Admin buat versi reborn, dengan penyusunan alur ulang dan tanda baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Papa Melon | Ig : Instastory_random.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch-017. Cerita Lama
Sebenarnya...., saya merupakan seorang jendral di dunia dewa. Namun semua berubah ketika terjadi peperangan antara ras dewa dan Iblis, Milyaran tahun yang lalu.
7 hewan Legenda ikut dalam pertempuran, dan kedua belah pihak sama sama menerima kerugian yang besar. Dan harta paling rahasia adalah sisa darah binatang legenda yang salah satunya yang saya jaga selama milyaran juta tahun.
Karena ada sebuah ramalan tua, ramalan yang sangat lama. Ramalan itu mengatakan akan ada 1 pimpinan yang akan berdiri di puncak alam semesta yang kekuatanya tak bisa digapai oleh siapa pun. Mahluk Aggungpun akan tunduk dibawah kakinya.
6 darah lainya terpencar di berbagai Alam, darah hewan legenda tidak akan hilang sebelum menemukan pewarisnya. Dengan memiliki satu hewan legenda sudah dapat mencapai puncak dunia, tidak ada yang tidak akan tunduk, karena itu merupakan hukum alam.
***
"Sekarang Yang Mulia Raja, telah bangkit. Suatu kehormatan dapat menemui generasi terakhir mahluk Aggung" ucap pria tua sambil bersujut bahagia, setelah penantian lamanya. Akhirnya tiba di mana ramalan itu terpenuhi.
Ia sudah bersumpah untuk mengikuti, keturunan Raja Serigala darah kepala 3.
Seorang yang sudah menembus ranah Jendral Dewa memiliki umur abadi.
Lin Vee masih mencerna informasi yang di dapatnya, banyak wawasan baru ia masih tak menyangka ia merupakan keturunan mahluk aggung. Ia sempat berfikir ada kaitanya tentang di panggilnya ke dunia ini.
"Kemarilah" ucap kake tua, seperti masih ada yang ingin di tunjukan.
Lin Vee hanya mengikuti saja, masih terdapat harta peninggalan yang sangat berharga. yah walau ia bisa beli di shop.
"Ini semua harta terakhir, sambil menyerahkan token Raja binatang. Token ini dapat mempermudah Yang Mulia memasuki kerajaan hewan dan berbagai ras" ucap kakek tua tersebut.
Token tersebut berukir tiga kepala serigala darah, dan masih mengandung sedikit aura Aggung yang tertinggal.
Sambil menerima token itu dan menyimpanya di Inventory
"Takdir apa yang ku emban, penguasa Alam semesta. Ini terlalu gila" gumamnya masih tidak percaya atas semua informasi.
Saat Lin Vee dan kake tua, alangkah terkejutnya Lin Vee semua moster berbagai tingkatan spontan menunduk dan hormat. Aura keagungan yang begitu mulia
"Sudah tak perlu segitu hormat pada ku" ucapnya kepada semua binatang di sana.
"Tuan izinkan hamba mengikuti tuan, hamba sudah mengabdi kepada keturunan terakhir dari mahluk agung" ucapnya sambil bersikap hormat.
"Baiklah, aku masih kurang mengerti beberapa hal. Hari mulai larut aku akan pulang kekediaman ku dan enggkau ikut dan mengakulah sebagai guru ku" ucap Lin Vee
Lalu Lin Vee melesat meninggalkan hutan dibarengi dengan kakek tua tersebut.
***
Beberapa Jam yang lalu munculah sebuah fenomena alama yang muncul di seluruh alam semesta. Langit memunculkan warna orange kemudian di susul warna ke emasan dengan siluet Serigala Darah Kepala Tiga sambil berkata.
"Aku kembali", Sambil menunjukan aura keaggungan yang tiada tara.
Fenomena tersebut membuat riuh berbagai ras, alam, fraksi dan lainya. Jika hewan Legenda telah bangkit maka akan terjadi prubahan besar di semua daratan tidak semua benua.
Disebuah gubuk diujung tebing tinggal seorang pria tua duduk di kursi goyang dan menampilkan wajah tersenyum, "Guru telah terlahir kembali, murid akan selalu menunggu di alam ke-9" ucap pria itu sambil menyedu tehnya.
Lalu di bagian timur yang sangat jauh di sebuah gua, Seorang wanita paruh baya sedang bermeditasi terbangun.
"Aura ini..."
Sambil bergegas keluar gua dan menatap ke langit.
"Huf... dari sekian Milyar tahun akhirnya tiba hari dimana guru lahir, murid senantiasa menunggu"
Dunia ini akan berda di bawah kakinya, Ia yang Aggung nan Mulia. Ia kembali lagi kedalam gua dan melakukan kultivasi tertutup.
Ditempat nan jauh tak bisa terukur sebuah istana besar berdiri kokoh, terdapat 12 Dewa sedang berdiskusi atas lahirnya salah satu hewan Aggung.
"Sudah di pastikan bahwa pemimpin baru kita akan datang beberapa tahun lagi" ucap seorang dewa yang duduk di tengah yang tak lain Dewa Alam Semesta.
"Kita tinggal menyaksikan apa yang akan dilakukan nya, tentunya perjalanya tidak akan mudah" ucap salah seorang dewa.
"Setelah perperangan terakhir, Aku tidak melupakan mu ayah" gumam seorang pria.
"Mari kita bersiap-siap saja menunggu kedatanganya" Ucap Dewa Semesta, lalu mereka membubarkan diri masing-masing.
***
Tampak dua orang sedang melesat menuju kota, diatas ketinggian ia melihat caroline tetap setia menunggunya.
"stop" ucap Lin Vee meyuruh kakek tua untuk berhenti dahulu.
Lin Vee menghampiri Caroline dan memegang pundaknya.
Barak... Lin Vee bisa melihat langit malam, ia merasakan habis di banting oleh seseorang.
"Ma- aaf tu- an, aku reflekk" ucap Caroline terbata bata.
"kau lumayan kuat" ucap Lin Vee sambil mengelus pucuk kepala Caroline yang membuatnya bersemu merah.
"Ayo pulang" ucap Lin Vee melambaikan tangan.
Kakek tua yang melihat dari ketinggian hanya mengelengkan kepalanya, Huh anak muda. Lalu mengikuti tuannya dari ketinggian.