NovelToon NovelToon
AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

AKAD NIKAHKU BATAL KARENA TUNANGANKU MENGHAMILI WANITA LAIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengkhianatan / Drama
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Umma Khummaira

Dua minggu sebelum pernikahan, dunia Larasati runtuh saat memergoki Arjuna, tunangan sekaligus pacar pertamanya yang ternyata sudah menghamili wanita lain.

Tanpa air mata, Larasati melempar cincin dan membatalkan pernikahan demi harga diri. Namun, pengkhianatan itu justru membawa Larasati ke pelukan Dewa Dirgantara, CEO konglomerat tempatnya bekerja yang siap pasang badan melindunginya.

Sementara itu, Arjuna menyesal bersama selingkuhannya yang tinggal di sebuah rumah kecil.

Sanggupkah Larasati menyembuhkan lukanya demi cinta Dewa? Dan bagaimanakah akhir dari penyesalan sang mantan tunangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umma Khummaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Ketegangan terjadi pada rapat besar gabungan yang digelar pada siang hari ini. Sosok pria paruh baya berstelan jas mahal memasuki ruang pertemuan utama Dirgantara Media Group.

Pria itu adalah Pak Surya, pemilik tunggal dari produk kebutuhan konsumen terbesar di Indonesia sekaligus klien raksasa yang memiliki proyek milliaran, yang selama ini juga sedang digarap bersama oleh tim Larasati dan agensi pemasaran tempat Arjuna bekerja.

Di dalam ruang rapat yang sunyi itu, Arjuna duduk tegap sambil memperhatikan jajaran direksi dengan pikiran yang berputar pada silsilah hubungan kekuasaan bisnis di antara mereka semua.

Proyek peluncuran produk baru ini murni milik Pak Surya selaku pemegang modal utama. Pak Surya menunjuk langsung Dirgantara Media Group, sebuah kerajaan bisnis media raksasa milik Dewa Dirgantara yang memegang tahta tertinggi di industri penyiaran, majalah finansial, dan agensi periklanan utama di Indonesia.

Sebagai Creative Director andalan, Larasati memimpin tim internal Dirgantara Group untuk menyusun konsep estetika kreatif dan penayangan iklan skala besar. Namun, karena skala proyek ini terlalu raksasa, Dirgantara Media membutuhkan pihak ketiga sebagai mitra pelaksana teknis di lapangan. Di situlah agensi pemasaran mandiri milik Pak Gunawan masuk sebagai mitra resmi, di mana Arjuna ditunjuk sebagai Manajer Pemasaran yang bertanggung jawab mengeksekusi lini masa promosi digital di lapangan.

Jika draf Arjuna kemarin ditolak oleh Larasati, maka agensi Pak Gunawan akan diputus kontrak dan nama Arjuna akan hancur di depan bosnya. Beruntung, draf revisi tersebut lolos di tingkat internal, dan hari Senin ini adalah panggung pembuktian final langsung di hadapan sang pemilik modal, Pak Surya, yang terkenal sangat perfeksionis.

"Saya sudah membaca garis besar strategi kreatif yang diajukan oleh tim Anda, Larasati. Konsep visual yang dibuat oleh Art Director Anda, Bagas, memang cukup menarik." ucap Pak Surya dengan nada suara yang berat, datar, dan sarat akan tekanan intimidasi yang kuat.

Pria paruh baya itu mengetukkan jarinya di atas meja kaca, menatap tajam ke arah tim kreatif. "Tapi, saya tidak melihat adanya gebrakan radikal pada draf pemasaran digitalnya. Saya membayar mahal Dirgantara Media bukan untuk mendapatkan strategi promosi yang biasa-biasa saja seperti yang ada di pasaran!"

Mendengar kritikan menohok dari sang klien raksasa, Bagas dan Cindy sempat menahan napas sejenak, melirik cemas ke arah Larasati. Namun, Larasati tetap tenang. Ia mengulas senyum profesional yang sangat anggun sebelum memberikan jawaban logis.

"Kami sangat memahami kekhawatiran Anda, Pak Surya. Konsep visual dari kami sengaja dibuat elegan agar menjaga martabat brand Anda. Namun, untuk gebrakan radikal di ranah digital, poin tersebut sengaja kami serahkan kepada tim pelaksana teknis kami untuk memaparkannya secara mendalam. Silahkan, Pak Arjuna." ucap Larasati dengan nada suara yang lantang dan tegas, melemparkan umpan profesional yang sangat adil kepada mantan tunangannya itu.

Arjuna tertegun sejenak mendengar bagaimana Larasati menaruh kepercayaan kerja di hadapan klien raksasa.

Dengan menghapus seluruh keraguannya, Arjuna menarik napas dalam-dalam, lalu bangkit berdiri. Ia membuka laptopnya, menyalakan proyektor layar besar, dan menatap Pak Surya dengan pandangan mata yang rendah hati namun penuh keyakinan.

"Selamat pagi, Pak Surya. Menjawab tuntutan perfeksionis dari Anda, tim agensi pemasaran kami telah merombak total lini masa promosi digital khusus untuk brand Anda." suara Arjuna terdengar mantap, bersih dari kesombongan masa lalu.

"Kami tidak menggunakan algoritma pasar yang biasa. Berdasarkan draf revisi terbaru, kami menyisipkan strategi hyper targeting yang memanfaatkan data audiens holding media milik Pak Dewa. Kami menciptakan tiga fase kampanye rahasia yang akan memaksa kompetitor Anda bertekuk lutut dalam waktu dua minggu setelah iklan ditayangkan." Arjuna memaparkan lembar demi lembar data digitalnya dengan sangat lugas, detail, dan penuh dengan argumen bisnis yang tajam.

Di sampingnya, Larasati sesekali mengangguk setuju, melengkapi penjelasan Arjuna dengan sudut pandang estetika kreatif yang membuat presentasi mereka berdua menjadi sebuah kombinasi kerja sama tim yang sangat sempurna dan berkelas.

Pak Surya menyipitkan matanya, menyimak setiap kata yang keluar dari mulut Arjuna dengan saksama. Setelah presentasi selesai dan ruangan kembali sunyi, pria perfeksionis itu perlahan menyandarkan punggungnya ke kursi. Gurat ketegangan di wajah tegasnya berangsur-angsur mencair, digantikan oleh binar kepuasan yang jarang ia perlihatkan pada agensi periklanan mana pun.

"Luar biasa." ucap Pak Surya, lalu mulai bertepuk tangan pelan yang segera diikuti oleh riuh tepuk tangan dari Cindy, Bagas, Rian, dan seluruh staf rapat di dalam ruangan.

"Kolaborasi antara pemikiran tajam Larasati dan eksekusi digital dari Anda, Arjuna... ini adalah strategi pemasaran terbaik yang pernah saya lihat tahun ini. Saya akui, standar tinggi saya berhasil Anda penuhi dengan sangat sempurna."

Arjuna mengembuskan napas lega yang teramat besar, senyum penuh syukur terukir di wajahnya yang kini tampak jauh lebih hidup. Ia menoleh ke arah Dewa Dirgantara yang sedang menatapnya dengan anggukan dagu yang tegas, sebuah bentuk pengakuan dari sang konglomerat atas kerja kerasnya yang sudah berubah menjadi lebih baik.

Setelah Pak Surya menjabat tangan Dewa, Larasati, dan Arjuna berturut-turut sebagai tanda kesepakatan resmi, sang klien raksasa itu akhirnya pamit meninggalkan ruangan bersama jajaran direksinya. Ruang rapat pun perlahan mulai sepi setelah tim kreatif kembali ke divisi masing-masing.

Larasati merapikan berkas di atas meja. Dewa Dirgantara mendekat ke arahnya dengan langkah kaki yang tegap.

Di dalam ruangan yang kini menyisakan mereka berdua, aroma parfum kayu cendana yang maskulin kembali memanjakan hidung.

Dewa menatap lekat mata indah Larasati. Senyuman sebagai lambang getaran asmaranya, lagi-lagi terukir di wajah tampannya.

"Kerja bagus, Larasati. Kerja samamu dengan tim mitra tadi benar-benar membuktikan kelasmu yang luar biasa di depan Pak Surya." ucap Dewa dengan suara rendah dan sangat merdu di pendengaran Larasati.

Larasati mendongak, merasakan pipinya kembali merona.

"Terima kasih, Pak Dewa. Ini semua juga karena draf digital Arjuna yang memang dikerjakan dengan sangat serius."

Dewa mengangguk pelan, ia semakin mendekat hingga membuat jantung Larasati berdegup kencang.

"Urusan profesional kita untuk hari ini sudah selesai dengan hasil yang sangat sempurna. Jadi, sesuai dengan janji saya di ruangan saya tadi pagi... jangan lupakan agenda pribadi kita sore ini, ya!"

Larasati menahan napas sejenak, wajah cantiknya memerah padam saat teringat ucapan Dewa tentang makan malam yang tidak boleh ditolak.

"Pak Dewa... jadi Anda benar-benar serius soal makan malam itu?"

"Saya tidak pernah bercanda tentang hal yang menyangkut dirimu, Larasati!" balas Dewa dengan tatapan mata yang teramat dalam.

"Sekarang kembalilah ke ruanganmu untuk bersiap-siap."

Larasati mengangguk hormat dengan seulas senyum lega. Ia segera melangkah keluar dari ruang rapat menuju ruang kerjanya untuk merapikan barang-barang dan mempersiapkan penampilannya.

1
Melda Andriyani
jempol untuk mu Larasati 😍😍🤗
Siti M Akil
lanjut thor
sunaryati jarum
Dikhianati tunangan dicintai bos besar
sunaryati jarum
Kena mental kan kamu , Arjuna
sunaryati jarum
Kapook
sunaryati jarum
Ibumu orang baik,demi smbisimu hidup enak dan kebiasaan hidup liarmu membawamu menjadi pelakor.
Ibu Anak Dua
Sebagai pemula ya novel ini bisa dibilang lumayan ya. Semoga author semakin semangat menerbitkan karyanya
Ibu Anak Dua
laki-laki alasannya dijebak, tapi sampai hamidun gede gitu. Ya ampun Junnnn,,,sing eling toh Jun
partini
silakan di nikmati jun penyesalan mu
Ibu Anak Dua
syalan kalian emang🤭🤭🤭
Ibu Anak Dua
munahfiq banget si Jun, dasar buaya🤣🤣
tadi diawal ngomongnya manis bet ke Selly.
sekarang ditinggal Laras ngomongnya manis ke laras. hadeuh🤭🤭
partini
aihhh kata cinta tapi selingkuh itu ga cinta namanya jun
bagus lah kalian pasang yg cocok sama" bobrok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!