NovelToon NovelToon
Mr. Sinclair Bride

Mr. Sinclair Bride

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Action
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Muse_Cha

Chester, Kapten tim khusus Angkatan Darat yang dingin dan tak tersentuh, terpaksa melangkah ke altar memungut kekacauan yang ditinggalkan Haikal.

Ia membenci situasi ini, membenci kelakuan kakaknya, dan kini terjebak mengikat janji suci dengan wanita yang tak pernah ia inginkan.

Di antara dendam, luka yang belum sembuh, dan kebohongan besar di hadapan publik—mampukah pernikahan paksa ini bertahan saat Haikal kembali menagih apa yang seharusnya menjadi miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muse_Cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Distraksi Nyonya Sinclair

Ayyana mematung di dekat meja bar, menatap pintu ruang kerja bawah tanah yang baru saja tertutup rapat.

Bunyi klik pengunci otomatis itu seolah mempertegas tembok tebal yang baru saja sengaja didirikan oleh Chester.

Wanita itu menarik napas panjang. Udara malam di rumah dinas kaku ini mendadak terasa dingin dan sunyi.

Ia bukan wanita naif yang tidak tahu cara membaca perubahan sikap seorang pria. Ayyana mengenali tatapan Chester—tatapan bertahannya saat pria itu menyuruhnya masuk kamar, benteng pertahanan yang mendadak dipasang begitu ketat, dan jarak terukur yang sengaja dipelihara.

Pria itu bertingkah seolah-olah Ayyana adalah medan ranjau yang bisa meledak kapan saja jika didekati.

Kenapa?

Apakah karena kejadian tadi pagi? Karena balasan Ayyana di meja perjamuan para istri perwira kemarin? Atau... karena fakta bahwa di mata pangkalan dan mungkin di mata Chester sendiri, nama Ayyana akan selalu tersangkut dengan Haikal?

Ayyana menyandarkan tubuhnya pada tepian meja bar, mengusap pelan lengannya yang dibalut kain piyama.

Ia memandangi pintu ruang kerja di ujung lorong itu dengan tatapan dalam. Chester mungkin mengira dirinya sedang bertindak sebagai Kapten yang disiplin, dingin, dan tidak tersentuh.

Chaster mungkin merasa berhasil menjalankan perannya sebagai "diktator" rumah tangga yang hanya peduli pada tugas dan keselamatan taktis.

Namun Ayyana Sanders bukan orang yang mudah dibodohi.

Di balik benteng baja dan perintah-perintah kaku itu, Ayyana bisa merasakan keraguan yang pekat dari sang Kapten. Chester tidak sedang membencinya; Chester sedang melarikan diri dari sesuatu di dalam dirinya sendiri.

Ayyana tersenyum tipis—senyum tenang, dingin, namun penuh tekad yang biasa ia gunakan saat menghadapi negosiasi bisnis bernilai tinggi di kepemimpinan Sanders Corp.

"Kalau kamu pikir kamu bisa terus bersembunyi di balik status 'tugas' itu, Kapten Sinclair..." gumam Ayyana pelan pada kehampaan ruang tengah. "...kamu salah menilai saya."

Ayyana berbalik, mematikan lampu utama ruang tengah, lalu melangkah perlahan menuju kamarnya di lantai atas.

Perang dingin di rumah ini baru saja dimulai, dan Ayyana tidak berniat untuk menjadi pihak yang menyerah.

Keesokan harinya, matahari pagi baru saja merayap naik di atas pangkalan militer ketika Chester bersiap untuk keluar markas.

Selain jadwal rutin mengisi bahan bakar mobil dinasnya di stasiun pengisian luar kompeks, pria itu sudah mencatat beberapa kebutuhan pribadi Ayyana yang menipis—sesuatu yang diam-diam ia perhatikan sendiri di dapur dan kamar mandi.

Chester berdiri di dekat pintu utama, mengenakan pakaian kasual taktis: kaos polos hitam yang membungkus ketat tubuh tegapnya, celana kargo, dan jaket tipis. Ia sedang memeriksa dompet dan kunci mobil ketika suara langkah cepat terdengar dari arah tangga.

Ayyana turun sudah berpakaian rapi—kaos santai berlengan panjang dan celana jins yang melekat pas di tubuhnya.

"Aku ikut," ujar Ayyana langsung tanpa basa-basi, melangkah mendekat ke arah Chester dengan raut wajah yang jarang sekali ia perlihatkan: sedikit menggebu, dengan binar memohon yang terselubung di balik ketenangannya.

Chester menghentikan gerakannya. Dahinya berkerut kaku. "Tidak. Ini bukan acara jalan-jalan, Nyonya Sinclair. Saya keluar cuma untuk urusan logistik singkat."

"Aku tahu," potong Ayyana cepat, melangkah satu pijakan lagi hingga berdiri tepat di hadapan pria itu. Ia mendongak, menatap lurus ke manik mata cokelat gelap Chester. "Tapi Aku sudah berhari-hari terkurung di rumah dinas ini. Aku butuh udara luar, dan aku perlu memilih sendiri beberapa keperluan pribadi."

"Saya sudah catat daftarnya," balas Chester dingin, mencoba mempertahankan posisi komandonya. "Sebutkan apa lagi yang kurang, nanti saya belikan."

"Chester," panggil Ayyana, suaranya melunak sedikit—nada merengek yang sangat tipis namun begitu kentara merobek pertahanan kaku sang Kapten. Ayyana bahkan memegang ujung lengan jaket Chester, menahannya agar tak bergerak. "Cuma keluar sebentar. Pilih barang, isi bensin, lalu pulang. Aku janji tidak akan merepotkan atau melanggar aturan keselamatanmu."

Chester terpaku. Sentuhan ringan jari-jari Ayyana di kain jaketnya terasa seperti sengatan listrik.

Tatapan mata wanita itu yang memohon mendadak membuat seluruh argumen logis dan kalkulasi risiko di kepala Chester menguap begitu saja.

Jakun Chester naik turun.

Chaster mengepalkan tangannya di dalam saku, berusaha keras tidak melirik ke arah tangan Ayyana yang masih menahan lengannya.

"Sepuluh menit untuk bersiap," gumam Chester akhirnya, suaranya sangat serak dan berat karena kalah telak. Ia membuang muka ke arah pintu. "Kalau lewat satu detik, saya tinggal."

Ayyana tersenyum tipis—sebuah kemenangan kecil yang manis dalam perang dingin mereka. "Ayo! Aku sudah siap dari tadi, Kapten."

Chester menghela napas kasar lalu berjalan dan duduk di balik kemudi SUV taktis hitamnya, menyalakan mesin yang menderum halus di halaman rumah dinas.

Tatapannya lurus menatap kaca depan, berusaha menjaga ekspresi wajahnya tetap datar dan tidak terpengaruh oleh kemenangan kecil Ayyana tadi.

Namun, setelah semenit berlalu, mobil itu tak kunjung melaju.

Chester menoleh ke samping.

Ayyana masih berdiri tegap di samping pintu penumpang depan, menyilangkan tangan di dada sambil menatapnya melalui kaca mobil yang gelap dengan binar menantang yang amat tenang.

Chester mendengus pelan, lalu menekan tombol untuk menurunkan jendela kaca mobilnya.

"Masuk, Ayyana!" perintah Chester tegas, nada suaranya kembali kaku khas komando perwira yang tak suka ditunda. "Kita mengejar waktu sebelum jalur utama pangkalan padat."

Ayyana tidak bergerak seinci pun. Wanita itu justru memiringkan kepalanya sedikit, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan sindiran halus namun mematikan.

"Kenapa kamu tidak bukakan pintu untuk istrimu, Kapten?" balas Ayyana santai, suaranya mengudara tenang di tengah deru mesin mobil.

Chester terpaku di kursi pengemudi. Rahangnya mengeras seketika.

Bagi seorang prajurit yang terbiasa hidup kaku dan serba cepat, formalitas seperti membukakan pintu mobil terasa sangat asing—terlebih di tengah situasi perang dingin yang sengaja ia ciptakan sendiri untuk menjaga jarak.

"Ini bukan acara jamuan malam," sahut Chester kaku, mencoba bertahan di balik benteng rasionalnya. "Pintunya tidak dikunci. Tinggal tarik handle-nya."

"Dan saya adalah Nyonya Sinclair yang sedang pergi bersama suaminya," potong Ayyana tanpa mengikis senyumnya sedikit pun. Ia tetap berdiri gemi di tempatnya, menatap lurus ke dalam mata Chester. "Beberapa CCTV dan mungkin orang-orang Harris di sekitar kompleks ini sedang memperhatikan kita. Bukankah Kapten Sinclair harus menampilkan citra suami yang 'perhatian' agar tameng taktis nya terlihat sempurna?"

Skakmat. Ayyana menggunakan logika taktis Chester sendiri untuk memojokkannya.

Chester memejamkan mata sejenak, menghela napas panjang yang sarat akan kekalahan.

Chaster menarik rem tangan, melepaskan sabuk pengamannya dengan gerakan patah-patah, lalu membuka pintu pengemudi.

Langkah kaki Chester yang dibalut sepatu boot taktis terdengar berat saat ia memutari bagian depan SUV.

Chaster berhenti tepat di hadapan Ayyana, memancarkan aura dominan yang kaku, namun matanya tak sanggup menyembunyikan riak keterkejutan atas keberanian wanita di hadapannya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Chester meraih handle pintu penumpang dan menariknya terbuka lebar.

"Silakan, Nyonya Sinclair," gumam Chester rendah, suara basnya terdengar amat dalam saat ia menunduk sedikit, menahan pintu agar Ayyana bisa masuk.

Ayyana tersenyum puas. Saat ia melangkah mendekat untuk masuk ke dalam mobil, bahunya sempat bergesekan tipis dengan dada bidang Chester yang terbalut kaos hitam ketat.

"Terima kasih, Kapten," bisik Ayyana halus tepat di samping telinga pria itu, sebelum akhirnya duduk anggun di kursi penumpang.

Chester menutup pintu mobil dengan sedikit hentakan keras—bukan karena marah pada Ayyana, melainkan karena frustrasi pada dirinya sendiri yang lagi-lagi dengan mudah terdistraksi oleh wanita itu.

1
Mei TResna Rahmatika
kok di ulang thor bab nya
Muse_Cha: oiya ya. maaf ya aku jadwalin 2x brati 😭🙏 makasih ya kak udah remind
total 1 replies
YuWie
lhaaa begitu ternyata mbak kendall
IceQueen
mulai muncul nih gangguan2 dedemit/Smug/
karina
guaaaa suka bangetttt cerita nyaa aaaaa baperr bangett 🤣
Muse_Cha: makasihhh ya kak 😍😭
total 1 replies
IceQueen
mulai muncul serangan fajar
Muse_Cha: serangan ayya ini kak 🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
porak poranda sudah hati Chester 🤣
Muse_Cha: kalah bom molotov ya😭
total 1 replies
IceQueen
selalu ada aja gebrakan dari ayyana🤣
Muse_Cha: ini dia si kancilll🤭
total 1 replies
YuWie
wah wahhh.... masih kita tunggu action mu yg lebih berani kapt..
Muse_Cha: jabatan doang kapten ya, ama istri sendiri cemen🤭
total 1 replies
YuWie
gagal kapt..hukumanmu ke ayyana
Muse_Cha: kurang beruntung, silahkan coba lagi besok😄
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wkwkw Chester 🤣bikin Ayana hamil Chester biar kalo si pecundang kembali ga bisa ngrebut ayana🤭
Muse_Cha: pelaaaaaaan pelaaaan pak sopiiiiir🤣🤭
total 1 replies
YuWie
walahh..kupikir akan terjadi hal yg iya2... btw rambutbayyana hitam atau coklat kak thor..
Muse_Cha: iya² nya delay ini😶‍🌫️cokelat kak. makasih yaa🙏
total 1 replies
YuWie
nah lho..
YuWie
sik, aku gak salah baca kan..perkawinan ayyana dan cester sdh berapa lama..kenapa ayy tanya ke jacob..kemana haikal menghilang 2th lalu?
YuWie
dasar kanebo..dikasih sinyal2 gak paham..memang harus dijelaskan secara gamblany ayy..biar mudeng tuj si kapten
YuWie
semangat kak..aku aja baru nemu cerita cester dan ayyana kemaren..
YuWie
maniss dikit.. terus ayy..buat suamimu makin salting dan akhirnya bucin akut
YuWie
goda goda aja terus itu suami mu ayy...
YuWie
kapan manis2 nya tho kapten...
YuWie
sdhh terima aja kapt..ayyana kan mmg istrimu
YuWie
jar kan saja si kapten ya Ayy..biar berjuang mendapatkanmu dan lepas dr bayang2 haikal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!