NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Kesempatan Kedua Sang Ratu Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Davira Bellova Osta, sang Ratu Kerajaan Nether, mati di tangan suaminya sendiri.

Pengkhianatan sang Raja Liam mengakhiri hidup yang selama ini ia persembahkan untuk kerajaan.

Namun, ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Davira kembali ke masa lalu—tiga tahun sebelum darahnya mengalir di tangan suaminya yang kejam.

Kali ini, ia tidak akan memohon, ia akan melepaskan cintanya. Dan terlebih lagi, ia tidak akan mati untuk kedua kalinya.

“Liam…”

“Dahulu aku bersedia menyerahkan seluruh hidupku untukmu.”

“Tapi setelah kau sendiri yang mengakhirinya, jangan berharap aku masih menjadi wanita yang sama.”

“Kau mengambil hidupku. Maka kali ini, aku akan mengambil kembali semuanya darimu.”

Jika dahulu Davira dikenal sebagai Ratu Jahat, maka kali ini ia akan menunjukkan kepada seluruh kerajaan mengapa seorang ratu tidak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Langkah kaki mereka bergema pelan saat menyusuri koridor-koridor temaram Kastil Orion yang diliputi keheningan malam.

Elliot berjalan di depan, menuntun Davira menuruni tangga batu melingkar yang makin membenam ke lantai bawah tanah—area dapur utama kastil.

Begitu melangkah melewati ambang pintu dapur, serbuan hawa hangat langsung menyapa kulit Davira, meluruhkan rasa gigil yang sempat menyergapnya.

Berbeda jauh dari lorong yang dingin dan kaku, dapur luas ini terasa ramah dan bersahaja. Sisa-sisa bara api di dalam perapian batu yang besar masih menyala redup dan rempah-rempah kering yang tergantung di langit-langit.

Elliot berjalan menuju sudut ruangan, memantik lentera kecil yang seketika mengusir sisa temaram, lalu meletakkan pedang beratnya di atas meja kayu dengan dentang halus yang memecah kesunyian.

"Duduklah," perintah Elliot seraya menunjuk salah satu bangku kayu panjang di dekat perapian.

Davira menurut. Ia merapatkan mantel tebalnya, memeluk dirinya sendiri seraya memperhatikan setiap gerakan Elliot.

Rasanya begitu janggal melihat sosok duke yang terbiasa memerintah kini bergerak cekatan di wilayah para pelayan. Pria itu membuka lemari kayu berukir, mengambil sebuah panci tembaga kecil, lalu mengisinya dengan susu segar dari kendi tanah liat yang mengembun.

"Kau bisa memasak?" tanya Davira heran, memiringkan kepalanya.

"Memanaskan susu bukanlah ilmu sihir yang rumit," jawab Elliot tanpa menoleh. Ia meletakkan panci tembaga itu di atas tungku batu yang masih menyimpan hawa panas bara api. Desis halus terdengar saat dasar panci bersentuhan dengan tungku.

"Di Orion, saat badai salju turun dan para pelayan sudah beristirahat, menunggu orang lain bergerak hanya akan membuatmu mati kaku," lanjutnya tenang.

Elliot mengambil dua cangkir keramik tebal yang berdenting pelan saat bersentuhan dengan meja. Dari wadah kayu kecil, ia mencubit sedikit bubuk kayu manis dan meneteskan madu ke dalam panci.

Sebuah sendok kayu berputar, mengaduk cairan itu hinggauap tipis beraroma manis yang hangat menguar cepat, memenuhi sela-sela udara dapur dan membelai indra penciuman Davira.

Tak butuh waktu lama hingga susu itu meratap perlahan di tepi panci. Elliot menuangkan cairan hangat beraroma rempah tersebut ke dalam dua cangkir, lalu melangkah menghampiri Davira.

Ia meletakkan cangkir yang masih mengepul di hadapan istrinya, sementara ia sendiri menarik bangku dan duduk tepat di sebelah Davira, menggenggam cangkirnya sendiri.

"Minumlah," ujar Elliot, suaranya rendah mengalun di tengah gemeretak bara perapian. "Ini akan membantu perutmu tenang dan membantumu tidur."

Davira mengangkat cangkir keramik itu dengan kedua tangannya, menikmati kehangatan yang merambat ke jemarinya, lalu menyesapnya dengan hati-hati.

Rasa manis lembut dari madu bercampur hangatnya kayu manis langsung menjalar turun ke tenggorokannya—menyebarkan gelombang rasa nyaman yang seketika meluruhkan ketegangan di bahunya.

"Terima kasih," gumam Davira lirih. Pandangannya tertambat pada permukaan susu berbusa halus di cangkirnya, enggan menatap langsung mata pria di sampingnya.

Elliot memiringkan kepalanya sedikit. Bayangan tajam rahangnya terpantul dramatis oleh pendar keemasan dari bara api yang kian redup.

"Jadi... selain perut yang lapar, apa lagi yang mengganggu pikiran seorang mantan Ratu sampai tidak bisa memejamkan mata?" tanya Elliot, penasaran.

Davira terdiam sejenak, memandangi pendar keemasan bara api yang memantul di cangkirnya. Dengan sisa keberanian yang ada, ia memberanikan diri menatap iris mata Elliot.

"Apa rencanamu dengan Fiona?" Davira menatap Elliot dengan raut wajah seolah pertanyaan itu hanya obrolan angin lalu. "Nenekmu dan seluruh keluarga Duncan bertingkah seolah kursi Nyonya Rumah ini sudah dipesan atas namanya sejak awal."

Raut wajah Elliot seketika berubah. Pendar hangat yang tadi sempat melintas di matanya meluap, digantikan oleh tatapan yang kembali dingin dan berjarak—bagaikan hamparan salju di luar kastil.

"Fiona Duncan?" sahut Elliot singkat. Nada suaranya datar, tanpa emosi sedikit pun. "Bagiku, dia dan keluarganya tak lebih dari sekadar jalur pasokan logistik bahan makanan."

Davira sedikit tertegun mendengar jawaban yang begitu gamblang dan dingin itu.

"Count Duncan menguasai tanah pertanian dan peternakan paling subur di wilayah perbatasan," lanjut Elliot seraya menyesap susunya. "Rakyat Orion butuh gandum dan daging untuk bertahan melewati musim dingin yang panjang. Selama ini, Count Duncan memang sengaja memanfaatkan kebutuhan itu. Ia mencoba menyudutkanku, berharap aku mau menikahi putrinya demi menaikkan derajat keluarganya ke tingkat tertinggi aristokrat."

Elliot menyunggingkan senyum miring yang penuh kepahitan. "Lagipula, darah keluarga Orion masih mengalirkan garis keturunan langsung dari mendiang Raja sebelumnya. Posisi itu sangat menggiurkan bagi seorang pengusaha tanah yang haus akan gelar bangsawan murni."

Mendengar penjelasan itu, Davira menghembuskan napas panjang secara perlahan. Beban tak kasat mata yang menggelayuti dadanya sejak tadi sore seketika terangkat. Rasa lega yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuhnya.

Kini, puzzle di kepalanya akhirnya terangkai sempurna. Davira mengerti sepenuhnya kenapa di kehidupan sebelumnya pria yang super dingin bagaikan gunung es ini bisa berakhir menikahi Fiona Duncan.

Dan itu sama sekali bukan karena cinta atau pesona Fiona, melainkan murni transaksi politik demi menyelamatkan rakyatnya dari ancaman kelaparan.

Sebuah rasa percaya diri yang baru perlahan tumbuh di dalam diri Davira. Elliot tidak berhati batu, pria itu hanya seorang penguasa yang memikul beban amat berat di atas bahunya.

Mendengar penjelasannya, Davira mengulas senyum tipis—sebuah senyum penuh keyakinan yang mengembalikan aura keagungan seorang mantan penguasa.

Rasa lega yang tadi merayapi dadanya kini bertransformasi menjadi gairah politik dan strategi yang membakar semangatnya.

"Jika masalahmu hanya gandum, daging, dan perut rakyat Orion, maka kau bisa mencoret keluarga Duncan dari daftar solusi," ujar Davira tegas, suaranya penuh otoritas yang tak terbantahkan.

"Aku berjanji padamu... aku akan membuat Orion mandiri. Kita akan membenahi jalur perdagangan, pengelolaan tanah, dan sistem efisiensi kastil ini sampai kau tak perlu lagi tunduk atau kompromi politik dari Count Duncan."

Elliot menaikkan sebelah alisnya, sedikit terkejut namun jelas terpikat oleh keberanian wanita di hadapannya. "Janji yang sangat berani untuk seseorang yang baru tiba beberapa jam yang lalu."

"Aku tidak pernah membuat janji kosong," potong Davira cepat. Ia memajukan tubuhnya sedikit, menopang dagu dengan sebelah tangan seraya mengarahkan pandangannya ke peta wilayah utara yang tergantung di sudut dapur. "Dan untuk membuktikannya, kita harus mulai besok."

Davira mulai membeberkan rencananya dengan lugas, matanya berbinar oleh ketajaman analisis yang terasah selama bertahun-tahun di istana kerajaan.

"Besok pagi, aku ingin melihat langsung lumbung penyimpanan bahan makanan, dan catatan logistik pengeluaran kastil dalam tiga tahun terakhir," tutur Davira.

"Itu saja?"

Davira melanjutkan, "Aku juga ingin melihat batas wilayah pertanian dan pasar lokal Orion. Aku perlu melihat langsung bagaimana rakyat bertransaksi dan apa yang sebenarnya mereka butuhkan dari tanah ini. Jika kau ingin aku menguasai tempat ini dan menyingkirkan pengaruh keluarga Duncan, berikan aku akses penuh atas tata kelola internal Kastil Orion."

Elliot memandangi Davira dalam keheningan sejenak. Pendar api perapian memantulkan tatapan kagum yang sulit ia sembunyikan. Sikap Davira yang berani, cerdik, dan tak kenal takut benar-benar kontras dengan wanita-wanita bangsawan yang pernah ia temui.

"Akses penuh?" Elliot menyunggingkan senyum miringnya yang menawan, lalu mengangguk perlahan. "Besok pagi, seluruh kunci lumbung dan buku catatan kastil akan ada di mejamu. Mari kita lihat sejauh mana kau bisa membuktikan kata-katamu."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Karo Karo
oh jelas soalnya dalam buku bgtu banyak pelajaran yg bsa membungkam mulut orang yg hanya bsa pake otot tpi tdk pake otak 😂
Karo Karo
wah wah 😂 mantap
Karo Karo
mantap
Karo Karo
tok tok tok lah Thor 😁
Karo Karo
keren kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: makasih ☺️🤗
total 1 replies
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Fiona tralu meremehkan Davira. Nanti juga kena batunya sendiri 🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keren banget, Davira, jangan remehkan mantan ratu. tunjukkan kalau mantan ratu punya aura wibawa 🤣👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Nah, saingan akhirnya muncul, pasti bakal makin panas🤣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
duh Davira lagi2 harus menghadapi perlakuan yg menyakitkan, Grand Duchess terlalu meremehkan Davira 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Visualnya benar² membantu membayangkan Davira, Elliot, dan suasana kerajaannya 🥰
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Kasihan Davira, tapi yahh dia memang harus menghadapi konsekuensi dari kehidupan sebelumnya 😅
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Keputusan terbaik! Tinggalkan Liam dan malangnya, mulai lah hidup baru bersama Elliot👍
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Semoga di kehidupan kedua ini Davira bisa menyelamatkan Elliot & keluarganya.
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Idette siap² tersaingi. Davira sekarang tak klah mempesona
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Davira terlalu sabar di kehidupan pertamanya. Aku ikut sesak bacanya 😣
🏵️Aყυԃιƚα✾ 🔆🔅
Buset... baru pembuka aja udah bikin merinding, kejamnya sang raja 😅
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ternyata bener selingkuhan Raja itu, dan dia termakan oleh omongan selingkuhannya dan akhirnya Kerajaan Nether mati
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
terlihat anggun, ada typo kak 😁
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raja ini selingkuh🤔dan memakan hasutan si cewek selingkuhannya 🤔
Asra
Wow, keren kak! Semangat selalu berkarya nya.🙌
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: makasih 🥺🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!