" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin Pergi
Ester berjalan dengan pelan, ia menggunakan tudung berwarna putih dan berjalan dengan tergesa-gesa dibelakang pelayan.
“ Kenapa anda memakai tudung seperti ini? “ tanya pelayan.
“ Aku sudah terbiasa seperti ini jika berada dalam kerumunan orang asing “ jawab Ester.
“ Sayang sekali, padahal anda terlihat begitu cantik “
Ester terdiam, ia tak menjawab apapun.
Hingga mereka sampai di sebuah tempat yang terlihat begitu sepi dan hawanya terasa begitu kuat, ruang santai dengan perapian yang menyala, di atas perapian ada lukisan keluarga Moretti.
“ Tuan.., Nona sudah datang “ ucap pelayan.
Ester menatap pria memakai atasan kaos santai dengan berkerah, celana panjang santai berwarna hitam juga menambah kesan misterius, tapi tak bisa dipungkiri jika postur tubuh Tommy begitu gagah dan menggoda.
“ Hmm “ gumam Tommy.
Ester berdiri dibalik punggung Tommy, mereka saling berjarak.
“ Aku ingin berterimakasih karena menyelamatkanku.”
“ Hmm “ angguk Tommy tanpa berbalik.
“ Tapi kenapa saat kejadian itu anda bisa tahu dan berada di mansion itu? “
“ kebetulan “ jawab Tommy.
“ Kebetulan yang bagaimana? Bagaimana bisa ada kebetulan, aku jelas-jelas mendengar jika para penjahat itu memanggil nama Moretti “
“ Apa kau adalah anak dari Castello? “ tanya Tommy dengan tangan yang mengepal kuat, ia tak suka mendengar ada orang yang berani padanya apalagi dengan banyak bicara padanya.
“ Ya “
“ Anak seperti apa? Aku tahu anak dari Castello hanya satu yaitu Monika “
“ Aku anak dari istri kedua “ jawab Ester sudah kepalang ketahuan, karena percuma juga menyimpan segala rahasia karena ayahnya juga sudah tiada.
“ Anak simpanan? Berarti anak haram “ ucap Tommy tanpa pikir panjang.
Ester menjadi kaku, ternyata selain Maria dan Monika, maka orang lain juga mengatai dirinya seperti itu.
“ Ibuku sudah dinikahi, jadi aku anak sah “
“ Hahahaha “ tawa Tommy seakan mengejak.
Tommy berbalik dan tatapannya langsung bertemu dengan bola mata milik Ester,
Kain putih yang menjadi tudungnya tiba-tiba terbang jatuh terkena angin malam dari jendela, rambut panjangnya bergerak indah dengan tatapan Ester yang terlihat begitu sedih dan sakit.
Tommy menegang hebat, ternyata wanita yang akhir-akhir ini kadang hadir sebagai bayangan dikepalanya kini pada akhirnya terlihat dengan jelas wujudnya, rambut, wajah, tubuh, dan mata indahnya sangat jelas di pandangannya.
“ Aku memang hidup dengan disembunyikan, alasannya adalah karir dari ayahku, apakah semua orang menganggap aku anak haram? Bahkan dimatamu sama seperti aku dimata Maria dan Monika “ Ester berbicara dengan bergetar.
“ yang simpanan adalah ibuku, bukan aku… aku hadir di dunia ini bukanlah keinginanku, apakah aku juga ikut bersalah? “ getar suara Ester begitu terdengar menusuk telinga siapapun yang mendengarnya.
“ Ayahmu sudah tiada “ Tommy mengalihkan pembicaraan, karena ia bisa melihat jika perkataan mengenai status ternyata cukup melukai perasaannya,
“ Aku sudah tahu.. tidak perlu kau kasih tahu kabar pria tua itu “ ketus Ester
“ Dari nada bicaramu terdengar jelas jika ada dendam didalam dadamu terhadap ayahmu “
“ Dia ayah tak bertanggung jawab pada anaknya, “ jawab Ester.
“ Hmm begitukah?”
Ester merasa kesal saat ini.
“ Aku datang ke mansionmu karena aku selalu menyelamatkan anak-anak dari mafia yang
menjadi korban, jangan besar kepala “ Jawab Tommy datar.
Ester tahu dari pelayan mengenai hal itu. Lalu ia menatap mata Tommy dengan tatapan serius.
“ Terimakasih atas kebaikanmu.. aku bisa menjaga diriku sendiri “ ucap Ester lalu pergi dari hadapan Tommy.
Tommy hanya terdiam melihat Ester yang pergi dari hadapannya.
Ester berjalan dengan cepat keluar dari mansion, tiba-tiba isakannya keluar…
“ Hikss Hikss maafkan aku Ely “ isak Ester mengingat pelayan yang selama ini bersamanya.
“ Maafkan aku “ isak Ester lagi.
Langkah kakinya semakin cepat, isakan tangisnya seakan membutakan pengelihatannya tentang keadaan sekitar, ia tak sadar jika dirinya saat ini keluar dari mansion Tommy yang ada di atas bukit, walaupun bukit itu terawat dan banyak lampu penerangan, tapi tetap saja akan terasa menyeramkan di malam hari.
Hingga kaki Ester terasa sakit, ia diam dan berhenti berjalan, ia melihat sekeliling… sepi dan hanya ada pepohonan..lalu ia merasa sedikit merinding..
Ester memutuskan berada di pinggir jalan dekat sebuah pohon.
“ Kenapa berhenti? “
Sebuah suara membuat Ester kaget dan menoleh ke arah belakang tubuhnya.
“ kau “ kaget Ester.
“ Takut? “
“ kenapa kau mengikutiku? “ omel Ester.
“ Aku tidak ingin ada jasad di dekat jalan mansionku “ jawab Tommy tanpa beban.
Ester melotot dan kaget.
“ Disini banyak lalu lalang mobil yang memiliki mansion di daerah sini juga. Mereka pasti sangat suka jika melihat ada seorang wanita berjalan sendirian “
“ Kau menakutiku? Hahh aku tidak takut “ ucap Ester dengan tatapan emosi.
“ Terserah.. tapi aku sudah memperingatkan “ jawab Tommy santai. Lalu Tommy berbalik dan berjalan meninggalkan Ester.
Hingga terlihat sebuah mobil melaju dijalan tersebut.
Tin Tin Tin
“ Berhenti.. ada wanita cantik “ jelas seorang pria yang membuka jendela mobilnya.
“ Waaah haii cantik, ikut kami yukk “ ucap Pria itu dan menghentikan mobilnya disamping Ester.
Tanpa pikir panjang.. Ester langsung berbalik dan berlari sekuat mungkin.
Hingga ia melihat tubuh Tommy dan langsung ia berlari lagi mengejarnya.
“ Heyyy mau kemana? “ teriak pria itu.
“ Aku ikut kembali “ ucap Ester tak tahu malu,
Tommy memutar bola matanya dan senyum smirknya muncul.
Ester menyamakan langkahnya pada Tommy.
“ Jauh juga “ gerutu Ester karena dirinya berjalan juga cukup jauh.
Hingga mereka sampai di mansion, nafas Ester sudah ngos-ngosan dan terlihat jelas jika Tommy biasa saja.
Ester menatap ke arah Tommy yang berjalan ke arah sayap kanan, sedangkan dirinya berjalan ke arah sayap kiri,
“ Lihatlah dia.. tadi berlari kabur, sekarang malah kembali “ cemooh dari wanita lainnya.
Ester tak menggubrisnya dan tetap berjalan masuk ke kamar tempat ia istirahat tadi.
“ Bagaimana? “ tanya seorang pelayan pada Ester.
“ Maksudmu? “
“ baru ini Tuan mengejar tawanan yang kabur, kau benar-benar tawanan milik Tuan “ ucap pelayan itu.
Ester langsung membulatkan matanya, ia baru sadar jika dirinya memiliki sebuah julukan Tawanan Milik Tuan Moretti.
Ester tak menggubrisnya dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci tangan dan kakinya.
Tommy kembali ke kamar, ia dikagetkan oleh Peter yang berdiri melihatnya didepan pintu kamar.
“ Boss, apakah Nona itu kembali? “
“ Kau pikir? “
“ Tentu kembali “ senyum Peter
” Boss “ Panggil Peter lagi.
“ Ada apa? “
“ Ini pertama kalinya Bos sampai mengejarnya, biasanya Bos cuek saja “
“ Dia aku kejar karena masih ada kepentingan “
“ Kepentingan apa itu Boss? Tidak pernah ada cerita kepadaku? “
“ kau kenapa terlihat cerewet sekali? “
“ Hehehe.. dia memang cantik Boss “
“ biasa saja, tak ada yang menarik darinya “ jawab Tommy datar.
“ Nona kembali ? “ ucap Peter seperti bicara dengan seseorang dibelakang tubuh Tommy.
Sontak Tommy langsung menoleh ke belakang, dan Peter langsung lari begitu saja.
“ Awas saja kau, “ teriak Tommy marah.