NovelToon NovelToon
After Reuni

After Reuni

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: rachmaraaa

Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.

Dan Reuni itu mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Mita sudah merasa jauh lebih baik setelah dua hari demam dan terkapar. Berkat kesabaran Adrian yang merawatnya dan membawanya ke klinik, membuat Mita kini jauh menjadi lebih baik. Mita sendiri merasa tidak enak karena sudah membuat Adrian jadi kerepotan mengurus dirinya saat hari liburnya kemarin. Dan kini Adrian harusnya sudah siap untuk pergi ke kantor. Namun, sudah hampir jam 8 pagi, Adrian masih duduk santai di uang tengah sambil memangku laptopnya.

"Mas... Kamu nggak kerja?" Suara Mita serak karena sejak kemarin ia tidak bicara sama sekali.

Adrian menoleh dan menampakkan senyum tulusnya. "Kamu udah bangun, Dek. Ehm... Aku kerja dari rumah aja. Gimana keadaan kamu sekarang? Masih pusing? Atau apa?" Adrian meminta Mita untuk duduk di sampingnya.

"Tuh kan... Aku jadi ngerepotin kamu terus. Sampai bikin kamu harus kerja dari rumah gini. Maaf ya, Mas." Mita sedikit cemberut dan wajahnya nampak sedih,

Adrian terkekeh dan meletakkan laptopnya di meja. Lantas ia meraup tubuh Mita yang masih sedikit hangat untuk dibawa ke dalam dekapannya. "Duh... Jangan sedih dong, Sayang. Aku beneran nggak merasa direpotin kok. Aku senang aja ngerawat kamu. Nggak merasa terbebani sama sekali. Kamu jangan cemberut lagi, ya,hm?" Adrian menangkup wajah Mita untuk dikecup bibirnya.

Mita akhirnya tersenyum, meskipun dalam lubuk hatinya ia masih merasa tidak enak dan merasa bersalah. "Makasih banyak ya, Mas. Udah lama aku nggak ngerasain kehangatan seperti ini. Baik dari keluarga ku, maupun dari pasangan. Tapi, sejak sama kamu... Hidupku jauh lebih bahagia dan berwarna."

"Sama- sama Sayang." Adrian menangkup wajah Mita dan memagut bibir Mita dengan lembut.

Awalanya, ciuman itu lembut dan tak menuntut. Namun, ketika Mita mengalungkan tangannya di leher Adrian, ciuman merekan berubah sedikit panas. Pagutan mereka agak liar. Bahkan kini tubuh Mita sudah dibawa ke atas pangkuan Adrian. Ciuman mereka semakin panas, basah dan membara. Tidak hanya itu, suara decapan dari kedua bibir mereka pun saling bersahutan mengisi kekosongan ruang keluarga pagi itu.

Hingga akhirnya suara lenguhan terdengar saat Mita merasakan tangan Adrian yang masuk ke dalam bajunya. Membuka pengait bra dan memijat lembut dua benda sintal milik Mita.

"Enghh..."

Mendengar itu, darah Adrian berdesir cepat. Bulu kuduknya meremang hebat. Telah lama sekali ia tidak mendengar suara indah itu secara langsung. Biasanya ia hanya bisa mendengar dari film biru yang ia tonton, dan suara desahan itu pun rasanya terlalu berlebihan di perungunya. Sedangkan suara barusan yang didengar nya langsung adalah pemantik api dalam dirinya yang siap berkobar.

Adrian menarik baju Mita untuk dilepaskan. Lalu ia membuka bra yang sudah terlepas pengaitnya. Ia memandang dua buah benda sintal putih bersih dengan puncak yang berwarna merah muda. Perlahan ia mendekat dan mengecupnya, hingga pada akhirnya ia menghisap, menjilat dan menggigitnya pelan.

Mita meremas rambut Adrian ketika payudaranya dimainkan oleh bibir dan jari Adrian secara sinkron. Rasanya luar biasa sekali. Ia bisa merasakan puncak payudaranya mengeras dan bukan hanya miliknya. Tapi, di bawah sana Mita merasakan milik Adrian mengeras tak nyaman bersembunyi di balik celana.

Entah akhirnya siapa yang memulai, kini keduanya sudah sama-sama tanpa sehelai benang yang melindungi kulit mereka. Masih di ruang tengah, tidak pindah tempat kemana-mana. Karena Adrian yakin rumah itu hanya ada mereka. Jika pun ada seseorang di luar, alarm kamera pengawas akan berbunyi di ponselnya.

Adrian tersenyum melihat keindahan tubuh Mita yang sedikit berisi. Tidak kurus dan juga tidak gemuk. Kulitnya benar-benar terawat, bahkan bulu halus di bawah perutnya pun ada, dirawatnya cukup baik.

"Astaga, Dek... Kayaknya aku bisa gila kalau cuma mandangin tubuh kamu. Boleh aku cium?" Entah mengapa Adrian masih perlu izin terucap dari mulut Mita. Meskipun sebenarnya ia yakin Mita sudah pasrah.

"Boleh, Mas." Mita malu dan langsung melipat bibirnya ke dalam.

Posisi Mita yang sedikit berbaring di sofa dan Adrian yang berlutut di lantai, membuat semuanya menjadi lebih mudah. Adrian membuka kaki Mita lebar dan membawanya ke atas bahunya. Perlahan kepalanya turun dan mencium pintu surga dunia milik Mita yang agak basah.

Harum.

Adrian menyukai harumnya. Tapi, ketika lidahnya masuk ke dalam, ia merasakan sedikit rasa obat. Mungkin semuanya berpengaruh dari apa yang Mita makan dan minum. Saat Adrian memainkannya dengan lidah dan jari. Lenguhan dan desahan Mita kembali terdengar. Membuat kejantanan Adrian semakin iri untuk mencicipinya juga.

"Dek, aku masukin ya?"

"He-em," Mita pun juga tidak bisa menolah. Ia merasakan miliknya berdenyut di bawah sana. Ingin merasakan desakan dan dorongan dari kejantanan milik Adrian.

Sudah sangat basah, jadi Adrian tidak perlu menambahkan pelumas apapun supaya memudahkannya untuk masuk. Perlahan ia mendorong miliknya masuk. Dan ketika semuanya masuk, baik Adrian juga Mita sama-sama mendesah. Untuk sesaat, Adrian membiarkan miliknya beradaptasi di dalam sana. Rasanya hangat dan... Sempit.

"Sakit, Dek?"

"Sedikit, Mas." Mita merasakan agak ngilu dan sedikit nyeri di bawah sana. Mungkin karena sudah terlalu lama juga ia tidak bercinta.

Saat Adrian mulai bergerak teratur, tiba-tiba saja isi kepalanya berisik. Ia insecure. Takut kalau ia akan ejakulasi dengan cepat dan membuat Mita menjadi tidak puas. Namun, hatinya menguatkan.

'Nggak boleh berpikir negatif. Yakin, kalau lo masih jantan, kuat dan gagah. Yakin, Mita pasti puas.'

"Dek, ehm... Jepit lagi." Adrian benar-benar tidak menyangka kalau rasanya tuh luar biasa.

Mita pun tak mau kalah, ia tidak membiarkan Adrian bergerak sendirian. Setidaknya ia harus memberikan visual yang indah dan seksi supaya Adrian merasa terpuaskan.

"Mas... Enghh,,, cepat, Mas!" Sambil menggigit bibirnya secara sensual dan menjepit milik Adrian di bawah sana.

Mendapatkan serangan itu, membuat Adrian benar-benar akan meledak. Ia menghentaknya dengan lebih cepat, tangannya pun sembari meremas payudara Mita.

"Dek... Udah keluar?"

"Dikit lagi, Mas. Lebih cepat, sebentar lagi. aahh...." Tubuh Mita mengejang.

Lima detik kemudian disusul oleh Adrian yang akhirnya telah sampai pada puncaknya.

Napas mereka tersengal. Adrian bisa melihat wajah Mita yang sayu dengan jelas. Dan... Ia lupa telah mengeluarkan miliknya di dalam.

"Dek, aku lupa," ucapnya pelan sambil menarik miliknya keluar dan buru-buru mengambil tisu dari meja di dekatnya.

"Keluar di dalam ya, Mas. Nggak apa-apa, kebetulan hari ini bukan masa suburku." Meskipun Mita mencoba mengucapkannya dengan tenang. Namun, sebenarnya ia juga merasa takut di dalam dirinya. Takut terjadi sesuatu pada mereka sebelum mereka melangsungkan pernikahan.

Mita merasa dirinya seperti lepas dari belenggu yang selama ini mengikat tubuhnya. Hasrat biologisnya terpenuhi dan ia merasa benar-benar puas. Terutama, milik Adrian yang ternyata lebih bisa memuaskan dari pada milik Rio dulu. Mita menahan senyum, dari segi ukuran pun, milik Adrian lebih memuaskan.

[]

*boleh dong kalian komen²...

1
riza
haduuh 🧐
riza
mudah²an nggak terjadi apa-apa sih sama Mita 🥺
riza
kok nyesek ya 🥺
riza
iya betul 🥺 sebelum semua terlambat, mending di obrolin dari skrg 🥰
riza
uhuuuuyy 🤭🤭
Secilia Cindy
bacanya sambil meriang2 ka..🤭
Dila Dilabeladila
hadehhhhhh udah langsung ajak k KUA aja bias bisa nambah dengam bebas🤣🤣
riza
hot ya kak 🔥🤭
riza
si Rio sakit emang
riza
lah dasar si Rio tolil
riza
fitnah jir
riza
eh gila si Rio
riza
lah sama mas ... saya yg baca juga udh GK sabar ini 🤭
riza
mulai deh ngeselinnya
riza
mas Adrian maunya mewah ya 🤭
Ika Alif
tak tunggu sampai end aja bacanya😍
riza
nanggung sekali ya 🤭
riza
setuju nih
riza
ceritanya bagus kak. semoga karyamu banyak yg baca dan laris manis ya kak 😍
rachmaraaa: aamiin 🙏
total 1 replies
riza
ciee... mereka jadian juga 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!