NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Ting.

Suara lonceng pintu cafe Senopati kembali berbunyi pelan.

Seorang gadis muda berwajah imut dengan pakaian kasual berwarna merah muda melangkah masuk.

Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan sampai matanya tertuju pada meja Bayu.

"Kak Bayu!" seru Maya dengan suara nyaring sambil melambaikan tangannya gembira.

Gadis itu berjalan cepat menghampiri meja Bayu dengan langkah kaki yang lincah.

"Selamat siang Maya, ayo duduk dulu di sini," sapa Bayu sambil tersenyum ramah.

Maya segera duduk di kursi kosong di sebelah Reza yang sedang sibuk mengedit foto di laptopnya.

"Wah Kak Bayu tidak bercanda ya waktu bilang mau buat agensi," ucap Maya dengan mata berbinar-binar.

"Tentu saja aku tidak bercanda Maya, kenalkan ini Reza yang akan jadi videografer utama kita."

Reza menghentikan ketikannya dan memberikan senyuman hangat kepada Maya.

"Halo Maya, aku Reza yang nanti akan mengambil foto dan video cantikmu untuk konten."

"Halo Mas Reza, mohon bantuannya ya nanti," balas Maya sambil membungkukkan badannya sedikit.

Tidak lama kemudian, seorang pria berbaju kemeja yang tampak kusut berjalan tergesa-gesa masuk ke cafe.

Pria itu memegang sebuah map cokelat tebal dengan wajah yang dibasahi keringat dingin.

Itu adalah Dimas, mantan rekan kerja Bayu yang baru saja melarikan diri dari kantor lama mereka.

Hosh hosh.

Dimas menghela nafas memburu dan langsung menarik kursi kosong di meja Bayu tanpa permisi.

"Bayu, gila kau ya! Aku benar-benar melempar surat pengunduran diriku ke wajah Pak Yono tadi!" teriak Dimas.

"Satu kantor langsung heboh dan Pak Yono sampai kehabisan kata-kata karena syok berat!"

Bayu tertawa terbahak-bahak mendengar cerita penuh keberanian dari mantan temannya itu.

"Bagus sekali Dimas, kau akhirnya punya keberanian untuk keluar dari neraka botak itu."

"Ayo minum dulu es teh manis ini biar emosimu sedikit mendingin," kata Bayu sambil menggeser gelas minumannya.

Dimas langsung meminum es teh manis itu sampai tandas dalam beberapa tegukan saja.

Slurp. "Ah segar sekali, sekarang jelaskan padaku rencana bisnis agensimu ini Bayu," ucap Dimas setelah mengatur nafasnya.

Bayu memperbaiki posisi duduknya dan menatap ketiga orang di hadapannya dengan wajah serius.

"Baiklah semuanya, hari ini adalah hari resmi berdirinya agensi kita yang bernama Pratama Creative Agency."

"Dimas akan menjabat sebagai Manajer Operasional yang mengurus jadwal, legalitas, dan administrasi."

"Reza bertanggung jawab penuh atas kualitas visual, konten video, dan foto para talenta kita."

"Dan Maya akan menjadi talenta siaran langsung serta pembuat konten utama untuk tahap awal ini."

Ketiga orang itu mengangguk paham mendengar pembagian tugas yang dijelaskan oleh Bayu.

"Dimas, aku butuh bantuanmu untuk mendaftarkan badan usaha PT Pratama Creative ini secara resmi sekarang," pinta Bayu.

"Tenang saja Bayu, aku punya kenalan notaris cepat yang bisa mengurus Akta PT dalam waktu dua jam saja," sahut Dimas.

Dimas langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi kenalan notaris langganannya tersebut.

Bayu mentransfer uang sebesar lima puluh juta rupiah ke rekening Dimas untuk biaya pengurusan dokumen legalitas itu.

Hanya butuh waktu sekitar satu jam sampai seluruh berkas pendaftaran publikasi selesai dikirimkan secara daring.

[Ding!]

[Selamat! Tuan telah berhasil mendirikan badan usaha resmi Pratama Creative Agency!]

[Misi Karir Baru Berhasil Diselesaikan dengan Sempurna!]

[Mendistribusikan Hadiah Misi Karir...]

[Sertifikat Kepemilikan Gedung Perkantoran Elit Tiga Lantai telah resmi terdaftar atas nama Bayu Pratama.]

[Lokasi Gedung: Jalan Sudirman Kavling 8, Kompleks Perkantoran Elit Jakarta Pusat.]

[Uang Tunai Modal Usaha sebesar Satu Miliar Rupiah telah berhasil ditransfer ke rekening inang.]

Ting.

Sebuah notifikasi m-banking masuk ke ponsel Bayu menandakan saldo uang tunainya bertambah satu miliar rupiah lagi.

Bayu tersenyum sangat lebar sampai deretan giginya yang putih terlihat jelas.

"Sistem ini benar-benar tidak pernah mengecewakanku sedikit pun."

"Baiklah tim, rapat pertama kita selesaikan di sini dulu," ucap Bayu sambil berdiri dari kursinya.

"Sekarang aku akan membawa kalian bertiga untuk melihat gedung kantor baru kita di kawasan Sudirman."

Dimas yang baru saja meminum air putihnya langsung tersedak mendengarkan ucapan Bayu. Uhuk uhuk.

"G-gedung kantor baru? Kau bercanda kan Bayu? Kita kan baru saja membentuk agensi ini sejam yang lalu!" seru Dimas.

"Aku tidak pernah bercanda soal fasilitas kerja untuk karyawanku Dimas, ayo ikut aku sekarang."

Bayu melangkah keluar dari kafe menuju area parkir VIP diikuti oleh Dimas, Reza, dan Maya yang masih kebingungan.

Petugas valet menyerahkan kunci mobil Lamborghini hitam milik Bayu dengan sangat sopan.

Bip bip.

Lampu mobil super mewah itu menyala terang disertai suara mesinnya yang menggelegar saat dinyalakan.

Mata Maya dan Reza nyaris melotot keluar saat melihat Bayu masuk ke dalam mobil sport belasan miliar itu.

"Gila! Kak Bayu ternyata bos besar kaya raya yang menyamar jadi selebgram!" jerit Maya kegirangan.

"Dimas, kau dan yang lain ikuti mobilku dari belakang pakai taksi ya, aku yang bayar ongkosnya nanti," ujar Bayu.

Dimas hanya bisa mengangguk kaku seperti robot yang kehabisan baterai melihat kemewahan mantan rekan kerjanya itu.

Mereka akhirnya konvoi menuju kawasan bisnis Sudirman yang dipenuhi gedung pencakar langit.

Mobil Lamborghini Bayu berhenti di depan sebuah gedung megah tiga lantai dengan dinding kaca hitam yang sangat elegan.

Plang nama besar bertuliskan Pratama Creative Building sudah terpasang gagah di bagian depan gedung tersebut.

Bayu turun dari mobilnya diikuti oleh Dimas, Reza, dan Maya yang baru saja turun dari taksi.

Cklek.

Bayu menempelkan ibu jarinya pada pemindai sidik jari di pintu kaca utama dan pintu tersebut langsung terbuka halus.

"Wah ini benar-benar gedung kantor yang sangat luar biasa!" puji Reza sambil merekam seluruh isi gedung dengan kameranya.

Lantai satu gedung itu sudah dilengkapi dengan lobi mewah, ruang tamu luas, dan kafe mini untuk para karyawan.

Lantai dua berisi puluhan meja kerja modern, ruang rapat kedap suara, dan ruang khusus manajerial.

Sedangkan lantai tiga sudah disulap menjadi studio fotografi profesional dan beberapa ruangan khusus untuk siaran langsung.

Dimas mengusap air mata haru yang menetes di pipinya saat melihat ruangan kantor barunya yang sangat luas.

"Bayu, aku tidak tahu harus berkata apa lagi, terima kasih banyak sudah mengajakku bergabung di sini."

"Bekerjalah dengan giat Dimas, buat agensi ini menjadi agensi terbesar di Indonesia dalam waktu cepat," balas Bayu.

"Pasti bos Bayu! Aku akan menyerahkan seluruh jiwa dan ragaku untuk perusahaan ini!" seru Dimas bersemangat.

Maya melompat-lompat gembira di dalam ruang studio siaran langsung yang dilengkapi pencahayaan mahal.

"Tempat ini sangat sempurna Kak Bayu! Aku janji akan mendapatkan jutaan penonton setiap hari di sini!"

Bayu tersenyum puas melihat antusiasme dari ketiga karyawan pertamanya yang sangat bersemangat itu.

"Dimas, aku serahkan kunci gedung ini padamu, besok kalian bertiga sudah bisa mulai bekerja di sini."

"Siap bos Bayu, aku akan mengatur semua kebutuhan awal kita sore ini juga!" jawab Dimas mantap.

Setelah menyelesaikan urusan di kantor baru, Bayu pamit untuk pulang ke apartemennya karena waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.

Brumm.

Bayu mengendarai mobilnya kembali ke apartemen dengan hati yang sangat berbunga-bunga.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!