NovelToon NovelToon
Sekretaris Cantik Milik Presdir

Sekretaris Cantik Milik Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Contest / Vampire / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:198.2k
Nilai: 5
Nama Author: zulfa Laeli Ahlina

"Tidak ada yang boleh menyentuhnya barang sedikitpun tanpa seijinku. Karena dia adalah mate-ku. Ingat itu baik-baik." dengan tegas presdir mengucapakannya didepan para musuh.

Missa Elif Kumara. Sekertaris cantik di perusahaan Unilever. Tak disangka oleh Elif bahwa presdir yang memimpin perusahaan dengan segala ketegasan dan kewibawaannya adalah seorang vampire. Dan yang lebih mengejutkan lagi Elif adalah mate dari sang presdir yang sudah ribuan tahun ditunggu-tunggu.

Segala rintangan dan ujian agar bisa bersama dengan dipenuhi kebahagiaan ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Apakah Elif dan presdir akan terus bersama dengan segala rintangan dan ujian? Dan apakah Elif akan percaya jika dirinya adalah keturunan penyihir yang seharusnya musnah?

Yuk baca kisahnya. Jangan sampai telat ya.

Jangan lupa like, vote dan follow.

Ig : ZulfaZul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zulfa Laeli Ahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

"Stop!!!"

Bruk!

Presdir dengan sigap menangkap kembali tubuh ramping yang kini kehilangan kesadarannya itu. Menghapus peluh yang keluar dengan lembut menggunakan jarinya yang panjang.

Seorang wanita bergaun hitam dengan panjang selutut itu terlihat tidak suka dengan apa yang baru saja sofu lakukan. Tanpa bicara apapun, dia berjongkok. Mensejajarkan tingginya dengan putranya yang tengah menghapus peluh diwajah wanita cantik yang kini terkulai lemas akibat kehabisan tenaga dan juga tubuh yang tidak kuat dengan segala kekuatan yang baru saja dia terima.

"Haha???" presdir menatap wanita bermuka tegas yang kini membelai wajah cantik Elif.

"Apa yang sedang kamu lakukan disini? Kamu sudah menganggu." cetus sofu sembari membalikkan badannya dan duduk di kursi yang sering ia duduki.

Wanita yang presdir panggil 'haha' itu bangkit seketika. Lalu, menghampiri sofu. "Chichi, tak seharusnya chichi melakukan semua itu padanya. Dirinya tidak bisa secara langsung menerima semua kekuatan yang tersembunyi didalam dirinya itu. Dia bisa saja mati, chichi." tunjuk haha dengan kesal.

"Kamu tidak pernah berubah, ya? Apa aku setega itu terhadap cucuku? Sehingga aku membunuh MATE nya?" sofu membalas perkataan putrinya dengan wajah yang ia palingkan ke botol kecil yang tadi berisi ramuan cair berwarna hitam.

Haha menghela napasnya. "Aku memang tidak akan pernah berubah, chichi. Dan soal yang tadi, aku tidak kuat jika wanita itu harus dipaksa menerima seluruh kekuatannya pada hari dimana dia baru tahu siapa jati dirinya. Itu akan sangat menyakitkan." sembari melirik ke arah Elif yang masih memejamkan matanya, namun peluh lelah terus saja keluar dari wajahnya.

"Baiklah, kalau begitu. Aku tidak akan memaksa tubuhnya untuk menerima kekuatan yang sangat besar itu. Biarlah waktu yang mengaturnya." sofu bangkit dari kursi dan membenarkan jas yang ia pakai. Dengan kekuatannya, sofu mengembalikan segala yang ada di atas meja laboratorium dengan sekejap. Lalu, segera pergi dari laboratorium untuk menjamu para tamu yang hadir dipesta.

Haha menghampiri putranya yang masih setia memangku tubuh cantik bergaun putih itu. "Bawa dia ke kamarmu, Dex. Jaga dia untuk sementara. Dan jangan lupa tepat pukul dua belas malam nanti, bawa dia ke taman belakang rumah untuk upacara yang akan kalian lewati tepat ketika bulan purnama sempurna dengan disaksikan oleh seluruh rakyat bangsa vampire." setelah itu haha pergi dan menianggalkan presdir bersama dengan Elif.

Presdir masih tak menyangka, jika wanita yang dia angkat menjadi sekretarisnya adalah MATE yang dia tunggu selama ini. Sungguh, ini hal yang paling dia tunggu.

Perlahan tapi pasti, diam-diam dan menjadi terang-terangan, sifat presdir yang sedingin es itu akan mencair seiring berjalannya waktu. Dan hal itu terjadi tanpa presdir sadari. Mulai dari rasa khawatirnya dan takutnya akan terjadi apa-apa pada wanita yang dia sebut sebagai MATE.

***

Elif membuka matanya dengan perlahan. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Cahaya remang-remang dari dua lampu tidur yang ada di dua nakas disamping ranjang empuk yang sedang dia tiduri itu.

Perlahan, Elif bangkit dari tidurnya. Mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang begitu luas. Kepalanya tiba-tiba berdenyut ketika mengingat apa yang sudah membuatnya tidur di kamar yang dia tidak tahu milik siapa itu.

Tak berapa lama, pintu terbuka dengan lebar. Elif terkejut ketika tahu siapa yang baru saja membuka pintu kamar. "Presdir?" ucapnya dengan tubuh bergegas bangkit dari ranjang yang empuk, namun karena kepala yang terus berdenyut itu membuat Elif terhuyung hampir jatuh. Untungnya presdir dengan sigap menangkap tubuh bergaun putih khas seorang ratu kerajaan itu. Lalu, mendudukkan kembali tubuh yang terlihat masih lemas di pinggir kasur.

"Apa kamu sudah lebih baik?" tanya presdir sembari memberi jarak dirinya dan Elif.

"Kepalaku terus berdenyut presdir. Sebenarnya apa yang terjadi dengannku. Dan ini. kenapa aku memakai ini? Bukannya tadi aku memakai gaun merah?" tanya Elif balik dengan mata menyusur baju yang sangat berbeda dengan yang dia pakai terakhir kali.

Presdir bingung harus menjawab apa. Tetapi setelah berpikir beberapa saat, akhirnya presdir memilih mengajak Elif ke taman. Karena sebentar lagi jam dua belas.

"Ikutlah denganku. Pasti kamu akan ingat dengan apa yang terjadi." ajak presdir, lebih dulu bangkit dari ranjang.

Elif pun mengangguk, kepala yang tadi terasa terus berdenyut itu perlaha mulai menghilan Dan hal itu Elif gunakan untuk mengingat apa yang terjadi.

"Tunggu, presdir!" ucap Elif ketika dirinya tak sengaja menatap wajahnya di cermin. Ada mahkota kecil tranparan yang ada diatas kepalanya itu dan tanda api berwarna abu-abu yang seketika itu menyala ketika disentuh oleh tangannya.

"Apa benar aku seorang penyihir?" tanya Elif pada presdir yang sedang menatapnyta juga lewat cermin besar.

*

*

*

Jangan lupa like, kasih hadiah dan koment dibawah. Selamat membaca. Sempga terhibur.

Dan jangan lupa juga, baca A Story For Elnara episode 1 yaaa. UP jam 05.00. Yuk langsung cek dan baca. Author tunggu jejak kalian.

1
Renny arnelola
lanjut thor up nya
Reny Saputro
semangat
ZULFA L.A. 🐣: Makasih kak
total 1 replies
ZULFA L.A. 🐣
Makasih kak
Reny Saputro
tetap semangat
Reny Saputro
semangat
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak,
total 1 replies
Anna Susiana
Ayo ... lanjutkan semangat up nya, cerita ini bagus
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak makasih ya kasih semangat, bener" lg butuh semangat nulis sekarang
total 1 replies
Anna Susiana
bagus ceritanya thor, ditunggu up lanjutannya ya, segera....
Anna Susiana
waahh.... bangganya Elif dapat kesempatan yg tdk diduga duga langsung jadi sekretaris, smoga saja Elif bisa mengemban tugasnya dgn sebaik baiknya
Yani Cuhayanih
kk aku kepoin yaaah
ZULFA L.A. 🐣: silakan kak, semoga ceritanya menarik
total 1 replies
Reny Saputro
tetap semangat
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak
total 1 replies
Reny Saputro
semangat
ZULFA L.A. 🐣: Shap kak
total 1 replies
Aldin Haryanti
knpa sllu putus crta d noveltoo..dan sllu ngg ada kelanjutan ny
Aldin Haryanti
males ny Thor ngg ada kelanjutan ny
Anny cell
ditunggu kelanjutan y thor...
Syania Mariadjang Yana
NEXT DI TUNGGU KELANJUTANX...
Nona Camel
hmm
Naanananna
up lagj thor
Salma
suka Thor,,, di tgu ya ke Lanjutannya,,,
Reny Saputro
semangat. extra part
Ina Nuraeni
ditunggu season 2 nya thor,, 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!