Awal kisah cinta yang tak terbalas, dan tetap berusaha mencari cinta sejati untuk mengobati luka cinta yang membekas di hati.
Tetap berdiri tegak, tetap menjadi diri sendiri untuk mencari hati yang bisa menerima segala kekurangan yang ada pada pasangan.
Belajar ikhlas menerima kenyataan walau sakit di hati, namun mempunyai tekad yang kuat untuk tetap bangkit lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.19. Bubur Kacang Ijo
"Iya sih. Tapi aku inginnya dia yang menembak duluan." ucap Kayla setelah terdiam.
"Tapi kapan, kalau menunggu dianya yang nembak? Sadar dong La, belum tentu Raka juga punya feeling yang sama dengan kamu." balas Deni sedikit greget.
Kayla terdiam lagi. Kayla mencoba merenungi perkataan Deni yang menyadari kebenaran tentang apa yang diucap Deni barusan memang ada benarnya.
Kayla sendiri dulunya pernah berasumsi tentang Raka yang kemungkinan besar akan membuat susah ceweknya karena memang jarang sekali Raka ngasih perhatian ke cewek.
Ditambah lagi dengan sifat Raka yang cuek dan lempeng-lempeng saja terhadap cewek, dia terlihat kayak tipe cowok yang tidak mau dikekang atau pun diatur.
Kayla kini sudah berusaha mengenal Raka sampai ke dalam-dalamnya (jangan ngeres ya pikirannya...he..he.he), tapi Kayla tau kalau Raka sendiri belum tentu ada feeling yang sama dengannya dan belum tentu juga Raka memiliki usaha untuk mengenal Kayla lebih dalam juga.
"Jadi aku harus bagaimana nih Den? Apa aku harus menembak dia duluan?" tanya Kayla meminta saran kepada Deni dengan rasa bingungnya.
"Ya,iyalah. Kan tidak ada salahnya mencoba." saran Deni kepada Kayla.
"Kamu itu tidak ada bedanya sama tukang bubur kacang yang keliling di sekitar kompleks-kompleks." ucap Deni mencontohkan Kayla layaknya tukang bubur kacang.
"Nah loh, apa hubungannya dengan tukang bubur kacang? Dan kenapa juga mesti tukang bubur kacang?" tanya Kayla kebingungan.
"Karena kalau tukang es cendol tidak bakalan ada pagi-pagi kayak begini. Lagian pagi-pagi begini enaknya makan bubur kacang." ucap Deni jengkel dengan Kayla yang tidak menangkap maksud ungkapan Deni.
"Bubur kacang.....Bubur kacang..."
Tiba-tiba saja ada tukang bubur kacang lewat di dekat kosan Kayla tanpa disengaja ketika Deni sedang membahas ungkapan bubur kacang.
"Mau dong, pesankan bubur kacang, La." kata Deni meminta tolong kepada Kayla untuk memesankan bubur kacangnya.
"Aneh kamu kenapa jadi malah beli bubur kacang, padahal kan kita sedang membahas tentang Raka." bisik Kayla di dalam hati.
"Pak, bubur kacangnya satu!" teriak Kayla kepada tukang bubur kacang yang lewat sambil menyembulkan kepalanya di depan pintu kamar Deni.
Pak Ali adalah tukang bubur kacang langganan anak-anak kosan yang sedang nongkrong di depan pintu gerbang kosan.
Pak Ali hanya mengacungkan jempolnya dari jauh setelah Kayla berteriak memesan satu bubur kacangnya.
"Sudan Den, nanti di delivery, katanya. Kok kamu menjadi samain aku sama pak Ali sih?Memang apa hubungannya?" Tanya Kayla yang masih bingung setelah memberitahu bubur kacangnya sudah ia pesankan.
"Hubungannya kamu sama pak Ali..pembeli sama pelanggan yang suka hutang...hehehe.." ucap Deni mengejek Kayla.
"Serius sedikit dong, Den." Kayla mengajak Deni untuk serius.
"Oke-oke.." balas Deni singkat.
Sekarang begini deh. Aku tahu ada pak Ali karena dia setiap nongkrong di depan gerbang pasti membunyikan mangkoknya dengan sendok.
Kalau pas aku lapar dan pengen,aku pasti beli. Tapi kalau tidak, ya aku cuekin.
Istilahnya tuh begini, tukang bubur kacang,dia tidak akan ada yang membeli kalau orang-orang pada tidak tau kalau dia lewat atau sedang berhenti. Makanya dia ngasih tau dengan cara mukul-mukul mangkok dengan sendok-nya. Masalah orang mau beli apa tidak, itu kan urusan nanti. Yang penting dia sudah usaha.
Jadi, ketimbang dia keliling tidak mengasih tanda kalau dia sedang jualan. Ya mending kalau ada orang yang secara kebetulan di luar dan tau kalau dia lewat, kalau orang-orang lagi pada di dalam rumah semua, bagaimana?
"Terus hubungannya sama kamu, aku cuma bikin perumpamaan sama cerita kamu itu." ucap Deni.
"Maksudnya? Aku masih tidak paham Den?hi..hi..hi." tanya Kayla yang masih belum paham dan sedikit tertawa kecil.
"Kamu ingin si Raka tau tentang perasaan kamu, tapi kamu tidak mau ngasih tau. Ngasih lihat pun tidak, karena kamu takut ketahuan kalau kamu ada rasa sama Raka. Percuma. Sampai kapan pun dia tidak akan tau." ucap Deni panjang lebar.
"Kalau kamu menunggu dia yang nembak duluan mau sampai kapan?"
"Kamu saja juga belum tau,dia ada perasan apa tidak sama kamu. Makanya kamu yang nembak."
"Masalah diterima atau ditolaknya,itu mah urusan belakangan. Yang terpenting sekarang, kasih tau ke dia kalau kamu sayang sama dia. Kali aja dari situ si Raka baru sadar." tambah Deni sekaligus mengakhiri ceramahnya yang sangat panjang kepada Kayla.
"Kalau aku nanti ditolak?" tanya Kayla yang rada takut ditolak.
"Kalau kamu nantinya, ditolak. Itu artinya sama dengan pak Ali yang sedang menawarkan bubur kacangnya ke orang-orang, tetapi pada tidak mau membeli." ucap Deni dengan perumpamaan lagi.
"Terus dia nyari pelanggan lain, karena dia tau rejeki dia ada di sana atau di tempat lain. Dan kamu mencari cowok lain karena kamu juga tau, jodoh kamu bukan dengan Raka. Jodoh kamu ada di sana, di hati yang lain." tambah Deni lagi dengan penjelasannya.
"Di mana?" tanya Kayla kayak orang bego.
"Di Afrika Selatan. Ya di hati yang lain lah,yang jelas bukan dengan Raka. Bodoh banget sih kamu." balas Deni sedikit kesal sekaligus jengkel kepada Kayla, karena tidak tanggap yang dia maksudkan.
"Lagian kalau kata aku, masih mending ditolak dari pada orang itu tidak pernah berani buat bilang apa yang ada dihatinya. Percuma, mau nangis-nangis sampai mata kamu bengkak segede ban angkot pun, cowok itu tidak bakalan tau kalau ada cewek yang care dan kangen sama dia." ucap Deni lagi dengan ceramahnya yang panjang lebar lagi.
"Jadi intinya, aku beneran harus yang menembak duluan nih?" ucap Kayla yang merasa tidak yakin dengan dirinya sendiri.
"Iya,karena cinta itu untuk di perjuangkan bukan di diam-in. Dengan catatan, kamu siap dengan segala resiko yang akan terjadi. Ditolak, dijauhi, dihindari, dicuekin, dimusuhi atau bahkan dilupain. Kamu harus siap dengan semua itu." ucap Deni lagi menjelaskan segala kemungkinan atau resiko yang akan terjadi.
"Kok kamu memberi contohnya yang jelek-jelek semua sih ke aku." ucap Kayla sedikit sewot dengan contoh-contoh yang diberikan Deni, karena semua contoh yang diberikan jelek-jelek semua.
"Ya iya. Namanya juga resiko. Termasuk resiko bokek di dompet karena sering jalan bareng atau makan bareng..Ha.ha.ha.." Deni tertawa.
"Lho? Kok bisa begitu." Kayla jadi bingung.
"Ya iya. Kan kamu ceritanya diterima,terus mentraktir anak-anak satu kosan makan di pizza Hut..Nyam..nyam.." balas Deni bercanda sekaligus memberikan resiko yang bagus kepada Kayla setelah yang diberikan tadi resiko yang jelek-jelek semua.
Kayla tersenyum senang ketika Deni mencontohkan hal yang baik. Dengan akhirnya dia diterima oleh Raka pada akhirnya.
Jangan lupa dukungannya ya sobat.
Berikan like,komentar dan juga votenya.
Terima kasih.
mampir juga yuk di karyaku.
jangan lupa beri dukungan😊😊😊