Athanasia, gadis yang akrab disapa Athi, adalah murid Sekolah Menengah Atas di salah satu sekolah yang cukup mumpuni di kotanya. Ia adalah gadis dari keluarga sederhana, yang sangat tangguh. Karena ia tidak pernah memperhatikan penampilannya, ia sampai terkena bullying pada masa itu. Semua permasalahan yang melandanya, tidak sampai membuat Azekeil dan Lucas, yang merupakan sahabatnya, berpaling darinya. Karena kebaikan Azekeil, Athi baru menyadari kalau dirinya ternyata menyukai Azekeil, lebih dari yang ia bayangkan. Ia sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan isi hatinya, karena ia sangat malu dengan kondisi dirinya yang jauh dari kata sempurna, berbanding terbalik dengan Azekiel yang sangat sempurna di matanya. Hingga akhirnya hari perpisahan itu tiba, sehingga membuat Athi harus merelakan kepergian Azekeil untuk kembali ke Negara asalnya, karena sesuatu yang tidak bisa Azekeil jelaskan. Apakah Athi bisa menjalani kehidupannya, setelah Azekeil meninggalkannya jauh di sana?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling Bertukar Kontak
"No problem," ucap gadis tersebut, membuat Athi melontarkan senyuman ke arahnya.
Semua mata memandang ke arah gadis bertubuh sexy yang sedang Athi lihat ini. Ia merasa bingung, dengan tatapan mereka yang sangat tajam ke arah gadis ini, membuat Athi mengerenyitkan dahinya.
Gadis cantik itu memandang ke arah Athi, "Kamu cantik banget, boleh kenalan gak?" ujar gadis itu dengan nada manja yang ia miliki, membuat Athi menjadi kagum mendengar pujiannya.
Wajahnya memerah, membuat Athi sangat malu memandangnya, "Wah ... justru kamu yang cantik! Aku Athi," gumam Athi, sembari menyodorkan tangannya ke arah gadis cantik tersebut.
Gadis itu tersenyum ke arah Athi, "Panggil aku Belle," gumam gadis bernama Belle, membuat Athi semakin terkesima karenanya.
'Woah gila! Dewi khayangan turun dari langit mana ini? Sumpah, cantik banget, sexy juga,' batin Athi yang malah terkesima dengannya.
"Eh ...," gumam Athi, yang sadar dari lamunannya, "salam kenal, Belle!" ucap Athi yang terkejut karena tiba-tiba saja melamun.
Belle melontarkan senyumannya, membuat Sua dan Imel menjadi sangat waspada dengan senyuman yang menurut mereka sangat palsu itu.
Memang dasar Athi, dia sama sekali tidak menyadari hal itu, saking terlalu bersemangatnya dia, dalam mendapatkan teman sebanyak-banyaknya.
"Senang berkenalan dengan kamu. Eh ... gimana kalau kita tukar kontak? Sepertinya, seru berteman sama kamu," gumam Belle, membuat Athi mendelik tak percaya dengan apa yang Belle ucapkan.
'Gadis secantik Belle, mau temenan sama aku?' batin Athi, yang merasa sangat terpukau dengan Belle yang sangat perfect di matanya.
Athi terkesima, karena bisa-bisanya gadis secantik dan sesempurna Belle, ingin berteman dengannya, yang sejak dulu sama sekali tidak memiliki teman itu. Ia jadi terlampau senang, karena bisa akrab dengan Belle.
Athi tersenyum lebar ke arahnya, "Boleh!" gumam Athi, lalu mengeluarkan handphone-nya, dan menyodorkan ke arah Belle, "masukkan nomor kamu di handphone aku," gumam Athi, membuat Belle meraih telepon genggam yang Athi sodorkan ke arahnya.
Ia mengetik nomor teleponnya, lalu segera memberikan kembali pada Athi.
"Kayaknya, harus berteman di media sosial juga, deh! Add aku, ya!" ujar Belle, membuat Athi mengangguk cepat sembari tersenyum senang mendengarnya.
Mereka saling bertukar ID, lalu segera mengikuti satu sama lain. Karena Athi yang sangat merasa bersalah pada gadis bernama Belle itu, ia jadi bertukar kontak dan menjadi lebih dekat dari sebelumnya.
Belle menatap Athi dengan sangat dalam, "Aku permisi dulu, ya. Sampai jumpa," pamit Belle pada Athi, membuat Athi melambaikan tangannya.
"Sampai jumpa, Belle!" ujar Athi, yang tak diketahui Belle, karena sudah jauh meninggalkannya.
Sua menatap Athi dengan sinis, "Kamu tuh, jangan mau dong temenan sama dia!" bentak Sua, membuat Athi terkejut, dan menoleh ke arahnya.
"Lho, kenapa aku gak boleh temenan sama dia?" tanya Athi yang tak percaya dengan yang sahabatnya katakan.
Imel menyedekapkan tangannya, "Kamu gak tahu, ya? Dia itu, ratu pencari sensasional di sekolah ini," jawab Imel yang tiba-tiba saja menyambar, seperti listrik yang koslet.
"Alah, bilang aja kalian iri kan karena gak bisa dekat sama gadi se-perfect Belle?" sambar laki-laki culun yang sedang duduk di sana, membuat Sua geram mendengarnya.
"Eh, diem!" bentak Sua sembari menunjuk kasar laki-laki culun itu, membuat laki-laki itu terdiam takut mendengarnya.
Athi memandangnya dengan heran, "Udah sih, kenapa jadi pada ribut?" lerai Athi, membuat suasana menjadi canggung seketika.
...***...
Sepulang sekolah, Athi yang sedang melewati koridor sekolahnya, tiba-tiba saja dikejutkan dengan kehadiran Keil di hadapannya. Dengan sangat terkejut, Athi pun berhenti sejenak di hadapan Keil.
"Keil ...," sapa Athi, membuat Keil melihat ke arahnya.
"Lama sekali," gumam Keil, yang terdengar seperti sedang menunggu Athi.
Athi mendelik heran sembari mengerenyitkan dahinya, "Ada apa memangnya?" tanya Athi yang agak penasaran dengannya.
Keil mengeluarkan earphone berwarna putih, dan menyodorkannya ke arah Athi, membuat Athi meraihnya dengan bingung.
"Kok bisa ada di kamu?" tanya Athi yang kebingungan dengan Keil.
"Makanya, jangan langsung pulang aja. Lain kali, barang-barang diperiksa sebelum pulang," tegur Keil, membuat Athi mengerucutkan bibirnya.
"Maaf," gumam Athi yang tak enak dengan Keil.
"Untuk apa minta maaf?" tanya Keil dengan nada yang sangat mengesalkan bagi Athi.
Athi hanya bisa diam, karena Keil yang sudah berbaik hati mengantarkan earphone miliknya.
Di belakang mereka, muncul Belle yang sedari tadi memperhatikan mereka dengan saksama. Ia menatap mereka dengan sangat tajam, sampai ia menggenggam dengan erat handphone-nya.
Mereka pun berjalan kaki menuju ke rumah mereka yang satu arah. Sepanjang jalan, Athi dan Keil hanya terdiam selama 10 menit, tanpa ada yang bergumam sedikit pun. Athi dan Keil hanya sama-sama meminum jus kotak kesukaannya saja.
Athi semakin canggung dengan keadaan, 'Gimana, nih? Kok jadi canggung begini, ya? Harus bicara sesuatu biar gak mati gaya!' batin Athi yang mencoba mencari topik pembicaraan yang tepat untuk ia bahas dengan Azekeil.
"Emm ... bekal nasi goreng yang ibu kamu masak, enak banget, lho!" gumam Athi dengan sangat bersemangat.
"Aku gak punya ibu, tuh!" bantah Keil tanpa menoleh ke arah Athi, membuat Athi terkejut mendengarnya.
"Pfftt ...."
Athi menyemprotkan minuman yang ia minum, dan tersedak karena mendengar ucapan Keil yang terdengar asal saja.
"Hah?! Ma-maaf, aku gak tahu!" ucap Athi, yang gugup karena tidak mengetahui akan hal itu.
Karena tersedak tadi, baju Athi pun menjadi basah karena terkena semburan jus yang ia minum. Hal itu diketahui oleh Keil. Dengan segera, Keil pun menyodorkan sapu tangan miliknya ke arah Athi.
"Nih," gumamnya, lalu dengan segera Athi pun mengambil sapu tangan itu.
"Oh, makasih ya, duh ...," gumam Athi dengan panik ketika mengambil sapu tangan itu.
Keil menghentikan langkahnya, membuat Athi juga menghentikan langkahnya, "Udah mau sampai. Gak usah dipikirkan, aku duluan ya," pamit Keil dengan nada yang datar, membuat Athi semakin merasa bersalah padanya.
"Ahh ... ya, hati-hati ya," ucap Athi dengan gugup, sembari melambaikan tangan pada Keil yang sudah lebih dulu pergi dari sana.
Athi menjadi panik dan tak terkendali, "Aduh ... lagi-lagi aku berbuat bodoh!" bentak Athi pada dirinya sendiri, membuatnya menjadi khawatir sendiri dengan keadaan.
Athi melihat sapu tangan yang Keil berikan dengan saksama, "Duh ... lagi-lagi aku merepotkan Keil," gumam Athi, yang semakin tidak enak dengan Keil.
"Sudah earphone, sapu tangan pula! Besok apa? Hati aku?" gumam Athi yang aneh, karena berbicara sendiri sembari menatap ke arah sapu tangan milik Keil.
"Huft ...."
Athi menghela napasnya panjang, lalu segera kembali ke rumahnya.
...***...
maaf ya saya mau komplen nih..pas baca bab pertama okelah.. kedua.. koq banyak banget kata"mendelik"nya..trs pas baca athi menahan sakit knpa "brrr"🤭🤭..
maaf ya saya mah hnya penikmat cerita saja 😁😁
klo disuruh bikin cerita mah kaga bisa ..
lanjut baca marathon nih..
😘😘😘😘😘Saya sdh habis membaca nya.....GOOD LUCK....untuk cerita yg lain lg....hppy 4u...