Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
(Dzztt.. Dzztt.. Dzztt)
Ponsel Ayra berdering di atas meja samping tempat tidurnya. Tangan Ayra terus bergerak seraya mencari sumber suara dengan mata yang masih tertutup rapat sambil mengecap-ngecapkan mulutnya. Setelah didapatnya ponsel tersebut, dia pun segera mengangkatnya dengan mata yang masih tertutup.
"Eemm." suara Ayra khas orang bangun tidur.
"Hoyy. Lo masih tidur?" tanya Arsen dari seberang sana.
"Apaan?" tanya Ayra yang belum sadar dari alam mimpinya.
"Bangun woy udah siang!!" teriak Arsen.
"Ishh.. Berisik lo! Ganggu aja.” umpat Ayra.
"Dasar cewek pemales, udah siang belum bangun juga." ucap Arsen.
"Serah gue dong. Ada apa lo jam segini telfon gue? Kangen ya?" tanya Ayra asal.
"Idih PD banget. Gue cuma mau ngingetin jangan lupa jam 10 gue tunggu lo di bioskop." ucap Arsen.
"Iye." ucap Ayra malas.
"Awas kalo lo nggak dateng. Gue congkel pipi lo!" ancam Arsen.
" IYE IYE BAWEEELLL..!" teriak Ayra sembari membuka matanya.
(Tut.. Tut.. Tut..)
Mendengar teriakan Ayra, Arsen langsung mematikan panggilannya.
Ayra sangat kesal, dia mengutuki Arsen sejadi-jadinya. Lalu Ayra bangun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi dia langsung turun menuju ruang makan.
"Sarapan apa pagi ini, Ma?" tanya Ayra.
"Kamu maunya Apa? Ada nasi goreng, ada roti bakar." ucap Mama Ria.
"Embb... Roti bakar aja sama telur mata sapi." jawab Ayra sambil mengambil roti dan telurnya. Dia memakan sarapannya dengan lahap. Lalu dia menoleh ke arah Andra yang sedang Asyik nonton kartun Upin & Ipin.
"Elahh, bang. Udah tua masih suka aja nonton Upin & Ipin." ucap Ayra sambil memasukan roti ke mulutnya.
"Nggak Ada larangannya tuh orang dewasa nonton kartun." ucap Andra.
"Iye dah. Serah Abang aja." ucap Ayra.
(Tak Tak Tak) Agra berlari dari kamarnya menuruni tangga dengan buru-buru sambil membawa tas dan jas putih.
"Dek, Pinjem mobil ya. Abang buru-bur." ucap Agra sambil memperlihatkan kunci mobil Ayra ditangannya.
"Pake aja, asal pulang bensin full ya!" Ucap Ayra.
"Oke!" seru Agra seraya berlari meninggalkan ruangan.
"Izin pinjem, tapi udah ngambil kuncinya duluan. Dasar." gumam Ayra.
Kini Ayra sudah menyelesaikan sarapannya. Dia melihat jam ternyata sudah jam 9. Dia masuk ke kamarnya lalu memilih baju.
Untuk Outfit kali ini Ayra mamakai rok plisket warna coklat susu yang panjangnya di bawah lutut di padukan dengan jaket denim longgar dan dalaman kaos warna putih, lalu memakai sepatu Converse Boots Blue Navy.
Dia merias wajahnya dengan make up natural, mengoleskan Liptint warna pink yang membuat wajahnya nampak Fresh dan imut.
Dia menggerai rambutnya lalu memakai Topi warna putih. Tak lupa dia memakai jam tangan dan juga tas slempang kecil warna putih.
Entah mengapa, dia ingin menjadi feminim hari ini.
Disisi lain, Arsen sedang duduk di atas tempat tidur sambil memegangi kepalanya yang sakit. Dia menyumpal hidungnya dengan tissue dan mendongakkan kepalanya agar darah yang mengalir dihidungnya segera berhenti.
Lalu bunda Angel masuk ke kamar Arsen sambil membawa obat dan air putih. Arsen pun meminum obat tersebut, lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Bunda Angel mengelus kepala Arsen dengan penuh kasih sayang. Saat Arsen memejamkan matanya, bunda Angel keluar dari kamar, dia ingin Arsen beristirahat dengan baik.
Setelah dikira kepalanya sudah membaik, Arsen membuka matanya dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Dia menyalahkan ponselnya dan melihat jam di dalamnya, dia terkejut ternyata sudah jam 09: 25 wib. Dia bergegas bangun dari tempat tidur, dia memakai jaket dan merapihkan penampilannya di depan cermin.
Walau masih sedikit lemah, tetapi dia sudah bertekad untuk menemui Ayra hari ini.
Dia mengambil kunci motornya dan keluar dari kamar, dia berjalan mengendap-endap agar tidak ketahuan bundanya. Setelah dipikir aman, dia langsung lari ke bagasi dan menaiki motornya.
Setelah 15 menit perjalanan, akhirnya Arsen sampai di depan rumah Ayra yang kebetulan Ayra pun keluar dari gerbang rumahnya.
"Nah loh, kok kesini? Katanya mau ketemu di bioskop aja?" tanya Ayra heran.
"Gue tahu lo bakal telat. Jadi mending gue jemput lo aja. Gue nggak mau nungguin lo di sana. Kaya orang bego." jawab Arsen sinis.
"Cihh, mau kemana dulu kita?” Tanya Ayra sembari memakai helm yang diberikan oleh Arsen.
"Embb ke Museum dulu aja, gimana? " tanya Arsen.
"Embb... Boleh, deh." jawab Ayra sembari naik ke jok motor belakang Arsen.
Ayra sudah siap duduk manis di atas jok. Namun, Arsen belum juga menyalahkan mesin motornya.
"Ayok jalan, kok malah diem?" tanya Ayra bingung. Lalu Arsen menarik kedua tangan Ayra untuk memeluk pinggangnya erat.
Ayra kaget dibuatnya. Dia diam dan mematung sambil memeluk tubuh Arsen dari belakang. Dia sangat gugup saat ini. Walau dia sering memeluk 2 kakak dan 3 sahabat laki-laki nya, tetapi dia tidak pernah merasakan perasaan aneh seperti yang dia rasakan saat ini.
Jantungnya berdetak sangat kencang, dan juga ada rasa bahagia di hatinya. Sementara Arsen tersenyum senang dibalik helm full face yang dia pakai. Detak jantungnya pun tak kalah kencang dengan Ayra.
Arsen melajukan motornya dengan kecepatan sedang, sepanjang jalan Ayra tetap memeluk Arsen dengan perasaan bingung, seperti terhipnotis dengan pesona Arsen.
Sampailah mereka di depan Gedung Museum Wayang di Jakarta. Mereka turun dan memarkirkan motornya. Saat Ayra hendak melangkahkan kakinya masuk tiba-tiba tangan Arsen menggenggam tangan Ayra erat. Sontak Ayra kaget dan memandang wajah Arsen bingung.
"Kenapa lo gandeng gue?" tanya Ayra penuh sidik.
"Biar nggak ilang." jawab Arsen cuek seraya menarik tangan Ayra mengajaknya masuk ke dalam Museum.
Saat melewati pintu masuk, mereka berdua melihat patung Wayang Golek Gatotkaca berukuran besar yang bersanding dengan permaisurinya yaitu Pergiwa.
Ada juga Artefak yang menempel pada dinding yang bertuliskan bahasa belanda tentang sejarah dan misteri pembangunan gedung.
Arsen mengajak Ayra masuk lebih dalam. Mereka melihat macam-macam jenis wayang dan juga boneka dari seluruh Indonesia. Tidak hanya wayang tapi juga alat musik seperti Gamelan dan yang lain.
Mereka berjalan sambil terus bergandengan tangan. Mereka melihat ada patung Gatotkaca, Rahwana, Rama, Sinta, Cepot, boneka Si Gale-Gale dan masih banyak lagi.
Saat Ayra melihat patung Hanoman, dia berhenti dan menyuruh Arsen untuk memotretnya. Ayra bergaya di samping patung hamonan sambil menirukan gaya patung tersebut. Arsen tertawa geli melihat tingkah Ayra. Lalu Arsen melihat patung Semar dengan mulut terbuka. Dia meminta Ayra untuk bergantian memotretnya. Ayra tertawa terbahak-bahak melihat Arsen yang juga menirukan gaya patung tersebut.
Lalu Ayra memposting foto dirinya bersama patung Hanoman ke akun Instagramnya dengan caption
"WITH KADAL MESIR ". Arsen pun juga melakukan hal yang sama dia memposting dengan caption "WITH SAMSON "
Setelah Asyik dengan fotonya, mereka pun melanjutkan melihat-lihat ke ruangan Wayang dari Luar Negeri, Asia dan Eropa. Seperti dari Malaysia, India, Thailand, Rusia, Polandia tengah, Cina dan Vietnam.
Lalu Ayra melihat boneka Si Unyil dan kawan-kawan yang merupakan bentuk Wayang Golek Modern asli dari Indonesia, yang dibuat oleh Drs. Suyadi atau yang sering dikenal dengan sebutan Pak Raden.
Ayra berlari senang melihat boneka Si Unyil. Lalu dia melihat ada anak kecil laki-laki yang berusia sekitar 8 tahunan sedang memotret wayang. Ayra meminta anak itu untuk memotret dirinya bersama Arsen di dekat boneka tersebut menggunakan ponselnya.
"Dek tolong fotoin kakak dong." pinta Ayra sambil menyodorkan ponselnya.
"Boleh, tapi nggak gratis, ya. Ada bayaranya. Mahal." ucap anak itu.
"Et dah. Kan kalau gratis nanti kamu dapat pahala." ucap Ayra.
"Bilang Aja mbak ini nggak punya duit." ucap Anak itu sambil menyeringai.
"Sembarangan! gue punya lah." ucap Ayra tidak terima.
"Mana coba Niko lihat." pinta Anak itu yang ternyata bernama Niko.
Ayra menuruti ucapan Niko. Diaa menunjukan uang seratus ribuan 10 lembar. Uang itu adalah hadiah lomba yang dia dapatkan bersama Arsen. Arsen hanya diam melihat tingkah Ayra sambil terkekeh.
Saat Ayra menunduk dan menunjukan beberapa lembar uang tersebut, tiba-tiba anak itu mengambil uang 3 lembar dengan cepat.
"Ini bayaran Niko. Sekarang mbak sama mas berdiri disana, biar Niko fotoin." ucap Niko sambil menunjuk kearah boneka Si Unyil.
"Sialan nih anak. Kecil-kecil udah mata duitan. Gimana gedenya nanti." gumam Ayra kesal.
Lalu Arsen dan Ayra berpose beberapa kali. Setelah selesai, Niko mengembalikan ponsel Ayra dan menghampiri Arsen.
"Mas, mendingan mas cari pacar lagi aja. Pacar mas yang ini pelit." ucap Niko lalu dia berlari kencang meninggalkan mereka berdua. Arsen yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak sedangkan Ayra, mukanya memerah menahan emosi.
Setelah puas berkencan di Museum Wayan, mereka berdua pergi ke bioskop. Tampak Arsen masih terus menggandeng tangan Ayra. Ayra pun tidak menolak, mereka seperti sepasang kekasih yang sebenarnya. Sebelum masuk ke dalam gedung bioskop, Arsen membeli popcorn dan juga minuman. Ayra memilih menonton film Action, karena dia sangat menyukai gendre film tersebut.
Saat muncul adegan yang cukup panas, Ayra dan Arsen mengalihkan pandangan ke tempat duduk di depannya. Namun, Na'as. Mereka melihat pasangan yang duduk di depannya sedang berciuman dengan mesranya. Mata Ayra membelalak karena kaget. Arsen yang menyadarinya segera menutup mata Ayra menggunakan telapak tangannya.
"Astagfirullahaladzim, Mata gue ternodai." batin Ayra.
"Sialan nih orang, kaya nggak ada tempat lain aja." batin Arsen.
Setelah selesai menonton film, mereka mampir ke toko baju dan supermarket. Mereka memanfaatkan voucher belanja yang mereka dapatkan dengan sebaik-baiknya.
Tempat terakhir yang akan mereka kunjungi yaitu Taman Bermain. Ayra sangat senang membayangkan tempat tersebut. Sepanjang jalan dia bernyayi riang sambil memeluk tubuh Arsen dengan erat. Arsen sangat senang hari ini, bisa menghabiskan waktu bersama gadis konyol yang mengganggu pikirannya akhir-akhir ini.
Sesampainya di taman bermain, Ayra melompat-lompat kecil lalu menarik tangan Arsen dan mengajaknya ke tempat-tempat yang dia inginkan. Kali ini Ayra yang menggenggam tangan Arsen terlebih dulu. Membuat hati Arsen semakin berbunga-bunga. Hampir semua permainan mereka naiki. Tak terasa hari mulai gelap. Namun, rasa lelah seolah sirna. Ayra masih ingin bermain dan yang terakhir adalah Bianglala.
Ayra menggoyang-goyangkan lengan Arsen sambil memohon. Memasang wajah imut, seperti Anak kecil yang meminta dibelikan permen pada ibunya.
Arsen pun menyerah, melihat tingkah lucu Ayra yang menggemaskan baginya.
Dia menuruti keinginan Ayra. Walau sebenarnya dia sudah sangat lelah, tetapi dia tidak ingin membuat Ayra kecewa.
Mereka menikmati pemandangan indah malam hari kota Jakarta. Setelah mereka turun, Arsen mengajak Ayra duduk di bangku. Dia membelikan Ayra harum manis kesukaan Ayra. Ayra benarbenar sangat bahagia hari ini, hingga dia tidak bisa mengendalikan diri memeluk Arsen. Arsen kaget, dia sangat senang mendapat pelukan gratis dari gadis imut disampingnya itu. Dia pun membalas pelukan Ayra dengan erat.
Ayra seperti mempunyai kebiasaan, jika terlalu bahagia, dia akan memeluk siapa saja yang ada disampingnya.
Disisi lain ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua dari kejauhan dengan tatapan iri dan juga benci.
📽To be continue🎞
hai bang!