NovelToon NovelToon
My Beloved Duda

My Beloved Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.4
Nama Author: Gulla

*****


Ray seorang duda, yang jauh cinta pada guru anaknya sendiri...

Dia tahu ia gila karena menyukai wanita itu. Bahkan ia rela melakukan apapun agar Raihanah menjadi miliknya menjadi ibu dari anaknya....

Apakah Raihanah akan jatuh cinta pada Ray?

dan menerima tawaran Ray untuk menjadi istrinya atau sebaliknya Raihanah lah yang tergila-gila pada Ray..

atau Raihanah akan berpaling ketika menemukan sosok pria sempurna seperti Ryan..

jadi bagaimana kah kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Rain dan Hujan 

Hari ini Raihanah ingin mencoba melupakan Raihan sejenak. Ia ingin bersenang-senang, Raihanah memutuskan pergi ke Kraton Solo, ia belum pernah kesini. Ini pertama kalinya, sebenarnya Raihanah ingin mengajak temannya Cindy kemari. Tapi temannya itu sedang sibuk, mengurus pernikahannya. Raihanah menghala nafas, ia senang melihat temannya akan menikah. Andai saja ia menerima Nathan atau Ryan, mungkin juga ia akan menikah. Hatinya tidak bisa dipaksa. Ia telah memutuskan akan menikah setelah ia bisa melupakan Raihan Salman Al-fatih.

Raihanah melangkahkan kakinya masuk kedalam Kraton. Matanya disuguhi suasana klasik berkesan mistik, tempat ini tidak terlalu ramai. Karena Raihanah datang bukan saat libur. Jalan yang dilaluinya, terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi di halaman kraton. lalu terdapat patung-patung disana. Ia harus mengabadikan gambarnya disini. Ia bersorak senang ketika melihat kereta kerajaan yang terpakir di depan pintu. Sangat cantik dan unik, ia menghampiri sosok pria yang sedang berada di dalam ruangan itu. ia akan meminta orang itu untuk memotretnya.

"Permisi mas, boleh minta tolong?" ucap Raihanah pelan.

Raihanah tersentak kaget, melihat wajah pria itu, ia tidak percaya jika pria itu bisa menemukannya di sini. Wajahnya terlihat kuyu, dan datar. Tidak ada senyum di sana, rasanya Raihanah ingin memberondong berbagai pertanyaan untuk orang itu. Tapi tubuhnya kaku, mulutnya bisu.

"Raihan,?" Raihanah, mengerjap bingung kenapa Raihan bisa tau ia disini? Apakah pertemuan ini sebuah takdir atau kebetulan?

"Apa kabar, rain?"  tanya Raihan.

"Baik, kamu?"

"Seperti yang kamu lihat, bagaimana kalau kita berbincang-bincang sambil berkeliling," tawar Raihan.

Raihanah termenung ia menimbang-nimbang. Ini adalah ajakan paling menggoda yang pernah ada di hidupnya. Jika ia menerima tawaran Raihan, bukannya ia telah melanggar janjinya untuk tidak berada di hidup Raihan. Tapi jika ia menolah, hatinya terasa salah. Rindunya akan semakin menikam.

"Baiklah, tapi kamu jalan duluan." pada akhirnya ia lebih memilih melanggar prinsip nya. Karena ia sangat merindukan pria ini.

"Tadi kamu mau minta tolong apa," Raihan mengalihkan perhatian, ia ingin lebih lama berada di dekat Raihanah. Raihan tidak menyangka jika ia akan dipertemukan dengan Raihanah disini. Padahal ia mencarinya ke seluruh penjuru Eropa, Raihanah benar-benar menguji hatinya. Tadi ia tidak sengaja berhenti disini karena anaknya Rakan menelponnya meminta di belikan batik dan blangkon. Dan dia sekalian mampir mengunjungi Keraton untuk menenangkan hatinya. Liburan sebentar untuk refreshing tidak salah bukan.

"Aku mau minta tolong fotoin aku di kereta kencana itu."

"Berikan kameramu," Raihanah mengulurkan SLR-nya kepada Raihan. Raihanah berlari kecil-kecil menuju kereta kencana itu. ia berdiri di depannya dengan pose tangan membentuk huruf V.

Raihan mengarahkan kamera itu ke arah Raihanah, ia mengatur pencerahannya terlebih dahulu. Lensa kamera memantulkan gambar Raihanah, ia terlihat cantik dengan kerundung pink panjangnya yang di teruskan dengan long dress putih. Raihan tersenyum, melihat Raihanah seperti itu, ia seperti melihat bidadari surga.

"Cekrek" suara kamera mengambil shoot Raihanah.

"Kau mungkin bukan bidadari bermata jeli, tapi kau adalah bidadari yang mungkin Tuhan siapkan untukku." Raihan berkata, sambil menurunkan kamera dari wajahnya. Mereka saling menatap satu sama lain beberapa detik, kemudian Raihanah memutuskan kontak mata. Ia pura-pura melihat pohon yang berada di depannya. Raihan mendesah kecewa, sepertinya Raihanah tidak tertarik dengannya lagi.

Raihanah termenung mendengar kata-kata Raihan, wanita mana yang tidak akan meleleh mendengar ucapan manis Raihan. Raihanah menggeleng, ia harus bersikap normal. Mengharapkan cinta Raihan sama saja dengan menyiksanya.

"Lebih baik kita berkeliling," Raihan melangkah meninggalkan Raihanah, ia sibuk memotret keadaan. Raihanah berjalan dibelakang Raihan. Mereka hanya diam, Raihanah mengikuti setiap langkah kaki Raihan. Mereka bergerak mengelilingi area kraton, hanya ada sepi dan hembusan angin. Mereka tidak saling bicara, namun hati mereka saling bicara satu sama lain.

****

Setelah berkeliling Istana Kraton, mereka mencoba berjalan menyusuri Pasar Klewer untuk membeli oleh-oleh. Suasana terlihat canggung, apalagi tak pernah ada suara yang keluar dari keduanya. Raihan sebenarnya gatal untuk berbicara tapi ia harus bisa memahami Raihanah, ia tidak ingin kehilangan Raihanah. Ia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk memperjuangkan cintanya kepada Raihanah.

Mereka berjalan menyusuri Pasar Klewer, rintik hujan turun tiba-tiba. Raihanah mendongak langit berubah kelabu. Sepertinya hujan akan turun, ia menjadi panik. Ia berlari meninggalkan Raihan. Raihan menatap kepergian Raihanah bingung, ini masih gerimis tapi kenapa Raihanah klabakan mencari tempat berlindung. Raihanah berlari dengan kencang ke arah pohon beringin yang besar itu, ia tidak sadar jika ada sebuah mobil yang datang.

****

Raihan membeli payung yang tak sengaja dilihatnya. Ia tahu hujan akan turun dan Raihan tidak ingin Raihanah sakit karena kebasahan. Hujan turun dengan deras membasahi bumi. Raihan bergegas sambil membuka payung agar mengembang, lalu ia mengejar Raihanah, sampai saat itu ia melihat sebuah mobil bergerak melaju mendekat ke arah Raihanah.

"Rain, awas." Teriak Raihan.

Raihan berlari lalu menarik tangan Raihanah, membuat Raihanah reflek memegang bahu Raihan. Tubuh Raihan terciprat air kotor dari jalan akibat laju mobil itu. Tangan kiri Raihan bergerak memayungi tubuh mereka berdua dikala ia merasa hujan turun semakin deras membasahinya.

Raihanah terpaku ini pertama kali ia memeluk tubuh seseorang laki-laki, jantungnya berdebar kencang. Lagi-lagi ia jatuh dalam kehangatan seorang Raihan, ia merasa senang sekaligus berdosa karena menikmati kehangatan ini. Raihanah rasa ia tidak ingin melepas pelukan ini, ia ingin berada dipelukan Raihan selamanya. Rintikan hujan menambah suasana romantis itu, tak ada ucapan hanya tatapan. Mereka saling menatap satu sama lain. Raihanah sadar, ia mendorong dada bidang Raihan kencang menciptakan jarak di antara mereka.

"Maaf," ucap Raihan.

"Tidak apa-apa, lagipula kau melakukan itu untuk menolongku." ucap Raihanah. berusaha memaklumi jika semua ini bukan di sengaja. Tapi Karena Raihan ingin menolongnya.

Mata Raihan masih menatap Raihan, rasa rindunya terluapkan tapi masih menyisakan dahaga yang tidak dapat terhapuskan. Ia tidak bisa menahan diri lagi. Sepertinya ia memang harus membuat Raihanah jatuh cinta kembali padanya.

"Ku kagumi kamu wahai bidadariku, aku tak bisa ku jelaskan seperti apa kecantikanmu. Bahkan penjabaran Tuhan akan kecantikan bidadari surga di Firman-Nya, tak cukup untuk menjelaskan betapa cantiknya dirimu saat ini, Rain." Raihan bersuara, entah datang darimana syair-syair itu.

Raihanah terpaku, ia tertegun dengan ucapan Raihan. Lagi-lagi Raihan mampu membuat hatinya meleleh dengan syairnya. Raihanah menggeleng ia tidak boleh luluh secepat itu.

"Kau bis,-"

"Raihanah," ucapan Raihanah terhenti, tubuhnya membeku mendengar suara itu. raihanah tidak bisa membayangkan jika Raihan bertemu dengan pemilik suara itu.

"Ryan." panggil Raihanah melihat pria yang akhir-akhir ini selalu mengikutinya.

*****

jangan lupa like ya... dan koment

follow Instagram author @wgulla_

1
gulla daisy
Wajib baca
Herlina Riansyah
astaga nagaa membagongkan ...stgh hati keknya yg nulis ini
Herlina Riansyah
bgtu trs drtd mbuleet cm tinggal bilng iya Rain ak terima cintamu jgn prgi lg y kita akn menikah secepatnya
Herlina Riansyah
klau mnurutku mereka ber2 manusia bodoh yg trbelenggu ruang rindu .hmm gada yg mw ngalah pdhl sm cinta tp sma² gengsi
Herlina Riansyah
dahlah capek jg sm Rain ini ..mendingan km sm Ryan aja cucok meong .g usah gnggu Raihan lg biarlah dy urus prmasalahnnya am mantan istrinya
Herlina Riansyah
lagu favoritku ni jaman SMA 🥰🥰
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Mmhh Al Fatih
Raihan oh raihaan ...Reihan itu baiiiik iyakan kan lg viral😀
Nadri Nadri
ini bulak balik certanya
Nadri Nadri
terlalu berbelit 2 ini certa kayak fc
Nurhayati Nia
aku singgah di karya mubthorr
Asyatun 1
lanjut
arfan
up
Ratna Pinky
Makassar hadir 🤗
alfi
linkaran tak ber ujung 🤣🤣🤣🤣🤣 pushing
Muhsana Hj. Kaco
kenapa tidak dilanjutkan dan diselesaikan saja ceritanya..biar endingnya sama2 bahagia seperti darren - ....., adrian - ......., dan ryan - ......, mereka kan belum mendapatkan pasangan juga
Muhsana Hj. Kaco
endingnya gantung banget ya
Ellyana Rosita
aww
Nunung Syariah
Cikampek, Karawang
Shima Jiu
gua aja bingung thor, nama-namanya pada mirip, raihan, raihanah, ryan, rakan, reno, reina, belum yg salah ketik, ane tambah bingung..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!