Karena desakan sang Mama yang menginginkan cucu sah darinya sebagai penerus keluarga,seorang miliarder tampan terpaksa menyewa seorang gadis untuk mengandung anaknya karena istrinya tidak bisa memberikan keturunan.
Seperti apa polemik yang terjadi dikehidupan mereka selanjutnya?Akankah berakhir happy ending atau malah sad ending?
Kuyyy readers monggo dilirik 😉
Masih amatiran loh yaaa Authornya jangan dibully oke?
Kritik dan saran boleh 😁
cemoga cukkaa yeee.Haturnuhun 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainansih Sharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IMMT Eps 19
"Ada apa denganmu?"
"Dia, di, dimana dia?! Dia sudah pergi?" Andrea memperhatikan pintu. Dariel menautkan alisnya melihat gelagat aneh Istrinya itu.
"Dia siapa yang kau maksud? Tidak ada siapa siapa diluar!"
Mendengar jawaban Dariel Andrea merasa sedikit lega, Ia melepaskan tangannya dari cengkeraman Dariel, Menyeka air matanya kasar. Ia bangkir berdiri dan masuk kekamar. Dariel mengikuti langkah Andrea dengan perasaan heran luar biasa.Dilihatnya Andrea masuk kekamar mandi dan menutup pintunya.
"Rea? Apa kau baik baik saja?" Pintu dikunci dari dalam. Dariel menggedor pintu merasa Andrea tidak menjawab pertanyaan nya. Sesaat kemudian terdengar suara shower.
Dariel memutuskan untuk menunggu, Ia penasaran setengah mati dan menghubungi seseorang.
Ya tuan?
Seseorang diujung sana sudah tersambung dengan Dariel.
Dimana kau?
Saya sudah kembali tuan, sedang dalam perjalanan.
Apa yang terjadi pada Andrea saat kau meninggalkan nya tadi?
Kak, eh Nyonya baik baik saja Tuan, tidak terjadi apapun, semua seperti biasanya.
Tut. sambungan diputus sepihak oleh Dariel. Tak lama Andrea keluar dari kamar mandi, kelihatan lebih segar,tubuhnya hanya berbalut jubah handuk dan rambut panjang darkbrown miliknya yang nampak masih meneteskan air itu Ia biarkan terurai.
Ia tak menoleh kearah Dariel yang sejak tadi memperhatikan gerak geriknya. Kini tangannya sibuk mencari baju dilemari untuk dipakai.Dariel mendekati Andrea, memeluk tubuh istrinya itu dari belakang. Menyalurkan kehangatan yang selalu dirindukan Andrea. Andrea tentu tak menolak.
"Kenapa kau tadi?" Bisik Dariel ditelinga Istrinya.Andrea diam.
"Apa yang terjadi?"
"Tidak terjadi apa apa.Aku pakai baju dulu, bisa lepaskan aku?" Andrea menjawab dengan nada lembut. Dariel tak mengindahkan permintaan Istrinya.
"Kau menutupi sesuatu dariku?"
"Tidak Suamiku.Sudahlah jangan seperti ini, aku tidak apa apa"
Dariel melepaskan pelukannya. Tapi saat Andrea berbalik ingin keruang ganti,Dariel mencengkeram lengannya kuat.Andrea sampai meringis. Mata Dariel menatap nya tajam.
"Sakit..." gumam Andrea pelan. Tapi Dariel tak melepasnya. Dari matanya jelas sekali Pria itu sedang menyimpan kemarahan yang besar.
"Kau anggap aku suamimu atau tidak?" Tidak kuat tapi nada suaranya penuh penekanan,Andrea merinding.
"A, aku," Dua butir air mata sudah keluar mengalir dipipi Andrea merasakan sakitnya cengkeraman Dariel.
"Tidak mau mengatakan nya,hm?" Kini kedua tangannya berpindah mencengkeram bahu Andrea. Andrea meronta tapi Dariel seperti tak punya belas kasihan untuknya.
"Kau ingin aku mencari tau sendiri? Baiklah, jangan salahkan aku kalau aku membunuhnya nanti!! " Mata Andrea membulat mendengar kata 'membunuh' yang diucapkan suaminya. Dariel melepaskan cengkeraman nya, mendorong tubuh mungil Andrea hingga terjerembab ke ranjang.
"Suamiku! Jangan! " Andrea berusaha mengejar Dariel yang telah melangkah lebih dulu meninggal kan kamar. Dariel tak mengindahkan panggilan demi panggilan dari Istrinya,ia sudah dikuasai emosi.Hampir saja Dariel membuka pintu kalau Andrea tidak sampai lebih dulu dan menghadang langkahnya.Membentangkan tangannya.
"Jangan pergi..." Airmata Andrea kembali menetes. "Kumohon..."
Dariel mengerut kan dahinya mendengar permintaan Andrea.
"Minggirlah, Rea! Aku bisa melakukan apapun termasuk mencari tau apa yang terjadi padamu sebelum aku datang tadi! Kau tidak mau menceritakan padaku kan? Kau melindungi nya? Atau aku memang tidak begitu penting untuk tau?!" Andrea spontan memejamkan matanya mendengar bentakan Dariel.
"Maaf!"
"Minggir!"
"Tidak!"
"Kubilang Minggir! Jangan memaksaku berbuat kasar padamu!"
"Iya aku akan cerita! Aku akan cerita! Jangan pergi! Jangan melakukan hal aneh apapun, aku tidak mau kau kenapa napa.." Suara Andrea melemah.Berganti dengan isak tangis yang terdengar menyakitkan ditelinga Dariel. Perlahan direngkuh nya tubuh Andrea. Membiarkan Andrea menumpahkan air mata didadanya.
.......
Dariel membawa tubuh Andrea duduk disofa ruang tamu ketika dirasakan nya Andrea mulai tenang. Andrea mengesap sedikit segelas air putih yang diberikan Dariel.
"Jadi siapa Dia?"
"Namanya Roy. Kami pernah punya masalah dimasa lalu, sudah lama sekali kami tidak bertemu, tapi tadi, tadi saat aku mengantarkan Dira kepintu, kami bertemu didepan. Dia itu kasar sekali, aku takut.. "
"Dan kau ingin melindungi nya dariku? Kau pikir aku akan melepaskan nya setelah melihat kau ketakutan begitu tadi?"
"Suamiku, aku bukan melindungi nya, aku ingin melindungi mu, tolong jangan membuat masalah, aku takut kalau sampai terjadi sesuatu padamu ..."
"Kenapa mengkhawatirkan ku?"
"Tentu saja, kau kan suamiku, kenapa aku tidak boleh mengkhawatirkan suamiku sendiri?!" Dariel tergelak.
"Jangan marah lagi, aku takut..." Andrea menyentuh jemari Dariel, merebahkan kepalanya dibahu Pria itu.Dariel tersenyum. Diusapnya lembut kepala Andrea.
"Kalau takut jangan membuatku marah..."
Andrea mengangguk.Kemudian mengangkat wajahnya.
"Apa?"
"Kau disini sepagi ini?"
"Kau tidak suka?"
"Jawab saja!"
"Aletta ada kegiatan shooting diperancis,aku baru dari Bandara mengantar nya."
"Wuuuaa,Istrimu keren sekali ya?"
"Kau juga istriku, jadi siapa yang kau maksud keren?"
"Hehe, tentu saja Nyonya muda"
"Nyonya muda apanya,dia sama saja seperti mu"
"Aku lebih mirip istri simpanan!"
"Tutup mulutmu!" Andrea kaget dengan nada bicara Dariel yang keras.Ia menjauhkan tubuhnya dari Pria itu.Dariel membuang nafas kasar.
"Beraninya menjauh dariku! Kemari!" Andrea menggeleng.
"Kemarilah,peluk aku lagi! Aku kesini bukan untuk melihat mu seperti ini"
Belum menurut.
"Maafkan aku..."
Bukannya luluh,Andrea malah mengacuhkan suaminya. Ia melangkah masuk kedalam kamar.Dariel nampak geram dengan tingkah istri mudanya ini. Diikutinya Andrea ke kamar.
Andrea mengambil pakaian nya yang tadi terlempar kelantai karena Dariel mendorong tubuhnya ke ranjang.Baru saja ingin berbalik setelah mengutip kembali pakaiannya, Andrea sedikit terhenyak melihat sosok tampan bernama Alexander Dariel Lee itu sudah berdiri dibelakangnya.
"Kau mengagetkanku!"
Dariel merampas semua pakaian ditangan Istrinya, mencampakkan nya kesembarang arah.
"Kenapa dibuang?"
"Siapa yang menyuruh mu pakai baju, hm?"
"Bagaimana sih, katanya aku boleh memakai baju mana saja yang ingin kupakai?"
"Persetan dengan baju!"
Dariel kembali mendorong tubuh Andrea keranjang,menindihnya cepat sebelum Istrinya itu melarikan diri. Andrea menatap kesal suaminya yang sudah melepas kaos bajunya,menampakkan tubuh kekar berotot nan seksi itu.
"Apa? Mau marah?"
"Begini caramu membujuk istrimu?"
"Siapa suruh merajuk begitu, aku makin gemas melihat mu!" Mulai membuka ikatan tali jubah handuk yang dipakai istrinya. Begitu tangannya ingin menjelajah masuk, Andrea menahannya.
"Jangan membuat ku marah Rea..."
Dariel memandang tajam pada Andrea yang menahan hasratnya.Bukannya takut, Andrea malah tertawa. Wanita itu bangkit dan mendorong tubuh suaminya dan menindih nya gantian, Berhasil membuat Dariel sedikit terkejut dengan aksinya.Melepaskan jubah handuk yang dipakainya,membuangnya sembarangan.
"Kau masih akan marah padaku?" Mengerling nakal.Dariel terlihat menahan senyum.
Dariel! kenapa gila mu menular padaku sih?!
"Kau suka?"
Rea kau seperti nya lebih gila darinya!
Dariel mengangguk.Wajah Andrea mendekat, tapi tidak sesuai perkiraan Dariel, Andrea bukannya mencium bibirnya malah mencium lehernya.
Akan kucoba membuat nya yang banyak, sangat banyak biar kau tau rasa Tuan!
Dariel tergelak merasakan geli dilehernya.
"Hey! kau ini sedang apa sih?"
Andrea tak menjawab, masih gigih berusaha.
"Bodoh! hentikan! Hey jangan menggigit nya! Astaga wanita ini..." Dariel berusaha mengangkat tubuh istrinya, tapi Andrea tetap bertahan.
"Kenapa aku tidak bisa sih?!" Kesal, Andrea Mengangkat wajahnya. Dariel terbahak melihat raut Andrea yang imut dimatanya itu.
Andrea merebahkan diri disamping suaminya.
"Mau membalasku,hm?" Dariel mencubit ujung hidung Andrea.Andrea mengangguk.
"Biar kuajari,Diam dan perhatikan!"
Aaaaaaa aku lagi aku lagi!!!
sampe2 aku lupa ceritanya
harus ngulang baca lagi
smngat thor,sehat selalu
up nya yang rajin ya mlai sekarang☺☺
gimana kabarnya,uuuuh kangen🤗🤗🤗😘😘😘
romantis amat siiih dua makhluk Tuhan ini 😭😭😭