NovelToon NovelToon
SANG NAGA PURBA

SANG NAGA PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

Di Benua Canglan, kekuatan tidak diukur dari kerja keras—tapi dari kemurnian darah yang mengalir sejak lahir. Tian Xue, dibuang sejak bayi karena dianggap tak berdarah, dibesarkan di neraka tambang bawah tanah.
Namun altar itu tidak menolaknya. Ia hanya tak sanggup menampung keagungan Garis Darah Naga Purba yang telah lama dihapus dari sejarah.
Kini, dengan sekutu tak terduga di sisinya dan rahasia dunia yang jauh lebih luas dari yang pernah diketahui empat klan agung, Tian Xue melangkah menuju panggung yang akan mengguncang seluruh tatanan Benua Canglan—satu takhta sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilihan Antara Kawan dan Bangkai

​Tatapan mata Tian Xue semakin dingin. Hawa membunuh yang sangat pekat merembes keluar dari pori-pori kulitnya, membekukan udara di sekeliling area Hutan Purba.

​Ao Yun terus merayap mundur di atas tanah yang berlumpur darah. Tubuhnya gemetar hebat, dan raut wajahnya dipenuhi kengerian mutlak. Luka dalam akibat ledakan energi Lu Shi sebelumnya membuat seluruh persendian fisiknya lumpuh, membuatnya tak sanggup lagi untuk sekadar berdiri dan berlari.

​"Am-ampuni aku... Tolong jangan bunuh aku!" jerit Ao Yun dengan suara parau yang tersendat.

​Dengan jari-jemari yang gemetaran, Ao Yun buru-buru mencopot Kantong Semesta di pinggangnya lalu mengacungkannya tinggi-tinggi ke udara.

​"Kau... kau mau apa?! Harta? Kristal naga? Artefak?! Aku berikan semuanya padamu! Ambil semuanya, asal biarkan aku hidup!"

​Di atas dahan pohon tak jauh dari sana, Lu Shi berdiri mengamati pemandangan tersebut. Sepasang mata indahnya menyipit tajam, memperhatikan setiap gestur dan perubahan aura pada tubuh pemuda di bawahnya.

​'Apa dia ini benar-benar si lelaki bodoh yang kukenal... atau dia sosok lain?' batin Lu Shi risau.

​Langkah kaki Tian Xue perlahan mendekat.

​KREK... KREK...

​Suara ranting kering dan dedaunan busuk yang terinjak oleh telapak kakinya berbunyi nyaring di tengah keheningan. Bagi Ao Yun, setiap derak langkah itu terdengar bagaikan ketukan lonceng kematian yang kian mendekat.

​"Ja-jangan mendekat!" teriak Ao Yun histeris, peluh dingin mengucur deras membasahi zirahnya. "Bila kau membunuhku... Klan Ao tidak akan pernah melepaskanmu! Mereka akan memburumu sampai ke ujung dunia!"

​Tian Xue sama sekali tidak memedulikan ancaman kosong tersebut. Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi, bagaikan algojo pencabut nyawa yang tidak memiliki emosi.

​Saat jarak di antara mereka tersisa dua langkah, sisik-sisik naga berwarna hitam pekat kembali merayap cepat menyelimuti lengan kanan Tian Xue. Jemarinya meruncing, mengeras menjadi Cakar Naga Purba yang memancarkan pendar dingin mematikan.

​"Bagi diriku... hanya ada dua jenis kesempatan untuk orang-orang yang telah melihat rahasia garis darahku," ucap Tian Xue dingin. Suaranya pelan, namun sanggup menghentikan detak jantung siapa pun yang mendengarnya.

​Ia berhenti melangkah tepat di hadapan Ao Yun.

​"Pertama... dia adalah temanku."

​Tian Xue sengaja menggantung kalimatnya. Keheningan yang tercipta seketika membuat bulu kuduk Ao Yun berdiri tegak.

​"Ke-kedua... apa...?" bisik Ao Yun dengan bibir yang memucat kaku.

​"Kedua..." Tian Xue menunduk, menatap lurus ke dalam pupil mata musuhnya. "...dia harus lenyap sepenuhnya dari dunia ini."

​DEG!

​Wajah Ao Yun seketika berubah pucat pasi bagaikan mayat. Ketakutan yang teramat sangat mencekik tenggorokannya.

​"Ka-kalau begitu... aku akan jadi temanmu! Aku berjanji akan menjadi kawanmu! Ampuni aku...!" raung Ao Yun memohon dengan sangat iba.

​Tian Xue hanya menyunggingkan sebuah seringai tipis yang teramat kejam.

​"Kawan?" desis Tian Xue datar. "Kau pikir... kau layak?"

​SRAAAAKKKKKKKKK!

​Tanpa basa-basi atau memberi ruang bernapas sedikit pun, Cakar Naga Purba milik Tian Xue meluncur secepat kilat, menghujam lurus menembus dada kiri Ao Yun dan meremukkan inti garis darahnya secara mutlak!

​"Aaarrrrkkkkkkk... ka-kau..."

​Mata Ao Yun membelalak lebar. Mulutnya memuntahkan darah segar sebelum akhirnya tubuhnya terkulai kaku di atas tanah. Kehidupan di dalam matanya padam seketika.

​Lu Shi yang menyaksikan pembantaian dingin itu dari atas dahan mendadak menahan napas.

​Kejam. Sangat brutal dan tanpa ampun.

​Tiba-tiba, Tian Xue memutar kepalanya perlahan, mengarahkan tatapan mata keemasannya lurus ke arah Lu Shi yang berada di atas dahan.

​Tatapan yang begitu dingin, hampa, dan sarat akan hawa membunuh itu seketika membuat bulu kuduk Lu Shi berdiri tegak.

​Naluri bertarung sang gadis rubah terpicu secara otomatis. Tubuhnya menegang siaga, dan jemarinya mencengkeram erat gagang Pedang Sembilan Nyawa.

​"Kau mau apa, Bodoh?!" seru Lu Shi dengan nada sedikit bergetar, berusaha menyembunyikan rasa takutnya. "Kau... mau membungkamku juga, hah?!"

​Melihat kepanikan dan raut siaga dari gadis barbar di atas dahan itu, sudut bibir Tian Xue perlahan terangkat.

​"HAHAHAHAHA!"

​Tawa terbahak-bahak seketika meledak dari mulut Tian Xue, bergema nyaring memecah ketegangan di seluruh penjuru Hutan Purba.

​Aura membunuh yang pekat dan menakutkan di sekeliling tubuhnya menguap perlahan. Sisik-sisik naga hitam di lengannya menyusut cepat, menyisa kulit mulusnya seperti semula.

​"Hahaha... Kenapa wajahmu jadi pucat begitu, Lu Shi?" puji Tian Xue seraya menggelengkan kepala, kembali ke kepribadiannya yang biasa.

​Lu Shi mengembuskan napas panjang yang sangat lega. Ia menyapu peluh tipis di pelipisnya seraya menggerutu kekesalan.

​"Dasar lelaki bodoh! Aku kira jiwamu baru saja dirasuki oleh iblis penghuni Hutan Purba!" umpat Lu Shi kasar.

​Dengan gerakan luwes, Lu Shi melompat turun dari dahan pohon, mendarat mulus beberapa langkah di depan Tian Xue. Sepasang matanya menatap pemuda itu dari atas ke bawah dengan penuh keheranan.

​"Tapi... bagaimana bisa kau membantai tiga anggota klan murni di tingkatan yang sama denganmu semudah itu?" tanya Lu Shi penasaran.

​Tian Xue menyunggingkan senyum tipis seraya mengibaskan tangannya santai.

​"Mungkin aku cuma beruntung... karena mereka bertiga memang sudah sangat ingin mati."

​"Haaaaah?!" Lu Shi melotot, sama sekali tidak percaya pada alasan konyol tersebut.

​Di dalam benaknya, Lu Shi mulai menarik kesimpulan sendiri. Tian Xue mungkin secara resmi berada di Garis Darah Tingkat 4, tetapi daya tempur nyata serta kemurnian Naga Purba di dalam tubuhnya jelas jauh melampaui batas tingkatan tersebut—bahkan mungkin sudah menyamai praktisi Tingkat 5!

​"Ya sudah, terserah kau saja," ujar Lu Shi mengibaskan tangan, menatap ke arah tiga jasad anggota Klan Ao yang bergelimpangan. "Lalu bagaimana dengan barang-barang mereka?"

​Tian Xue berbalik, melangkah mendekati jasad Ao Feng, Ao Lin, dan Ao Yun satu per satu. Tanpa rasa ragu, ia memetik Kantong Semesta di pinggang ketiga mayat tersebut lalu memindai isinya.

​Hasil jarahan dari tiga generasi muda klan murni itu ternyata sangat melimpah.

​Total dari ketiga kantong tersebut berisikan 30 buah kristal naga peringkat tinggi, 100 buah kristal naga peringkat rendah, belasan botol pil spiritual peringkat tinggi, serta sebuah kitab artefak teknik bertarung milik Klan Ao.

​"Wah... anak-anak kaya ini benar-benar membawa banyak harta!" seru Lu Shi seraya mendekatkan wajahnya saat Tian Xue mengeluarkan barang-barang tersebut.

​Tian Xue tersenyum tipis. "Tidak mengherankan. Mereka adalah generasi muda dari Klan Ao yang menguasai perdagangan benua."

​Tanpa pikir panjang, Tian Xue menyisihkan 30 kristal naga peringkat tinggi dan 100 kristal rendah untuk kebutuhan kultivasinya sendiri, lalu melemparkan sisa kantong berisikan pil-pil penyembuh mahal dan kitab artefak klan tersebut lurus ke arah Lu Shi.

​Bagi Tian Xue, pil dan artefak klan murni tidak terlalu berguna baginya. Namun bagi Lu Shi, barang-barang tersebut adalah harta karun berharga.

​Tangan Lu Shi melesat cepat menangkap kantong itu. Sepasang mata indahnya seketika berbinar terang dipenuhi kegembiraan.

​"Ini... semua sisa harta ini untukku?!" seru Lu Shi penuh antusias.

​"Tentu saja," jawab Tian Xue singkat.

​"Waaaaah! Bagus sekali!" Lu Shi memeluk kantong itu dengan wajah riang, membayangkan tumpukan makanan lezat di kota nanti. "Dengan pil dan barang-barang mahal ini, aku bisa membeli daging panggang apa pun yang kusukai sepuasnya nanti! Hahaha!"

​Melihat tingkah polos dan gembira gadis barbar itu, Tian Xue hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum tipis, menatap ke arah vegetasi Hutan Purba yang kian dalam.

1
Septiana Athorid
Licik gue suka MC kayak gini
Septiana Athorid
kok bisa thor lushi membunuh mereka dengan mudah, harus nya tingkat 4 blodeline sama puncak qi tranformation sama bukan. apa karna pedang 9 nyawa 😁, pencerahan nya thor
Kausafiksi: ya benar, artefak pedang 9 nyawa lu shi bukan artefak biasa karna milik binatang suci rubah ekor 9.
total 1 replies
Septiana Athorid
hahaha kelakuan lushi konsisten, perut mulu😁
Kausafiksi: iya kan 😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kasih sedikit romansa 😁🙏
Septiana Athorid
sudah jelas ada pihak ke 3, kalau tidak serangan mana mungkin teroganisir iya kan thor 😆
Kausafiksi: iya emang
total 1 replies
Day Chuk
lanjut🫢
Kausafiksi: 🫢
dabar
total 1 replies
Day Chuk
semakin luas worldbuilding nya thor
Septiana Athorid: malah makin penasaran 🫢🤣
total 2 replies
Day Chuk
bukan nya paksa sajah thor si tuan xue jarah sekalian 🤣
Kausafiksi: tian xue gak barbar buang 🫢
total 1 replies
Rosdianah 🌷
semangat kak author 💪🏻
Rosdianah 🌷
hallo kak ijin mampir
Rosdianah 🌷: siap kak
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kabayang abrag na si lu shi!/Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: apal ning.. 🤣🤣🤣
total 2 replies
Kausafiksi
🤣🤣🤣 sok atuh,
lumayan bandar siap nampung ceu
Arni Arlinawati pratiwi
yah peran utama na KO.. /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: silaing nu nyieun na teu eucreug! /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
belewe silaing mah tian xue! /Facepalm/
Arni Arlinawati pratiwi: ajig jauh jauh teuing kahim tina bujur hayam kana cuhcur.. /Facepalm/
total 2 replies
Arni Arlinawati pratiwi
kade ah kalah jadi teu ka tempo! 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
puas.. hayu karungan wang jual lah, butuh dudung yeuh... kr kismin, lumayan tengkorak harimau 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
nya heueuh atuh.. lamun mundur, maneh nu ku emak di karungan kahim! /Curse/
Arni Arlinawati pratiwi
cekek cekek.. talian karungan, bikeun ka gc nu kr rame, yakin ngaburial.. 🤣🤣🤣
Arni Arlinawati pratiwi
heueuh atuh geus cicing we silaing mah, indung heula nanaon ge.. piomongeun wae silaing mah! /NosePick/
Arni Arlinawati pratiwi
di danau beku mah di mana mana wae ge milu beku sateh.. komo anclum mah, beku kabeh jng siki siki na sateh, kahim.. /Curse//Curse//Curse/
Kausafiksi: 🤣🤣🤣🤣🤣 jiga beton nangka nya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!