membaca setengah halaman, aku kembali membanting surat perjanjian itu di atas meja.
"Brengsyek! Kalian sedang menjebakku ya?!"
B e r s a m b u n g ...
...________________________________________...
...Segini dulu ya guys ... mau lanjut nginem lagi🤭 Tadi aku nginem sambil nyicil ketikan, eh tau-taunya udah bisa di up😄 ...
...Jangan lupa untuk tetap kasih dukungan ya biar aku makin semangat **nulis**😉😁...