NovelToon NovelToon
Kontrak Hamil Anak Bos

Kontrak Hamil Anak Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis

Sarah Lestari, seorang personal assistant, menerima tawaran kontrak untuk mengandung anak bosnya, Samudra Grayson, CEO muda pemilik berbagai perusahaan di Eropa. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan, tetapi seiring waktu benih cinta tumbuh di antara keduanya. Saat kontrak berakhir, mereka harus memilih antara menepati perjanjian atau memperjuangkan cinta yang tak pernah direncanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Apartemen Baru, Keputusan Baru

Hari Senin pagi datang dengan cepat. Setelah akhir pekan yang penuh dengan kejutan—mulai dari ngidam pizza hingga merawat Samudra yang demam—Sarah merasa hari-harinya di mansion semakin terasa seperti rumah. Namun, ada satu hal yang masih mengganjal di pikirannya: apartemennya.

Ia sudah beberapa hari tidak mendengar kabar tentang kondisinya. Sejak kebakaran itu, ia hanya bisa membayangkan bagaimana keadaan apartemen kecilnya yang penuh kenangan.

Saat Sarah sedang sarapan di ruang makan, ponselnya berdering. Ia melihat nomor yang tidak dikenalnya, lalu menjawab.

"Halo?"

"Bu Sarah? Saya dari kantor manajemen apartemen. Kami ingin mengabarkan bahwa apartemen Ibu sudah selesai diperbaiki. Kerusakan akibat kebakaran sudah kami tangani, dan kami juga melakukan pengecatan ulang. Ibu sudah bisa kembali menempatinya mulai hari ini."

Sarah membelalak. Matanya langsung berbinar. "Benarkah? Sudah selesai?"

"Iya, Bu. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dan sebagai kompensasi, kami juga mengganti beberapa furnitur yang rusak," jawab petugas itu.

Sarah tersenyum lebar. "Terima kasih banyak. Saya akan segera ke sana."

Setelah menutup telepon, Sarah menatap Samudra yang sedang membaca tablet di ujung meja. "Pak, apartemen saya sudah selesai diperbaiki. Saya bisa kembali ke sana hari ini."

Samudra mengangkat pandangannya. Matanya menatap Sarah dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kamu ingin kembali ke apartemenmu?"

Sarah mengangguk. "Iya, Pak. Sudah beberapa hari saya di sini. Saya tidak mau terus merepotkan Bapak."

Samudra meletakkan tabletnya, lalu menatap Sarah dengan serius. "Sarah, kamu tidak merepotkan. Dan kamu juga tahu, aku sudah bilang jujur padamu tentang perasaanku."

Sarah menunduk. "Saya tahu, Pak. Tapi saya juga tidak bisa selamanya bergantung pada Bapak. Saya harus mandiri."

Samudra menghela napas. "Aku tidak melarangmu. Tapi, apakah kamu yakin apartemen itu sudah aman? Masih ada bau asap?"

"Kata petugasnya sudah dicat ulang, Pak. Pasti sudah bersih," jawab Sarah.

Samudra diam sejenak, lalu berdiri. "Baik. Kalau kamu memang ingin kembali, aku antar kamu."

"Pak, saya bisa naik taksi—"

"Aku antar," potong Samudra. "Dan aku juga ingin melihat kondisinya langsung."

Sarah tidak bisa menolak. Ia mengangguk, lalu bergegas ke kamarnya untuk mengambil tas yang berisi barang-barangnya.

Setelah beberapa menit, mereka berdua masuk ke dalam mobil. Felix, yang sudah datang pagi, mengemudikan mobil menuju apartemen Sarah. Perjalanan terasa lebih singkat karena Samudra dan Sarah berbincang ringan.

Sesampainya di apartemen, Sarah turun dan melihat gedung itu dari luar. Catnya sudah baru, dan jendela-jendelanya sudah diganti. Tidak ada lagi bekas asap hitam yang menempel di dinding.

Mereka naik ke lantai dua, dan Sarah membuka pintu apartemennya. Begitu masuk, ia terkesiap. Apartemen itu sudah berubah total. Dindingnya dicat putih bersih, lantainya dipoles mengkilap, dan beberapa furnitur baru sudah terpasang. Bahkan, ada sofa baru di ruang tamu, dan meja makan yang lebih besar.

"Wah..." Sarah menatap sekeliling, matanya berbinar-binar. "Ini jauh lebih bagus dari sebelumnya."

Samudra berdiri di belakangnya, menatap apartemen itu. "Lumayan. Tapi menurutku, masih kurang nyaman."

Sarah tertawa kecil. "Pak, ini sudah sangat nyaman. Saya tidak pernah menyangka akan diperlakukan sebaik ini."

Samudra berjalan ke jendela, memandangi pemandangan kota Milan. "Sarah, aku punya saran."

"Ada apa, Pak?"

Samudra berbalik, menatap Sarah. "Apartemen ini memang sudah diperbaiki. Tapi ukurannya kecil. Dan kamu sedang hamil. Aku rasa, kamu akan lebih nyaman jika tinggal di mansion."

Sarah membelalak. "Pak, saya sudah sangat merepotkan Bapak. Saya tidak bisa—"

"Kamu tidak merepotkan," potong Samudra. "Dan aku sudah bilang sebelumnya. Aku tidak hanya peduli padamu karena kontrak. Aku peduli karena kamu."

Sarah menatap Samudra. Matanya berkaca-kaca. "Tapi Pak..."

"Aku tidak memaksa. Aku hanya menawarkan," ujar Samudra. "Kamu bisa tinggal di mansion kapan saja. Tidak perlu memutuskan sekarang. Tapi pikirkanlah, Sarah. Untuk kenyamananmu dan janinmu."

Sarah menghela napas. Ia memandangi apartemennya yang sudah diperbaiki. Tempat ini memang nyaman, tapi ada sesuatu yang hilang. Mungkin bukan dari apartemennya, tapi dari hatinya. Ia merasa lebih betah di mansion, di dekat Samudra.

"Pak, saya akan pikirkan," jawab Sarah akhirnya.

Samudra tersenyum tipis. "Tentu. Aku akan menunggu keputusanmu."

Mereka pun berkeliling apartemen, memeriksa setiap sudut. Sarah sangat senang melihat bahwa barang-barangnya yang selamat sudah dikembalikan dengan rapi. Namun, di sela-sela kebahagiaan itu, Sarah merasakan ada keraguan.

Apakah ia harus kembali ke apartemennya yang kecil, atau akankah ia memilih untuk tinggal di mansion yang megah bersama Samudra?

Malam itu, setelah Samudra pulang, Sarah duduk sendirian di sofa barunya. Ia menatap langit malam Milan, dan tersenyum.

"Mungkin, ini saatnya aku mengambil keputusan," bisiknya. "Bukan hanya tentang tempat tinggal, tapi juga tentang perasaanku."

Ia memutuskan untuk memberikan jawabannya pada Samudra besok. Dan entah mengapa, ia merasa yakin bahwa apa pun keputusannya, itu akan menjadi langkah yang tepat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!