NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18

Suara lantang Raga memecah keheningan sore di lingkungan perumahan. Kedua tangan Sella mencengkeram erat setir kemudi, wajahnya menegang. Ia menatap wajah Raga yang dipenuhi amarah di balik kaca, lalu dengan tenang menurunkan kaca jendela.

‎‎"Apa-apaan sih, Raga? Mengemudi sembarangan dan menghalangi jalan masuk orang? Kamu mau bikin keributan di depan rumahku, hah?" tanya Sella dengan nada dingin dan tegas, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.

‎‎Raga menunduk mendekat, matanya melotot tajam seolah ingin menembus pandangan. "Jangan berpura-pura tidak tahu! Aku baru saja dari rumah orang tua Risa, tapi Risa tidak pulang kesana. Dimana dia sekarang? Katakan dimana kamu menyembunyikannya!" sergahnya dengan suara lantang.

‎‎Sella justru tersenyum tipis, senyum yang terasa mengejek dan membuat Raga semakin geram. "Risa sudah memutuskan pergi. Dia punya hak penuh untuk menentukan kemana dia tinggal dan dengan siapa dia merasa aman."

‎‎"Dia masih istriku! Jadi hakku untuk tahu keberadaannya dan membawanya pulang!" bentak Raga, suaranya semakin keras dan napasnya semakin memburu.

‎‎"Pulang kemana?" balas Sella cepat, suaranya kini meninggi sedikit. "Ke rumah tempat dia selalu disalahkan karena tidak bisa punya anak? Jangan bicara soal hak, Raga! Kamu sudah kehilangan hak itu sejak pertama kali kamu memilih untuk mengkhianatinya!"

‎‎Wajah Raga memerah karena malu dan marah. Ia melangkah lebih dekat, suaranya turun menjadi geraman penuh ancaman. "Jangan ikut campur urusan rumah tangga kami, Sella. Kalau kamu menyembunyikannya, aku tidak akan segan melaporkanmu ke polisi karena menghalangi hak suami."

‎‎Sella tersenyum kecut. Ia menatap mata Raga dengan pandangan yang tak tergoyahkan.

‎‎"Silakan saja lapor. Tapi ingat, kalau sampai masuk jalur hukum, semua kebenaran juga akan terungkap. Semua orang akan tahu kenapa Risa sampai mengambil keputusan berpisah. Siapa yang akhirnya akan malu dan dicemooh nanti. Kamu atau dia?" ucapnya tajam. "Dan satu hal lagi. Risa sudah mengajukan gugatan cerai secara resmi. Mulai saat ini, dia sudah mulai berjalan di jalurnya sendiri. Semakin kamu memaksakan kehendak, semakin dia akan menjauh darimu."

‎‎Mendengar itu, amarah Raga bercampur dengan rasa takut yang mulai tumbuh. Ia menyadari posisinya semakin lemah.

‎‎"Kamu akan menyesal telah membantunya pergi," gumamnya dengan nada tertekan sebelum mundur selangkah.

‎‎"Justru dia akan menyesal kalau masih bertahan bersamamu," balas Sella tegas. "Sekarang minggirkan mobilmu. Aku ingin masuk ke halaman rumahku. Kalau tidak, aku yang akan memanggil petugas keamanan sekarang juga."

‎‎Raga menatapnya tajam sekali lagi, lalu dengan gerakan kasar ia berbalik dan masuk kembali ke dalam mobilnya. Ia membanting pintu keras-keras, lalu melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, meninggalkan jejak debu di belakangnya.

‎‎Sella menghela napas panjang sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Ia menunggu sampai suasana kembali tenang, lalu perlahan memarkirkan mobilnya di garasi. Begitu turun, ia segera mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Risa.

‎‎[Raga sudah kesini. Tapi jangan khawatir, aku sudah mengusirnya. Tetaplah tenang dan jaga dirimu ya.]

-

-

-

‎Risa baru saja selesai melipat tumpukan pakaian dan menyusunnya ke dalam lemari ketika getaran halus terdengar dari ponsel yang tergeletak di atas meja kecil. Ia berjalan mendekat, lalu membuka layar dengan tenang.

‎‎Ia membaca pesan singkat dari Sella. Jemarinya menyentuh layar sejenak, lalu ia menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.

‎‎"Apapun usahamu akan sia-sia, Mas… keputusanku sudah bulat," gumamnya pelan, "Tidak ada jalan kembali untuk hubungan kita. Semua sudah berakhir sejak lama, hanya saja aku baru punya keberanian untuk mengakuinya pada diriku sendiri."

‎‎Ia mematikan layar ponsel dan meletakkannya kembali ke tempat semula, seolah pesan itu tidak membawa beban apapun untuknya. Matanya beralih menatap ke luar jendela yang menghadap ke halaman kecil di depan kontrakan. Cahaya lampu jalan yang lembut menerangi halaman yang sepi dan tenang, menciptakan suasana yang damai, jauh dari hiruk pikuk masalah masa lalunya.

‎‎"Langkah ini sudah aku pilih, dan aku akan melangkah maju tanpa menoleh ke belakang lagi."

-

-

‎Pukul delapan lewat tiga puluh pagi, Risa sudah tiba di depan gedung megah RTF Corp. Ia mengenakan kemeja lengan panjang berwarna merah muda gading dengan model kerah yang diikat menjadi pita rapi di bagian depan, dipadukan dengan rok selutut berwarna putih bersih yang pas membentuk lekuk tubuhnya. Wajahnya tampak tenang meski di dalam hati ada sedikit kegugupan.

‎‎Setelah memastikan penampilannya di pantulan kaca pintu masuk, ia melangkah masuk menuju meja resepsionis. Ditangannya ia memegang tas tangan putih yang berisi map lamaran serta portofolio desain yang sudah ia siapkan semalam.

‎‎"Selamat pagi, Bu," sapa petugas resepsionis dengan senyum ramah. "Ada yang bisa saya bantu?"

‎‎"Selamat pagi," jawab Risa sopan. "Nama saya Risa Anindita. Saya dipanggil untuk wawancara pukul sembilan pagi ini oleh Bapak Regan Maheswara."

‎‎Petugas itu segera memeriksa daftar jadwal di layar komputernya, lalu mengangguk. "Baik, Bu Risa. Mohon tunggu sebentar, saya akan menghubungi bagian terkait."

‎‎Belum lama menunggu, terdengar langkah kaki mendekat. Juna datang berjalan dengan senyum lebar dan ramah di wajahnya.

‎‎"Ris, kamu sudah datang," sapa Juna. "Ayo ikut aku, aku akan mengantarkanmu langsung ke ruangan Pak Regan."

‎‎Risa tersenyum lega. "Terimakasih banyak, Juna. Maaf merepotkanmu."

‎‎"Sama sekali tidak merepotkan. Ayo jalan," jawab Juna.

‎‎Mereka berjalan beriringan menuju lift. Begitu sampai, Juna menekan tombol, dan tak lama kemudian pintu lift terbuka secara otomatis. Keduanya masuk, lalu Juna menekan tombol bertuliskan angka 25 - lantai paling atas.

‎‎Pintu lift tertutup pelan, meninggalkan suasana yang tenang di dalam ruangan yang bergerak perlahan ke atas.

‎‎"Tenang saja, Ris. Pak Regan memang tegas, tapi beliau menilai dari kemampuan dan kejujuran. Jawab saja apa adanya, tunjukkan apa yang kamu bisa." ucap Juna tiba-tiba, seolah bisa melihat kegugupan dari wajah Risa.

‎‎"Terimakasih informasinya. Jujur saja, aku memang sedikit gugup," akunya dengan senyum tipis.

‎‎Juna tertawa kecil, lalu menepuk pundaknya pelan untuk menenangkan. "Itu wajar, semuanya pasti akan baik-baik saja dan berjalan dengan lancar. Aku percaya pada kemampuanmu, Ris."

‎‎Belum sempat Risa membalas, lampu indikator sudah berhenti di angka 25. Pintu lift terbuka lebar, menampakkan lorong yang lebih luas, lebih mewah, dan terasa sangat tenang.

‎‎"Ayo, kita jalan sedikit lagi," ajak Juna sambil melangkah lebih dulu.

‎‎Mereka berjalan melewati beberapa ruangan dengan pintu tertutup rapat. Sesampainya di depan pintu besar bertuliskan RUANG DIREKTUR UTAMA, Juna berhenti dan mengetuk pintu tiga kali dengan ritme teratur.

‎‎"Masuk," terdengar suara berat, tegas namun tenang dari balik pintu.

‎‎Juna membuka pintu sedikit, melongok sebentar lalu berkata, "Permisi, Pak Regan. Calon peserta wawancara, Risa Anindita, sudah tiba."

‎‎"Suruh dia masuk," jawab suara itu lagi.

‎‎Juna menoleh ke arah Risa, memberi isyarat dengan senyum penyemangat. "Silakan masuk. Semoga berhasil."

‎‎Risa mengangguk pelan. ‎‎Jantungnya berdegup sedikit lebih kencang saat kakinya melangkah melewati ambang pintu. Udara di dalam ruangan terasa lebih sejuk dan sunyi, hanya diisi kesunyian yang terasa berat, ditambah tatapan tajam yang langsung tertuju padanya.

‎‎"Selamat pagi, Pak,"

-

-

-

Bersambung...

1
vj'z tri
ahayyyy jreng jreng jreng
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ icik bos dah salting berat ini
🔥Violetta🔥: Udah cenat-cenut dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
kamu nanya.. kamu bertanya-tanya....,

secara g langsung km udah siap ni ditinggalin raga.. km kan nyuruh cek, terus tau kenyataan pahit asam manisnya kyk apa.... ya jelas nanti raga bakalan ngejar balik lg risa.. ya nerima apa adanya kan cm dia.... siap² deh mimpi terindah menikah dengan raga hanya tinggal khayalan belaka... 🤣🤣🤭
〈⎳ FT. Zira
coba cekk. di lihat..diraba.. di...🤭🤭
〈⎳ FT. Zira
kesempatan noh Re .. ambilll🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
jodoh ka Re🤭
〈⎳ FT. Zira
kamulah orangnya🤭
〈⎳ FT. Zira
cieeee cieee🤭🤭🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
deg deg ser gak ris🤭
〈⎳ FT. Zira
jodoh emag gak kemana yaa🤭
Rizky Manik
lanjut thor🤗
Rizky Manik
ayo periksa lagi kalo berani🤭
Anonim
awokawok mending baca seishun buta yarou Bunny girl senpai wo yume wo minai
MamDeyh
Nah nah nah kan.... Eng ing eng
Kusii Yaati
kamu terlalu memandang rendah orang mel,di bandingkan dengan kamu Risa lebih baik dari segi manapun, sedang kamu apa perlu di banggakan selain pandai merebut suami orang alias pelakor... punya cermin nggak 😒
Anonim
JONTOL
vj'z tri
bagaimana caraaaa nya untukk kau bisa mengerti bahwa aku iriiii 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
jika Oma sama ibu tahu siapa yang lagi di Pepet icik bos pasti girang 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
vj'z tri
eeeeeeeaaaaaaa ee ee eaaaaaa eeeeeaaaaa 🤣🤣🤣🤣
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
gak say biar icik bos yang langsung turun tangan 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!