namaku aurora. mungkin kalian akan terkejut mendengar nama lengkapku, ya aurora borealis.
aku tidak tau siapa yang memberikan nama ini, tapi yang ibu angkatku katakan, siapapun yang memberi nama ini adalah sebuah pengharapan agar hidup ku lebih berwarna seperti aurora yang menghasilkan cahaya menyala nyala dan menari nari..
aku hidup dalam kesederhanaan dan belum mempunyai pekerjaan tetap karena aku hanyalah tamatan SMA
bekerja serabutan untuk membantu keuangan keluarga. sampai suatu hari aku ikut temanku yang bekerja di make up artist lumayan selain uang yang aku dapat agak besar, aku bisa bertemu dengan beberapa artis yang biasa aku lihat di televisi.
berawal dari sini aku bertemu dan mengenal lelaki angkuh dan arrogant.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwatirta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjauh
semalam, setelah aurora pulang. dia melihat lady berada di depan rumahnya. memang di depan gang, ada mobil mewah terparkir disana. tidak mau kepo, aurora tidak memperdulikannya.
"ra..."
"iya bu..."
"kamu memikirkan apa yang wanita itu bicarakan tadi malam?."
flashback on
"nona lady? apa yang anda lakukan disini?."
"ahirnya datang juga."
"ada perlu apa anda datang kemari?." belum sempat aurora menyuruhnya masuk, ibu puri ibu angkatnya membuka pintu.
"loh, ada tamu? kenapa gak disuruh masuk nak?."
"ayo silahkan masuk!." lady ahirnya mengikuti aurora dan enggan duduk di sofa yang sudah terlihat kumuh itu.
"aku gak bisa lama, aku juga gak bisa duduk di sofa yang udah gak layak pakek kayak gini. langsung aja, aku kesini buat mengingatkan kamu agar menjauh dari bima."
"saya dan bima hanya berteman...."
"halah, mana ada. kamu tau kan minggu depan kami akan menikah, jangan merenggut kebagiaan kami. sebelum kamu hadir, bima sangat perhatian kepadaku. tapi aku yakin karena kamu merayunya jadi berubah menjadi dingin seperti sekarang."
"nona, jangan asal mengambil kesimpulan menurut sudut pandang anda sendiri, saya tidak pernah merayunya dan saya juga tidak mau mengambil kebahagiaan anda."
"kalau memang begitu, tidak salah bukan kalau aku menyuruhmu menjauhinya."
"anda katakan saja pada tuan bima.. "
"jangan pernah bermain denganku gadis miskin, atau aku tidak segan membuatmu jauh dari bima selamanya."
aurora tidak gentar dengan gertakan lady, karena seperti yang bintang katakan padanya. lady akan melakukan semua cara untuk menjauhkan siapapun yang berani mendekati bima.
"aku akan memberikanmu kesempatan, pergilah pelan-pelan sebelum hari pernikahan kami. kalau tidak, aku tidak bisa menjamin keselamatan ibumu. ibu angkatmu yang sudah tua itu, tidakkah kamu merasa kasihan kalau kamu hanya akan menjadi bebannya?." seringai licik lady membuat aurora mengepalkan kedua tangannya. kenapa harus mengancamnya dengan ibu?
"pikirkan baik-baik gadis miskin." lady pun keluar dari rumah aurora.
ibu puri yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka dari dapur, berjalan menghampiri gadis kecilnya yang masih terlihat kaget. menepuk bahu aurora pelan, mencoba menyalurkan kekuatan darisana.
"siapa wanita itu nak?."
"ibu..." aurora menatap kedua mata sayu sang ibu yang mulai sedikit keriput. tangis aurorapun pecah dalam dekapan hangat wanita tua itu.
"apa kamu menyukai calon suaminya?." aurora menggeleng.
"sungguh? lalu kenapa kamu menangis?."
"aku.. aku tidak mau menyakiti siapapun bu."
"ceritakan pada ibu!."
aurorapun menceritakan bagaimana awalnya dia melihat lady dan axel di hotel. dan menceritakan bagaimnana dia bisa bertemu seorang bima sakti, harus terjerat dengannya karena hutang. sikap arogan bima memang sangat membuatnya kesal tapi seiring berjalannya waktu, aurora tau kalau bima memiliki sisi lain, dia sangat baik dan perlakuannya juga lembut kepada orang yang dekat dengannya.
sampai ahirnya aurora berpura-pura masih tidur saat bima mengatakan bahwa dia mencintai aurora dan mengecup keningnya.
flashback off
"lalu bagaimana perasaanmu nak?."
"aku tidak tau bu, aku tidak pantas untuk seorang bima. gadis rendahan sepertiku, bagaimana mungkin berharap bisa bersanding dengan seorang seperti dia."
"nak, ma'afkan ibu tidak bisa memberikan kebahagiaan kepadamu. dari SMP kamu habiskan waktu mu untuk bekerja,"
"tidak bu, jangan berbicara seperti itu, aku sangat menyayangi mu bu."
sejak semalam aurora tidak bisa memejamkan matanya. terlihat jelas lingkaran hitam di matanya.
"apa kamu sudah membuat keputusan?."
"iya bu, aku akan menjauhi bima. sebelum perasaanku terpaut terlalu dalam." aurora baru menyadari kalau dia ternyata juga memiliki perasaan kepada bima. dan dia tidak mau merusak kebahagiaan bima.
"apapun keputusanmu, ibu akan mendukungmu."
"terimakasih bu."
"apa kamu hari ini akan bekerja?."
"tidak bu. aku akan menemui salah satu temanku." Aurora segera membersihkan dirinya, dia harus segera mencari pekerjaan baru.
sedangkan bima, yang mulai terbiasa dengan keberadaan aurora merasa hampa pagi ini. tadi pagi, saat dia bangun dan mengecek ponselnya, dia melihat pesan dari aurora yang mengirimkan pesan bahwa dia tidak bisa datang hari ini.
"selamat pagi tuan." agam membukakan pintu mobil untuk bima.
kenapa dengan raut wajah tuan bima? terlihat masam.
sepanjang hari, bima merasa kesal. pekerjaan yang seharusnya sudah selesai, mendadak keliru di mata bima membuat agam kebingungan dengan sikap tuannya itu.
agam yang menjadi korban kemarahan bima, hanya mampu menggerutu dalam hatinya.
sial! hanya karena aurora tidak datang tadi pagi, membuat kemarahan tuan sampai ke perusahaan. harusnya proposal ini sudah selesai dan hanya butuh tanda tangannya saja. kenapa dia malah mempersulit dengan menyuruhku memeriksanya berulang kali.
agam menggerutu dalam hatinya.
"sore sayang." lady datang dengan memakai baju ketat yang membuat seluruh lekuk tubunnya tercetak jelas. bima hanya sekilas melihat lady, dan kembali berkutat dengan laptopnya.
"sayang, sibuk?." lady duduk di pangkuan bima dan mengalungkan kedua tangannya di leher bima.
"ada apa?."
"jutek banget, sekarang kita harus ke butik. tadi madam mengabariku kalau baju pengantin kita sudah selesai."
"em."
lady membereskan semua dokumen yang ada di meja bima agar mereka bisa segera berangkat.
"gam, ayo kita ke butik." ajak lady. agam menoleh ke arah bima yang mengangguk tepat dibelakang lady. dengan malas agam mengantar kedua calon pengantin itu ke butik terkenal di kota itu.
"nona, tuan silahkan masuk." ucap salah satu karyawan yang membukan pintu untuk bima dan lady. lady merupakan salah satu pelanggan VVIP di butik itu. profesinya sebagai model mengharuskannya berpenampilan sempurna saat menghadiri sebuah event, pesta dan acara lain.
lady dan bima langsung menuju ke lantai paling atas butik itu. tempat berbagai macam gaun pengantin berada.
"wah.. tuan bima, sebuah kehormatan anda bisa langsung datang ke butik kami." ucap pemilik butik yang dibalas dengan senyuman oleh bima.
lady mencoba gaun yang sudah dia pesan, sedangkan bima menolak untuk mencobanya karena kalau sudah benar ukurannya maka tidak usah lagi dicoba pikir bima.
"tuan, bolehkan saya berfoto dengan anda? pasti nanti akan lebih banyak lagi orang yang datang ke butik ini." ucap pemilik butik penuh harap.
sebenarnya bima enggan untuk menanggapi, tapi entah kenapa ucapan aurora tempo hari terngiang diingatannya.
"kamu tidak perlu memberikan semua hartamu untuk menjadi baik, tapi kamu bisa berperilaku baik untuk membuat mereka senang. membuat orang lain senang juga perbuatan baik"
seutas senyum terlihat di wajah bima mengingat wajah aurora, dia kemudian mengangguk membuat si pemilik butik senang bukan main.
"terimakasih tuan, terimakasih."
ternyata benar katamu ra, membuat orang lain bahagia tidak harus melulu dengan materi.
bima berdiri dengan pemilik butik disampingnya. yang kemudian entah darimana lady datang dan menggandeng mesra lengan bima.
cekrek!
setelah bima dan lady pergi, si pemilik butik langsung mengapload hasil foto tadi di halaman media sosialnya.
'mesranya calon pengantin,' itulah caption yang menjadi keterangannya. bukan hal baru lagi, selang beberapa menit foto itu sudah menyebar luas di berbagai media sosial.
aurora yang sedang bersantai dengan temannya, hanya tersenyum kecut melihat foto itu.
keputusanku sudah benar, aku harus menjauh darimu bima sakti...
saya juga ingin tokoh yang tersakiti memperoleh kesempatan, sehingga kariernya gemilang melebihi tokoh yang merendahkanya sehingga tidak ada kesempatan lagi untuk diremehkan......
itu lady jangan biarkan wanita jahat itu menang moga bintang selamat dg bantuan yang tidak terduga ....... Aamiin