Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.
Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.
MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Menantang kesabaran.
"Kamu harus mandi! wangi tubuh mu Ambyar" bisik Nervan. Membuat Crystal melongo tiba-tiba.
"Heh! kamu pikir aku akan mencium mu! mimpi!" ucap sinis Nervan membuat Crystal kesal merasa harga dirinya sebagai perempuan di hina oleh suami pura-pura tapi betulan menikah. Entahlah apa namanya.
Crystal hanya menghela nafas dalam lalu memejamkan matanya untuk meredam emosi.
Sebetulnya memang Nervan hendak mencium Crystal sungguhan, namun ketika melihat Crystal yang pasrah begitu saja, ia urungkan! malahan timbul ide untuk membuat nya kesal. Namun kali ini tidak berhasil.
"Loh koq gak marah? padahal gue suka banget lihat doi marah, teriak, memaki, wah gak berhasil nih, mungkin kurang kejam nge bully nya," batin Nervan.
"Ok! kamu pergi mandi, setelah mandi kita ke rumah sakit! tugas kamu sebagai menantu Mami di mulai hari ini, ya walaupun aku berbaik hati memulainya sudah siang! harusnya dari pagi ku antar kamu ke sana, untuk merawat Mami!" ucap Nervan dengan bossy nya.
"Baik!" ucap singkat Crystal, ia malas berdebat dengan Nervan.
"Aku tunggu di ruang kerja! dan ini tas mu, obat untuk kaki mu, untuk pakaian ganti, ku rasa kamu dapat menggunakan kaus dan celana pendek ku!"
"Mas!" Crystal mendongak ke arah Nervan, ia bermaksud protes masalah pakaian, namun ia urungkan.
"Apa?"
"Mmmm .... tidak!"
"Cepat mandi, aku ke ruang kerja dulu," Nervan berlalu dan menaiki tangga menuju ruang kerja nya.
Crystal masih berpikir caranya ia menaiki tangga menuju kamar mandi yang ada di kamar Nervan.
"Ck! lagian kenapa rumah ini hanya memiliki kamar mandi satu dan di dalam kamar pula, mana di lantai atas, kalau ada kamar mandi di bawah, kan aku tidak perlu naik, sekarang kaki ku masih sakit untuk berjalan, apalagi menaiki tangga, ya harus gitu naik tangga dengan cara mengesot, hihi .... ya sudahlah, Kalau itu perlu di lakukan," gerutu Crystal dan ia pun betul-betul berjalan menggunakan bokong nya yang penting ia dapat naik dan sampai di Kamar mandi.
Dengan susah payah Crystal pun akhirnya sampai di titian tangga terakhir dan Nervan yang berada di ruang kerja nya serta tidak menutup pintu, ia melihat dengan jelas cara Crystal naik ke lantai atas.
"Cysa apa-apa an sih kamu? mengapa jalan nya seperti pemeran film suster ngesot?" tanya Nervan sembari berjalan menghampiri Crystal.
"Yang penting aku naik Mas dan mandi! bagaimana caranya itu urusan aku, mas Nervan tidak perlu banyak cakap!" seru Crystal kesal.
"Huumm anak kecil! ya memang terserah kamu! namun masalah nya ini rumah ku! nanti kalau ada yang melihat kamu berjalan dengan cara seperti itu, apa mereka tidak beranggapan aku suami yang kejam, membiarkan istrinya berjalan seperti suster ngesot?" tanya Nervan dengan tatapan tajam nya.
"Ya memang kejam juga, biar saja mereka tahu," ketus Crystal.
"Hei anak kecil! apa masalah ku dengan mu? mengapa kamu menantang kesabaran ku?" tanya Nervan Kembali.
"Tidak ada! Mana berani Mas! aku menantang mu!" Crystal cemberut dan ia melanjutkan berjalan nya menuju kamar dengan cara ngesot.
"Agrrh .... nih anak kecil betul-betul membuat kesal, Nervan mengangkat tubuh Crystal tanpa memberi tahu.
"Aw! Mas tidak perlu di angkat, sebentar lagi Aku sampai kamar koq!" ucap Crystal dan ia merasa amat terkejut.
"Ssstt .... sudah, diam!" tukas Nervan dengan menatap lembut Crystal.
deg! deg! deg!
Detak jantung Crystal berpacu lebih cepat mendapatkan perlakukan lembut dari Nervan.
"Bersikap lembut lagi? nih orang ada kelainan jiwa atau ada kesalahan pilihan genre hidup sih?" batin Crystal.
Nervan tersenyum pada Crystal di sela langkah kaki nya menuju kamar. Crystal pun bagai terhipnotis hingga terpana menatap senyum manis dan hangat nya Nervan.
"Sudah sampai! kamu mandi deh, setelah ini ku bantu mengobati kaki mu," ujar Nervan.
"Terima kasih Mas! aku mandi di shower bawah saja agar cepat," usul Crystal.
"Ok! mau aku bantu?" tanya Nervan lagi dengan perhatian nya.
"Tidak perlu Mas! nanti ku panggil kembali setelah aku selesai mandi, maaf Mas? aku merepotkan mu! semoga dalam dua atau tiga hari, kaki ku kembali membaik," ucap Crystal.
"Sudahlah! tidak perlu di pikirkan! saat ini aku suami mu, kewajiban ku untuk melindungi mu! mandi yah, ku tunggu di luar," ucap Nervan dengan membelai lembut kepala Crystal di iringi senyuman yang begitu menarik.
"Iya Mas!"
Nervan pun meninggalkan Crystal yang merasa berbunga-bunga mendapatkan perhatian dan perlakuan lembut dari Nervan. Crystal pun mulai mandi, setelah selesai Crystal kembali memanggil Nervan.
"Mas! Mas! aku sudah selesai nih!" panggil Crystal pada Nervan.
"Ok!" Nervan pun melongok sekejap dari balik pintu, lalu ia buka pintu kamar mandi dengan lebar.
"Sudah, mari!"
"Sudah Mas!"
"Lho .... kamu mandi tidak membuka pakaian?" tanya Nervan saat ia melihat Crystal masih menggunakan kaus milik nya secara utuh namun saat ini basah kuyup karena Crystal mengguyur tubuhnya dalam keadaan berpakaian lengkap.
"Tidak! bagaimana bisa aku membuka pakaian, kalau handuk saja tidak ada! masa aku harus bugil! atau modus Mas Nervan yah! agar ku bugil di hadapan Mas, jangankan kimono mandi, handuk saja tidak Mas beri," tuding Crystal.
"Hai anak kecil! aku bukan tipe pria yang suka modusin perempuan yah! so stop menuduh ku yang tidak-tidak!" sarkas Nervan karena Crystal menuding hal yang tidak pernah ia lakukan.
"Ayo! kamu begini saja ke rumah sakit nya! tidak perlu berganti pakaian," tarik Nervan, perangai nya berubah kembali. Tidak ada senyum manis ataupun tatapan lembut dan hangat.
"Mas kaki ku sakit! lepas Mas! aku minta maaf jika telah menyinggung Mas Nervan." rengek Crystal
"Kalau setiap pasangan yang bersalah dengan mudah nya meminta maaf lalu di kabulkan! so di dunia ini tidak akan pernah ada kata perpisahan dan perceraian! Maka dari itu, janganlah membuat masalah! apalagi anak kecil seperti kamu!" Nervan melempar Crystal ke atas Sofa dan lalu ia mengambil handuk dari Lemari dan melemparkan ke tubuh Crystal yang masih terisak karena kaki nya yang sakit.
Kemudian Nervan mengambil kaus dari lemarinya lalu ia lemparkan kaus serta celana boxer milik nya di atas meja yang ada di hadapan Crystal.
"Buka pakaian basah mu! lalu ganti dengan yang kering!" pinta Nervan.
"Ti-tidak mau! biar aku pakai ini saja," Crystal menolak permintaan Nervan.
"Hai anak kecil! cepat ganti baju mu, aku sudah terlambat ke pabrik!" pekik Nervan.
"Terserah! Kalau begitu ya berangkat saja sekarang, biar ku pakai baju ini! nanti juga kering di badan," bantah Crystal.
"Anak kecil! jangan membantah ku!" Hardik Nervan.
"Kamu sendiri yang mengajarkan aku untuk membantah dirimu! dan satu hal lagi yang perlu kamu ingat, aku bukan anak kecil! aku Crystal Lunara wanita dewasa! bukan anak kecil!!!" Crystal berteriak karena kesal bercampur sedih.
"Ahhaahah wanita dewasa yang tidak tahu caranya mandi, hingga mandi pun harus di ajari," cibir Nervan.
"Bukan urusan mu! walaupun aku ini adalah Istri mu, namun itu palsu dan hanya intrik, demi untuk keuntungan mu saja!" ucap Crystal dengan berani.
"Aaarrggghh! berani sekali kau pada ku!" Nervan mengangkat tangan nya. Rasa kesal yang memuncak akibat adu mulut dengan Crystal yang keras kepala.
"Mau pukul? mau nampar? silakan Mas! biar Mas Nervan puas!" tantang Crystal. Ia suka di perlakukan seperti itu. Baru kali ini segala kesedihan dan kemarahan nya dapat ia ekspresikan.
Padahal Crystal bukan orang yang suka berteriak dan marah, hanya memang sedikit terlihat urakan untuk menjaga diri nya agar ia tidak di tindas, apalagi rata-rata teman nya mendekati Crystal hanya karena uang Crystal.
Entah mengapa saat dengan Nervan ia ingin sekali menguji kesabaran Nervan yang plin-plan, terkadang baik, terkadang ketus. Sebetulnya sikap Keras kepala Crystal adalah bentuk dari cari perhatian, Andai Nervan peka, maka mungkin saja Nervan akan memanjakan Crystal bukan bersikap arogan karena menganggap Crystal membuat nya kesal.
Bersambung ....
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar